cover
Contact Name
Endrizal
Contact Email
rizalpiliang84@gmail.com
Phone
+6281225197932
Journal Mail Official
Ethnography@isi-padangpanjang.ac.id
Editorial Address
https://journal.isi-padangpanjang.ac.id/index.php/Ethno/about/editorialTeam
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Ethnography
ISSN : -     EISSN : 30311616     DOI : http://dx.doi.org/10.26887/ethnography
FOCUS Ethnography : Journal of Cultural Anthropology fokus menerbitkan artikel terkait isu-isu antropologi budaya dari hasil kajian riset/penelitian para akademisi, peneliti. SCOPE 1. Kajian Tradisi dan Ritual 2. Kajian Multikulturalisme 3. Kajian Gender dalam kebudayaan 4. Kajian Lingkungan dan Kebudayaan 5. Kajian Agama dan Budaya
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2021): January - June 2021" : 5 Documents clear
Nilai Tradisi Bolek Laman Tuo Silek Pangian di Nagari Sungai Dareh Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Kecamatan Pulau Punjung Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat Ihsanul Malindo; Suharti Suharti; Mutia Kahanna
Ethnography : Journal of Cultural Anthropology Vol 1, No 1 (2021): January - June 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ethnography.v1i1.2224

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai nilai tradisi Bolek Laman tuo Silek Pangian di Nagari Sungai Dareh Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya  Provinsi Sumatera Barat. Tujuannya adalah untuk memahami prosesi Bolek Laman tuo Silek Pangian dan nilai-nilai budaya yang terdapat didalamnya. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pada tradisi Bolek Laman tuo Silek Pangian terdapat lima proses. Pertama guru-guru silek pangian di Nagari Sungai Dareh mengadakan rancangan acara tradisi tersebut. Selanjutnya mengundang guru-guru silek pangian diluar Nagari Sungai Dareh memberitahu hasil musyawarah. Selanjutnya meminta izin kepada Datuak Nan Sapuluah untuk memulai acara tersebut, selanjutnya acara bukak laman oleh Pandekau Sidiq dan Pandekau Bungsu pertanda acara sudah dimulai. Selanjutnya acara makan bersama guru-guru silek pangian ,tokoh adat, tamu undangan, dan masyarakat. Selanjutnya acara tutuik laman oleh Datuak Mangku, dan bersalaman dengan Datuak Mangku berharap mendapat barokat. Nilai material pada tradisi Baolek Laman tuo Silek Pangian terdapat silek merupakan salah satu warisan nenek moyang masyarakat Minagkabau. Bela diri asli Minangkabau ini berfungsi sebagai pertahanan diri dan pertahanan wilayah. Selanjutnya nilai vital Tradisi Bolek Laman tuo Silek Pangian di Nagari Sungai Dareh sebuah tradisi yang masih dilakukan sampai saat sekarang untuk pelestarian kebudayaan. Selanjutnya nilai kerohanian ada empat macam nilai kebenaran, nilai keindahan, nilai moral dan nilai religius
Prosesi Adat Perkawinan di Kelurahan Pematang Reba Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau Aprillia Dwi Putri; Yurismani Yurismani; Emzia Fajri
Ethnography : Journal of Cultural Anthropology Vol 1, No 1 (2021): January - June 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ethnography.v1i1.2226

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Prosesi Adat Perkawinan di Kelurahan Pematang Reba Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragihulu, bertujuan mendekripsikan tentang proses dan fungsi dari upacara adat perkawinan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, teori yang digunkan dalam penelitian ini adalah teori fungsionalisme, Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil Penelitian Ini menunjukan bahwa adat Perkawinan Riau telah mengalami perubahan bentuk perkawinan seperti merisik, mengajak dan menjemput , mengantar nasi, mandi dan suruk-surukan dan menggantung-gantung. Perubahan ini disebabkan oleh faktor pendidikan, ekonomi, globalisasi dan kemajuan teknologi dan perkawinan silang. Fungsi yang terkandung didalam prosesi adat perkawinan saat ini yaitu meminang, mengantar tanda, mengantar belanja, berandam, berinai, khatam quraan, akad nikah, tepuk tepung tawar, bersanding
Transformasi Langkah Tradisi Silek Tuo Gunuang Menjadi Silek Lanyah di Kubu Gadang Kelurahan Ekor Lubuk Kecamatan Padang Panjang Timur Kota Padang Panjang Nurfitri Nurfitri; Suharti Suharti; Emzia Fajri
Ethnography : Journal of Cultural Anthropology Vol 1, No 1 (2021): January - June 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ethnography.v1i1.2227

Abstract

Penelitian ini membahas tentang “Transformasi Langkah Tradisi Silek Tuo Gunuang menjadi Silek Lanyah di Kubu Gadang Kelurahan Ekor Lubuk Kecamatan Padang Panjang Timur Kota Padang Panjang”. Dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu Metode Kualitatif. Bentuk analisis data dalam penelitian ini berupa observasi, wawancara dengan narasumber dan dokumentasi. Dalam penelitian yang berjudul “Transformasi Langkah Tradisi Silek Tuo Gunuang menjadi Silek Lanyah di Kubu Gadang Kelurahan Ekor Lubuk Kecamatan Padang Panjang Timur Kota Padang Panjang”, dapat ditarik kesimpulan Silek Lanyah merupakan pertunjukan seni pengembangan dari langkah Silek Tuo Gunuang dan tari Sakin atau Tari Sewah. Dalam transformasi langkah tradisi Silek Tuo Gunuang dan Silek Lanyah terdapat beberapa bentuk gerakan yaitu Lapak Buayo, Tangkok Lua, Tangkok Dalam, Pilin, Loncek Harimau, Guntiang Kapalo dan Guntiang Kaki. Proses transformasi langkah Silek Tuo Gunuang dan silek lanyah memiliki perbedaan. Proses dalam memainkan Silek Tuo Gunuang tidak memiliki aturan yang pasti dalam geraknya, sedangkan pada Silek Lanyah memiliki aturan tetap dalam setiap atraksinya. Selain itu dalam segi tempat atau sasaran pada Silek Tuo Gunuang dan Silek Lanyah berbeda, Silek Tuo Gunuang dilakukan di halaman Surau sedangkan Silek Lanyah di area persawahan yang Lanyah.
Makna Tradisi Mamanggia Bako pada Ritual Kematian di Nagari III Koto Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat Annisa Ulfitri; Suharti Suharti; Mutia Kahanna
Ethnography : Journal of Cultural Anthropology Vol 1, No 1 (2021): January - June 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ethnography.v1i1.2221

Abstract

Penelitian ini membahas tentang makna tradisi mamanggia bako pada ritual kematian di Nagari III Koto Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana prosesi tradisi mamanggia bako dan juga untuk memahami makna yang terdapat dalam tradisi mamanggia bako. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori interpretatif simbolik dalam pemikiran Clifford Greetz dan teori ritus dalam pemikiran Victor Turner. Makna dari tradisi mamanggia bako ini adalah menjaga tali silaturahmi dalam kekerabatan antara bako dengan anak panca sekaligus untuk memperjelas garis keturunan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun temuan dalam penelitian ini adalah ketika seseorang meninggal maka yang wajib diberitahu atau dipanggil adalah keluarga dari pihak ayah atau yang disebut dengan bako. Dalam tradisi mamanggia bako ini ada tiga tahapan ritual yaitu memberitahukan kepada bako atas meninggalnya anak panca mereka. Yang kedua merundingkan tempat pemakaman, pada tahap ini bako wajib menawarkan tanah mereka untuk tempat pemakaman dan kadarek. Kadarek dilakukan pada pagi hari bersamaan dengan manjujuang pariyuak dari rumah bako ketempat keluarga almarhum. Pariyuak tersebut diisi dengan beras, telur, pisang, batiah, dan kue telur
Interaksi Simbolik Tradisi Marosok dalam Transaksi Jual Beli Ternak di Nagari Cubadak Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat Fauziah Maulani; Yurisman Yurisman; Endrizal Endrizal
Ethnography : Journal of Cultural Anthropology Vol 1, No 1 (2021): January - June 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ethnography.v1i1.2223

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Interaksi Simbolik Tradisi Marosok Dalam Transaksi Jual Beli Ternak Di Nagari Cubadak Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Metode ini dipergunakan untuk menjelaskan permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori interaksi simbolik dalam pemikiran Blummer. Adapun penemuan dalam penelitian ini adalah adanya keunikan dalam transaksi jual beli hewan ternak yang dilakukan didalam kain.Tradisi ini dilakukan oleh pedagang ternak, pembeli, dan calo dengan menggunakan simbol- simbol yang terdapat pada jari-jari yang ditutupi oleh kain sarung, topi, handuk kecil dan baju. Tradisi ini sudah ada sejak dahulunya dan masih dipertahankan sampai saat ini. Dalam jual beli hewan ternak seorang penjual dan pembeli memasukan tangan kedalam kain dan disanalah tawar menawar dalam pembelian terjadi. Kelima jari-jari tersebut merupakan simbol harga yang terdapat dalam tradisi ini dan memiliki makna yang berbeda. Makna yang terkandung didalam tradisi marosok yaitu adanya rasa saling menghargai satu sama lain, rasa toleransi dan solidaritas antar sesama. Marosok ini harus dipertahankan karena merupakan warisan budaya leluhur yang harus dilestarikan. Dengan keunikan dan nilai budaya yang terdapat tradisi marosok ini banyak orang-orang tertarik ingin mengetahui dan mempelajari tradisi ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 5