cover
Contact Name
Rahmi Dwi Febriani
Contact Email
rahmidwif@fip.unp.ac.id
Phone
+6281266343071
Journal Mail Official
rahmidwif@fip.unp.ac.id
Editorial Address
Komplek Arai Pinang , Blok E, No. 4, Lima kaum
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Consilium
ISSN : 27983269     EISSN : 27979946     DOI : 10.24036/0406cons
Consilium aims to publish articles dedicated to all aspects of the latest outstanding developments in the field of counseling, applied counseling practice, and features articles that advance the empirical, theoretical, and methodological understanding of counseling and education.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2024): Consilium" : 7 Documents clear
Pengaruh Halal Destination Attributes dan Perceived Value terhadap Kepuasan Wisatawan di Kabupaten Tanah Datar Oktavianti, Mega; Wulandari, Dwi Pratiwi; Abrian, Youmil; Surenda, Rian
Consilium Vol 4, No 1 (2024): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0962cons

Abstract

Penelitian ini bermula dari adanya indikasi ketidakpuasan yang dirasakan oleh para wisatawan di destinasi wisata di Kabupaten Tanah Datar. Oleh karena itu fokus dari penelitian ini adalah untuk menganalisi pengaruh halal destination attributes dan perceived value terhadap kepuasan wisatawan di Kabupaten Tanah Datar. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan fokus pada hubungan sebab-akibat. Penelitian ini menekankan pada wisatawan muslim yang telah atau sedang mengunjungi destinasi wisata di Kabupaten Tanah Datar. Sampel penelitian yang terdiri dari 271 responden dipilih dengan menggunakan teknik  purposive sampling. instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert yang telah diuji untuk validitas serta reliabilitasnya. Diperoleh hasil yang menunjukkan jika variabel  halal destination attributes memiliki tingkat yang cukup baik dengan persentase sebesar 43,17%,  perceived value menunjukkan tingkat yang cukup baik dengan persentase sebesar 36,16% dan kepuasan wisatawan juga berada pada tingkat yang cukup baik dengan persentase 39,11%. Selanjutnya, temuan penelitian ini juga mengindikasi bahwa  halal destination attributes dan perceived value memiliki pengaruh yang positif terhadap kepuasan wisatawan sebesar 0,294. 
Hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan kegiatan belajar siswa Nofiazein, Rani; Daharnis, Daharnis; Nirwana, Herman; Taufik, Taufik
Consilium Vol 4, No 1 (2024): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/01120cons

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kegiatan belajar siswa yang berada pada kategori sedang. Diduga salah satu faktor penyebabnya yaitu dukungan sosial teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan dukungan sosial teman sebaya siswa, 2) mendeskripsikan kegiatan belajar siswa, dan 3) menguji seberapa besar hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan kegiatan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Penelitian ini menggunakan populasi kelas X dan kelas XI siswa SMA Negeri 1 Sitiung sebanyak 636 siswa, sampel penelitian sebanyak 267 siswa dengan menggunakan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen dukungan sosial teman sebaya dan instrumen kegiatan belajar dengan skala model Likert. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat dukungan sosial teman sebaya berada pada kategori baik, tingkat kegiatan belajar siswa berada pada kategori baik, dan terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara dukungan sosial teman sebaya dengan kegiatan belajar dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,748 dan signifikansi 0,000. Implikasi terhadap bimbingan dan konseling (BK) yaitu dengan memberikan layanan konseling individual, layanan konseling kelompok, dan layanan penguasaan konten.
Analisis Tipe Kepribadian Menurut Carl Gustav Jung Pada Siswa Yang Berasal Dari Keluarga Broken Home Faizah, Mufidatul; Afdal, Afdal
Consilium Vol 4, No 1 (2024): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/01150cons

Abstract

Salah satu ahli yang menjelaskan tentang kepribadian adalah Carl Gustav Jung. Ia membagi kepribadian menjadi kepribadian introvert dan ekstrovert. Beberapa faktor dapat mempengaruhi terbentuknya kepribadian salah satunya adalah kondisi keluarga. Bentuk kondisi keluarga yang ada salah satunya adalah keluarga broken home karena cerai hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tipe kepribadian siswa yang berasal dari keluarga broken home. Subjek penelitian pada penelitian ini 3 orang sebagai subjek utama dan 4 orang sebagai informan tambahan. Metode penelitian yang digunakan adalah kaulitatif deskriptif, instrument yang digunakan adalah panduan wawancara yang di dalamnya berisikan aspek-aspek keperibadian. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk mengetahui tipe kepribadian menurut Carl Gustav Jung pada siswa yang berasal dari keluarga broken home. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan melalui wawancara dan pengamatan diketahui bahwa dari aspek-aspek kepribadian yang ada, subjek yang merupakan siswa yang berasal dari keluarga broken home menunjukan ciri ciri tipe kepribadian introvert. Aspek-aspek yang dominan menjunjukan ciri tipe kepribadian introvert pada subjek yang berasal dari keluarga broken home antara lain dilihat dari aspek aktivitas, mengambil resiko, kesukaan bergaul, pernyataan perasaan dan penuturan dorongan hati.
Analisis Kondisi Work Family Balance pada Wanita Karier yang Sudah Menikah di RSUD Mukomuko Mirdasari, Fitricia; Afdal, Afdal
Consilium Vol 4, No 1 (2024): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/01205cons

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena masih banyak wanita karier yang menghabiskan banyak waktu di tempat kerja sehingga tidak dapat memenuhi tanggungjawabnya di rumah secara maksimal, kemudian masih ada wanita karier yang sulit bekerja dengan profesional karena masalah yang terjadi di keluarganya seperti bertengkar dengan suami atau anak. Terdapat juga wanita karier yang tidak bisa memanfaatkan jadwal kerjanya sehingga di luar jam kerjanya ia tidak dapat merencanakan kegiatan keluarga dengan teratur seperti berekreasi, makan bersama atau sekedar berkumpul bersama, sehingga kebersamaan dengan keluarganya kurang bisa terpenuhi. Perempuan yang menjadi istri dan ibu sekaligus pekerja, cenderung memiliki masalah dalam menjalankan setiap perannya dengan baik dan seimbang, dimana seharusnya mereka sebagai individu merasa terikat dan puas terhadap perannya di pekerjaan maupun di keluarga, itulah yang disebut work family balance. Maka penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kondisi work family balance pada wanita karier yang sudah menikah di RSUD Mukomuko. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner/angket work family balance. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 279 orang wanita karier yang sudah menikah di RSUD Mukomuko dan dalam pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 165 orang wanita karier yang sudah menikah di RSUD Mukomuko. Data analisis dengan menggunakan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kondisi work family balance pada wanita karier yang sudah menikah secara umum berada pada kategori “Sedang” dengan persentase 49%. Artinya mereka sudah cukup puas dan cukup mampu menjalankan peran-perannya dengan baik dalam kehidupan pribadi dan pekerjaannya. 2) Kondisi work family balance pada wanita karier yang sudah menikah dilihat dari aspek WIPL (Work Interference with Personal Life) berada pada kategori “Rendah” dengan persentase 31%. Artinya, pekerjaan tidak mengganggu kehidupan pribadinya dikarenakan mereka mampu mengelola stres terhadap pekerjaan dengan baik, meningkatkan kepuasan hidup dan menjaga kesehatannya. 3) Kondisi work family balance pada wanita karier yang sudah menikah pada aspek PLIW (Personal Life Interference with Work) berada pada kategori “Rendah” dengan persentase 30%. Artinya, kehidupan pribadi tidak mengganggu pekerjaannya dikarenakan mereka mampu fokus dalam bekerja sehingga mereka pun puas dengan pekerjaannya dan itu yang menciptakan tumbuhnya motivasi kerja. 4) Kondisi work family balance pada wanita karier yang sudah menikah pada aspek PLEW (Personal Life Enhancement of Work) berada pada kategori “Tinggi” dengan persentase 35%. Artinya, kehidupan pribadi meningkatkan kehidupan pekerjaannya dikarenakan adanya dukungan keluarga, dapat mengikuti berbagai kegiatan seperti hobi dan kegiatan masyarakat yang membawa pengaruh positif. 5) Kondisi work family balance pada wanita karier yang sudah menikah pada aspek WEPL (Work Enhancement of Personal Life) berada pada kategori “Sangat Tinggi” dengan persentase 48%. Artinya, pekerjaan meningkatkan kualitas kehidupan pribadinya dikarenakan kebersamaan dalam keluarga yang intens, pengelolaan emosi yang baik, dan pencapaian hidup yang telah terpenuhi.
Perilaku Agresif Siswa SMP dari Keluarga Single Parent Putri, Wanda Noffita
Consilium Vol 4, No 1 (2024): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/01306cons

Abstract

AbstractPerilaku agresif merupakan tindakan yang dilakukan individu dengan tujuan menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun verbal. Pada remaja, khususnya siswa SMP, perilaku agresif sering muncul sebagai bentuk pelampiasan emosi yang tidak terkontrol. Kondisi ini dapat semakin dipengaruhi oleh latar belakang keluarga, terutama pada anak-anak yang dibesarkan dalam keluarga single parent, di mana kurangnya perhatian dan dukungan emosional dari kedua orang tua dapat memicu timbulnya perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk perilaku agresif yang ditunjukkan oleh siswa SMP dari keluarga single parent, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi munculnya perilaku tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian berjumlah empat siswa SMPN 01 Pancung Soal yang berasal dari keluarga single parent, dengan delapan informan pendukung yang terdiri dari teman dekat dan ibu masing-masing subjek. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku agresif siswa meliputi agresi verbal, seperti mengejek, membentak, berkata kasar, serta agresi fisik, seperti mendorong dan memukul. Faktor-faktor yang memengaruhi munculnya perilaku agresif ini antara lain kondisi emosional yang labil akibat kurangnya figur ayah, pola asuh yang tidak konsisten dari ibu, pengaruh teman sebaya, serta perasaan tersisih dan diremehkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa siswa SMP dari keluarga single parent cenderung menunjukkan perilaku agresif sebagai bentuk mekanisme pertahanan diri terhadap tekanan emosional dan sosial. Penelitian ini memberikan gambaran penting bagi orang tua, sekolah, dan konselor untuk memberikan pendampingan yang tepat dalam mengendalikan emosi serta mengembangkan perilaku positif pada siswa. Keywords: Perilaku Agresif, Single Parent, Siswa SMP.Article Info:
Gambaran Penerimaan Diri Siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA) Elpas, Zafira; Netrawati, Netrawati
Consilium Vol 4, No 1 (2024): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/01307cons

Abstract

Penerimaan diri penting bagi remaja karena berperan penting dalam pembentukan identitas dan kestabilan emosi. Remaja yang mampu menerima diri cenderung lebih percaya diri, mampu mengelola emosi dan menjalin hubungan sosial yang sehat. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerimaan diri siswa berdasarkan teori Bernard. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel 285 siswa melalui teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket skala likert berdasarkan teori Bernard yang mencakup dua aspek: kesadaran diri untuk menghargai sikap positif dan menanggapi kejadian negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerimaan diri siswa SMAN 1 Ampek Angkek secara umum berada dalam kategori baik (71,58%), (2) aspek menghargai sikap positif juga tergolong baik (66,67%), (3) aspek menanggapi kejadian negatif berada dalam kategori baik (63,86%). Temuan ini diharapkan menjadi acuan bagi guru, konselor, dan orang tua dalam mendukung remaja mengembangkan penerimaan diri melalui pendekatan edukatif dan psikologis yang sesuai.
THE RELATIONSHIP OF LEARNING MOTIVATION WITH STUDENT DISCIPLINE muzah, yurike
Consilium Vol 4, No 1 (2024): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/01067cons

Abstract

One of the factors that influences student learning motivation is student discipline. This research aims to describe: (1) the level of student learning motivation, (2) the level of student discipline, and (3) examine the relationship between learning motivation and student discipline. This research uses quantitative methods with descriptive correlational research. The population of this study was 1,331 students at SMKN 3 Padang who were registered in the January-June semester of the 2024 academic year with a research sample of 308 students selected using the Stratified Random Sampling technique. The instruments used are the "List of Learning Motivation Fill-Ins" and the "Student Discipline Fill-In List". Data were analyzed using descriptive correlational Pearson Product Moment. The results of the research show that: (1) the learning motivation of SMK 3 Padang students is in the high category, (2) the discipline of SMK 3 Padang students is in the high category, and (3) there is a significant positive relationship between learning motivation and student discipline with the coefficient The correlation is 0.892 with a significance value of 0.000 at a high level of relationship. This means that the higher the student's learning motivation, the higher the student's discipline.

Page 1 of 1 | Total Record : 7