cover
Contact Name
Ahmad Abdul Qiso
Contact Email
lp2m.iaiqi@gmail.com
Phone
+6285326789745
Journal Mail Official
qiso.ahmad93@gmail.com
Editorial Address
Jln. Lintas Timur Km. 36 Indaralaya Ogan Ilir, Sumatera Selatan
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Contemplate: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman
ISSN : -     EISSN : 27741942     DOI : https://doi.org/10.53649/contemplate
Core Subject : Religion, Education,
Focus and scope Journal Contemplate: Jurnal Studi-studi Keislaman This journal covers the study of social sciences, religion, education, and economics, which integrates Islam-based science disciplines. Islamic Religion Education Sociology of Religion Religious Traditions Religious Moderation Study of the Qur’an and Hadith and other relevant topics.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 02 (2024): Desember 2024" : 6 Documents clear
AN EXAMINATION OF INTERFAITH MARRIAGE FROM THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC THEOLOGY Rangga Iskandar Dinata; Kartika, Resti Okvani; Awaluddin, Raisa Zuhra Salsabila; Ahmad Arifi
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 5 No 02 (2024): Desember 2024
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Al-Qur'an Al-Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v5i02.1008

Abstract

Marriage is a physical and mental bond between two people who live a family life. Interfaith marriage is a problem that occurs in society. This type of research is qualitative using the library study method (Library Research) by collecting data obtained from various literatures so that it can be selected and correlated with the research title and analyzed using a theological approach to obtain conclusions. The purpose of this study is to determine the analysis of interfaith marriages in the perspective of a theological approach. The results of this study are two conclusions; first, Q.S Al-Baqarah: 221 is a strict prohibition of interfaith marriage because it has a close relationship to divinity and gives birth to offspring that have an influence on education in the development of Islam. Second, Q.S Al- Maidah: 5 allows interfaith marriage on the condition that a Muslim marries a woman of the book who maintains her honor (muhshanat) and prohibits interfaith marriage for a Muslim woman who marries a member of the book (non-Muslim) or a disbeliever.
MODEL PENDEKATAN PSIKOLOGI DALAM STUDI ISLAM: ANALISIS TERHADAP METODE DAN APLIKASI PENGEMBANGANNYA Dirmi, Dery Andika
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 5 No 02 (2024): Desember 2024
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Al-Qur'an Al-Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v5i02.1013

Abstract

This study aims to explore the psychological approach model in Islamic studies. The study begins with the growing issues faced by humanity, particularly Muslims, in various aspects of life. The different approaches offered to address and follow up on these issues are felt to be insufficient and not professional enough to achieve their goals. There are three research questions in this study: First, what is the definition and historical development of the discipline of psychology? Second, how does psychology intersect with religion? Third, how is the psychological approach model applied in Islamic studies? The type of research used is qualitative research with a library research approach. The research findings indicate that the psychological approach is effective in addressing various issues within the scope of Islamic studies. Islamic psychology is a discipline that integrates psychological principles with Islamic spiritual values. This approach offers a systematic therapeutic framework based on Islamic sources, such as the Qur'an and Hadith. By studying mental phenomena, behavior, and values important for humanity, Islamic psychology contributes to the development of spirituality, well-being, and the resolution of religious issues. The object of the psychological approach itself is humans and their behavior. In Islamic psychology, the Qur'an, Hadith, and other Islamic sources can be used as references for study and as a return to address any issues that arise.
Religius-Rasional: Pemikiran Hasan Al-Banna Tentang Pendidikan Islam Kontemporer Yunti Aminatuz Zuhriyah
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 5 No 02 (2024): Desember 2024
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Al-Qur'an Al-Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v5i02.1028

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas pemikiran Hasan al-Banna yang bersifat religius-rasional dan melihat fisika dengan pendidikan Islam masa kini. Hasan al-Banna dikenal sebagai salah satu tokoh penting yang mempengaruhi pendidikan Islam. Melalui gerakan Ikhwanul Muslimin, ia menginspirasi banyak perubahan dalam Islam pada abad ke-20. Hasan al-Banna ingin membangun masyarakat yang berlandaskan ajaran Islam yang asli, menjadikan pendidikan sebagai hal utama. Ia juga mendorong umat Islam untuk terlibat dalam kehidupan sosial dan politik, agar pendidikan bisa menjadi alat untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengkaji berbagai buku dan jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Hasan al-Banna masih sangat relevan untuk pendidikan Islam saat ini. Gagasannya yang religius-rasional menekankan pentingnya ajaran agama, tetapi juga mendorong pengembangan kemampuan berpikir dan keterampilan praktis yang dibutuhkan di zaman modern.
EKOTEOLOGI AL-QUR'AN: ANALISIS HERMENEUTIKA GADAMER TERHADAP KONSEP KHALIFAH DAN STEWARDSHIP Khozinul Alim; M. Riyan Hidayat
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 5 No 02 (2024): Desember 2024
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Al-Qur'an Al-Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v5i02.1029

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep ekoteologi dalam Al-Qur’an melalui pendekatan hermeneutika Hans-Georg Gadamer, dengan fokus pada ayat-ayat yang menggambarkan manusia sebagai khalifah (pemimpin) di bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana konsep khalifah dan stewardship (pengelolaan amanah) dapat memberikan landasan teologis dan etis dalam menghadapi krisis ekologi global. Ayat-ayat seperti QS. Al-Baqarah: 30 dan QS. Al-An’am: 165 dianalisis untuk memahami tanggung jawab manusia terhadap lingkungan dalam konteks modern. Melalui pendekatan hermeneutika Gadamer, artikel ini menggabungkan horizon teks Al-Qur'an dengan tantangan ekologi kontemporer, sehingga menghasilkan pemahaman yang relevan dan aplikatif. Studi ini menunjukkan bahwa khalifah bukan hanya sekadar status, tetapi amanah moral untuk menjaga keseimbangan ekologis sebagai bagian dari kehendak ilahi. Selain itu, konsep stewardship menawarkan paradigma keberlanjutan yang mengintegrasikan dimensi spiritual dan ekologi. Dengan menekankan dialog antara tradisi Islam dan isu-isu modern, artikel ini berkontribusi pada pengembangan ekoteologi sebagai pendekatan holistik untuk menyikapi kerusakan lingkungan.
KAJIAN KOMPARATIF Q.S. AL-BAQARAH [2]: 221 DALAM TAFSĪR AL-MIṢBĀḤ DAN TAFSĪR AL-MUNĪR TENTANG PERNIKAHAN BEDA AGAMA Faizah, Fatikhatul; Siti ‘Aisatunnafi’ah
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 5 No 02 (2024): Desember 2024
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Al-Qur'an Al-Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v5i02.1048

Abstract

Artikel ini membahas perspektif Q.S. Al-Baqarah [2]: 221 tentang pernikahan beda agama melalui Tafsīr Al-Miṣbāh oleh Quraish Shihab dan Tafsīr Al-Munīr oleh Wahbah Al-Zuḥailī. Di Indonesia, pernikahan beda agama sering menjadi polemik, membuatnya sulit dilaksanakan. Salah satu solusi yang diambil adalah berpindah agama mengikuti pasangan, baik secara tulus maupun sekadar formalitas. Contohnya, laki-laki non-Muslim yang ingin menikahi perempuan Muslim mungkin mengucapkan syahadat sebelum akad nikah di KUA, atau pasangan yang melaksanakan dua upacara sesuai dengan agama masing-masing. Penelitian ini merumuskan dua permasalahan utama: perbandingan penafsiran kedua tafsir terhadap Q.S. Al-Baqarah [2]: 221, dan relevansi penafsiran tersebut terhadap praktik pernikahan beda agama di Indonesia saat ini. Metode yang digunakan adalah komparatif dengan pendekatan kualitatif dan teknik library research, mengkaji literatur, buku, dan artikel terkait. Hasil penelitian menunjukkan dua poin utama: pertama, perbandingan Tafsīr Al-Miṣbāh dan Tafsīr Al-Munīr dalam menjelaskan hukum pernikahan beda agama; kedua, penafsiran Q.S. Al-Baqarah [2]: 221 memiliki relevansi dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Namun, kajian lebih mendalam tentang kebolehan dan larangan pernikahan beda agama masih diperlukan. Mengingat keberagaman Indonesia, perdebatan sering muncul, terutama terkait pernikahan dengan ahli kitab. Oleh karena itu, tujuan pernikahan dalam membangun rumah tangga yang sakinah harus menjadi pertimbangan utama, di mana keyakinan pasangan berperan penting.
PEMBACAAN AL-QUR’AN DALAM TRADISI NYADRAN DI MAKAM SEWU WIJIREJO, PANDAK, BANTUL, YOGYAKARTA: (ANALISIS STUDI LIVING QUR’AN) Hanif Mudhofar; Garda Aulia Putri
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 5 No 02 (2024): Desember 2024
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Al-Qur'an Al-Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v5i02.1049

Abstract

Pembacaan Al-Qur’an di makam Sewu pembacaannya 30 juz. Pembacaan Al-Qur’an ini merupakan salah satu model Living Qur’an yang terkait oleh Wali atau tokoh agama dalam bentuk bacaan, pemahaman, dan pengamalan, serta dalam bentuk sosial budaya. Panembahan Bodho merupakan wali pertama yang mengalkulturasikan tradisi Nyadran dan menyebarkan ajaran agama Islam di Wijirejo. Tradisi Nyadran merupakan tradisi mendoakan keluarga atau Wali yang telah meninggal dunia. Pembacaan Al-Qur’an dan tradisi Nyadran ini bertujuan untuk melestarikan budaya dahulu, dan mengenalkan generasi muda agar terjaga kelestarian budaya yang diajarkan oleh Panembahan Bodho. Tujuan penelitian yaitu: 1. Mengetahui bagaimana proses dan tahapan dalam kebudayaan tradisi Nyadran dengan pembacaan Al-Qur’an yang masih dilaksanakan sampai saat ini. 2. Memberikan wawasan tentang pelaksanaan keseluruhan tradisi Nyadran dan pembacaan Al-Qur’annya di desa Wijirejo yang memiliki ciri khas tersendiri. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan metode kualitatif. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan induksi data, Penyajian data, dan kesimpulan. Peneliti menggunakan teori pendekatan Living Qur’an. Adapun hasil penelitian yaitu: 1. Sistem Pembacaan Al-Qur’an dalam Tradisi Nyadran di Makam Sewu, Wijirejo, Pandak, Bantul adalah Sistem metode pembacaan Al-Qur’an 30 juz dari tahun 2022 yaitu dengan cara tadarus Al-Qur’an atau tadarus dan disimak oleh ustadz atau kyai setempat. Hal tersebut disimak, agar bacaan yang sedang dibacakan dapat dibacakan dengan tartil dan benar. 2. Makna dari Pembacaan Al-Qur’an dalam Tradisi Nyadran di Makam Sewu, Wijirejo, Pandak, Bantul terdapat beberapa makna atau manfaat dari pelaksanaan pembacaan Al-Qur’an dalam tradisi Nyadran, antara lain: a. mendekatkan diri kepada Allah SWT.; b. adanya rasa bertanggung jawab; c. belajar membaca Al-Qur’an dengan tartil dan benar; d. mempererat tali silaturahmi; e. tumbuhnya semangat dari masyarakat sendiri. Kata Kunci: Pembacaan Al-Qur’an, Tradisi Nyadran, Panembahan Bodho.

Page 1 of 1 | Total Record : 6