cover
Contact Name
Bagus Muhammad Ihsan
Contact Email
ihsanfillah24@gmail.com
Phone
+6285659274496
Journal Mail Official
ihsanfillah24@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lapan, Siantan Hulu, Kec. Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78242-Kalimantan Barat-Kampus A Poltekkes Kemenkes Pontianak
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa
ISSN : 25979523     EISSN : 25979531     DOI : https://doi.org/10.30602/jlk
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of Medical Laboratory. Jurnal Laboratorium Khatulistiwa particularly focuses on the main problems in the development of the Medical Laboratory health areas as follows: Toxicology Immunoserology Bacteriology Clinical Chemistry Parasitologi Micology And other related disciplines.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2021): November 2021" : 6 Documents clear
Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Simpur Terhadap Kadar Gula Darah Mencit Metode In Vivo Suwandi, Edy; Muarofah, Siti Najatun; Slamet, Slamet
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2021): November 2021
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v5i1.948

Abstract

Salah satu tanaman yang dapat menurunkan kadar glukosa darah adalah simpur. Bagian daun dari simpur biasa digunakan sebagai obat herbal untuk antidiabetes. Kandungan senyawa saponin, flavonoid, dan tanin pada tanaman ini dikenal memiliki aktivitas antidiabetes Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh ekstrak etanol daun simpur dalam menurunkan kadar glukosa darah mencit metode in vivo Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi experiment. Populasi dalam penelitian ini adalah mencit (Mus musculus) jantan galur Swiss Webster. Sampe ang digunakan adalah 27 ekor mencit jantan yang dipilih sesuai dengan kriteria kemudian dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan. Dimana kelompok perlakuan terdiri dari kelompok, dosis 4,2 mg/20grBB, dosis 8,4 mg/20grBB dan dosis 16,8 mg/20grBB yang masing-masing dilakukan 9 kali pengulangan dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Metode yang digunakan adalah metode glukosa oral. Berdasarkan hasil analisis statistik uji Regresi Linear Sederhana untuk dosis 4,2 mg/20grBB, dosis 8,4 mg/20grBB dan dosis 16,8 mg/20grBB didapatkan p value 0,000 <a 0,05 maka H, ditolak dan Hi diterima, yang berarti ada pengaruh yang signifikan antara ekstrak etanol daun simpur dalam menurunkan kadar glukosa darah mencit metode in vivo.
Analisis Karbohidrat Pada Kacang Hijau (Vigna Radiata) Yang Dimasak Dengan Perebusan Biasa Dan Perebusan Tekanan Tinggi Purwaningsih, Indah; Lestari, Indah Dwi; Indrawati, Ratih
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2021): November 2021
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v5i1.949

Abstract

Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit akibat gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein dengan gejala berupa hiperglikemia kronik, yang dapat disebabkan oleh defisiensi sekresi atau aktivitas insulin atau keduanya. Salah satu pengelolaan diabetes dilakukan dengan cara diet. Kacang hijau merupakan salah satu pangan alternatif pengganti nasi dalam diet penderita diabetes mellitus, karena mempunyai karbohidrat berindeks glikemik rendah. Proses pemasakan yang salah dapat berpengaruh terhadap nilai gizi karbohidrat. Proses pemasakan diperlukan untuk mendapatkan daya cerna pati yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar karbohidrat pada kacang hijau yang dimasak dengan perebusan biasa menggunakan panci biasa dan kacang hijau yang dimasak dengan perebusan tekanan tinggi menggunakan panci presto. Teknik sampling pada penelitian ini adalah purposive sampling. Jumlah sampel yang diperiksa 32. Pengolahan kacang hijau yang dimasak dengan perebusan biasa menggunakan panci biasa dan perebusan tekanan tinggi menggunakan panci presto. Metode pemeriksaan yang digunakan ialah metode Nelson-Somogyi menggunakan spektrofotometri. Hasil penelitian kadar karbohidrat pada kacang hijau yang dimasak dengan perebusan biasa rata-rata sebesar 0,2825Y6 dan kadar karbohidrat pada perebusan tekanan tinggi rata-rata sebesar 0,651396. Dari hasil uji statistik diperoleh nilai signifikan p - 0,000 (p « 0,050) sehingga Ha diterima yang artinya ada perbedaan kadar karbohidrat pada perebusan biasa dan perebusan tekanan tinggi.
Perbedaan Pertumbuhan Jumlah Koloni Bakteri Shigella dysentriae Pada Media Alami Kacang Hijau Dan Kacang Merah Febrianty, Resty; Sugito, Sugito; Suwandi, Edy
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2021): November 2021
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v5i1.950

Abstract

Kacang hijau dan kacang merah dapat dibuat menjadi media alternatif pertumbuhan bakteri karena mengandung protein, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi dan vitamin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pertumbuhan jumlah koloni bakteri Shigella dysentriae pada media alami kacang hijau dan kacang merah. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment. Dimana biji kacang hijau dan kacang merah di rendam untuk dilepaskan dari kulitnya. Setelah itu kacang hijau dan kacang merah dikeringkan, dihaluskan hingga menjadi tepung. Kemudian di tambah agar murni, dilarutkan dengan aquadest, dipanaskan dan dihomogenkan. Setelah itu disterilkan. Kemudian dipergunakan untuk media pertumbuhan bakteri Shigella dysentriae. Hasil penelitian diperoleh jumlah rata-rata bakteri Shigella dysentriae yang tumbuh pada media kacang hijau sebanyak 100,44x10ª CFU/ml, pada media kacang merah sebanyak 85,81x10 CFU/ml dan pada media Nutrient Agar (media kontrol) sebanyak 101,50x104 CFU/ml. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada perbedaan pertumbuhan jumlah koloni bakteri Shigella dysentriae pada media kacang hijau dan media Nutrient agar dengan nilai signifikan 0,555.
Perbedaan Kadar Protein Daging Sapi Dengan Perendaman Sari Buah Nanas (Ananas Comocus I.) Dan Sari Jahe (Zingiber Officinale Rose.) Metode Kjeldahl Sungkawa, Hendra Budi; Nurhayati, Widya; Djohan, Herlinda
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2021): November 2021
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v5i1.946

Abstract

Protein merupakan asam amino rantai panjang yang diperlukan untuk memelihara jaringan, pertumbuhan dan sebagai sumber energi. Protein terdiri dari protein hewani dan nabati. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menaikkan pola konsumsi protein hewani, dapat menggunakan suatu enzim yaitu protease. Protease adalah salah satu enzim yang dapat digunakan untuk meningkatkan kadar protein pada bahan makanan. Nanas merupakan tanaman yang mengandung enzim protease yaitu enzim bromelin. Selain pada tanaman, enzim protease juga dimiliki oleh rempah-rempah, yaitu jahe yang dinamakan dengan enzim zingibain. Nanas dan jahe tersebut diolah menjadi sari, yang kemudian sari buah nanas dan sari jahe yang telah dibuat, direndam ke dalam bahan makanan selama waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbedaan kadar protein pada daging sapi dengan perendaman sari buah nanas (Ananas comocus 1.) dan sari jahe (Zingiber officinale Rosc. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah daging sapi, dengan sampel daging sapi sebelum perendaman dan direndam sari buah nanas dan sari jahe sebanyak 20 ml, 30 ml, 40 ml dan lama perendaman 30 menit. Jumlah sampel yang digunakan adalah 28 sampel, dengan 7 perlakuan dan replikasi sebanyak 4 kali. Kriteria sampel yang digunakan adalah daging sapi yang di peroleh dari 4 tempat berbeda, buah nanas golongan queen yang segar dan masak, rimpang jahe putih kecil yang segar. Pengukuran sampel dilakukan dengan menggunakan metode kjeldahl. Hasil pengukuran diperoleh nilai rata-rata kadar protein sebelum perendaman dan sesudah perendaman sari buah nanas sebanyak 20 ml, 30 ml, 40 ml secara berturut-turut adalah 22,35%, 22,76%, 21,38 %, 20,86%. Hasil pengukuran nilai rata-rata kadar protein sebelum perendaman dan sesudah perendaman sari jahe sebanyak 20 ml, 30 ml, 40 ml secara berturut-turut adalah 22,35%, 20,80%, 21,82%, 20,16%. Berdasarkan uji T independent menggunakan program SPSS 26 diperoleh hasil signifikansi 0,438 > 0,05, yang menyatakan bahwa Ha ditolak, sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan kadar protein daging sapi dengan perendaman sari buah nanas (Ananas comocus 1.) dan sari jahe (Zingiber officinale Rosc). 
Pengaruh Ekstrak Kulit Jeruk Bali (Cirus maxime Merr.) Sebagai Antikoagulan Dengan Metode Clotting Time (Lee and White) Nurhayati, Etiek; Sukma, Sherin Aulia; Wahdaniah, Wahdaniah
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2021): November 2021
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v5i1.951

Abstract

Tanaman Jeruk Bali merupakan tanaman yang diduga memiliki kandungan sebagai antikoagulan. Ekstrak etanol kulit buah jeruk bali mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, fenol, dan minyak atsiri. Senyawa metabolit sekunder alkaloid dan flavonoid memiliki fungsi sebagai antikoagulan dengan cara menghambat jalur koagulasi secara ekstrinsik dan intrinsik melalui penghambatan produksi FXa, trombin, dan menghambat TNF-a yang diinduksi oleh PAI-1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak kulit buah jeruk bali sebagai antikoagulan dengan metode clotting time. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan konsentrasi 0,5%, 1%, dan 1,5% dengan pengulangan sebanyak 9 kali. Pengujian antikoagulan dengan metode clotting time untuk melihat lamanya waktu yang diperlukan darah untuk membeku. Hasil pengukuran diperoleh rata-rata dari waktu yang diperlukan darah untuk membeku dengan konsentrasi 0,5%, 1%, dan 1,5% adalah sebesar 8 menit, 9 menit, dan 10 menit. Uji Regresi Linier didapatkan nilai signifikansi p value = 0,000 < a 0,05 yang artinya Ha diterima sehingga dinyatakan ada pengaruh ekstrak kulit jeruk bali sebagai antikoagulan dengan metode clotting time (lee and white).
Analisis Kadar Vitamin C Infused Water Lemon (Citrus lemon) Dan Kiwi (Actinidia deliciosa) Terhadap Lama Perendaman Sari, Emilda; Napitupulu, Angel Ruth; Indrawati, Ratih
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2021): November 2021
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v5i1.947

Abstract

Alternatif untuk mendorong orang minum air putih lebih banyak salah satunya adalah Infused water. Infused water atau spa water adalah air putih dengan irisan buah atau sayuran segar di dalamnya. Proses tersebut membuat sari-sari dari buah yang direndam dalam air putih akan keluar dan air putih tersebut akan memberikan manfaat yang lebih, Salah satunya adalah kandungan vitamin C dari buah yang akan larut dalam air. Pembuatan infused water tidak memiliki standar baku, sehingga dalam proses perendaman memiliki bermacam-macam variasi waktu. Semakin lama waktu perendaman memungkinkan vitamin C lebih banyak mengalami leaching ke dalam larutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman terhadap kadar vitamin C infused water lemon (Citrus limon) dan kiwi (Actinidia deliciosa). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pertanian Politeknik Negeri Pontianak pada tanggal 20 Mei 2019. Sampel dalam penelitian ini adalah infused water lemon dan kiwi dengan perendaman selama 4 jam, 6 jam, 8 jam, dan 10 jam. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling dengan banyaknya pengulangan pada tiap kelompok perlakuan adalah 6, dengan total sampel 24. Metode pemeriksaan yang digunakan adalah metode spektrofotometri. Hasil pemeriksaan kadar Vitamin C Infused Water lemon dan kiwi pada lama perendaman 4 jam, 6 jam, 8 jam, 10 jam diperoleh kadar vitamin C rata-rata sebesar 11,91 ppm, 13,53 ppm, 15,90 ppm, 18,00 ppm. Hasil pemeriksaan dianalisa dengan uji regresi linier didapatkan hasil nilai signifikansi p = 0,000< 0,05 maka Ha diterima, artinya ada pengaruh lama perendaman terhadap kadar vitamin C infused water lemon (Citrus limon) dan kiwi (Actinidia deliciosa). 

Page 1 of 1 | Total Record : 6