cover
Contact Name
Didah Nurhamidah
Contact Email
didah.uinjkt@gmail.com
Phone
+6285710777541
Journal Mail Official
didah.uinjkt@gmail.com
Editorial Address
Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaGedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Lt. 5Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah JakartaJalan Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Dialektika
ISSN : 25025201     EISSN : 2407506X     DOI : 10.15408/dialektika
Dialektika : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia published two times a year (June and December ) as a medium of distributing scientific research in the field of language, literature , and the Indonesian language and literature education. Dialektika is published in collaboration between the Department of Indonesian Language and Literature Education,  Faculty of Educational Sciences, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatullah Jakarta and the Association of Indonesian Language and Literature Lecturer (ADOBSI). Dialektika has been a CrossRef member since 2015 and all of the published writings have a unique number in the DOI and been indexed in DOAJ, Google Scholar, Moraref,  Indonesia One Search- National Library of Indonesia, and Portal Garuda.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2015)" : 13 Documents clear
FIKSI TRANSKULTURAL SEBAGAI FENOMENA BUDAYA DIASPORA: KAJIAN PADA KARYA BUNGA ROOS DARI TJIKEMBANG (1927) DAN DIMSUN TERAKHIR (2006) Agni Malagina; Rosida Erowati
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v2i1.2197

Abstract

Fiksi transkultural muncul di Indonesia sejak masa kolonial Belanda melalui para pengarang keturunan Tionghoa generasi kedua maupun berikutnya. Tema transkultur lahir sebagai bentuk ekspresi dari kegelisahan mereka sebagai diasporan Cina di wilayah ini. Negosiasi dan resistensi terhadap budaya leluhur yang terjadi dalam proses pembentukan identitas mereka dimanifestasikan dalam bentuk karya sastra yang menampilkan pergulatan para tokoh protagonisnya dalam menyikapi permasalahan kehidupan mereka. Dalam Bunga Roos dari Tjikembang karya Kwee Tek Hoay pergulatan itu muncul pada tokoh Bian Koen, Marsiti, dan Gwat Nio dan upaya penciptaan third space tampil secara simbolik pada tokoh Gwat Nio. Sedangkan dalam Dimsum Terakhir karya Clara Ng pergulatan tersebut muncul pada tokoh ayah—Nung Atasana, dan keempat perempuan anak kembarnya (Siska, Indah, Rosi, Novera) dengan upaya penciptaan third space yang intensif pada keempat protagonis perempuan. Hasil analisis ini menguatkan argumen bahwa identitas merupakan proses yang senantiasa dalam pergulatan (in the making) sebagaimana terlihat dalam kedua karya berbeda jaman ini. Dengan demikian, identitas ke-Cina-an bagi diasporan Tionghoa di Indonesia senantiasa cair, tidak kaku, dan selalu menghadapi dinamika renegosiasi dari jaman ke jaman.
FEMINISME DALAM NOVEL GENI JORA KARYA ABIDAH EL KHALIEQY DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH Taryanti Taryanti; Ahmad Bahtiar
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v2i1.2202

Abstract

This paper describes feminism in the novel Geni Jora by Abidah El Khalieqy and its implications toward learning of literature in schools. The data which were analyzed in this paper are the novel Geni Jora by Abidah El Khalieqy and books that are related to the object of research, such as the study of feminism. The values of feminism contained in this novel include: female characters are 1) daring to disagree, 2) having aspirations and ambitions, 3) having a desired social status, 4) daring to compete, 5) able to attempt providing insight, 6) ending the relationship with strategy, 7) rejecting the restriction of education for women, 8) rejecting the restriction of freedom for women outside the home, 9) rejecting polygamy. Those values can be applied in the learning of Indonesian language and literature at the 11th grade of high school in the aspect of reading with the Standards of Competence of understanding various tales, Indonesian novels/translated novels and Basic Competence of analyzing the intrinsic and extrinsic elements of Indonesian or translated novels with learning indicators that students are able to find the intrinsic elements (plot, theme, characterization, perspective, background and mandate) and extrinsic elements (cultural values, social values, and the value of education) in Indonesian/translated novels. ai lebih dari satu bahasa. Tentunya mereka saat berpidato besar kemungkinan mencampuradukan bahasa yang mereka kuasai. Padahal, seharusnya siswa wajib menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar ketika sedang berpidato. Dengan demikian pengenalan campur kode dalam berpidato ini sangat diperlukan dalam materi berpidato maupun dalam pembelajaran bahasa Indonesia.   ducted using a quantitative approach. This research uses the descriptive method. The population in this research is the whole Islamic Banking Majors semester IV amounted to 125. This research sample taken using proportional random sampling. Based on the model of random sample research, determined that Islamic Banking Majors semester IV class B and D of 59 people.  The results showed that in general a student majoring in Islamic Banking Semester IV is quite skilled in the critical reading of a text. It is reflected in the statistical data indicating that the average value of the total of the skills of critical reading of a text on Islamic Banking majors semester IV is at number 77,35 and is skilled enough to qualify. Specifically, the percentage of the skill level of every aspect of critical reading on Islamic Banking Majors Semester IV can be outlined as follows, (1) aspects of skills to determine the facts in the text represents 22.5% of the total critical reading skills, (2) aspects of skills to determine the opinion in the text represents 22.2% of the total critical reading skills, (3) aspects of skills conclude text content representing 20.3% of the total critical reading skills, (4) aspects of skills analyze the use of the language within the text represent 15.7% of the total critical reading skills, (5) aspects of skills opined against text content represent 19,3% of the total critical reading skills.
KESANTUNAN PENGUNGKAPAN KALIMAT PERINTAH DALAM PERKULIAHAN BAHASA INDONESIA MAHASISWA SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) SULTAN ABDURRAHMAN TANJUNGPINANG KEPULAUAN RIAU Eka Rihan K
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v2i1.2198

Abstract

Latar belakang situasi dan konteks kalimat tutur dalam perkuliahan Bahasa Indonesia yang terjadi dalam tatap muka pada dua Sistem Kredit Semester (SKS) dihadiri seluruh mahasiswa empat program studi di STAI Sultan Abdurrahman Tanjungpinang dalam satu ruang belajar, mendorong peneliti mengamati bagaimana tuturan kesantunan berbahasa mahasiswa tersebut. Tuturan yang menyatakan pernyataan, pertanyaan dan perintah sangat bergantung pada situasi dan konteks tutur. Penelitian ini khusus pada kesantunan berbahasa dalam mengungkapkan kalimat perintah yang sopan dan tidak sopan dalam kegiatan diskusi, bertujuan untuk mendeskripsikan kalimat perintah dan selanjutnya menganalisis kesantunan berbahasa yang terkandung dalam tuturan kalimat perintah dengan teknik observasi dan teknik cakap, simak, libat, catat sesuai situasi dan konteks selama kegiatan perkuliahan Bahasa Indonesia tersebut berlangsung. Kesantunan mengungkapkan kalimat perintah selama perkuliahan Bahasa Indonesia Mahasiswa STAI Sultan Abdurrahman Tanjungpinang Kepulauan Riau terpusat kepada petutur, yaitu orang yang mendapat perintah. Kesantunan dalam mengungkapkan perintah berdasarkan skala untung-rugi, skala kelangsungan dan ketidaklangsungan, skala pemakaian sapaan antara sapaan yang hormat dengan sapaan yang akrab, faktor kesementaraan seseorang dalam hubungannya dengan orang lain dalam situasi ujar dapat membedakan derajat kesopanan antara tuturan yang kurang sopan, sopan, dengan tuturan yang lebih sopan. Tuturan yang mengungkapkan perintah yang kurang sopan bergantung pada jenis kalimat imperatif atau ilokusi langsung. Tuturan perintah yang sopan atau lebih sopan bergantung pada jenis kalimat deklaratif dan interogatif atau ilokusi tidak langsung.

Page 2 of 2 | Total Record : 13