cover
Contact Name
Edisah Putra Nainggolan
Contact Email
edisahputra@umsu.ac.id
Phone
+6282165975455
Journal Mail Official
tutwurihandayanikip@gmail.com
Editorial Address
Perum Taman Karyajaya Indah Blok C15 Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 2830232X     DOI : https://doi.org/10.59086/jkip
Core Subject : Education,
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan is a journal that contains articles on research results in the field of teacher training and education. Articles published in Tut Wuri Handayani have gone through a peer-review process, to maintain the best quality of articles in scientific development in the field of teacher training and education. Tut Wuri Handayani published 4 times a year March, June, September, December. Tut Wuri Handayani Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan accepts manuscripts in the field of research which are included in the scientific field: Instructional Media, Instructional Models, Learning Approach, Instructional Strategies, Instructional Methods, Teaching Techniques, Teaching Tactics, and Early childhood education, Adult education, Mathematics and science education, Guidance and counseling education, Educational technology, Character education, Special needs education, Global issues in education, Technical and vocational education, Language education, Social science education, Educational management, Sports science and physical education, Other areas in education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2025): Juni 2025" : 9 Documents clear
Peran Perencanaan Pembelajaran dalam Meningkatkan Kemampuan Guru Mengelola Kelas pada Pembelajaran IPS Kurniasari, Dwiga; Puspitasari, Shinta; Fitria, Siska Sukma Ayu Liatul; Firdaussiyah, Azahratul; Sihombing, Yosepa Juliana; Astuti, Dwi Puji
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v4i2.740

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perencanaan pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola kelas pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di tingkat SMP. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus kontekstual di SMP Negeri 41 Semarang, yang merepresentasikan keberagaman karakteristik peserta didik dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru IPS, dan perwakilan siswa. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran dipahami sebagai panduan utama yang mendukung efektivitas proses belajar mengajar, meningkatkan kesiapan mengajar guru, serta membantu guru beradaptasi terhadap dinamika kelas. Selain itu, dukungan institusi melalui supervisi berkala, pelatihan internal, dan forum MGMP turut memperkuat pelaksanaan perencanaan di sekolah. Disarankan untuk guru dalam penelitian selanjutnya untuk terus mengembangkan keterampilan reflektif dan adaptif dalam menyusun serta menerapkan perencanaan pembelajaran, termasuk dalam memanfaatkan media digital dan strategi yang inovatif.   This study aims to analyze the role of lesson planning in enhancing teachers’ ability to manage classrooms in Social Studies (IPS) instruction at the junior high school level. The novelty of this research lies in its contextual focus at SMP Negeri 41 Semarang, which represents the diversity of student characteristics in the implementation of the Independent Curriculum (Kurikulum Merdeka). This study employs a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews and documentation. The informants in this study consist of the vice principal for curriculum affairs, a Social Studies teacher, and a student representative. Data analysis follows the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that lesson planning is understood as a primary guide that supports the effectiveness of the teaching and learning process, enhances teachers’ instructional preparedness, and assists them in adapting to classroom dynamics. In addition, institutional support through regular supervision, internal training, and participation in teacher working groups (MGMP) reinforces the implementation of lesson planning at school. It is recommended for teachers in further research to continue to develop reflective and adaptive skills in compiling and implementing learning plans, including in utilizing digital media and innovative strategies
Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Nilai: Telaah Teoretis Rahmatan lil ‘Alamin dalam Pendidikan Tinggi Setiawan, Rahmadi Agus
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v4i2.767

Abstract

Agama Islam (PAI) berbasis nilai rahmatan lil ‘alamin sebagai respons terhadap tantangan globalisasi, krisis identitas, disintegrasi ilmu, serta radikalisme keagamaan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur, penelitian ini menelaah berbagai sumber akademik dan kebijakan pendidikan Islam terkait pengembangan kurikulum berbasis nilai, integrasi keilmuan, serta konsep rahmatan lil ‘alamin dalam pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum PAI saat ini masih didominasi oleh pendekatan tekstual-normatif yang kurang kontekstual dan tidak sepenuhnya mampu menjawab persoalan sosial-kemanusiaan kontemporer. Nilai rahmatan lil ‘alamin, jika dijadikan paradigma kurikulum, menawarkan pendekatan yang holistik, integratif, dan adaptif. Nilai ini mencakup dimensi spiritual, sosial, ekologis, dan epistemologis yang relevan untuk membentuk lulusan yang moderat, berakhlak, serta mampu berkontribusi dalam masyarakat global. Artikel ini menawarkan model kurikulum PAI berbasis nilai yang mengintegrasikan antara konten ajar, strategi pembelajaran, peran pendidik, dan kebijakan kelembagaan. Implikasi dari model ini berlaku tidak hanya bagi pendidikan tinggi Islam, tetapi juga pendidikan tinggi secara umum, yang memerlukan kurikulum berbasis nilai untuk membangun karakter mahasiswa secara utuh. Dengan demikian, artikel ini memberikan kontribusi konseptual dalam pengembangan kurikulum PAI yang relevan, kontekstual, dan transformatif di era global. This article explores the urgency of developing a value-based Islamic Religious Education (PAI) curriculum grounded in the concept of rahmatan lil ‘alamin (a mercy to all creation). The aim is to construct a holistic and contextually relevant curriculum model that addresses contemporary global challenges such as identity crises, epistemological disintegration, and religious extremism. This study employs a qualitative, conceptual approach based on a comprehensive review of literature. Sources include academic journals, books, curriculum policy documents, and recent research on value-based curriculum development, the integration of knowledge, and the educational application of rahmatan lil ‘alamin principles. The study reveals that current PAI curricula tend to emphasize normative-textual approaches, often lacking contextual relevance and failing to respond effectively to humanitarian, ecological, and social issues. By contrast, positioning rahmatan lil ‘alamin as a curriculum paradigm enables the integration of spiritual, ethical, and scientific dimensions—resulting in a more adaptive, inclusive, and transformative educational model. The proposed curriculum model contributes to the development of students’ character, social responsibility, and interdisciplinary competence. It is applicable not only within Islamic higher education institutions but also within broader higher education settings seeking to cultivate ethical, globally minded graduates through value-oriented pedagogy and institutional policy. This article offers a novel theoretical contribution by reconstructing Islamic education through the paradigm of rahmatan lil ‘alamin. It proposes a systematic framework that redefines the orientation of Islamic Religious Education toward values-based, integrative, and socially responsive learning in the global era.  
Penerapan Pendidikan Karakter Dalam kurikulum Merdeka Belajar Di SMA Negeri 1 Biluhu Tuma, Hamzah M.; Yunus, Rasid; Wantu, Asmun
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v4i2.776

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan karakter dalam Kurikulum Merdeka Belajar di SMAN 1 Biluhu. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan informan kunci yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru bimbingan dan konseling, serta guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter seperti religiusitas, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan toleransi telah diintegrasikan ke dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, serta Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) berbasis proyek. Guru berperan sebagai fasilitator dan teladan dalam membimbing siswa melalui pembelajaran yang aktif dan kontekstual. Namun demikian, masih terdapat beberapa tantangan, seperti rendahnya kesadaran siswa akan pentingnya karakter, penggunaan bahasa yang tidak pantas, serta pengaruh negatif dari luar. Untuk mengatasi permasalahan ini, sekolah terus mendorong kebiasaan positif, meningkatkan peran guru, dan memperkuat kolaborasi dengan orang tua siswa.
Pelaksanaan Rekrutmen Dalam Pemberdayaan Alumni di Sekolah Menengah Kejuruan Swasta Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan Hakim, Lukman; Dwi Aprianto, Mohammad Andri; Masrurah, Waqiatul
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v4i2.778

Abstract

Sumber daya manusia yang menjadi pemeran utama dalam memobilisasi semua kegiatan organisasi penting sekali untuk dijaga dan dirawat sebaik mungkin agar dapat memberikan kontribusi yang maksimal dalam upaya pencapaian tujuan organisasi. Pelaksanan rekrutmen yang baik dan terstruktur menjadi tahapan penting dalam upaya mendapatkan SDM yang berkualitas. Selain itu, pemberdayaan alumni juga menjadi langkah yang positif dalam upaya pemanfaatan potensi alumni untuk diadopsi ke dalam lembaga pendidikan, karena secara emosional sejatinya mereka memiliki rasa loyalitas dan dedikasi tinggi terhadap lembaga tersebut. Penelitian ini mengguakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antusias alumni untuk berperan menjadi bagian dari sekolah, rata-rata sekitar 98% para guru yang ada di SMKS Mambaul Ulum Bata-Bata merupakan alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata. Upaya rekrutmen dilakukan dengan memanfaatkan organisasi sekolah yang berada dibawah naungan pondok pesantren yaitu Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) dan Ikatan Alumni Pondok Pesantren Bata-Bata (IKABA) Human resources who play the main role in mobilizing all organizational activities are very important to be maintained and cared for as well as possible so that they can provide maximum contribution in efforts to achieve organizational goals. The implementation of good and structured recruitment is an important stage in efforts to obtain quality human resources. In addition, alumni empowerment is also a positive step in efforts to utilize the potential of alumni to be adopted into educational institutions, because emotionally they actually have a high sense of loyalty and dedication to the institution. This study uses a qualitative method with a case study research type. The results of the study showed that the enthusiasm of alumni to play a role as part of the school, on average around 98% of the teachers at SMKS Mambaul Ulum Bata-Bata are alumni of the Mambaul Ulum Bata-Bata Islamic Boarding School. Recruitment efforts were carried out by utilizing school organizations under the auspices of the Islamic boarding school, namely the Bata-Bata Student Association (IMABA) and the Bata-Bata Islamic Boarding School Alumni Association (IKABA)  
Efektivitas Penegakan Aturan Tata Tertib Sekolah SMP Negeri 2 Telaga Kabupaten Gorontalo Horop, Dzulfajar Y; Ngiu, Zulaecha; Wantu, Asmun
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v4i2.844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penegakan aturan tata tertib sekolah di SMP Negeri 2 Telaga, Kabupaten Gorontalo. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap guru, kepala sekolah, serta siswa yang terlibat dalam kegiatan belajar mengajar. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan aturan tata tertib di SMP Negeri 2 Telaga belum sepenuhnya efektif. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti kurangnya kesadaran siswa terhadap pentingnya tata tertib, lemahnya perhatian orang tua terhadap pendidikan karakter anak, serta adanya pengaruh negatif dari lingkungan pergaulan dan media sosial. Selain itu, pendekatan yang digunakan guru dalam menegakkan disiplin masih bersifat konvensional dan kurang inovatif, sehingga tidak menarik perhatian siswa untuk mematuhi aturan yang ada.   This study aims to determine the effectiveness of enforcing school discipline rules at SMP Negeri 2 Telaga, Gorontalo Regency. This study uses a qualitative approach with a descriptive method, where data collection techniques are carried out through observation, in-depth interviews, and documentation of teachers, principals, and students involved in teaching and learning activities. The results of the study indicate that the enforcement of discipline rules at SMP Negeri 2 Telaga is not yet fully effective. This is caused by several factors such as the lack of student awareness of the importance of discipline, the weak attention of parents to children's character education, and the negative influence of the social environment and social media. In addition, the approach used by teachers in enforcing discipline is still conventional and less innovative, so it does not attract students' attention to obey the existing rules.
Dampak Pergaulan Terhadap Perilaku Menyimpang Siswa Di Sekolah SMP Negeri 2 Bokat Kabupaten Buol Klaudia I. Marhum, Novia; Djaafar, Lucyane; Wantu, Asmun; Mozin, Nopiana; Nggilu, Ariyanto
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v4i2.908

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh perilaku menyimpang siswa yang dipicu oleh pola pergaulan dan lingkungan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Pergaulan yang kurang tepat saat ini berpengaruh terhadap perkembangan pribadi siswa. perilaku menyimpang siswa yang dipicu oleh pola pergaulan dan lingkungan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Pergaulan yang kurang tepat saat ini berpengaruh terhadap perkembangan pribadi siswa. Tujuan dari penelitian ini guna mengetahui dan menganalisis bagaimana dampak pergaulan terhadap perilaku menyimpang siswa di sekolah SMP Negeri 2 bokat serta bentuk upaya yang telah dilakukan pihak sekolah dalam mengatasi perilaku menyimpang siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena bertujuan untuk mengetahui dampak pergaulan terhadap perilaku menyimpang siswa di SMP Negeri 2 Bokat. Sumber data dalam penelitian ini yaitu hasil wawancara yang akan dilaksanakan oleh peneliti terhadap Informan atau Narasumber dari Sekolah SMP Negeri 2 Bokat. Berdasarkan Hasil penelitian ditemukan bahwa pergaulan memberikan dampak terhadap perilaku menyimpang siswa di SMP Negeri 2 Bokat. Sebagaimana ditemukan bahwa banyak siswa yang melakukan perilaku menyimpang disekolah sebagian besar adalah akibat dari pergaulan yang mereka jalani, baik dirumah ataupun pada lingkungan masyarakat. Kondisi siswa di SMP Negeri 2 Bokat kerap kali melakukan pembulian, bolos dan kenakalan hingga ada yang merusak fasilitas sekolah. Hal ini sebagian besar diakibatkan oleh apa yang mereka dapatkan dari pergaulan mereka. Dalam hal upaya yang telah dilaksanakan oleh pihak sekolah dalam mengtasi perilaku menyimpang siswa, di SMP Negeri 2 Bokat, ditemukan bahwa upaya yang telah dilaksanakan oleh pihak sekolah meliputi beberapa upaya pelaksnaannya, diantaranya melalui tata tertib, proses pembelajaran dikelas dan juga komunikasi dengan pihak orang tua dan pemberian sanksi sebagai efek jera kepada siswa.   The background of this research is deviant behavior of students triggered by social patterns and the environment of students in everyday life. Inappropriate social interactions currently affect students' personal development. Deviant behavior of students triggered by social patterns and the environment of students in everyday life. Inappropriate social interactions currently affect students' personal development. The purpose of this study is to determine and analyze the impact of social interactions on deviant behavior of students at SMP Negeri 2 Bokat and the forms of efforts that have been made by the school in overcoming deviant behavior of students. This study uses a qualitative approach because it aims to determine the impact of social interactions on deviant behavior of students at SMP Negeri 2 Bokat. The data source in this study is the results of interviews that will be conducted by researchers with Informants or Resource Persons from SMP Negeri 2 Bokat. Based on the results of the study, it was found that socializing has an impact on deviant behavior of students at SMP Negeri 2 Bokat. As found that many students who engage in deviant behavior at school are mostly the result of the socializing they do, both at home and in the community. The condition of students at SMP Negeri 2 Bokat often bullies, skips school and misbehaves to the point that some damage school facilities. This is mostly caused by what they get from their socializing. In terms of efforts that have been implemented by the school in overcoming deviant behavior of students, at SMP Negeri 2 Bokat, it was found that the efforts that have been implemented by the school include several implementation efforts, including through regulations, learning processes in class and also communication with parents and giving sanctions as a deterrent effect to students.  
Inovasi Pembelajaran Agama Islam: Pendekatan Diferensiasi untuk Anak Berkebutuhan Khusus Irmayanti, Irmayanti
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v4i2.1008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan diferensiasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Pendekatan diferensiasi merupakan strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan, gaya belajar, dan kemampuan individual siswa. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di tiga sekolah inklusi di Makassar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendekatan diferensiasi dalam pembelajaran PAI untuk ABK memerlukan modifikasi kurikulum, penggunaan media pembelajaran adaptif, dan strategi penilaian yang fleksibel. Temuan utama menunjukkan peningkatan motivasi belajar ABK sebesar 78%, pemahaman materi PAI meningkat 65%, dan partisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan meningkat 82%. Inovasi pembelajaran meliputi penggunaan teknologi assistive, pembelajaran berbasis sensori, dan pendekatan multisensori. Kesimpulan penelitian menekankan pentingnya pelatihan guru PAI dalam memahami karakteristik ABK dan penerapan strategi diferensiasi yang efektif untuk menciptakan pembelajaran PAI yang inklusif dan bermakna.
Urgensi Reformasi Peradilan Militer dalam Penanganan Tindak Pidana Terorisme oleh Aparat: Perspektif Integrasi Sistem Peradilan Pidana Yasmirah Mandasari Saragih; Lasma Sinambela; Fairuz Ula, Rifqi; Muhamad ilham; Maisyan Rizaldi Mendrofa, Kevin
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v4i2.911

Abstract

Keterlibatan oknum aparat militer dalam tindak pidana terorisme menimbulkan permasalahan serius dalam sistem peradilan pidana di Indonesia. Dualisme yurisdiksi antara peradilan umum dan peradilan militer menyebabkan ketidaktertiban hukum, khususnya dalam menangani kejahatan luar biasa yang memerlukan transparansi dan akuntabilitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kewenangan peradilan militer dalam menangani tindak pidana terorisme oleh prajurit TNI, serta mengevaluasi urgensi reformasi sistem hukum melalui pendekatan integratif sistem peradilan pidana. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan analisis kualitatif. Data diperoleh melalui studi pustaka terhadap peraturan perundang-undangan, putusan Mahkamah Konstitusi, literatur hukum, dan dokumen relevan lainnya. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif-analitis untuk mengkaji kesenjangan normatif serta implikasinya terhadap prinsip equality before the law. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yurisdiksi peradilan militer atas tindak pidana terorisme tidak sesuai dengan prinsip negara hukum dan hak asasi manusia. Peradilan militer yang tertutup dan minim akuntabilitas berpotensi menciptakan impunitas. Penelitian ini merekomendasikan model reformasi terbatas yang membatasi yurisdiksi militer hanya pada pelanggaran kedinasan, serta mendorong integrasi sistem peradilan pidana nasional untuk menjamin keadilan substantif. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam wacana reformasi hukum pidana dan sistem peradilan di Indonesia, khususnya dalam memperkuat supremasi hukum dalam penanganan kejahatan luar biasa oleh aparat negara. The involvement of military personnel in acts of terrorism has caused serious problems in the criminal justice system in Indonesia. The dualism that occurs between general justice and military justice causes legal disorder, especially in handling extraordinary crimes that require high transparency and accountability. This study aims to analyze the authority of military prosecution in handling acts of terrorism by TNI soldiers, and to trigger the urgency of legal system reform through an integrative approach to the criminal system. This study uses a normative legal approach with qualitative analysis. Data were obtained through a literature review of laws and regulations, Constitutional Court decisions, legal literature, and other relevant documents. The analysis technique used is descriptive-analytical to examine the normative picture and convince it of the principle of equality before the law. The results of the study show that military prosecution for acts of terrorism is not in accordance with the principles of the rule of law and human rights. Closed military justice with minimal accountability has the potential to create impunity. This study provides a limited reform model that limits military restrictions to official violations, and encourages a national criminal integration system to ensure substantive justice. This finding provides an important contribution to the discourse on criminal law reform and the justice system in Indonesia, particularly in strengthening the supremacy of law in handling extraordinary crimes committed by state officials.
Implementasi Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Mahasiswa Calon Guru Sekolah Dasar Kurniawanto, Eko
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v4i2.1072

Abstract

Di era globalisasi, pendidikan karakter menjadi perhatian utama dalam mencetak generasi berkualitas, terutama bagi calon guru sekolah dasar yang bertanggung jawab atas perkembangan siswa. Namun, Pendidikan Agama Islam (PAI) sering belum sepenuhnya diintegrasikan dalam pembentukan karakter calon guru. Penelitian ini bertujuan mengungkap implementasi PAI dalam membentuk karakter mahasiswa calon guru sekolah dasar serta kontribusinya bagi pendidikan karakter. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis literatur relevan terkait pendidikan agama dan pengembangan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAI berperan signifikan dalam menanamkan nilai moral dan etika, memperkuat karakter mahasiswa, mendorong sikap tanggung jawab, dan mempersiapkan mereka sebagai teladan bagi siswa. Implikasi praktis penelitian ini menegaskan bahwa integrasi PAI dalam kurikulum pendidikan guru penting untuk membentuk identitas moral sekaligus memberikan pemahaman akademis. Penelitian ini diharapkan berkontribusi pada pengembangan metode pembelajaran holistik di perguruan tinggi dan menjadi rujukan bagi penelitian selanjutnya.   In the globalization era, character education is a key concern in preparing quality generations, especially for prospective primary school teachers. However, Islamic Religious Education (IRE) is often not fully integrated into teacher character formation. This study aims to examine the implementation of IRE in shaping the character of prospective primary school teachers and its contribution to character education. The method employed is library research, analyzing relevant literature on religious education and character development. Findings show that IRE plays a crucial role in instilling moral and ethical values, strengthening students’ character, fostering responsibility, and preparing them as role models for pupils. The practical implication emphasizes the importance of integrating IRE into teacher education curricula to form moral identity alongside academic competence. This study contributes to developing holistic learning methods in higher education and serves as a reference for future research.  

Page 1 of 1 | Total Record : 9