cover
Contact Name
-
Contact Email
library@unw.ac.id
Phone
+6285852926840
Journal Mail Official
mukhamadmustain@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat
ISSN : -     EISSN : 29868548     DOI : 10.35473
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat merupakan jurnal ilmiah yang dikelola oleh program studi D3 Keperawatan, Universitas Ngudi Waluyo
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2024): Juli 2024" : 8 Documents clear
Apakah Stunting sebagai Faktor Penyebab Keterlambatan Perkembangan pada Anak Usia Prasekolah? Selina, shella; Trimawati; Saparwati, Mona
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 2 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jkbs.v2i2.3112

Abstract

  Prevalensi balita pendek yang dikumpulkan WHO tahun 2019 menyebutkan bahwa Asia Tenggara merupakan wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi kedua di dunia (31,9%) setelah Afrika (33,1%). Hasil Riskesdas tahun 2018, angka stunting di Indonesia sebesar 30,8%. Penelitian ini  untuk menganalisa hubungan stunting dengan perkembangan pada anak usia prasekolah di Desa Branjang. Desain penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian anak usia 2-5 tahun berjumlah 190 orang. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan jumlah sampel sebanyak 65 responden. Alat ukur yang digunakan adalah formulir Denver Developmental Screening Test II dan alat microtoise. Uji statistik dengan uji chi-square. Hasil menunjukkan dari 65 responden di dominasi usia 2 tahun (35,4%), berjenis kelamin perempuan (50,8%), terjadi stunting (32,3%), tidak stunting (67,7%), perkembangan normal sebanyak 23 (35,4%) dan perkembangan suspect sebanyak 21 (32,3%), analisis uji chi-square diperoleh p-value (0,341) > α (0,05). Tidak terdapat hubungan antara stunting dengan perkembangan pada anak usia prasekolah di Desa Branjang. Orang tua diharapkan dapat menambah wawasan terkait perkembangan pada anak terutama anak yang mengalami stunting sehingga orang tua dapat mengantisipasi adanya keterlambatan perkembangan pada anak.
Gambaran Kualitas Hidup Orang dengan HIV/ AIDS Liyanovitasari; Setyoningrum, Umi
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 2 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jkbs.v2i2.3138

Abstract

HIV/AIDS selalu menjadi permasalahan kesehatan global diseluruh dunia, dengan prevalensi pada tahun 2022 mencapai sekitar 39 juta orang yang hidup dengan HIV. Kondisi fisik yang buruk ditambah adanya stigma buruk masyarakat menyebabkan ODHA mengalami masalah psikologis seperti stress, depresi hingga menyakiti diri sendiri yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup. Penelitian untuk mengetahui gambaran kualitas hidup penderita ODHA. Jenis pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif. Populasi adalah penderita ODHA di Puskesmas Bergas sejumlah 117 orang. Jumlah sampel 90 responden dengan teknik convenience sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner WHOQOL-HIVBREF sebanyak 31 butir pertanyaan. Hasil penelitian didapatkan kualitas hidup pasien ODHA dengan kualitas hidup buruk sebesar 51,1%, kualitas hidup sedang sebesar 27,8%, kualitas hidup baik sebesar 14,4%, dan kualitas hidup sangat buruk sebesar 6,7%. Simpulan kualitas hidup penderita ODHA sebagian besar adalah buruk. Diharapkan kepada ODHA agar memperhatikan kualitas hidup yang baik dengan cara menjaga pola hidup sehat dengan makanan yang bernutrisi, olahraga seimbang, berfikir positif, minum obat secara teratur serta mampu menerima diri sendiri dengan segala perubahan pada diri ODHA.
Pengaruh Peer Support Group terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Rumah Tangga Terdampak Banjir Siyamti, Dewi; Maksum; Purnomo
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 2 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jkbs.v2i2.3199

Abstract

Bencana merupakan serangkaian peristiwa yang terjadi karena faktor alam dan non alam yang dapat menimbulkan korban serta menganggu kehidupan dan psikologis dari seseorang. Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan terjadi bencana. Bencana yang sering terjadi adalah banjir dan tanah longsor. Dampak bencana adalah korban jiwa, harta benda serta dapat menimbulkan masalah psikologis salah satunya adalah kecemasan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh Peer Support Group terhadap kecemasan ibu rumah tangga yang terdampak banjir. Penelitian menggunakan kuesioner Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) yang terdiri dari 30 pernyataan. Design pada penelitian menggunakan desain Quasi Eksperimental With Control Group Pre – Post Test dengan intervensi Peer Support Group. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling dengan menggunakan Lottery Technique atau menggunakan bilangan acak pada responden yang akan dilakukan penelitian. Hasil penelitian didapatkan pengaruh Peer Support Group pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol menggunakan uji stastistik Korelasi Pearson Product Moment SPSS for Windows dengan nilai p-value 0,000 < 0,780. Terdapat pengaruh intervensi pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Simpulan bahwa Intervensi Peer Support Group dapat menurunkan kecemasan pada ibu rumah tangga yang terdampak banjir dan dapat digunakan sebagai salah satu intervensi keperawatan dalam menurunkan tingkat kecemasan.
Tingkat Kepatuhan dan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa Sugiarto, Heri; Maulia Fitrianti, Ade; Wahyuni, Sri; Musta’in, Mukhamad
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 2 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jkbs.v2i2.3241

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan gangguan ginjal yang progresif dan irreversible. Gagal ginjal menyebabkan tubuh gagal dalam mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit, sehingga harus menjalani terapi hemodialisa secara terus menerus seumur hidup dan membosankan yang berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan dan kualitas hidup pasien. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriftif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di unit hemodialisa RST Dr. Asmir, Kota Salatiga, Jawa Tengah. Teknik sampel yang digunakan yaitu quota sampling dan didapatkan sampel sebanyak 69 pasien. Instrumen yang digunakan yaitu menggunakan kuesioner kepatuhan dan kualitas hidup. Hasil penelitian didapatkan tingkat kepatuhan responden dalam menjalani hemodialisa dalam kategori patuh yaitu 48 orang (69,6%) dan tidak patuh yaitu 21 orang (30,4%) serta kualitas hidup dengan kategori kurang baik yaitu  29 orang (42,0%) dan sebagian besar responden dalam kategori baik yaitu 40 orang (58,0%). Perlu peningkatan peran tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi, dukungan, motivasi dan komunikasi pada pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisa.
Apakah Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Berpengaruh pada Pengetahuan Pasangan Usia Subur dalam Pemakaian Alat Kontrasepsi Jangka Panjang? Komsiyah; Nur Kumalasari, Dian; Dita Handayaningtyas, Ayu; Sumarno
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 2 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jkbs.v2i2.3277

Abstract

Pasangan usia subur merupakan target dari program keluarga berencana untuk dapat memilih alat kontrasepsi yang tepat. Banyak pilihan alat kontrasepsi yang ditawarkan kepada masyarakat, namun  masih banyak masyarakat yang belum mempunyai pengetahuan cukup tentang jenis dan manfaat pemakaian alat kontrasepsi. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh komunikasi,  informasi dan edukasi terhadap tingkat pengetahuan pasangan usia subur tentang pemakaian alat kontrasepsi jangka panjang. Jenis penelitian kuantitatif dengan  pre-experimental design tipe one group pretest-posttest (tes awal-tes akhir kelompok tunggal). Sampel sebanyak 85 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil analisis uji Wilcoxon non parametris diketahui bahwa terdapat pengaruh komunikasi, informasi dan edukasi terhadap tingkat pengetahuan pasangan usia subur (PUS) dalam pemakaian metode kontrasepsi jangka panjang dengan nilai ρ = 0,008. Ada pengaruh komunikasi, informasi dan edukasi terhadap tingkat pengetahuan pasangan usia subur dalam pemakaian metode kontrasepsi jangka panjang. Perlu adanya kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi yang masif pada kelompok usia subur dalam mengenalkan alat kontrasepsi jangka panjang.
Penerapan Strategi Pelaksanaan Pemahaman Obat pada Pasien Halusinasi Pendengaran dengan Kekambuhan Berulang (Studi Kasus) Dika Lestari, Putri; Wulansari
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 2 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jkbs.v2i2.3281

Abstract

Halusinasi merupakan bentuk gangguan jiwa dimana seseorang kesulitan membedakan antara nyata dan tidak nyata. Halusinasi banyak terjadi kekambuhan karena manajemen obat yang kurang baik dan memiliki resiko untuk melakukan bunuh diri. Penelitian adalah deskriptif crossectional studi kasus dengan pendekatan proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan, dan evaluasi keperawatan. Pengelolaan dilakukan pada pasien dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dengan kekambuhan berulang karena putus obat. Hasil pengelolaan dimana halusinasi berulang muncul karena adanya masalah perasaan pasien yang merasa sudah sembuh dan belum mematuhi tentang minum obat. Implementasi yang dilakukan yaitu pemahaman pasien tentang obat meliputi manfaat, akibat tidak minum, efek samping obat, syarat berhenti minum obat, dan pemahaman obat sebagai syarat pulang telah tercapai. Hasil pengelolaan didapatkan pasien memahami tentang obat yang ditunjukan dengan pasien terlihat tenang, mampu mengontrol halusinasi dan mandiri dalam mengkonsumsi obat. Perlu peran perawat dan dukungan keluarga untuk memotivasi pasien dalam kepatuhan minum obat.
Pengelolaan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif dengan Fisioterapi Dada Kombinasi Batuk Efektif pada Penderita PPOK (Studi Kasus) Fitri Anggraeni, Zahra; Susilo, Tri
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 2 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jkbs.v2i2.3294

Abstract

PPOK yaitu penyakit kronik pada saluran pernafasan yang menghambatan aliran udara ke dalam paru (khususnya pada saat ekspirasi) dengan gejala yang sering terjadi yaitu sesak nafas, batuk berdahak kronik, gejalanya bersifat progresif.  Resiko utama terjadinya PPOK yaitu akibat dari merokok. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan proses asuhan keperawatan, dimulai dari pengkajian hingga evaluasi dalam pengelolaan bersihan jalan napas tidak efektif dilakulan selama empat hari dengan satu hari pengkajian dan tiga hari pengelolaan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengen wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil yang didapatkan dari adanya pemberian intervensi yaitu pasien sudah tidak sesak nafas, batuk sudah jarang, sekarang bisa menerapkan batuk efektif dan sangat terbantu dengan terapi yang diberikan bagi kesembuhannya karena efektif dalam mengeluarkan dahak, menjadi lebih encer dan mudah dikeluarkan. Kombinasi kedua metode ini terbukti dapat meningkatkan bersihan jalan napas, memperbaiki fungsi pernafasan, dan mengurangi gejala sesak napas pada pasien PPOK. Kesimpulannya yaitu pengelolaan bersihan jalan nafas yang tidak efektif pada pasien dengan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dapat ditingkatkan melalui kombinasi teknik fisioterapi dada dan batuk efektif.
Pengelolaan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah dengan Senam Kaki Diabetik pada Penderita Diabetes Melitus (Studi Kasus) Novita Rini Puspita Sari; Musta'in, Mukhamad
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 2 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jkbs.v2i2.3295

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah gangguan keseimbangan kadar glukosa dengan komplikasi kerusakan jaringan vaskuler kaki yang berujung amputasi kaki. Kerusakan jaringan vaskuler kaki dapat diminimalisir melalui senam kaki diabetik. Penulisan ini bertujuan untuk menggambarkan pengelolaan ketidakstabilan kadar glukosa darah dengan senam kaki diabetik pada penderita DM. Penelitian adalah  deskriptif crossectional  studi kasus dengan pendekatan proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan, dan evaluasi keperawatan. Pengumpulan data meliputi kadar glukosa darah sewaktu (GDS) dan skala pengukuran kelelahan (SPK). Hasil pengelolaan pada pengkajian ditemukan pasien mengeluh cepat lelah, skor skala pengukuran kelelahan 32 dan GDS 124 mg/dl. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah berhubungan dengan gangguan toleransi glukosa darah. Implementasi yaitu senam kaki diabetik selama 3 minggu. Evaluasi yang didapatkan yaitu pasien mengatakan sudah tidak merasa lelah dengan skor skala pengukuran kelelahan 16 dan gula darah sewaktu 149 mg/dl dan analisa evaluasi yaitu masalah teratasi sebagian. Perlu peningkatan kepatuhan minum obat dan menjaga pola nutrisi seimbang pada penderita DM.

Page 1 of 1 | Total Record : 8