cover
Contact Name
Made Pradnyawati Chania
Contact Email
pradnyawatichania@gmail.com
Phone
+6281259675190
Journal Mail Official
jurnal.genitri@gmail.com
Editorial Address
Jalan Piranha No.2 Pegok-Sesetan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 29647010     DOI : https://doi.org/10.36049/genitri.v2i2
Core Subject : Health, Social,
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni dan Desember) oleh LPPM Politeknik Kesehatan Kartini Bali. Genitri memuat hasil pengabdian kepada masyarakat. Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu. Jurnal Genitri bertujuan untuk mepublikasikan pemikiran atau gagasan konseptual dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat. Ruang lingkup jurnal ini adalah semua kegiatan pengabdian masyarakat dan aplikasi penelitian tentang isu-isu terkini dalam ilmu-ilmu di bidang Kesehatan: Kesehatan Masyarakat Kesehatan Ibu dan Anak Keperawatan Kesehatan Reproduksi Teknologi informasi kesehatan Terapi Komplemeter Kes lingkungan Gizi
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2023): Desember" : 14 Documents clear
Penyuluhan tentang ASI Eksklusif dengan Penerapan Model Coparenting Asah Asih Asuh Tahun 2023 Gusti Ayu Martha Winingsih; Nyoman Hadiyani
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 2 No 2 (2023): Desember
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36049/genitri.v2i2.192

Abstract

Beberapa kota/kabupaten di provinsi Bali belum mencapai target dalam pemberian ASI Eksklusif yaitu Kabupaten Jembrana (47,6%), dan Kota Denpasar (47,6%). Salah satu solusi untuk meningkatkan pemberian ASI Eksklusif adalah dengan penyuluhan atau pendekatan atau dengan istilah coparenting yaitu kerjasama antara ibu dan keluarga lainnya dengan memberikan support atau dukungan kepada ibu. Tujuan dari penelitian adalah untuk memberikan penyuluhan kepada ibu mengenai mode coparenting Asah Asih dan Asuh yang dapat meningkatkan pemberian ASI Eksklusif. Penelitian ini menggunakan cross sectional dan telah dilakukan pada bulan September – November 2023 di PMB Bdn. Luh Ayu Koriawati., S.Tr.Keb dengan jumlah sample 30 responden. Analisis Data menggunakan independent sample T-Test untuk perbedaan gambaran pengetahuan terhadap ASI Eksklusif dan Model Coparenting sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Hasil uji menunjukan bahwa terdapat peningkatan nilai skor pengetahuan, pre test yaitu 73,33 dibandingkan dengan, post test yaitu 80,67. dengan P value = 0,022 (lebih kecil dari 0,05). Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan model coparenting berbasis kebudayaan Bali dapat menjadi program untuk meningkatkan perilaku pemberian ASI eksklusif dengan pendampingan keluarga (suami)
Edukasi Manfaat Yoga Prenatal dalam Mengurangi Ketidaknyamaman pada Ibu Hamil Trimester III di TPMB Wilayah Kerja Puskesmas IV Denpasar Selatan Maria Gabriela Yuniati; A.A.Santi Dewi; Novita Diana Pe
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 2 No 2 (2023): Desember
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36049/genitri.v2i2.194

Abstract

Ketidaknyamanan seringkali dialami oleh Ibu hamil. Hal ini terjadi karena adanya perubahan dalam tubuh Ibu hamil. Ketidaknyamanan dapat dikurangi salah satunya dengan yoga prenatal. Pengetahuan ibu hamil terkait manfaat yoga prenatal masih kurang. Hal ini ditemukan di wilayah Puskesmas IV Denpasar Selatan. Peran Bidan dibutuhkan untuk memberikan informasi dan edukasi terkait manfaat yoga prenatal. Kegiatan ini dilaksanakan di TPMB wilayah kerja puskesmas IV Denpasar Selatan dengan menggunakan media poster. Sasaran dalam pengabdian Masyarakat ini adalah Ibu hamil. Kegiatan berjalan dengan baik dan lancar. Beberapa Ibu hamil antusias dan berkeinginan untuk mengikuti kelas yoga prenatal setelah mendapatkan informasi terkait manfaat yoga prenatal. Bidan di TPMB yang dijadikan tempat untuk pengabdian menyampaikan akan mengarahkan klien Ibu hamil untuk mengikuti kelas yoga prenatal secara bersama-sama dengan fasilitator atau instruktur yoga prenatal.
Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Perilaku Seksual Beresiko Ni Made Merlin; Siti Sakinah; Irlin Falde Riti; Theodehild M.T Dee
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 2 No 2 (2023): Desember
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36049/genitri.v2i2.199

Abstract

Masa remaja merupakan masa dimana seorang remaja cenderung mencoba hal baru yang belum pernah dialaminya dan dapat beresiko besar terhadap dirinya. Kesehatan reproduksi di usia remaja merupakan salah satu isu penting yang sedang dihadapi. Masalah kesehatan reproduksi yang terjadi pada remaja dan membutuhkan perhatian khusus adalah perilaku seksual beresiko pada remaja. Berbagai dampak dapat timbul akibat perilaku seksual yang dilakukan oleh remaja seperti dampak psikologis, fisiologis, sosial dan fisik. Oleh karena itu, perlu adanya pencegahan sedini mungkin dengan cara meningkatkan pengetahuan remaja tentang perilaku seksual beresiko. Pendidikan kesehatan dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang perilaku seksual beresiko dan dampaknya. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pendidikan kesehatan ini dilaksanakan di Gedung Gereja GMIT Elim Oeltua, Kabupaten Kupang dengan dihadiri 50 remaja. Pemberian materi dilakukan dengan ceramah menggunakan media power point, diskusi dan tanya jawab. Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar remaja memahami materi yang telah disampaikan.
Penyuluhan Kepada Masyarakat (PKM) yang Bertujuan untuk Menekan Angka Pertumbuhan dan Penyebaran Filariasis dalam Upaya Pencegahan Penyakit Filariasis di Asrama STIkes Faathir Husada Novriandi Aldi Taneo; Antonius Rino Vanchapo
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 2 No 2 (2023): Desember
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36049/genitri.v2i2.200

Abstract

Filariasis bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan yang tepat dapat menimbulkan cacatmenetap. Dalam kasus ini Vektor utama Wuchereria bacrofti adalah nyamuk Culex, Anopheles dan Aedes. gejala yang dapat timbul akibat penyakit filariasis lebih nyata pada laki-laki, karena pekerjaan fisik yang lebih berat. Di Asia Tenggara, indonesia menjadi sala satu jadi 11 negara yang endemis filariasis terdapat 11 Negara yang endemis filariasis. (Departemen kesehatan 2009 ) Filariasis diindonesia pertama kali di laporkan oleh Haga dan Van Eecke pada tahun 1889 di jakarta yaitu dengan di temukannya penderita fiariasis skrotum. Kasus klinis yang dilaporkan cenderung meningkat dari tahun ketahun disebabkan banyaknya kasus yang ditemukan seiring dengan kabupaten/ kota yang melaksanakan pendataan sasaran sebelum pemberian obat pencegahan masal ( POPM) filariasisdari tahun 2014-2022 kumulaqtif kasus filariasis kronis yang cacat yang paling tertinggidi nusa tenggara timur. Indonsia dapat memutus mata ranta penyebaran penyakit filariasis dengan Memutuskan mata rantaii filariasis dengan pemberian obat pencegahan masal di daerah endemis sekali setahun selama 5 tahun bertut-turut dan Mencegah dan membatasi kecacatan dengn penatalaksanaan kasus filariasis mandiri ( Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, 2019. Penyebaran parasit menggunakan vektor nyamuk sebagai inangnya Perantara dan manusia atau monyet dan anjing sebagai inang Final. Saat nyamuk menghisap darah manusia/hewan di mana selubung terlepas dan kemudian menembus dinding perut Nyamuk yang membawa mikrofilaria bermigrasi ke perut nyamuk dan pada otot atau jaringan lemak di area dada. Pencegahan Filariasis dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk infektif dan memberantas risiko yang berhubungan dengan kejadian Filariasis misalnya yang berasal dari lingkungan dan perubahan perilaku masyarakat serta dapat mempertahankan dan mengembangkan kearifan lokal. Mengidentifikasi vektor dengan mendeteksi adanya larva infektif dalam nyamuk dengan menggunakan umpan manusia. Untuk pengobatan, Obat yang digunakan adalah DEC (diethylcarbamazine citrate) merupakan obat utama pada kedua perlakuan tersebut kerumunan atau individu. DEC membunuh mikrofilaria dan untuk cacing dewasa.

Page 2 of 2 | Total Record : 14