cover
Contact Name
Steven Palilingan
Contact Email
palilingans@gmail.com
Phone
+6281383608023
Journal Mail Official
palilingans@gmail.com
Editorial Address
Gedung Sehati (Ex. Bank Pinaesaan), Jl. Samratulangi No. 162 Manado
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
ISSN : -     EISSN : 2797314X     DOI : doi.org/10.61390/euanggelion
Core Subject : Religion, Education,
EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, merupakan wadah publikasi hasil penelitian di bidang teologi dan Pendidikan Agama Kristen, yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Kristen Lentera Bangsa Manado. Scope dan Focus penelitian adalah: 1. Teologi Biblika (PL dan PB) 2. Teologi Sistematika 3. Teologi Praktika 4. Etika Kristen 5. Misiologi 6. Pendidikan Kristen di Keluarga, Sekolah dan Masyarakat EUANGGELION menerima kontribusi artikel dari dosen yang ahli di bidangnya, dari segala pendidikan teologi yang ada, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel yang memenuhi syarat akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review. EUANGGELION terbit dua kali dalam satu tahun, Januari dan Juli
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2: Januari 2021" : 5 Documents clear
ANALISIS KRITIS TEOLOGIS MENGENAI PEMAHAMAN KONTEKSTUALISASI PEMIMPIN GEREJA SIDANG-SIDANG JEMAAT ALLAH DI KOTA TOMOHON Alexander Stevanus
EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1, No 2: Januari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Lentera Bangsa Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61390/euanggelion.v1i2.1

Abstract

Mengetahui pemahaman pemimpin Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah (GSJA) di kota Tomohon adalah sangat penting sebagai upaya membangun paradigma dan konsep berteologi, terutama teologi pentakosta GSJA, khususnya di kota Tomohon. Di Sulawesi Utara, kota Tomohon adalah pusat teologi dari GSJA yang pentakostal. Dibangun dari pengaruh teologi Barat yang diwariskan oleh misionaris Bethel Indies Mission pada tahun 1938, pemikiran teologi para pemimpin GSJA, khususnya yang dibangun dalam Sekolah Alkitab Minahasa (sekarang STT Parakletos Tomohon) bersifat eksklusif, dimana teologi hanya dipahami sebagai upaya membangun hubungan yang “vertikal” dengan Allah, sehingga dari konsep teologi tersebut GSJA membangun pondasi teologi yang terfokus pada dalam lingkup gereja dan terbangun secara liturgis. Gereja yang terbangun secara eksklusif secara tidak langsung berpengaruh terhadap cara pandang gereja tersebut terhadap “dunia” sekitarnya, yaitu bagaimana gereja memandang kemajemukkan dan perbedaan, serta budaya dalam konteks gereja tersebut hidup. Gereja seharusnya bersifat “inklusif” dan berusaha hidup di dalam konteks perbedaan agama, budaya dan masyarakat, sehingga gereja dapat menjadi “jembatan penghubung” yang menghantarkan Injil kepada manusia dalam konteksnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, dimana dalam penelitian kualitatif bukan menekankan pada hasil, tetapi pada proses penelitian tersebut. Dalam penelitian ini, penulis menekankan pada pendekatan fenomenologis dan teologis, dengan metode wawancara sebagai cara mengumpulkan data yang empiris. Dari hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan, penulis menemukan bahwa bebrapa pemimpin gereja hidup dalam pemahaman teologi yang eksklusif dan memandang budaya sebagai “musuh” gereja, dan pemahaman tersebut dapat mempengaruhi pemahaman dan sikap gereja terhadap konteks. Dikarenakan pemahaman pemimpin gereja yang terbangun secara eksklusif dengan memahami teologi pentakosta secara “sempit” tersebut, maka perlu dibangun kerangka berteologi yang pentakostal-kontekstual di kalangan pemimpin GSJA, secara khusus di Tomohon, sehingga terbangun teologi yang inklusif, dimana terjadi keseimbangan konsep pelayanan praktik gereja yang horizontal dan vertikal.
IDE TENTANG TUHAN DAN GAIB Christofel Hukubun
EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1, No 2: Januari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Lentera Bangsa Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61390/euanggelion.v1i2.2

Abstract

The purpose of this paper is to provide a description and formulation of God and the supernatural by whom and the origin of the idea. In this writing we use the method of literature, which is reading and researching all literature related to the above title. The idea of the occult human civilization took place on earth and more specifically seen in pictures in France 15,000-11,000 years and in Turkey 3.3 million years -11.00 years and known since 4,000 years BC by the Sumerians and Assyrians ruled it and the Babylonians make a new center of religiosity. Furthermore, all religions acknowledge that God and the supernatural exist in all religions and form the basis of that religion. Abstrak Tujuan penulisan ini adalah memberikan gambaran dan rumusan tentang Tuhan dan gaib oleh siapa dan asal mula dari mana ide tersebut. Dalam penulisan ini kami gunakan metode kepustakaan yaitu membaca dan meneliti semua literatur yang berhubungan dengan judul di atas. Ide tentang gaib itu berlangsung peradaban manusia ada di bumi dan lebih spesifik terlihan pada gambar di Perancis 15.000- 11.000 tahun dan di Turki 3,3 juta tahun -11.00 tahun dan dikenal sejak 4.000 tahun Sebelum Masehi oleh masyarakat Sumeria dan bangsa Asyur menguasainya dan bangsa Babilonia menjadikan sebagai pusat religiositas yang baru. Selanjutnya semua agama mengakui bahwa Tuhan dan gaib itu terdapat dalam semua agama dan menjadi dasar agama tersebut.
PERAYAAN PENGUCAPAN SYUKUR KHAS ORANG MINAHASA Delly Maria Pusung
EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1, No 2: Januari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Lentera Bangsa Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61390/euanggelion.v1i2.3

Abstract

Tidak semua orang mampu mengaplikasi syukur dengan cara yang benar. Sebenarnya bersyukur harus menjadi gaya hidup orang percaya dan mungkin kita adalah bagian dari orang yang terhitung tidak tahu cara mengaplikasikan rasa syukur tersebut. Pada kenyataannya bersyukur itu adalah kehendak Tuhan ( 1 Thessalonians 5:18 say in every thing give thanks for this is the will of God in Christ Jesus concerning you). Seharusnya orang percaya mampu mengaplikasikan rasa syukurnya dengan cara yang benar dan berkenan kepada Tuhan seperti apa yang dikatakan oleh Alkitab. Perayaan pengucapan syukur di Minahasa merupakan gambaran rasa terimakasih kepada Tuhan atas berkat pemeliharaan Tuhan lewat hasil panen masyarakat. Tapi sedemikian besar perayaan syukur tersebut kehilangan makna dan bahkan merujuk kepada hal-hal yang menyimpang dari apa yang sepatunya dilaksanakan. Tentunya, gereja bertanggung jawab terhadap perayaan yang menimpang ini. Tetapi apa yang sudah dilakukan oleh gereja? Harapannya artikel ini memberikan sumbangan pemikiran untuk mengubah pola pikir masyarakat minsahasa terhadap perayaan syukurnya dan mengubah cara hidup yang berkenan kepada Tuhan seperti apa yang Alkitab sampaikan.
AKIBAT PENEBUSAN BAGI MANUSIA James Palk
EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1, No 2: Januari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Lentera Bangsa Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61390/euanggelion.v1i2.4

Abstract

Penebusan Yesus Kristus adalah pusat atau dasar teologi agama Kristen. Alasannya, setiap ulasan teologis yang alkitabiah selalu merujuk atau mengarah pada karya penebusan Yesus Kristus. Salah satu pokok penting penebusan adalah akibat dari penebusan bagi manusia. Pembahasan akibat dari penebusan setidaknya telah mengkristal dalam dua bagian yaitu pandangan adanya penebusan terbatas dan tentang penebusan tidak terbatas. Kedua-duanya percaya pada pengorbanan Yesus Kristus untuk menebus manusia. Namun berbeda tentang siapa yang menikmati akibat dari penebusan. Hal ini menjadi alasan bagi penulis untuk lebih lagi menelusuri tentang hal-hal yang membuat adanya perbedaan dan apa yang menjadi pertimbangan dari pandangan-pandangan tersebut. Tulisan ini membahas tentang: Apa itu penebusan, penebusan terbatas dan tidak terbatas, serta peran kedaulatan Allah dan kebebasan manusia. Tujuan penulisan adalah untuk mendapatkan pemahaman mendalam dan kepastian terhadap konsep akibat penebusan bagi manusia. Dengan demikian, dapat digunakan juga sebagai referensi bagi pengkajian lebih lanjut tentang topik akibat penebusan. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengkajian deskriptif. Pengkajian dilakukan melalui berbagai literatur yang berkaitan dengan akibat penebusan.
Pendeta Pemimpinan Yang Tidak Melayani (Kajian Yohanes 13:1-17) Novrianto Lilomboba
EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1, No 2: Januari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Lentera Bangsa Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61390/euanggelion.v1i2.5

Abstract

Pastor is the leader and the servant for his congregation, as a leader pastor must be life like Jesus Christ. But in reality, Pastors not life and lead like Jesus Christ. Amorality and Coruption in the Church must be indication if pastor doesn’t lead like a Jesus Christ. This research aims to knowing how should the Pastor life and lead his congregation. Method of this research is a literature analysis method, and the result of the research it can be concluded, that chistian leadership is servant leadership and this concept there are Jesus Christ in Bible book of John 13:1-17. Abstrak Pendeta adalah pemimpin dan pelayan bagi jemaatnya, sebagai pemimpin pendeta harusnya hidup meneladani Kristus Yesus. namun kenyataannya adalah pendeta-pendeta tidak memimpin seperti Yesus Kristus. Kasus-kasus amoral dan korupsi dalam gereja merupakan indikasi adanya kepemimpinan Pendeta yang tidak meneladani Kristus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana seharusnya Pendeta hidup dan menjalankan peran serta tugas sebagai pemimpin jemaat. Metode penelitian ini menggunakan metode analisis literatur, dengan hasil penelitian yang dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan Kristen adalah kepemimpinan yang melayani dan konsep ini dimiliki serta ditunjukkan oleh Yesus Kristus dalam Yohanes 13:1-17.

Page 1 of 1 | Total Record : 5