cover
Contact Name
Petrus A. Andung
Contact Email
petrusanaandung@staf.undana.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jikom@undana.ac.id
Editorial Address
Prodi Ilmu Komunikasi, FISIP, Undana Jl. Adisucipto, Penfui, Kota Kupang Nusa Tenggara Timur
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Communio: Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi
ISSN : 22524592     EISSN : 27455769     DOI : https://doi.org/10.35508/jikom.v12i2
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Communio focuses on publishing research on contemporary topics in the field of Communication Science from various perspectives, including: 1. Mass Communication including Media and Journalism Studies 2. Public Relations and Marketing or Business Communication 3. Intercultural or Cross-Cultural Communication 4. Tourism Communication
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 1 (2022): January" : 8 Documents clear
Pengalaman dan Pemaknaan Kode Etik Jurnalistik Wartawan Media Online swarantt.net Angela Ratna Sari Biu; Monika Wutun; Juan Ardiles Nafie
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 11 No 1 (2022): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v11i1.4127

Abstract

Media online SwaraNTT.Net merupakan salah satu media online yang belum terdaftar dalam webside resmi Dewan pers, namun media ini mewajibkan semua wartawan untuk menerapkan kode etik jurnalistik Dewan Pers. Sementara itu, para wartawan yang direkrut oleh media ini tidak dibekali dengan pengetahuan terkait kode etik jurnalistik sebelum diterima menjadi wartawan. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui pengalaman dan makna kode etik jurnalistik bagi wartawan media online SwaraNTT.Net. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Ada pun informan dalam penelitian ini adalah enam orang wartawan media online SwaraNTT.Net. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman wartawan dalam menerapkan kode etik dan makna terhadap kode etik dari setiap wartawan sedikit berbeda. Ada pun pengalaman wartawan dalam menerapkan kode etik jurnalistik yakni pertama, memperoleh pengetahuan terkait kode etik jurnalistik melalui learning by doing, pelatihan jurnalistik, membaca buku dan berita. Kedua, menerapkan kode etik dalam peliputan dan penulisan berita. Ketiga, mengalami suka dan duka dalam menjalankan profesi wartawan. Keempat, berpegang teguh pada kode etik jurnalistik dalam situasi apa pun. Kelima, wartawan tidak boleh melanggar kode etik. Bagi wartawan yang masih melanggar harus segera menyadari makna kode etik untuk tidak lagi dilanggar. Sedangkan makna kode etik bagi para wartawan adalah kode edik merupakan pedoman dalam menjalankan sebuah profesi, kode etik sebagai kontrol, kode etik sebagai jiwa, kode etik adalah seni, kode etik adalah landasan moral, dan kode etik merupakan dasar dari profesi.
Aplikasi Gopay dan Gaya Hidup Milenial Kota Bandung Riezkiadi Rawandho; Roro Retno Wulan
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 11 No 1 (2022): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v11i1.4793

Abstract

Perkembangan dunia digital saat ini turut mengubah gaya hidup manusia. Kehadiran uang digital pun mulai marak digunakan dalam kehidupan. Kondisi nyaman tersebut menyebabkan banyak orang mulai beralih dalam penggunaan uangnya. Saat ini mulai bermunculan perusahaan yang memanfaatkan peluang penggunaan uang digital tersebut. Terutama di bidang layanan. Layanan dengan uang digital memberikan kemudahan bagi penggunanya dalam transaksi online. Salah satunya adalah GoPay. Perusahaan tersebut masuk ke dalam jenis financial technology (fintech). Berdasarkan data yang terhitung dari quarter 2, 2019 hingga quarter 2, 2020 GoPay menjadi produk fintech E-Wallet yang paling unggul dibandingkan dengan produk saingan. Hasil penelitian berdasarkan hasil analisis data mean menunjukkan total mean sebesar 3.76 dengan target capai responden (TCR) sebesar 75.7% dan menerima Ha. Sedangkan berdasarkan hasil analisis Independent Sample T-test dapat dilihat bahwa laki-laki memiliki total mean sebesar 3.76 dengan target capai responden (TCR) sebanyak 76.3% dan total mean sebesar 3.82 dengan target capai responden (TCR) sebanyak 76.5% untuk perempuan yang menunjukkan bahwa pengaruh penggunaan GoPay dalam gaya hidup perempuan lebih besar dibandingkan dengan laki-laki, dan menerima Ha. Hal ini berarti bahwa pengaruh penggunaan GoPay dalam gaya hidup masyarakat millennial di Kota Bandung dengan didasari oleh Theory of Planned Behavior >70%.
Analisis Strategi Komunikasi KPI Menggunakan Situational Theory of Public Relation Aprisany Enggelin Aryesta; Syrlia Selmi
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 11 No 1 (2022): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v11i1.5037

Abstract

Maraknya penayangan acara privat di kanal frekuensi publik menimbulkan reaksi beragam dari masyarakat. Peran KPI sebagai regulator atas penyiaran publik menjadi hal penting. Penelitian ini hendak melihat bagaimana langkah-langkah strategi komunikasi public relation Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dalam menghadapi kritik masyarakat di media sosial terhadap penayangan acara privat di ruang publik, dalam kasus penggunaan saluran publik pada siaran pernikahan Atta-Aurel, serta strategi komunikasi PR yang preventif kedepannya ketika menghadapi isu yang sama di kemudian hari, dengan menggunakan situational theory of public relation yang diperkenalkan oleh James E. Grunig. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma konstruktivisme dengan metode deskriptif kualitatif dan teknik analisis kualitatif. Melalui teori dan metode yang digunakan maka dapat disimpulkan bahwa Strategi public relation yang dilakukan oleh KPI sudah sesuai dengan Situational Theory of Public Relation. Implikasi dari penelitian ini adalah KPI secara responsif berhasil menyampaikan pesan ke seluruh kelompok publik. Diharapkan dengan penelitian ini dapat digunakan oleh pihak-pihak terkait dalam membuat strategi komunikasi saat menghadapi krisis dalam organisasi.
Adaptasi Kerja Content Creator di Era Digital Mega Mutia Maeskina; Dasrun Hidayat
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 11 No 1 (2022): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v11i1.5150

Abstract

Di era digital semua aktivitas dihadapkan pada perubahan perilaku komunikasi termasuk pada content creator. Ia harus melakukan adaptasi terkait kerjanya dalam memproduksi konten. Kondisi ini penting dilakukan sebagai upaya mempertahankan views. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik membuat konten, pemilihan media untuk menyalurkan konten, dan adaptasi content creator di era digital dalam membangun hubungan virtual dengan audience. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi etnografi public relations dengan unit analisis model IPPAR meliputi (Insight, Program strategic, Program implemetation, Action and reputation) dan menggunakan pendekatan kualitatif dan paradigma konstruktivisme. Dalam menentukan informan peneliti menggunakan teknik purposif dan mengumpulkan data melalui wawancara secara online. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik dalam membuat konten ada 7 (tujuh) meliputi kategori konten, ciri khas, tema, hastag, caption, tampilan, talent dan kreativitas. Hasil penelitian ini juga menunjukkan dalam pemilihan media yaitu media yang high, populer dan banyak penggunanya. Content creator beradaptasi di era digital dengan menghasilkan konten menarik dan dapat menarik perhatian audience, menuangkan ide-idenya di media digital untuk mendapatkan peluang dalam digital marketing dan memiliki konten positif, dengan begitu content creator dapat membangun hubungan secara virtual dan mendapat dukungan dari audience berupa peningkatan followers, like, comment, share dan pesan.
Penerimaan Khalayak pada Kampanye #Stopbodyshaming Ida Sutriani; Jaduk Gilang Pembayun; Apsari Wahyu Kurnianti
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 11 No 1 (2022): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v11i1.5172

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bagaimana pemaknaan followers Instagram @Cindercella pada kampanye stop body shaming Cindercella. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui makna yang timbul pada followers Instagram Cindercella mengenai kampanye stop body shaming. Analisa digunakan dengan paradigma kritis dan menggunakan metode Analisis Resepsi milik Stuart Hall. Dalam menganalisis latar belakang informan dalam memaknai pesan kampanye tersebut, peneliti menggunakan Teori uses and gratification. Hasil penelitian ini adalah Cindercella ingin menunjukkan bahwa body shaming berbahaya bagi mental health korbannya. Selain itu Cindercella juga mengajak khalayak untuk selflove dan percaya diri apapun bentuk fisiknya. Pesan kampanye stop body shaming Cindercella diterima oleh masing-masing informan dengan makna yang berbeda. Akhirnya penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan bagi public relation atau humas dalam melihat persepsi atau pemaknaan sebuah kampanye pada khalayak melalui media sosial.
Penggunaan Pseudonym di Second Account Instagram dalam Perspektif Etika Digital Ayu Rahma Paramesti; Rosalia Prismarini Nurdiarti
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 11 No 1 (2022): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v11i1.5184

Abstract

Penggunaan pseudonym di second account instagram sebagai media self-disclosure pada generasi milenial menjadi salah satu tren di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada era digital seperti saat ini, penggunaan pseudonym akun atau akun samaran, sering disalahgunakan sebagai penyebaran informasi palsu (hoax), wadah prostitusi, penipuan dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan pseudonym akun dengan perspektif etika digital. Etika digital menyangkut tata cara, kebiasaan, dan budaya yang berkembang karena teknologi yang memungkinkan pertemuan sosial budaya secara lebih luas dan global. Etika digital melihat aspek kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata kelola etika digital (netiquette) dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan data dalam penelitian ini adalah melalui wawancara mendalam. Pemilihan subyek riset menggunakan purposive sampling, yakni lima generasi milineal yang mempunyai pseudonym akun. Informan tersebut mewakili daerah Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo dan Gunung Kidul. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa penggunaan pseudonym akun digunakan untuk menyembunyikan identitas dari orang-orang yang tidak dikenal, mengindari rasa insecure dalam mengunggah foto atau video, menghindari terror dari fake akun lain. Melalui pseudonym akun, pengguna dapat mengungkapkan diri lebih banyak termasuk hal-hal yang bersifat rahasia kepada orang-orang yang telah dipilih untuk dapat mengakses second akun tersebut.
Konstruksi Makna Informasi Kesehatan Covid-19 di Whatsapp oleh Ibu Rumah Tangga di Jepara Jessica Aprillia Putri Gumilar; Mohamad Syahriar Sugandi
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 11 No 1 (2022): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v11i1.5188

Abstract

Penggunaan media sosial sebagai media untuk mencari informasi menjadi lumrah di masa pandemi Covid-19 saat ini karena terbatasnya pergerakan dan penyebaran informasi kesehatan Covid-19 secara langsung. Hal tersebut juga terjadi di kalangan ibu rumah tangga yang menggunakan media sosial, khususnya Whatsapp. Namun, masifnya informasi kesehatan Covid-19 di Whatsapp akan menimbulkan permasalahan baru apabila ibu rumah tangga tidak mampu memahami secara benar konsep untuk mendeteksi kebenaran informasi. Fenomena pencarian informasi kesehatan Covid-19 menggunakan Whatsapp di kalangan ibu rumah tangga menjadi menarik untuk dikaji menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang bertujuan untuk mengetahui motif ibu rumah tangga mencari informasi kesehatan Covid-19 menggunakan Whatsapp dan konstruksi makna informasi kesehatan Covid-19 yang dibangun oleh ibu rumah tangga. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam bersama 10 orang informan yang ditentukan secara purposif di Jepara. Hasil penelitian mengungkap dua kategori motif ibu rumah tangga mencari informasi kesehatan Covid-19 menggunakan Whatsapp, yaitu motif sosio-fungsional dan motif psikologis. Selain itu, terdapat tiga konstruksi makna yang dibangun oleh ibu rumah tangga, yaitu informasi yang tepat guna, pelengkap informasi kesehatan Covid-19 sehari-hari, dan informasi yang meragukan.
Gambaran Maskulinitas dalam Iklan Kopi Caffino di Instagram Anggik Budi Prasetiyo
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 11 No 1 (2022): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v11i1.5530

Abstract

Maskulinitas merupakan representasi gender yang sering digunakan dalam periklanan guna mempersuasi calon konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap representasi maskulinitas hegemonik dalam iklan kopi Caffino di Instagram. Penelitian ini memfokuskan bagaimana maskulinitas digambarkan dalam iklan kopi Caffino. Data dalam penelitian ini ialah kata, frasa, gambar, dan warna yang ada dalam poster iklan kopi Caffino. Sumber penelitian ini ialah poster iklan kopi Caffino di Instagram. Kajian ini termasuk dalam penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah semiotika model John Fiske yang melibatkan kode dan tanda. Tanda dan kode tersebut diasumsikan sebagai wujud dari praktik sosial. Konstruksi maskulin yang muncul dianalisis dengan memperhatikan berbagai aspek yang ada dalam iklan..Analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga tahapan yaitu dengan memperhatikan level realitas, representasi, dan ideologiHasil penelitian ini menunjukkan bahwa iklan kopi Caffino menggunakan maskulinitas hegemonik dengan gaya Maskulinitas yang ditemukan dalam peneltian ini ditunjukkan dengan menampilkan sosok laki-laki yang berpenampilan casual dan santai. Hal ini menunjukkan sifat yang mengarah pada new masculinity. Istilah new masculinity ini mengarah pada representasi maskulin yang modern. Maskulin modern ini tidak terpaku pada tampilan fisik saja namun lebih mengarah pada sosial budaya.

Page 1 of 1 | Total Record : 8