cover
Contact Name
Rahmat Syah
Contact Email
jurnal.vijjacariya@stabn-sriwijaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.vijjacariya@stabn-sriwijaya.ac.id
Editorial Address
Jalan Edutown BSD City Serpong, Pagedangan, Kec. Pagedangan, Tangerang, Banten 15339
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
VIJJACARIYA: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis
ISSN : 24426016     EISSN : 29855284     DOI : -
Vijjacariya Journal is a journal that contains Buddhist religious and religious education. The theme raised relates to the Development of Buddhist Education and Education. Vijjacariya journal is published regularly 2 times a year. 1. Development of Buddhist Education and Education 2. Learn and teach Buddhism 3. Development of Buddhist curriculum 4. Buddhist religious education technology 5. Evaluation of Buddhist religious education
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2019): June 2019" : 9 Documents clear
KETERKAITAN TRADISI ULAMBANA DENGAN PENGUATAN KARAKTER BANGSA Tri Yatno
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 6, No 1 (2019): June 2019
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upacara ulambana merupakan tradisi umat Buddha sekte Mahayana dalammendoakan leluhur yang telah meninggal. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis upacara ulambana dalam pembentukan karakter bangsa. Metodepenelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.Alasan utamanya adalah ingin lebih memahami struktur kesadaran umatBuddha sekte Mahayana ketika melakukan doa kepada leluhur dalam upacaraulambana dan direlevansikan dengan pembangunan karakter bangsa. Teknikpengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi.Teknik keabsahan data menggunakan trianggulasi. Hasil penelitian adalahadanya keterkaitan upacara ulambana dengan penguatan karakter bangsadiantaranya adalah tradisi ulambana sebagai perbuatan baik yakni pelimpahanjasa kepada leluhur yang telah meninggal. Melalui perbuatan baik tersebutseseorang meningkatkan pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakanmoral yang menjadi satu kesatuan utuh membentuk karakter yang tidak dapatdipisahkan satu sama lainnya.
PERSEPSI UMAT BUDDHA TERHADAP KEGIATAN PELATIHAN MEDITASI DI VIHARA SIRIPADA TANGERANG Sugianto Sugianto
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 6, No 1 (2019): June 2019
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik meditasi di Indonesia mengalami perkembangan, tidak hanya diikuti oleh umat Buddha, umat agama lain pun ikut meditasi. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui persepsi umat Buddha tentang pelatihan meditasi di Vihara Siripada. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian adalah persepsi umat Buddha tentang pelatihan meditasi di vihara. Subjek penelitian ini adalah empat pembimbing (Bhikkhu dan Rama), dan empat peserta meditasi di Vihara Siripada Tangerang. Penelitian dilaksanakan di Vihara Siripada di Tangerang. Waktu penelitian dimulai pada bulan Juli sampai dengan Desember 2018. Teknik dan instruman pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menguji keabsahan instrumen penelitian dilakukan dengan uji kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferbilitas hasil penelitian. Analisis data menggunakan model Miles Huberman. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan: (1) persepsiguru atau pembimbing meditasi terhadap kegiatan pelatihan meditasi adalah: Maksud dan tujuan meditasi selain untuk diri sendiri juga merupakan bentuk kepedulian kepada umat Buddha yang ingin belajar meditasi secara teoretis maupun praktis; Hal-hal yang menjadi perhatian pembimbing dalam pelatihan meditasi adalah pada tahap persiapan meditasi, pelaksanaan meditasi, sharing meditasi; Manfaat meditasi menurut pembimbing meditasi adalah mampu membuat orang mengontrol emosi, merasakan kedamaian, dan hidup lebih tenang; (2) persepsi umat tentang kegiatan pelatihan meditasi di vihara adalah: Maksud dan tujuan meditasi adalah latihan diri yang berguna untuk mengurangi emosi negatif, mengendalikan diri, hinggapencapai kesucian; Meditasi harus dipersiapkan dengan baik dalam hal waktu, fisik, dan mental, serta ikuti arahan-arahan dari guru atau pembimbing selama meditasi berlangsung; Manfaat meditasi adalah batin lebih tenang, terkontrol dan terkendali; selalu sadar dan hidup apa adanya; dan lebih berhati-hati dalam bertutur.
RESPON MAHASISWA BUDDHIS TERHADAP SITUASI INTOLERANSIANTARUMAT BERAGAMA DI INDONESIA Sabar Sukarno
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 6, No 1 (2019): June 2019
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini adalah respon mahasiswa Buddhis terhadap situasi intoleransi antarumat beragama di Indonesia. Umat Buddha di Indonesia beberapa tahun terakhir kedamaiannya terusik oleh adanya berbagai ketegangan. Umat Buddha sudah berada pada kondisi mengkhawatirkan karena terlibat dalam situasi intoleransi antarumat beragama. Mahasiswa diharapkan mempunyai kontribusi yang lebih besar dalam mengatasi masalah intoleransi antarumat beragama ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon mahasiswa Buddhis terhadap situasi intoleransi antarumat beragama di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yaitu mahasiswa beragama Buddha di empat Sekolah Tinggi Agama Buddha. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan pemeriksaan kredibilitas yaitu melakukan pengamatan terus-menerus, triangulasi, dan membicarakan dengan rekan sejawat. Analisis data kualitatif menggunakan model Miles Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (a) mahasiswa Buddhis memahami adanya situasi intoleransi, sebab, dan dampaknya, (b) mahasiswa Buddhis bersikap menolak terhadap situasi intoleransi, (c) mahasiswa Buddhis mempunyai harapan terhadap berbagai pihak internal agama Buddha dalam mengatasi situasi intoleransi, (d) mahasiswa Buddhis mempunyai harapan terhadap berbagai pihak eksternal agama Buddha untuk mengatasi situasi intoleransi, dan (e) mahasiswa Buddhis telah berupaya dan memberikan kontribusi dalam menghadapi dan mengatasi situasi intoleransi antarumat beragama di Indonesia.
PENERAPAN COOPERATIVE INTEGRATED REALING AND COMPOSITION (CIRC) BERMEDIA POWERPOINT DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA NIGRODHAMIGA JĀTAKA Sujiono Sujiono
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 6, No 1 (2019): June 2019
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran membaca Nigrodhamiga Jātaka melalui penerapan modelpembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) bermedia powerpoint; (2) mendeskripsikan hambatan-hambatan yang dialami dalam meningkatkan keterampilan membaca Nigrodhamiga  Jātaka;  (3) mendeskripsikan cara menghadapi hambatan-hambatan dalam meningkatkan keterampilan membaca Nigrodhamiga Jātaka.Tempat penelitian adalah SMB Dhamma Loka, Desa Sidoharum, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen. Jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian yaitu: Penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) bermedia powerpoint mengkondisikan siswa tertarik mengikuti pembelajaran. Suasana kelas menjadi lebih menyenangkan. Siswa belajar secara kebersamaan dan lebih komunikatif. Siswa aktif membaca, menuliskan ide-ide penting Nigrodhamiga Jātaka. Hambatan-hambatan yang dialami dalam Nigrodhamiga Jātaka, yaitu masih terdapat beberapa siswa kurang respon saat diskusi. Beberapa siswa mengalami kesulitan dalam menuliskan ide-ide penting Nigrodhamiga Jātaka. Cara mengatasi hambatan-hambatan dalam meningkatkan keterampilan membaca Nigrodhamiga Jātaka yaitu guru perlu memberikan kesempatan siswa berani berbicara di depan kelas. Memberikan kesempatan yang lebih kepada siswa untuk berlatih menuliskan ide-ide penting dalam Nigrodhamiga Jātaka.
PEMBENTUKAN PRODI BARU PADA STAB DALAM RANGKA MENJAWAB PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA ABAD 21 GENERASI MILENIAL ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Jo Priastana
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 6, No 1 (2019): June 2019
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menemukan program studi baru dalam bidangBuddhist Studies bagi berperannya Perguruan Tinggi Agama Buddha (PTAB)di Indonesia dalam rangka menjawab kebutuhan tuntutan jaman akan tenagaprofesional yang terdidik dan terlatih serta bersifat akademik-humanis bagigenerasi milineal di era revolusi Industri 4.0. Penelitian yang dilakukanbersifat kualitatif-deskriptif dengan metode observasi dan kepustakaan.Observasi dilakukan terhadap topik-topik makalah seminar internasionalyang melibatkan kajian Buddha dharma yang berhubungan dengan berbagairumpun ilmu pengertahuan. Metode kepustakaan berkenan dengan BuddhistStudies dan filsafat ilmu yang mengkaji dimensi ontologi, epistemology, danaksiologi illmu pengetahuan dan hubungannya dengan Buddha dharma. Hasilpenelitian ini memunculkan enam prodi yaitu: (1) Filsafat Buddha, (2)Dharmaduta dan Teknologi Informatika, (3) Psikologi Buddha, (4) Sejarah danBudaya Buddha, (5) Kesejahteraan Sosial Buddha, dan (6) Ekologi danEkonomi Buddha.
ANALISIS PEMAHAMAN GURU TERHADAP MATERI UTU NIYAMA Kabul Praptiyono
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 6, No 1 (2019): June 2019
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memahami adalah kemampuan seseorang untuk menerima masalah. Memahami guru terkait dengan materi ajar sangat dibutuhkan sehingga akan membentuk pengetahuan bagi peserta didik. Pengetahuan yang diperoleh guru dapat berasal dari berbagai sumber dan berbagai aspek tergantung dari mana orang tersebut menggunakan sumber yang digunakan untuk mendukung pengetahuan yang dimilikinya. Memahami guru terkait pengetahuan yang akan diajarkan kepada peserta didik memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan pengetahuan bagi peserta didik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif menggunakan studi kasus. Lokasi penelitian dilakukan di Wonogiri, pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling adalah mencari informan yang mengerti tentang hal-hal yang terkait denganfokus penelitian. Analisis data dilengkapi dengan memeriksa validitas data melalui tingkat kepercayaan, keandalan, kepercayaan, dan kepastian. Temuan dalam penelitian ini adalah pengetahuan guru terkait dengan terbatasnya Utu Niyama, pengetahuan yang dimiliki hanya dalam pengetahuan yang diperoleh selama kuliah sebelumnya hanya terbatas pada peribahasa dan contoh dalam hukum Utu Niyama, tetapi di sini menggunakan cara yang unik untuk menyampaikan pemahaman mereka kepada peserta didik menggunakan peta konsep terstruktur yang dilengkapi dengan gambar yang dibuat oleh guru untuk menghafal dan memahami contoh agar tidak terbalik dalam memahami konsep yang ada. Pengetahuan dasar guru tentang Utu Niyama hanya pantas dalam mengikuti perkembangan pengetahuan guru yang ada masih tertinggal, karena keterbatasan pengetahuan yang dimiliki, tetapi guru menjelaskan selain menggunakan konsep peta yang menarik minat guru internet dalam belajar, oleh membuka tabung Anda atau google untukmendapatkan pengetahuan. Pengetahuan terkait guru Utu Niyama belum banyak dikaitkan dengan disiplin ilmu lain sehingga pengetahuan pembelajar masih terbatas pada pemahaman dan contoh yang digunakan adalah contoh-contoh yang ada di sekitar manusia.
ANALISIS PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN AGAMA BUDDHA DI TINGKAT SMP Mirrah Megha Singamurti
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 6, No 1 (2019): June 2019
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi pembelajaran pendidikan agama Buddha menggunakan kurikulum 2013 di SMP Negeri 1 Jumo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Jumo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi, dengan mempertimbangkan derajat kepercayaan, keteralihan, kebergantungan, dan kepastian. Penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa perencanaan pembelajaran sudah terencana dengan baik, dibantu dengan forum MGMP dan dibantu oleh pihak sekolah melalui kegiatan workshop yang membantu perencaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dengan kurikulum 2013 sudah berjalan dua tahun dan akan terus berlanjut, pelaksanaan sudah menggunakan pendekatan saintifik dengan menggabungkan bidang lain dan mengedepankan keaktifan siswa, evaluasi pembelajaran sudah menerapkan sesuai dengan kurikulum 2013 di mana alat evaluasi menerapkan pendekatan saintifik meskipun belum berjalan secara optimal.
BENTUK DAN MAKSUD TUTURAN TIDAK SANTUN ORANGTUA DAN ANAK DALAM KELUARGA BUDDHIS Lery Prasetyo
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 6, No 1 (2019): June 2019
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidaksantunan bahasa berkaitan penggunaan bahasa yang tidak baik dan seringkali menyinggung perasaan orang lain. Namun bentuk tuturan tersebut masih banyak digunakan, bahkan umat Buddha. Penggunaan bahasa yang kurang santun tersebut dapat menyinggung perasaan mitra tutur. Dalam alam ranah keluarga ujaran tidak santun dapat terjadi pada semua bagian dalam keluarga. Tujuan penulisan artikel ini adalah mendeskripsikan wujud dan maksud tuturan tidak santun antara orangtua dan anak dalam keluarga Buddhis. Artikel menggunakan metode penelitian kualitatif yang dilakukan pada Februari-Juli 2018. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data simak dan cakap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tuturan yang tidak santun dilakukan tidak hanya oleh anak kepada orangtuanya, namun juga sebaliknya. Wujud tuturan tersebut terbagi ke dalam lima kategori yaitu kategori melanggar norma, mengancam muka sepihak, melecehkan muka, menghilangkan muka, dan menimbulkan konflik. Lalu maksud dalam tuturan ketidaksantunan terdapat dua kategori yaitu maksud bernilai positif dan maksud bernilai negatif. Pada kategori maksud bernilai positif mengandung nilai-nilai kebudayaan dan keagamaan antara lain: tanggung jawab, ajaran untuk rajin dan semangat, kedermawanan (caga), hidup seimbang (samajīvitā), dan penerapan Sigalovada Sutta.
PENDIDIKAN TOLERANSI DARI PRANATA KELUARGA MENUJU KEHIDUPAN BERMASYARAKAT Bambang Afriadi
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 6, No 1 (2019): June 2019
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan fakta objektif anak mengenal perbedaan di masa perkembangangya hingga tahap perkembangan berikutnya di masyarakat. Metode penulisan artikel ini adalah menggunakan data primer dan skunder yang berkaitan dengan topik ini. Data penunjang yang penulis lakukan dari hasil angket survei nasional kerukunan umat beragama di Indonesia tahun 2017, di daerah Jakarta Kecamatan Johar Baru Kelurahan Johar Baru dan Kecamatan Kemayoran Kelurahan Kemayoran sebagai data primer penelian ini. Dalam pembahasan ini yang mendasar adalah kumpulan laporan mengenai pembahasn yang relevan hubungannya dengan masalah yang dibahas sebagai data skunder. Hasil pembahasan menunjukan bertoleransi yaitu bersedia untuk memahami sudut pandang lain. Ini juga berarti mempelajari realitas yang berbeda dari realitas. Sedangkan data angket menunjukan bahwa tingkat toleransi di antara kedua kecamatan dalam posisi yang relatif baik. Hasil angket ini menunjukan bahwa hidup bersama adalah hakikat itu sendiri. Jawaban hasil penelitian ini juga menunjukan, bahwa sejak dini anak telah dibiasakan untuk hidup dan bermain atau bersosialisasi dengan keberagaman.

Page 1 of 1 | Total Record : 9