cover
Contact Name
Didah Nurhamidah
Contact Email
didah.uinjkt@gmail.com
Phone
+6285710777541
Journal Mail Official
didah.uinjkt@gmail.com
Editorial Address
Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaGedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Lt. 5Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah JakartaJalan Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Dialektika
ISSN : 25025201     EISSN : 2407506X     DOI : 10.15408/dialektika
Dialektika : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia published two times a year (June and December ) as a medium of distributing scientific research in the field of language, literature , and the Indonesian language and literature education. Dialektika is published in collaboration between the Department of Indonesian Language and Literature Education,  Faculty of Educational Sciences, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatullah Jakarta and the Association of Indonesian Language and Literature Lecturer (ADOBSI). Dialektika has been a CrossRef member since 2015 and all of the published writings have a unique number in the DOI and been indexed in DOAJ, Google Scholar, Moraref,  Indonesia One Search- National Library of Indonesia, and Portal Garuda.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2016)" : 12 Documents clear
“Deiksis” dalam Puisi Perlawanan dari Persantren Nazam Tarekat Karya K.H. Ahmad ar-Rifai Kalisalak Tinjauan Pragmatik Darsita Suparno
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.407 KB) | DOI: 10.15408/dialektika.v3i2.5183

Abstract

Abstract: This study attempted to describe the use of deixis in Puisi Perlawanan dari Pesantren. Deixis understood as part of a pragmatic study therefore, deixis is one object of the field of study pragmatics. The problems in this study are namely: 1) what types of deixis are there in this poetry; 2) what is the intention of using social deixis. The purposes are going to be achieved by this study are such as: 1)   to describe the various types of deixis, 2) to describe the intention of using social deixis. The object of this study are namely: the various types of deixis, intention and relationship of social deixis. The subject of this research is the poem which is written by K.H. Ahmad ar-Rifai Kalisalak that is edited and translated from Jawi to Java by M. Adib Misbachul Islam. The data in this study are namely: words, phrases, sentences, in the form of couplet in which there are different types and intention of using social deixis. There are two data resources, namely: primary data source in the form of peom and secondary data sources related literature. Data collection techniques in this study using documentation. The results of this study indicate that there are 4,864 couplets, which is divided into 24 Tanbih ‘note or warning’. In this article there are three types of deixis. There are 25 deixis place, and there are 11 persona deixis, then there are 10 social deixis. It consists 3 types of titles, 2 types of social deixis positions, and 5 nicknames social deixis.Abstrak: Penelitian ini berupaya untuk menggambarkan pemakaian deiksis dalam Puisi Perlawanan dari Persantren. Deiksis dipahami sebagai bagian dari studi pragmatik, dengan begitu deiksis merupakan objek bidang kajian dari pragmatik. Masalah dalam penelitian ini: 1)  jenis-jenis deiksis apa saja yang terdapat di dalam puisi ini ; 2) bagaimanakah maksud dibalik penggunaan deiksis sosial. Tujuan yang hendak dicapai adalah: 1) untuk mendeskripsikan aneka jenis deiksis, 2) mendeskripsikan maksud penggunaan deiksis sosial. Objek yang dikaji adalah jenis, maksud serta hubungan deiksis sosial. Subjek penelitiannya adalah puisi karya K.H. Ahmad ar-Rifai Kalisalak yang sudah disunting dan diterjemahkan oleh M. Adib Misbachul Islam dari aksara Jawi berbahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia. Data dalam penelitian ini adalah kata, frase, kalimat, dalam bentuk bait-bait puisi  yang di dalamnya terdapat jenis dan maksud penggunaan deiksis sosial. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari sumber data primer berupa puisi dan sumber data sekunder literature yang terkait. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak  4.864 bait, yang dibagi dalam 24 tanbih ‘catatan atau peringatan’. Dalam artikel ini dikemukakan hanya ada tiga jenis deiksis yaitu deiksis tempat berjumlah 25, deiksis persona berjumlah 11 dan  10 deiksis sosial, terdapat 3 deiksis sosial jenis gelar, 2 deiksis sosial jenis jabatan, dan terdapat 5 deiksis sosial jenis julukan.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v3i2.5183
GLOSARIUM KOSAKATA BAHASA INDONESIA DALAM RAGAM MEDIA SOSIAL Elvi Susanti
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.662 KB) | DOI: 10.15408/dialektika.v3i2.5188

Abstract

Abstract: This research is tangent to the variety of social media.  Social Media is a social media services on the internet that are very popular today in the world, including in Indonesia. The aims this study to describe how the vocabulary in a variety of social media came at once and agreed on by social media users. Vocabulary that affect the development of the Indonesian in the spoken language, especially obtained glossary of terms that developed in social media. This research method uses qualitative research methods as a scientific research. The goal is to understand a phenomenon in the social context naturally with the advanced process of interaction between researchers in-depth communication with the phenomenon under study. The results of this study is the vocabulary used in social media there are based on its creativity without any previous origins. However, there are also derived from foreign languages ​​(English, Korean, Japanese), Indonesian, local language, vocabulary inverted structure, vocabulary already in the dictionary slang and slang that already exists.Abstrak: Penelitian ini bersinggungan dengan ragam media sosial. Media sosial merupakan layanan media sosial di internet yang sangat populer saat ini di dunia, termasuk di Indonesia. The Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kosakata dalam ragam media sosial muncul seketika dan disepakati bersama oleh pengguna media sosial. Kosakata itu berpengaruh terhadap perkembangan bahasa Indonesia dalam ragam lisan, khususnya glosarium yang diperoleh dari istilah-istilah yang berkembang di media sosial. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif sebagai suatu penelitian ilmiah.Tujuannya adalah untuk memahami suatu fenomena dalam konteks sosial secara alamiah dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan fenomena yang diteliti. Hasil penelitian ini adalah kosakata yang digunakan dalam media sosial ada yang berdasarkan kreativitas penggunanya tanpa ada asal-usul sebelumnya. Akan tetapi, ada juga yang berasal dari bahasa asing (Inggris, Korea, Jepang), bahasa Indonesia, bahasa daerah, kosakata yang dibolak-balik susunannya, kosakata yang memang sudah ada dalam kamus bahasa gaul, dan bahasa slang yang sudah ada sebelumnya.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v3i2.5188
PENGEMBANGAN MODUL MEMBACA KRITIS DENGAN MODEL INSTRUKSI LANGSUNG BERBASIS NILAI KARAKTER Rizqi Aji Pratama
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.035 KB) | DOI: 10.15408/dialektika.v3i2.5184

Abstract

Abstract: The aims of this study to develop character-based module to improve critical reading skill integrated into a direct instruction model. According to the result of interview with teachers and students quesionnaire, there are no learning materials that taught critical reading explicitly in class X,  SMAN 1 Lembang. The critical reading materials are developed on the module by direct instruction model, who presented in four phase: (1) orientation, (2) description of the material, (3) activity, (4) self-exercise. The methods of this study are adapted from Dick, Carey, and Carey method (2009), who presented nine phase. The result of judgement expert is 96%, one-to-one trials judgement is 92%, and field trials is 89%. The other result with used onegrup pretest-posttest stated that the module could raise the critical reading skill of student.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar modul berbasis nilai karakter untuk meningkatkan kemampuan membaca kritis siswa dengan menggunakan model pembelajaran instruksi langsung. Berdasarkan hasil wawancara dan angket kebutuhan, tidak tersedia bahan ajar yang secara khusus meningkatkan keterampilan membaca kritis di kelas X, SMAN 1 Lembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hasil adaptasi dari metode Dick, Carey, dan Carey (2009). Bahan ajar yang dikembangkan menghasilkan produk modul dengan penyajian materi membaca kritis menggunakan model instruksi langsung hasil adaptasi, yang mencakup empat tahapan, antara lain: (1) orientasi, (2) uraian materi, (3) aktivitas, dan (4) latihan mandiri. Hasil validasi ahli dan praktisi menunjukkan rata-rata skor 96%, uji coba perseorangan dengan skor 92%, dan uji coba lapangan sebesar 89%. Hasil pengujian lain menggunakan onegrup pretest-posttest menunjukkan bahwa modul membaca kritis model instruksi langsung berbasis karakter mampu meningkatkan kemampuan membaca kritis siswa.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v3i2.5184
NASKAH USADA SEBAGAI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT BALI Mujizah Mujizah
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.32 KB) | DOI: 10.15408/dialektika.v3i2.5189

Abstract

Abstract: Bali has a long tradition of usada, also known as Balinese traditional healing. This practice continues until today. Since ago, usada is very famous and popular in Balinese life. It is proved by a number of manuscripts which written in palmleaf using Balinese language and script, called lontar usada. This article aimed at researching the usada treatment and knowing the type and system of Balinese medical knowledge as expressed in usada Bali. To support the understanding about the topic, data gathered through observation and qualitative method with inventarisation, description, and study of contents. In this article, we will discuss primary data of usada, especially collections of lontar usada in the Faculty of Letters of Universitas Udayana, Bali and Gedong Kirtya. From the result of this study obtained some important items. First, the Balinese as the owner of tradition continues to maintain Bali usada, both the manuscripts and science, as prosperity of local knowledge. Second, there are many types of usada treatment depending on the kind of sickness involved. Thus highlighting our belief that the knowledge of traditional medicines and herbal cures in Bali preserved very well. Third, usada treatment was done for diseases suffered by children and adults, including the treatment for pregnant women and childbirth. There are also usada to treat the mental illnesses, leprosy, and black magic. In sum, usada becomes the reference system for the people of Bali in maintaining health and the local wisdom of traditional medicines and cures because the medicine were mostly using flora, fauna, and spells.Abstrak: Masyarakat Bali memiliki tradisi usada sebagai tradisi pengobatan. Praktik pengobatan ini berlanjut hingga kini. Sejak dahulu usada sangat terkenal dan populer di dalam kehidupan masyarakat Bali. Hal itu dibuktikan oleh banyaknya manuskrip yang ditulis di atas lontar dalam bahasa dan aksara Bali yang disebut dengan lontar usada. Tujuan artikel ini mengungkap perobatan dalam usada, mengetahui jenis, dan sistem pengetahuan perobatan masyarakat Bali. Untuk mendukung pemahaman dalam kajian ini digunakan metode kualitatif dengan inventarisasi, deskripsi, dan kajian isi. Dalam artikel ini dibahas data primer usada, terutama koleksi lontar Fakultas Sastra Universitas Udayana dengan tambahan data dari Gedong Kirtya. Dari hasil kajian ini diperoleh beberapa hal penting. Pertama, usada Bali sebagai kekayaan pengetahuan lokal dipelihara masyarakat Bali sebagai pemilik tradisi, baik lontarnya maupun pengetahuannya. Kedua, khazanah usada merupakan sistem pengobatan yang sangat beragam. Oleh sebab itu, masyarakat Bali memelihara kekayaan pengetahuan lokal ini dengan baik. Usada ini sangat beragam jenisnya tergantung jenis penyakitnya. Ketiga, pengobatan penyakit diperuntukkan bagi anak-anak dan orang dewasa, termasuk pengobatan perempuan hamil dan melahirkan. Ada juga usada untuk penyakit jiwa, penyakit lepra, dan penyakit orang yang terkena black magic. Kesimpulannya bahwa usada menjadi sistem acuan bagi masyarakat Bali dalam menjaga kesehatan dan menjadi kearifan lokal dalam pengobatan penyakit yang sebagian besar menggunakan flora, fauna, dan mantra.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v3i2.5189
PENGEMIS DAN SHALAWAT BADAR; Hubungan antara Pengarang, Media dan Karya Ulil Absar
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.752 KB) | DOI: 10.15408/dialektika.v3i2.5302

Abstract

Abstract:This article aims to describe the short story Pengemis dan Shalawat Badar in the perspective of sociology of literature. Moreover, the discussion in this paper tries to show three points: (1) the influence of a literary work to the reader; (2) the social life of the author as the creator of a literary work, and (3) the literary work as a social reality reflected by the author. This article discusses the relationship of Ahmad Tohari with various media in the process of publication of this short story, the position of Ahmad Tohari as part of a social community where he lives and lives his life, and the story itself as a reflection of social reality being discussed by the author. Based on the analysis, it can be concluded that every text has its own context. The context is always in chain with the space and time which always change and contribute to the development and changes in the meaning of a text. No exception to the meaning of the text Pengemis dan  Shalawat Badar which varies according to the space and time of its presence.Abstrak: Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan cerita pendek Pengemis dan Shalawat Badar dalam perspektif sosiologi sastra. Dengan begitu, bahasan dalam tulisan ini berusaha menunjukkan tiga hal: (1) pengaruh sebuah karya sastra terhadap pembaca; (2) kehidupan sosial pengarang sebagai pencipta karya sastra, dan (3) karya sastra sebagai rekaman dari realita sosial yang dipantulkan oleh pengarang. Dalam bahasannya, penulis membahas keterkaitan Ahmad Tohari dengan berbagai media dalam proses publikasi Pengemis dan Shalawat Badar, posisi Ahmad Tohari sebagai bagian dari masyarakat sosial tempat dia hidup dan menghayati kehidupannya, dan cerpen Pengemis dan Shalawat Badar sebagai bayangan dari realita sosial yang dibicarakan oleh Ahmad Tohari. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disipulkan bahwa setiap teks memiliki konteksnya tersendiri. Konteks itu selalu bertemali dengan ruang dan waktu yang selalu berubah dan berkontribusi dalam pembangunan dan perubahan makna sebuah teks. Tidak terkecuali makna dari  teks Pengemis dan Shalawat Badar yang berbeda-beda sesuai dengan ruang dan waktu kehadirannya.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v3i2.5302
WAHDATUL WUJUD DALAM PUISI INDONESIA MODERN: MENDISKUSIKAN PUISI-PUISI EMHA AINUN NADJIB Jamal D. Rahman
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.676 KB) | DOI: 10.15408/dialektika.v3i2.5303

Abstract

Absract: By the early of the 17th century, the Malay-Indonesian poetry began with a controversial issue of tasawuf, that of the wahdatul wujud concept. In the Malay-Indonesian literature, the issue has been reproduced ever since with all the controversy, to the Indonesian literature in modern times, one of which is articulated by Emha Ainun Nadjib. This writing discusses the articulation of that concept in the poetry of Emha Ainun Nadjib, by researching the forms of articulation and answering the question of original and novelty about this concept in his poems. Furthermore, it will also be discussed whether the concept contains speculative ideas or mystical experience. Finally, it is concluded that in Nadjib’s poems, speculative ideas mingled with the expression of mystical experience. With this conclusion, the sustainability of the concept in the modern Indonesian poetry is also an effort to further expand and enrich the depth of its meaning.Abstrak: Puisi Melayu-Indonesia dimulai dengan isu tasawuf yang kontroversial di awal abad ke-17, yaitu faham wahdatul wujud. Dalam sastra Melayu-Indonesia, isu ini direproduksi dari abad ke abad dengan segala kontroversinya, sampai sastra Indonesia di zaman modern yang salah satunya diartikulasikan Emha Ainun Nadjib. Tulisan ini mendiskusikan artikulasi faham wahdatul wujud dalam puisi-puisi Emha Ainun Nadjib, dengan melihat bentuk-bentuk artikulasinya berikut apa yang orisinal dan apa pula yang baru dalam puisi-puisinya menyangkut isu ini. Selain itu,  didiskusikan apakah wahdatul wujud dalam puisi Emha Ainun Nadjib mengandung gagasan spekulatif ataukah pengalaman mistis? Tulisan ini menunjukkan bahwa dalam artikulasi wahdatul wujud Emha Ainun Nadjib, gagasan spekulatif berbaur dengan ekspresi pengalaman mistis. Dengan itu semua, kesinambungan isu tersebut dalam puisi Indonesia modern adalah juga usaha untuk lebih memperluas dan memperkaya kedalaman maknanya.   Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v3i2.5303
PENERAPAN STRATEGI CATALISTING DALAM MENULIS PARAGRAF PROSESUAL Helaluddin Helaluddin
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.485 KB) | DOI: 10.15408/dialektika.v3i2.5185

Abstract

Abstract:: Writing is one of language competencies that must be mastered by students. The basic type of writing is paragraph. But there are still many students who have not been able to write their ideas into procesual paragraph. This paper shows the research, which is conducted to know significant differences between writing procesual paragragh of students who use catalisting strategy and conventional strategy. This study is a quasy-experimental research using Nonequivalent Control Group Design. The data about writing procesual paragraph is collected with rubric assessment. Based on research and discussion that have been held, the average score of experiment class is 86,5 and the average score of control class is 72,5. It shows that the average score of group using catalisting strategy is higher than the average of group with conventional strategy.Abstrak: Menulis merupakan salah satu kemampuan berbahasa yang harus dikuasai oleh mahasiswa. Adapun jenis tulisan yang paling dasar adalah menulis paragraf. Namun masih banyak mahasiswa yang belum mampu menuangkan ide dan gagasannya ke dalam bentuk paragraf salah satunya paragraf prosesual. Tulisan ini merupakan penjabaran dari penelitian yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara menulis paragraf prosesual yang diajarkan dengan menggunakan strategi catalisting dengan mahasiswa yang diajarkan melalui strategi konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan menggunakan ancangan Nonequivalent Control Group Design. Data tentang menulis paragraf prosesual diperoleh dengan menggunakan rublik penilaian menulis paragraf. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diperoleh skor rata-rata kelas eksperimen adalah 86,5 dan skor rata-rata kelas kontrol adalah 72,5. Hal ini menunjukkan bahwa skor rata-rata kelompok yang diajarkan dengan strategi catalisting lebih tinggi dari skor rata-rata kelompok yang diajarkan dengan strategi konvensional. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v3i2.5185
PENGEMIS DAN SHALAWAT BADAR; Hubungan antara Pengarang, Media dan Karya Ulil Absar
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v3i2.5302

Abstract

Abstract:This article aims to describe the short story Pengemis dan Shalawat Badar in the perspective of sociology of literature. Moreover, the discussion in this paper tries to show three points: (1) the influence of a literary work to the reader; (2) the social life of the author as the creator of a literary work, and (3) the literary work as a social reality reflected by the author. This article discusses the relationship of Ahmad Tohari with various media in the process of publication of this short story, the position of Ahmad Tohari as part of a social community where he lives and lives his life, and the story itself as a reflection of social reality being discussed by the author. Based on the analysis, it can be concluded that every text has its own context. The context is always in chain with the space and time which always change and contribute to the development and changes in the meaning of a text. No exception to the meaning of the text Pengemis dan  Shalawat Badar which varies according to the space and time of its presence.Abstrak: Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan cerita pendek Pengemis dan Shalawat Badar dalam perspektif sosiologi sastra. Dengan begitu, bahasan dalam tulisan ini berusaha menunjukkan tiga hal: (1) pengaruh sebuah karya sastra terhadap pembaca; (2) kehidupan sosial pengarang sebagai pencipta karya sastra, dan (3) karya sastra sebagai rekaman dari realita sosial yang dipantulkan oleh pengarang. Dalam bahasannya, penulis membahas keterkaitan Ahmad Tohari dengan berbagai media dalam proses publikasi Pengemis dan Shalawat Badar, posisi Ahmad Tohari sebagai bagian dari masyarakat sosial tempat dia hidup dan menghayati kehidupannya, dan cerpen Pengemis dan Shalawat Badar sebagai bayangan dari realita sosial yang dibicarakan oleh Ahmad Tohari. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disipulkan bahwa setiap teks memiliki konteksnya tersendiri. Konteks itu selalu bertemali dengan ruang dan waktu yang selalu berubah dan berkontribusi dalam pembangunan dan perubahan makna sebuah teks. Tidak terkecuali makna dari  teks Pengemis dan Shalawat Badar yang berbeda-beda sesuai dengan ruang dan waktu kehadirannya.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v3i2.5302
PENERAPAN STRATEGI CATALISTING DALAM MENULIS PARAGRAF PROSESUAL Helaluddin Helaluddin
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v3i2.5185

Abstract

Abstract:: Writing is one of language competencies that must be mastered by students. The basic type of writing is paragraph. But there are still many students who have not been able to write their ideas into procesual paragraph. This paper shows the research, which is conducted to know significant differences between writing procesual paragragh of students who use catalisting strategy and conventional strategy. This study is a quasy-experimental research using Nonequivalent Control Group Design. The data about writing procesual paragraph is collected with rubric assessment. Based on research and discussion that have been held, the average score of experiment class is 86,5 and the average score of control class is 72,5. It shows that the average score of group using catalisting strategy is higher than the average of group with conventional strategy.Abstrak: Menulis merupakan salah satu kemampuan berbahasa yang harus dikuasai oleh mahasiswa. Adapun jenis tulisan yang paling dasar adalah menulis paragraf. Namun masih banyak mahasiswa yang belum mampu menuangkan ide dan gagasannya ke dalam bentuk paragraf salah satunya paragraf prosesual. Tulisan ini merupakan penjabaran dari penelitian yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara menulis paragraf prosesual yang diajarkan dengan menggunakan strategi catalisting dengan mahasiswa yang diajarkan melalui strategi konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan menggunakan ancangan Nonequivalent Control Group Design. Data tentang menulis paragraf prosesual diperoleh dengan menggunakan rublik penilaian menulis paragraf. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diperoleh skor rata-rata kelas eksperimen adalah 86,5 dan skor rata-rata kelas kontrol adalah 72,5. Hal ini menunjukkan bahwa skor rata-rata kelompok yang diajarkan dengan strategi catalisting lebih tinggi dari skor rata-rata kelompok yang diajarkan dengan strategi konvensional. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v3i2.5185
GLOSARIUM KOSAKATA BAHASA INDONESIA DALAM RAGAM MEDIA SOSIAL Elvi Susanti
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v3i2.5188

Abstract

Abstract: This research is tangent to the variety of social media.  Social Media is a social media services on the internet that are very popular today in the world, including in Indonesia. The aims this study to describe how the vocabulary in a variety of social media came at once and agreed on by social media users. Vocabulary that affect the development of the Indonesian in the spoken language, especially obtained glossary of terms that developed in social media. This research method uses qualitative research methods as a scientific research. The goal is to understand a phenomenon in the social context naturally with the advanced process of interaction between researchers in-depth communication with the phenomenon under study. The results of this study is the vocabulary used in social media there are based on its creativity without any previous origins. However, there are also derived from foreign languages ​​(English, Korean, Japanese), Indonesian, local language, vocabulary inverted structure, vocabulary already in the dictionary slang and slang that already exists.Abstrak: Penelitian ini bersinggungan dengan ragam media sosial. Media sosial merupakan layanan media sosial di internet yang sangat populer saat ini di dunia, termasuk di Indonesia. The Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kosakata dalam ragam media sosial muncul seketika dan disepakati bersama oleh pengguna media sosial. Kosakata itu berpengaruh terhadap perkembangan bahasa Indonesia dalam ragam lisan, khususnya glosarium yang diperoleh dari istilah-istilah yang berkembang di media sosial. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif sebagai suatu penelitian ilmiah.Tujuannya adalah untuk memahami suatu fenomena dalam konteks sosial secara alamiah dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan fenomena yang diteliti. Hasil penelitian ini adalah kosakata yang digunakan dalam media sosial ada yang berdasarkan kreativitas penggunanya tanpa ada asal-usul sebelumnya. Akan tetapi, ada juga yang berasal dari bahasa asing (Inggris, Korea, Jepang), bahasa Indonesia, bahasa daerah, kosakata yang dibolak-balik susunannya, kosakata yang memang sudah ada dalam kamus bahasa gaul, dan bahasa slang yang sudah ada sebelumnya.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v3i2.5188

Page 1 of 2 | Total Record : 12