cover
Contact Name
Fadli Kurnia
Contact Email
fadli.kurnia@univpancasila.ac.id
Phone
+6221-7864730
Journal Mail Official
Jurnal.artesis@univpancasila.ac.id
Editorial Address
Department of Civil Engineering 3rd Floor at Faculty of Engineering Building Lenteng Agung Raya St, Srengseng Sawah, Jagakarsa, South Jakarta, DKI Jakarta 12640
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Artesis
Published by Universitas Pancasila
ISSN : 28096231     EISSN : 28094441     DOI : https://doi.org/10.35814/artesis
Artesis Journal is scientific journal published periodically every 6 (six) months (in May and November) by Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering - Universitas Pancasila. It contains papers related to student or student-lecturer research activities. Artesis Journal has an area of expertise consisting of Structural Engineering, Construction Engineering & Management, Geotechnical Engineering, Water Resources Engineering, and Transportation Engineering.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL ARTESIS" : 15 Documents clear
ANALISIS KINERJA OPERASIONAL BUS RAPID TRANSIT TRANSJAKARTA KORIDOR 9C (PINANG RANTI – BUNDARAN SENAYAN) Tio Sitorus, Andri; Meutia, Wita; Anggraini, Keumala
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7863

Abstract

Transjakarta Koridor 9C memiliki rute yang melewati berbagai pusat perbelanjaan, perkantoran, hiburan, LRT, MRT, KRL dimana itu semua membuat minat dan antusias masyarakat untuk menaiki koridor 9C sangat tinggi. Seperti Halte Makasar terdapat Mall Tamini Square, kemudian Halte Cawang Sentral yang dekat dengan tempat Pendidikan dan Rumah Sakit UKI, dan Halte BNN LRT dimana tempat transit yang langsung terhubung dengan Stasiun LRT. Tujuan dari penelitian ini ini yaitu menganalisis kinerja operasional Bus Rapid Transit Transjakarta koridor 9C. Metode yang digunakan pada penelitian ini berupa survei statis dan dinamis. Berdasarkan Hasil analisis data survei dinamis dan statis, diperoleh rata-rata load factor saat weekday yaitu nilainya sebesar 43% dan saat weekend 39%, Untuk nilai headway diperoleh nilai rata-rata saat weekday yaitu 9 menit dan rata-rata weekend yaitu 8 menit, frekuensi kendaraan koridor 9C saat weekday yaitu 7 kend/jam dan saat weekend 7 kend/jam, waktu perjalanan pada waktu weekday yaitu 3,40 menit/km dan weekend 2,77 menit/km, kecepatan perjalan pada waktu weekday yaitu 18,33 km/jam dan weekend 21,35 km/jam, dan ketersedian armada pada saat weekday dan weekend yaitu sebesar 100%. Berdasarkan hasil analisis, kinerja operasional pada Bus Rapid Transit Transjakarta Koridor 9C sudah memenuhi standar pelayanan minimum yang baik.
PENGARUH PENGGUNAAN FLY ASH TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON HIGH DENSITTY POLYETHYLENE (HDPE) Aulia Massigidi, Rayinda; Kurnia, Fadli
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7864

Abstract

Penggunaan fly ash sebagai substitusi semen dalam campuran beton high density polyethylene (HDPE) telah menarik perhatian dalam industri industri konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan fly ash terhadap beton campuran High Density Polyethylene (HDPE) dengan kadar 5%. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental yang melibatkan pembuatan rangkaian campuran beton HDPE dengan variasi kadar fly ash 22%, 25%, dan 27%. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh penambahan HDPE kadar 5% dengan variasi fly ash 22%, 25%, dan 27% terhadap kuat tekan beton. Hasil eksperimen menunjukkan peningkatan kuat tekan dari 7 hari hingga 28 hari. Pada hari ke-14, beton normal (BN) memiliki kuat tekan tertinggi sebesar 24,90 MPa, sementara variasi BPF 25% mengalami penurunan karena perbedaan metode pencampuran. Pada hari ke-28, penambahan fly ash 27% pada beton dengan HDPE 5% memberikan hasil terbaik sebesar 21,13 MPa, melebihi target perencanaan (18,6 MPa). Variasi BPF 25% dan BPF 27% menunjukkan performa lebih baik dibandingkan beton normal, dengan BPF 27% mencapai hasil di atas target. Proporsi kuat tarik terhadap kuat tekan berkisar antara 12,40% hingga 15,61%, dengan BPF 27% menunjukkan proporsi tertinggi. Optimalisasi proporsi bahan tambahan seperti HDPE dan fly ash terbukti meningkatkan sifat mekanis beton, terutama dalam hal kuat tarik.
ANALISIS KINERJA RUAS JALAN TERHADAP HAMBATAN SAMPING : Studi Kasus: Jalan Jendral Sudirman Kota Bekasi Farullah, Avif; Tjahjani, A.R. Indra
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7865

Abstract

Ruas jalan di Jalan Jendral Sudirman sering kali mengalami kemacetan yang luar biasa, apalagi di waktu hari kerja dan pulang dimana volume kendaraan sangat meningkat dengan segala macam kendala. Jalur Jendral Sudirman ini merupakan jalan penghubung utama bagi pemotor dari Jendral Sudirman ke Jakarta Timur atau Bekasi. Karena ada pembangunan beragam jalur alternatif dibuat guna mengurai kemacetan. Hal itu disebabkan dari tingginya volume kendaraan yang melintas di atasnya. Akibatnya, tak sedikit pengendara mengalami gangguan lalu lintas yang banyak dan tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey lapangan dengan menghitung jumlah volume kendaraan di Jalan Jendral Sudirman . di pertigaan yang berdekatan dengan Grand Mall Bekasi . ditempat itu akan ditempatkan seorang pensurvey untuk mencatat kapan waktu tiba dari setiap jenis kendaraan yang melintas ke arah Kota Bekasi dan melewati pertigaan Perumnas 1. Data ini merupakan data primer. Dari hasil penelitian di wilayah studi menunjukkan bahwa jumlah kejadian hambatan samping sangat tinggi hal ini menyebabkan buruknya Tingkat pelayanan jalan (LOS E). Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan terhadap hambatan samping yang semula memiliki faktor koreksi (FCSF) 0,88, jika diperbaiki agar faktor – faktor penyesuaian diperbaiki menjadi (FCSF) 1 maka kapasitas semula sebesar 5503 smp/jam maka berubah menjadi DS 0,67 maka memberikan (LOS D) Untuk mengurangi tingkat hambatan samping yang sangat tinggi diharapkan agar pihak setempat melakukan perbaikan jalan dan sosialisasi terhadap pengguna jalan serta perawatan trotoar pada sekitar ruas Jalan Jendral Sudirman, agar pejalan kaki merasa nyaman dan aman ketika berjalan,serta juga pengguna kendaraan tidak memberhentikan kendaraan sembarangan sebagai bentuk nyata akibat kemacetan yang terjadi.
ANALISIS PERCEPATAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN DENGAN CRITICAL PATH METHOD: Studi Kasus: Perumahan Mulyahurip Anugrah Persada, Semarang Huda, Saiful; Diyanti
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7866

Abstract

Pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Perumahan Mulyahurip Anugrah Persada Kota Sumedang mengalami keterlambatan pekerjaan. Keterlambatan tersebut terjadi pada tahap pekerjaan di lintas kritis yang dipengaruhi oleh faktor cuaca, suplai material yang terlambat dan kesalahan pekerjaan. Keterlambatan tersebut terjadi pada pekan ke 4 dengan total 21 hari. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi pekerjaan yang masuk ke dalam lintasan kritis dengan menggunakan Microsoft project, dan mendapatkan total biaya dan waktu setelah dilakukan percepatan. Metode jalur kritis (Critical Path Method) dapat memberikan alternatif kepada perencana proyek untuk dapat menyusun yang terbaik sehingga dapat mengoptimalkan waktu dan biaya dalam menyelesaikan suatu proyek. Berdasarkan hasil pengolahan data serta hasil analisis biaya dan waktu pelaksanaannya pembangunan maka diperoleh, hasil dari identifikasi pekerjaan yang masuk ke dalam lintasan kritis pada Pembangunan Perumahan Mulyahurip Anugrah Persada Kota Sumedang terdapat 15 item pekerjaan berdasarkan identifikasi dengan menggunakan Ms. Project diantara lainnya yaitu, ada pekerjaan tanah dan pondasi ada 5 item pekerjaan, pekerjaan struktur beton ada 4 item pekerjaan, pekerjaan dinding ada 4 item pekerjaan, dan pekerjaan lain-lain 2 item pekerjaan. Selanjutnya, skenario pemilihan pada pekerjaan kritis yang paling optimum yaitu pada penambahan 1 jam lembur yang mengakibatkan kenaikan biaya sebesar Rp. 36.901.777 dan efisiensi waktu 29 hari dari 285 hari aktual di lapangan dengan biaya pekerjaan semula Rp. 475.310.000 bertambah menjadi Rp. 512.211.777, sehingga pembangunan dapat diselesaikan dengan tepat waktu bahkan lebih cepat dari rencana yaitu 356 hari dari durasi rencana 364 hari.
ANALISIS PENGARUH VARIATION ORDER TERHADAP PEKERJAAN ARSITEKTUR DARI ASPEK BIAYA DAN WAKTU PADA PROYEK KONSTRUKSI : Studi Kasus : Proyek Hotel ABX Rahma Azzahra, Afifah; Andreas, Azaria
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7867

Abstract

Pelaksanaan konstruksi pada Proyek Hotel ABX ditemukan pengajuan pekerjaan Variation Order terhadap paket pekerjaan arsitektur. Variation Order merujuk pada perubahan-perubahan yang terjadi dalam spesifikasi, lingkup, atau permintaan pemilik proyek yang dapat mempengaruhi pelaksanaan proyek secara keseluruhan. Kasus lain ditemukan pekerjaan Variation Order dilakukan atas instruksi konsultan pengawas. Kemudian dikeluarkan surat perintah atau Site Instruction terhadap pekerjaan Variation Order yang berisikan informasi item pekerjaan yang terkena pengaruh Variation Order. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor dan akibat pekerjaan Variation Order terhadap kinerja biaya dan durasi pelaksanaan pada Proyek Hotel ABX. Pengumpulan data primer diperoleh dari penyebaran kuesioner dengan pihak yang terlibat dalam proyek yang kemudian diolah menggunakan software SPSS versi 26.0. Selanjutnya, data sekunder diambil dari perusahaan yang terlibat pada proyek pembangunan Hotel ABX yang kemudian dianalisis pekerjaan Variation Order terhadap biaya dan durasi pekerjaan. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa faktor penyebab Variation Order adalah perubahan metode pekerjaan, masalah keuangan pemilik/owner yang dapat mempengaruhi kemajuan proyek, faktor pertimbangan kerja dan keamanan dilapangan, kurangnya pengetahuan tentang karakter material, dan juga bisa disebabkan oleh kondisi alam. Hasil analisis Variation Order proyek pembangunan Hotel ABX untuk paket pekerjaan Arsitektur didaptkan nilai pekerjaan menjadi senilai Rp. . 249.487.685.700 dengan nilai deviasi dari pekerjaan sebelum dan sesudah terjadinya Variation order sebesar 0.196%. Pekerjaan Variation Order menyebabkan penambahan durasi pelaksanaan selama 161 hari. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi dan strategi manajemen yang efektif dalam menghadapi dan mengelola Variation Order, sehingga dapat meminimalkan dampak negatif pada biaya dan waktu pelaksanaan proyek konstruksi di masa depan.

Page 2 of 2 | Total Record : 15