cover
Contact Name
Herin Setianingsih
Contact Email
herin.setianingsih@hangtuah.ac.id
Phone
+6282257037541
Journal Mail Official
putra.abdullah@hangtuah.ac.id
Editorial Address
Jl. Gadung no. 1 Komplek Barat RSAL dr. Ramelan Surabaya 60111 Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Surabaya Biomedical Journal
Published by Universitas Hang Tuah
ISSN : -     EISSN : 2808649X     DOI : https://doi.org/10.30649/sbj.v1i1
Core Subject : Health, Science,
The scope of the journal includes: - marine medicine - hyperbaric medicine - general medicine - dentistry - nursing - related health sciences - pharmacy
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2024): Januari" : 7 Documents clear
HUBUNGAN POLA MAKAN IBU SAAT HAMIL DENGAN PERILAKU PICKY EATER PADA ANAK PRASEKOLAH DI PG DAN RA MUSLIMAT NU 60 ASY-SYUHADA PAGERWOJO SIDOARJO -, Widya Widati
Surabaya Biomedical Journal Vol 3 No 2 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v3i2.77

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Beberapa ibu dengan seorang anak yang memiliki perilaku picky eater tidak mengetahui faktor yang melatarbelakangi perilaku tersebut. Pengetahuan tentang picky eater di Indonesia sangat terbatas dikarenakan penelitian yang dilakukan terkait dengan picky eater masih sangat jarang. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan pola makan ibu saat hamil dengan perilaku picky eater di PG dan RA Muslimat NU 60 Asy-Syuhada Pagerwojo Sidoarjo. Metode : Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Adult Eeating Behaviour Questionnaire (AEBQ) dan Child Eating Behaviour Questionnaire (CEBQ). Uji korelasi yang digunakan adalah koefisien kontingensi. Data dianalisis secara statistik menggunakan aplikasi SPSS. Hasil : Hasil penelitian pada 69 ibu dari anak prasekolah didapatkan 31 ibu (44,9%) memiliki pola makan tidak baik saat hamil dan dari 69 anak didapatkan 36 anak (52,2%) memiliki perilaku picky eater. Berdasarkan hasil uji krostabulasi didapatkan ibu yang memiliki pola makan tidak baik saat hamil dan memiliki anak dengan perilaku picky eater sebanyak 27 orang. Uji korelasi koefisien kontingensi menunjukkan hubungan yang signifikan (p<0,05) antara pola makan ibu saat hamil dengan perilaku picky eater pada anak prasekolah. Kesimpulan : Prevalensi picky eater pada anak prasekolah cukup tinggi yaitu sekitar 52,2%. Jumlah anak dengan perilaku picky eater masih didominasi dengan ibu dengan pola makan tidak baik saat hamil. Sehingga, terdapat hubungan antara pola makan ibu saat hamil dengan perilaku picky eater pada anak prasekolah di PG dan RA Muslimat NU 60 Asy-Syuhada Pagerwojo Sidoarjo. Kata kunci : pola makan ibu saat hamil, picky eater, anak prasekolah.
KARAKTERISTIK GAMBARAN SITOLOGI PAP SMEAR SEBAGAI SKRINING LESI PRAKANKER SERVIKS MENURUT SISTEM BETHESDA DI RSPAL dr. RAMELAN SURABAYA PERIODE 2020-2021 Zahirah, Firyal Fairuz
Surabaya Biomedical Journal Vol 3 No 2 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v3i2.91

Abstract

Abstrak Latar Belakang dan Tujuan : Kanker serviks merupakan kanker yang umum terjadi pada wanita dan peringkat keempat sebagai kanker dengan penyebab kematian terbanyak di dunia. Pap smear merupakan metode yang digunakan untuk skrining lesi prakanker serviks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik gambaran sitologi pap smear sebagai skrining lesi prakanker serviks menurut sistem Bethesda di RSPAL dr. Ramelan Surabaya periode 2020-2021. Metode Penelitian : Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif metode kuantitatif. Peneliti menggunakan data sekunder berupa rekam medis elektronik (SIMRS) dan hardcopy dengan total 111 sampel. Data yang dilihat antara lain usia, usia pertama kali berhubungan seksual, paritas, riwayat penyakit menular seksual, gejala, dan tipe lesi. Hasil : Dari total 111 sampel, didapatkan wanita usia ≥ 35 tahun sebanyak 107 orang (96,4%). Usia pertama kali berhubungan seksual terbanyak terjadi pada usia ≥ 20 tahun sejumlah 78 orang (70,3%). Paritas terbanyak pada wanita yang memiliki paritas ≥ 3 anak sebanyak 61 orang (55%). Wanita yang tidak memiliki riwayat penyakit menular memiliki persentase tinggi sebanyak 98 orang (88,3%). Gejala paling banyak dialami yaitu keputihan sebanyak 42 orang. Lesi terbanyak adalah NILM sebanyak 72 orang (64,9%). Kesimpulan : Pasien yang menjalani pap smear di RSPAL dr. Ramelan Surabaya periode 2020-2021 paling banyak pada usia ≥ 35 tahun, usia pertama kali berhubungan seksual ≥ 20 tahun, paritas ≥ 3 anak, tidak memiliki riwayat penyakit menular seksual, gejala yang sering dialami adalah keputihan, dan hasil pap smear terbanyak yaitu NILM . Kata kunci: karakteristik, lesi prakanker serviks, pap smear.
Pengaruh Frekuensi Latihan Fisik Submaksimal Terhadap Kadar Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) Tikus Putih (Rattus norvegicus) Betina Galur Wistar Primayanti, Ni Komang Ayu Septia
Surabaya Biomedical Journal Vol 3 No 2 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v3i2.93

Abstract

Abstract According to WHO data (2020), individuals with inadequate physical exercise develop a mortality risk of 20-30% compared to individuals with adequate physical exercise. Regular physical exercise has a positive impact in maintaining a healthy lifestyle, whereas acute intense physical exercise such as in untrained individuals can have a negative impact through the occurrence of oxidative stress. Physical exercise with repetition of exercise can form an adaptation mechanism thereby increasing the work of endogenous antioxidants and inhibiting the formation of ROS. Meanwhile, acute physical exercise without repetition of exercise can cause a decrease in endogenous antioxidant levels and an increase in ROS. Increased ROS induces oxidative stress, which then plays a role in liver damage. This study aims to determine the effect of submaximal physical exercise frequency on SGPT levels, an indicator of liver damage. This research was a laboratory experimental study with a post-test only control group design using 27 Wistar female white rats which were divided into 3 groups; K1 was given standard feed for 4 weeks, K2 was given standard feed for 4 weeks, submaximal physical exercise on days 1 to 14 and 21 of the study, and K3 was given standard feed for 4 weeks and submaximal physical exercise on day 21 of the study. After intervention, all groups of rats were taken for blood to calculate SGPT levels and then the results of the data were analyzed statistically. The results of the Kruskal-Wallis test showed a significance of 0.479 (p>α) with α=0.05, which means that there was no significant difference in the frequency of submaximal physical exercise on SGPT levels in female Wistar rats (Rattus norvegicus). The conclusion of this study showed that there was no effect of the frequency of submaximal physical exercise on SGPT levels in female Wistar rats (Rattus norvegicus).
KARAKTERISTIK RHINOSINUSITIS KRONIS DI POLI THT RSPAL dr. RAMELAN SURABAYA PERIODE JANUARI 2020 - JULI 2022 -, Chendikia Abrian Putra Perdana
Surabaya Biomedical Journal Vol 3 No 2 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v3i2.96

Abstract

Latar belakang: Rhinosinusitis adalah suatu keadaan dimana terjadinya infeksi dan peradangan pada sinus mukosa paranasal, dimana setidaknya terjadi 12 minggu. Rhinosinusitis sendiri, merupakan salah satu masalah kesehatan dengan prevalensi yang besar di dunia. Selain itu, Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) masuk dalam daftar 10 penyakit terbanyak di rumah sakit di Indonesia. Rhinosinusitis kronis memiliki beberapa karakteristik, diantaranya jenis kelamin yang tersering, kelompok usia terbanyak yang terkena, gejala dan hasil pemeriksaan yang paling banyak ditemukan, dan tindakan manajemen yang paling banyak diberikan kepada pasien. Tujuan penelitian: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik pada pasien rhinosinusitis kronis yang ada di poli THT RSPAL dr. Ramelan Surabaya Periode Januari 2020 – Juli 2022 Metode: Penelitian deskriptrif ini dilakukan untuk menggunakan desain cross-sectional dengan metode kuantitatif. Pengambilan data karakteristik dilakukan dengan cara pengambilan rekam medis dan kemudian dilakukan pencatatan untuk mengetahui karakteristik pada pasien. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian: Hasil penelitian yang dilakukan pada 30 pasien didapatkan pasien laki-laki sebanyak 7 orang dan pasien perempuan sebanyak 23. Untuk kelompok usia ≤ 10 tahun tidak ditemukan, kelompok usia11-20 tahun sebanyak 2 pasien, kelompok usia 21-30 tahun sebanyak 3 pasien, kelompok usia 31-40 tahun sebanyak 5 pasien, kelompok usia 41-50 tahun sebanyak 11 pasien, dan kelompok usia ≥ 51 tahun sebanyak 9 pasien. Untuk gejala pilek sebanyak 17 pasien, gejala sekret di tenggorokan sebanyak 12 pasien, gejala hidung tersumbat sebanyak 24 pasien, dan gejala nyeri kepala, pipi, dan dahi sebanyak 17 pasien. Untuk hasil pemeriksaan polip sebanyak 3 pasien, hasil pemeriksaan deviasi septum sebanyak 7 pasien, hasil pemeriksaan cavum nasi sebanyak 3 pasien, hasil pemeriksaan konka hiperemi dan udem sebanyak 23 pasien, dan hasil pemeriksaan sekret purulent sebanyak 16 pasien. Dan untuk tindakan manajemen yang diberikan, medikamentosa sebanyak 16 pasien, dan medikamentosa dan tindakan operatif sebanyak 14 pasien. Kesimpulan: dari 30 sampel pasien didapatkan jenis kelamin terbenyak adalah perempuan, kelompok usia terbanyak adalah 41-50 tahun, gejala terbanyak adalah hidung tersumbat, hasil pemeriksaan terbanyak adalah konka hiperemi dan udem, dan untuk tindakan manajemen terbanyak adalah medikamentosa dan tindakan operatif.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN ASPIRIN DOSIS RENDAH UNTUK MENCEGAH PREEKLAMSIA DI RSPAL DR. RAMELAN SURABAYA wijaya, grace
Surabaya Biomedical Journal Vol 3 No 2 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v3i2.101

Abstract

Background: Preeclampsia is a multisystem disorder in pregnancy. In developing countries, cases of preeclampsia are 7 times higher than in developed countries with a prevalence of 1.8%−18%. First-trimester screening needs to be done in detecting preeclampsia in every pregnant woman and preeclampsia prevention strategies with aspirin have proven effective in previous studies. Research Objectives: To determine the effectiveness of low-dose aspirin administration to prevent preeclampsia at dr. Ramelan for the period 13 June 2019 – 30 September 2021. Research Methods: The research design used in this study was descriptive using a retrospective cohort study. Researchers used secondary data in the form of patient medical records with a total sample of 118 patients. Results: From a total sample of 118 people, 30.5% had preeclampsia and 66.1% of patients who were given low-dose aspirin. Conclusion: Pregnant women who experienced preeclampsia after being given low-dose aspirin were recorded in 31 of 78 patients (39.7%) and pregnant women who experienced preeclampsia when not given low-dose aspirin were recorded in 5 of 40 patients (12.5%).
Pengaruh Tinitus Terhadap Kesehatan Mental Putri, Ayuningsukma Betari Herdiansyah; Poerwantiningroem, Prijanti Eka; Mutiadesi, Wahyu Prasasti; Sintoro, Henry Purbowo
Surabaya Biomedical Journal Vol 3 No 2 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v3i2.104

Abstract

Tinitus merupakan persepsi suara yang didengar oleh telinga penderita tanpa adanya stimulus eksternal. Suara yang didengarkan mungkin terasa tidak nyaman, keras, menakutkan atau bahkan menyakitkan bagi penderita. Kebisingan yang konstan dan mengganggu dapat menyebabkan gangguan dalam segi kualitas hidup pasien. Prevalensi penderita yang merasa kualitas hidupnya terganggu adalah 15-20% dari keseluruhan penderita tinitus. Salah satu bentuk dampak yang sangat berpengaruh adalah gangguan psikologis. Terdapat beberapa laporan yang menunjukkan bahwa penderita tinitus yang mengalami gangguan psikologis memiliki prevalensi yang tinggi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi literatur. Sampel dalam penelitian ini adalah artikel-artikel jurnal yang membahas tentang tinitus, kesehatan mental, dan pengaruh antar keduanya. Literatur artikel berupa artikel dari jurnal internasional yang terindikasi dalam SINTA, DOAJ, Scopus, Thomson Reuters, Elsevier, Springer, Wiley Online Library, dan Taylor Frances yang diterbitkan pada tahun 2017-2022. Hasil penelitian dari seluruh jurnal yang digunakan menunjukkan hasil yang positif mengenai adanya hubungan antara tinitus dengan kesehatan mental. Berbagai gejala gangguan psikologi dapat terjadi kepada penderita tinitus. Namun tidak diketahui apa muncul terlebih dahulu diantara tinitus dan gejala gangguan psikologi tersebut. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara tinitus dan kesehatan mental.
UJI ORGANOLEPTIK dan DAYA HAMBAT EKSTRAK ALGA COKLAT (Sargassum Polycystum) TERHADAP JAMUR Candida albicans Sari, Rima Parwati
Surabaya Biomedical Journal Vol 3 No 2 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v3i2.120

Abstract

Background: Candida albicans, a fungal normal flora that causes Denture stomatitis. Sargassum polycystum is a brown algae species (Phaeophyceae) which grows almost along the coasts of Indonesia islands, known to have antifungal and antibacterial activities. Purpose: To determine the inhibition of brown algae extract (Sargassum polycystum)’s on the growth of Candida albicans and determine whether Sargassum polycystum extract works as denture cleanser material through organoleptic test. Methods: The sample was Candida albicans equal to 0,5 McFarland (108 CFU/ml). The experiment groups comprises negative control group (K-) with 1% DMSO, positive control group (K+) with 0,2% chlorhexidine gluconate, and treatment groups 1-4 (P1;P2;P3;P4) consecutively with 2,5%; 5%; 10%; 20% Sargassum polycystum ethanol extract macerated for 15 minutes in 5 (Ø 6mm) paper discs. SDA medium was incubated for 24 hours and the visible transparent zone was calculated. Organoleptic test was conducted by asking 10 panelists about the observation on color, smell, and homogeneity level of brown algae extract (Sargassum polycystum) with the concentrations of 2,5%; 5%; 10%; and 20%. The experiment result was analyzed with the Kruskal-Wallis test and the Mann-Whitney test. Results: Experiment material’s inhibitory effect was undetectable as Sargassum polycystum ethanol extract against 1% DMSO solvent’s solubility was not homogeneous. The organoleptic test result showed that color, smell, and homogeneity level of brown algae extract (Sargassum polycystum) was not compliant with antiseptic standards. Conclusion: No inhibitory effect in brown algae extract (Sargassum polycystum) as the organoleptic test proved the antiseptic standards were not fulfilled.

Page 1 of 1 | Total Record : 7