cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA Kolaborasi
ISSN : -     EISSN : 26850494     DOI : -
Core Subject : Education,
Pada tahun 2016, FMIPA Universitas Negeri Semarang bersama dengan UIN Walisongo, menggagas terselenggaranya Seminar Nasional Bersama (dalam perkembangannya disebut dengan SNMIPA Kolaborasi). Pada tahun-tahun berikutnya, gagasan tentang seminar kolaborasi tersebut berkembang dan bergabunglah Universitas Tidar (UNTIDAR) Magelang, Universitas Muria Kudus (UMK), dan Universitas Pancasakti (UPS) Tegal. Publikasi naskah hasil kegiatan SNMIPA kemudian dirangkum dalam sebuah Prosiding Seminar Nasional MIPA Kolaborasi. eISSN: 2685-0494.
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2020)" : 35 Documents clear
PENDEKATAN BELAJAR YANG MEMUNGKINKAN SISWA BERPIKIR TINGKAT TINGGI MELALUI PBL MENGGUNAKAN LOGGER-PRO
SNMIPA Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalahuntuk 1) Melatih kemampuan menganalisa dan mengevaluasi melalui pembelajaran berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS); 2) Menggunakan metode Problem Based Learning (PBL) sehingga peserta didik dapat memahami materi yang diajarkan; 3) Menumbuhkan sikap kerjasama peserta didik dalam pembelajaran PBL. Penelitian yang dilakukan merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model ProblemBased Learning. Materi yang diajarkan adalah Persamaan Kontinuitas dengan dibantu analisa menggunakan Logger Pro. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus PTK karena pada siklus 1 persentasi peserta didik yang mendapatkan nilai diatas 70 hanya 57,14 % sehingga tidak memenuhi kriteria keberhasilan dari penelitian ini. Refleksi siklus 2 menunjukkan 1) Persentasi peserta didik yang mendapatkan nilai diatas 70 adalah 71,43 % ; 2) Berdasarkan lembar observasi peserta didik yang mampu menganalisa dan mengevaluasi adalah 90,15 % ; 3)Berdasarkan lembar observasi peserta didik yang mampu bekerjasama dalam pembelajaran adalah 89,29 %. Dengan demikian penelitian dapat dikatakan berhasil dan dapat disimpulkan bahwa 1) Pembelajaran berbasis HOTS mampu melatih peserta didik belajar untuk menganalisis dan mengevaluasi; (2) Penggunaan metode PBL mampu membuat peserta didik memahami materi yang diajarkan; (3) Tugas membuat spinning bottle menumbuhkan sikap kerjasama peserta didik. This study aimed to 1) Practice the ability to analyse and evaluate through the Higher Order Thinking Skill (HOTS) based learning; 2) Using Problem Based Learning (PBL) method so that students can understand the material being taught; 3) Grow students attitude in cooperation with PBL. The study conducted was a Classroom Action Research. The material taught was the Continuity Equation with assisted analysis using Logger-pro. This study was consisted of 2 cycles. Since in the first cycle students who received the score above 70 were only 57,14%, it did not meet the criteria for success for this study. The second cycle showed 1) Students presentations which received scores above 70 was 71,43%; 2) According to observation sheets students who were able to analyze and evaluate was 90,15%; 3) According to the observation sheets, students who were capable in working collaboratively during the learning process was 89,29%. By these results, this study is said to be successful and can be concluded that 1) HOTS learning based can teach students to analyze and evaluate; 2) The use of PBL method is able to make students understand the material; 3) The task to create spinning bottle grows a collaborative atitude.
TEKNIK PEMBENIHAN IKAN GURAME (OSPHRONEMUS GOURAMY) DI UNIT KEGIATAN BUDIDAYA AIR TAWAR SENDANG SARI
SNMIPA Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki potensi lahan budidaya yang cukup besar untuk mengembangkan budidayaikan, salah satunya adalah ikan gurame. Ikan gurame merupakan ikan omnivora yang cenderungikan herbivora (pemakan tumbuhan). Ikan gurame termasuk ikan konsumsi yang banyakdigemari oleh masyarakat Indonesia. Dengan hal itu, semakin meningkatnya produktivitasbudidaya ikan gurame akan memberikan dampak positif untuk peluang budidaya ikan gurame.Teknik pembenihan ikan gurame (Osphronemus gouramy) di Unit Kegiatan Budidaya Air Tawar(UKBAT) Sendang Sari, Kulon Progo meliputi tahap persiapan kolam pemijahan, seleksi induk,pemijahan, pemanenan telur, penetasan telur dan pemeliharaan larva, pendederan, hama danpenyakit, panen dan pasca panen. Pemijahan dilakukan di kolam beton dengan perbandinganinduk jantan dan betina 1:3. Nilai FR 74.62%; HR 94.82% dan SR 56.58%. Hambatan yangterdapat dalam teknik pembenihan ikan gurame terdiri atas faktor internal yaitu biologis ikan danfaktor eksternal yaitu faktor lingkungan, kualitas air dan penyakit. Indonesia has a large enough potential of cultivated land to develop fish farming, one of whichis carp. Gurame fish are omnivorous fish which tend to be herbivorous fish (plant eaters).Gurame fish including consumption fish that are much favored by the people of Indonesia. Withthat, the increasing productivity of gouramy culture will have a positive impact on gouramyfarming opportunities. The gouramy (Osphronemus gouramy) hatchery in Unit KegiatanBudidaya Air Tawar (UKBAT), Kulon Progo covers the stages of preparation ofspawning ponds,broodstock selection, spawning, egg harvesting, egg hatching and larval rearing, breeding, pestand disease, harvesting and harvesting. post-harvest. Spawning is done in a concrete pool with aratio of male and female parent 1: 3. FR value 74.62%; HR 94.82% and SR 56.58%. The obstaclescontained in gouramy hatchery techniques consist of internal factors, namely biological fish andexternal factors, namely environmental factors, water quality and disease
PROFIL USAHA BUDIDAYA IKAN LELE (Clarias sp.) PADA USAHA PERSEORANGAN “KANG LERY” DI MAGELANG JAWA TENGAH
SNMIPA Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanaakan pada usaha budidaya bibit ikan lele “Kang Lery” di Dusun Kebon Agung Kulon, Desa Jogomulyo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang pada bulan Agustus – September 2019. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil usaha budidaya, sejarah, dan perkembangan usaha, aspek teknis, manajemen, sosial ekonomi, hukum, pemasaran, lingkungan finansial. Perkembangan usaha dapat dilihat dari penambahan jumlah kolam dari 4 kolam menjadi 12 kolam. Aspek manajemen meliputi perencanaan dalam penyediaan indukan, ketersediaan tenaga kerja, kelancaran proses produksi sampai proses pemasaran., pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan , dilakukan secara langsung dari pemilik usaha terhadap proses produksi ikan lele mulai dari pengadaan indukan, pengawasan terhadap hama dan penyakit yang muncul. Usaha budidaya bibit ikan lele “Kang Lery” memiliki perizinan dari kelurahan. Pembuangan limbah hasil kegiatan budidaya bisa dimanfaatkan sebagai pupuk cair sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar. Perhitungan B/C Ratio diperoleh nilai 2,57, artinya usaha dari kegiatan budidaya lele termasuk layak di lakukan karena > 1. This research was conducted at the "Kang Lery" catfish seedling business in Kebon Agung Kulon Hamlet, Jogomulyo Village, Tempuran District, Magelang District in August - September 2019. The purpose of this study was to determine the profile of aquaculture business, history, and business development, aspects technical, management, socioeconomic, legal, marketing, financial environment. Business development can be seen from the addition of 4 ponds to 12 ponds. Management aspects include planning in providing broodstock, labor availability, smooth production process to the marketing process, organizing, directing, and supervising, carried out directly from the business owner of the catfish production process starting from the procurement of broodstock, controlling pests and diseases that arise . Catfish seedling cultivation business "Kang Lery" has a permit from the village. Disposal of waste from cultivation activities can be used as liquid fertilizer so that it does not pollute the surrounding environment. Calculation of B / C Ratio obtained value of 2.57, meaning that the business of catfish cultivation activities is feasible because> 1.
PENGEMBANGAN MODUL ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN UNTUK MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS TIDAR
SNMIPA Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berupa modul mata kuliah Algoritma dan Pemrograman berbasis problem based learning dan mengetahui kelayakan modul Algoritma dan Pemrograman. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) yang merujuk pada model pengembangan 4D dari Thiagarajan, dengan langkahlangkah yang digunakan adalah (1) tahap pendefinisian (define), (2) tahap perencanaan (design), (3) tahap pengembangan (develop), dan (4) tahap diseminasi (disseminate). Pada tahap pengembangan (develop), dilakukan validasi oleh ahli materi dan ahli media, serta uji coba pengguna (mahasiswa). Model pembelajaran yang digunakan di dalam modul ini adalah problem based learning (PBL) di mana dalam pembelajarannya mahasiswa diberikan permasalahan untuk dipecahkan. Subjek penelitian yang digunakan sebagai subjek uji coba adalah mahasiswa semester II Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Tidar tahun akademik 2018/2019. Dari hasil penelitian pengembangan modul mata kuliah Algoritma dan Pemrograman diperoleh hasil penilaian tingkat kelayakan modul melalui pengujian kepada ahli materi sebesar 88,57% dengan kategori sangat layak , validasi ahli media menghasilkan 79,61% dengan kategori sangat layak, dan dari uji coba pengguna terbatas diperoleh nilai 75% dengan kategori layak, dan uji coba pengguna utama memperoleh nilai 81% dengan kategori sangat layak. The research aims to develop teaching materials in the form of module for Algorithm and Programming course using problem based learning and to know the advisability of Algorithm and Programming module. This research is a development research (R&D) that refers to the 4D development model from Thiagarajan, which stages used are (1) define, (2) design, (3) develop, and (4) disseminate. At the develop stage, modules validated by material experts and media experts, as well as users (students) trials. The learning model used in this module is problem based learning (PBL) where students are given problems to solve in their learning. The research subjects used as test subjects were students of the second semester of Mathematics Education Study Program of Universitas Tidar in the academic year 2018/2019. The research results of the development of the Algorithm and Programming course module showed that the results of the assessement of module eligibility levels through testing to material experts amounted to 88.57% with a very decent category, validation of media experts resulted in 79.61% with a very decent category, and from limited users (students) trial a value of 75% was obtained in the decent category, and the trial of the main users (students) gained a score of 81% in the very decent category.
KARAKTER MULUT DAN VARIASI STRUKTUR GIGI PADA FILUM CHORDATA YANG TERTANGKAP DI SUNGAI ELO MAGELANG, JAWA TENGAH
SNMIPA Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi variasi kerakter mulut dan struktur gigi ikan anggota filumChordata. Sampling dilakukan pada 5 titik lokasi di aliran sungai Elo Magelang, Jawa Tengah padabulan September 2019. Selama penelitian telah berhasil ditangkap 3 spesies ikan anggota filumchordata yaitu Puntius marginatus, Puntius javanicus dan Oreochromis niloticus. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui karakter mulut dan variasi struktur gigi pada filum Chordata.Pengamatan di laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Tidar Magelang. Hasil evaluasimenunjukkan bahwa ketiga spesies ikan tersebut memiliki karakter morfologi mulut dan strukturgigi yang tidak jauh berbeda.
PERBEDAAN PENGGUNAAN SODIUM BIKARBONAT TERHADAP KEPADATAN Spirulina sp.
SNMIPA Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spirulina sp. merupakan salah satu mikroalga yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah membahas mengenai perbedaan pertumbuhan spirulina yang menggunakan sodium bikarbonat dengan aerasi yang ditambahkan pompa akuarium (perlakuan 1) dan tanpa sodium bikarbonat dengan aerasi biasa (perlakuan 2). Perbedaan perlakuan dilakukan untuk mengetahui kepadatan spirulina sp. terbaik. Penambahan sodium bikarbonat bertujuan mengetahui pertumbuhan spirulina pada pH 8. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan parameter kualitas air yang meliputi kepadatan sinusoid, pH dan salinitas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kepadatan spirulina sp. yang menggunakan sodium bikarbonat tidak menunjukkan hasil yang optimal atau bisa dibilang gagal dibandingkan pertumbuhan tanpa menggunakan sodium bikarbonat.Penelitian dilakukan selama 7 hari menggunakan volume air 68 L dan bibit 1,5 L pada masing-masing perlakuan. Dari dua hasil penelitian tersebut dapat diketahui jika spirulina sp. tidak dapat tumbuh optimal dengan kondisi air basa (Perlakuan 2). Indikasi kurang optimal dapat dilihat dari bentuk sinosoid yang terputus-putus. Spirulina sp. is one of the microalgae that has great potential to be developed. The purpose of this study discusses the differences in the growth of spirulina using sodium bicarbonate with aeration added by an aquarium pump (treatment 1) and without sodium bicarbonate with ordinary aeration (treatment 2). Different treatments were performed to determine the density of spirulina sp. best. The addition of sodium bicarbonate aims to determine the growth of spirulina at pH 8. This study uses an experimental method with water quality parameters which include sinusoid density, pH and salinity. The results of this study indicate that the density of spirulina sp. who used sodium bicarbonate did not show optimal results or arguably failed compared to growth without using sodium bicarbonate. The study was carried out for 7 days using a volume of 68 L water and 1.5 L seedlings in each treatment. From the two results of this study it can be seen if spirulina sp. can not grow optimally with alkaline water conditions (Treatment 2). Less than optimal indications can be seen from the form of intermittent synosoid.
KEBIASAAN BURUK PARA PENGUNYAH SIRIH
SNMIPA Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan mengunyah sirih sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia sejak lampau. Bahan menyirih selalu disediakan oleh tuan rumah dalam acara yang bersifat kekeluargaan maupun kegiatan adat. Masyarakat percaya menyirih dapat memperkuat gigi, mengobati gigi yang sakit, menyembuhkan luka kecil di mulut serta menghilangkan bau mulut. Kepercayaan tersebut didasarkan pada kandungan dalam bahan menyirih. Meskipun demikian, menyirih juga memiliki dampak negatif yang diperparah oleh kebiasaan buruk para pengunyah sirih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kebiasaan buruk para pengunyah sirih. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan observasi terhadap para pengunyah sirih di Desa Genito. Penelitian ini melibatkan 4 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pengunyah sirih kurang memperhatikan kebersihan gigi dan mulut serta membuang residu menyirih sembarang tempat. Betel chewing has been known by the people of Indonesia since long ago. The material used for betel chewing is always provided by the host in a family or customary event. People believe that chewing betel can strengthen teeth, treat diseased teeth, heal small wounds in the mouth and eliminate bad breath. That belief is based on active compounds in the material used for betel chewing. Even so, Betel chewing also has a negative impact that is compounded by the bad habits of betel chewers. The purpose of this study is to describe the bad habits of betel chewers. This research is a descriptive qualitative research. Data collection techniques are interviews and observations of betel chewers in Genito Village. This study involved 4 respondents. The results showed that the betel chewers paid less attention to dental and oral hygiene. The betel chewers also threw away the betel residues carelessly.
PEMANFAATAN PETAI (PARKIA SPECIOSA) SEBAGAI THE HERBAL ANTIOKSIDAN TINGGI
SNMIPA Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Petai (ParkiaSpeciosa) dikenal dengan tanaman yang memilik ikandungan senyawa yang berkhasiat menjaga kesehatan. Tujuan penelitian ini dalah untuk mengetahui cara lain mengkonsumsi dan menyimpan petai dengan kandungan senyawa antioksidan yang tetap terjaga kasiatnya. Tahapan penelitian ini dimulai dengan memilih petai yang baik dan mengolahnya dengan caradikukus untuk pengawetan tanpa bahan kimia. Petai kemudian dikering anginkan dan dihaluskan. Petai yang digunakan adalah kulit dan biji, sehingga tidak ada limbah yang terbuang. Hasil uji petai kukus yang sudah menjadi serbuk the memiliki kadar antioksidan 70,58% mg/mL dan kadungan tanin yang bermanfaat menangkal radikal bebas. Petai (ParkiaSpeciosa) is known as a plant that contains compounds that have the efficacy of maintaining health. The purpose of this study is to find out other ways to consume and store petai with antioxidant compounds that are still preserved. The stages of this research began by selecting a good petai and processing it by steaming for preservation without chemicals. Petai is then air dried and mashed. Petai used are skin and seeds, so that no waste is wasted.The results of steamed petaithat have become tea powder have antioxidant levels of 70.58% mg/mL and tannin content that is useful to ward off free radicals.
IDENTIFIKASI EKTOPARASIT IKAN DI SUNGAI ELO MAGELANG, JAWA TENGAH
SNMIPA Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ektoparasit merupakan parasit yang hidup menumpang pada permukaan luar tubuh inang atau di dalamliang-liang kulit ikan sehingga dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan ikan. Penelitian inibertujuan untuk mengidentifiksi ektoparasit ikan di Sungai Elo Magelang, Jawa Tengah. Sampel ikanyang diamati diambil dari dua lokasi yang berbeda, lokasi pertama terletak di bawah jembatan jalanraya Magelang-Salatiga dan lokasi kedua di daerah Mejing, Candimulyo. Pada dua lokasi tersebutdiambil masing-masing 3 sampel ikan dengan menggunakan alat tangkap seser. Jenis ikan yangdigunakan sebagai sampel adalah wader (Barbodes binotatus), nila (Oreochromis niloticus), cetol(Poecilia reticulata), dan nilem (Osteochilus vittatus). Metode scraping digunakan pada penelitian inidan data yang didapatkan dianalisis secara deskriptif. Bagian tubuh ikan yang diamati adalah sisik, sirip,dan insang. Keragaman yang diperoleh dari penelitian ini berupa ektoparasit dengan jenis Tetrahymena,Trichodina sp., Microsporidians, Ichthyophthirus multifiliis, Tricophyra, Piscinoodinium, Myxozoans,Dactylogyrus sp., dan Metacercariae. Jenis ektoparasit paling banyak ditemukan pada organ insang. Ektoparasites are parasites that live on the outer surface of the host body or in fish skin burrows so thatthey can improve the growth and growth of fish. This study aims to identify fish ectoparasites in the EloRiver, Magelang, Central Java. Fish samples were taken from two different locations, the first locationwas the Magelang-Salatiga road bridge and the second location was the Mejing area, Candimulyo. fishsamples were taken using a seser fishing gear. The types of fish used as samples are waders (Barbodesbinotatus), tilapia (Oreochromis niloticus), cetol (Poecilia reticulata), and nilem (Osteochilus vittatus).The scraping method was used in this study and the data obtained were analyzed descriptively. Fishbody parts that are rotated are scales, fins, and gills. The diversity obtained from this study consistedof ectoparasites with the types of Tetrahymena, Trichodina sp., Microsporidians, Ichthyophthirusmultifiliis, Tricophyra, Piscinoodinium, Myxozoans, Dactylogyrus sp. , Metacercariae.The mostcommon type of ectoparasite is found in the gills
PERBANDINGAN KERUSAKAN DAN TINGKAT KESTRESAN IKAN ARWANA SILVER, IKAN KOI (cyprinus carpio), DAN IKAN KOMET (carassius auratus auratus) TERHADAP ALAT TANGKAP JARING BIASA DENGAN JARING BERPRINSIP PLANKTON NET
SNMIPA Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percobaan eksperimental dengan membandingkan penggunaan jaring berprinsipplankton net dan jaring biasa yang dilakukan pada bulan Agustus sampai September2019 bertempat di Laboratorium Universitas Tidar dengan menggunakan percobaan tiga ikan yaitu ikan Arwana, ikan Koi, dan ikan Komet. Percobaan dilakukan untukmembandingkan antara jaring berprinsip plankton net dengan jaring biasa terhadapkerusakan fisik ikan dan tingkat stres. Jaring berprinsip plankton net tidak terjadikerusakan fisik dan hanya mengalami tingkat stres rendah. Setelah dilakukan percobaan dapat disimpulkan bahwa jaring berprinsip plankton net lebih efektif digunakan karena mengurangi kerusakan fisik dan stress ikan dengan penggunaannya yang praktis dan dapat dikemas secara langsung. Experimental experiments comparing the use of plankton net and ordinary net principles carried out in August to September 2019 took place at the Tidar University Laboratory using three fish experiments, namely Arowana fish, Koi fish, and Comet fish. Experiments were conducted to compare between plankton net principle and ordinary net against fish physical damage and stress level. Plankton net principle does not occur physical damage and only experiences low stress levels. After conducting the experiment it can be concluded that the plankton net principle is more effective to use because it reduces the physical damage and stress of fish with its practical use can be packaged directly.

Page 3 of 4 | Total Record : 35