Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Relationship of Self Efficacy and Family Support with Compliance Undergoing Therapy for Hypertension Patients in the Work Area of Baumata Publik Health Center Siti Sakinah; Juandri Seprianto Tusi; Sance Yanidas Metkono
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal eduHealth, Periode Januari-Maret, 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.154 KB)

Abstract

Hypertension is a blood pressure disease in which an individual's blood pressure is above normal values, a condition in which blood vessels are persistently pressurized. The purpose of this research was to analyze the relationship of self efficacy and family support with compliance undergoing therapy for hypertension patients in the work area of Baumata Publik Health Center. This research design uses descriptive analytics with a cross sectional approach. The research was conducted on 173 respondents. The results showed that there was a relationship between self-efficacy and compliance to therapy in patients with hypertension, as evidenced by the results of the Chi-square test, a p-value of 0.003 <0.05. As well as a relationship between family support and compliance to therapy in patients with hypertension, it was proven by the results. Chi-square test obtained p-value 0.000 <0.05. Conclusion: Based on the results of the research, it shows that there is a relationship of self efficacy and family support with compliance undergoing therapy for hypertension patients.
Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Perilaku Seksual Beresiko Ni Made Merlin; Siti Sakinah; Irlin Falde Riti; Theodehild M.T Dee
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 2 No 2 (2023): Desember
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36049/genitri.v2i2.199

Abstract

Masa remaja merupakan masa dimana seorang remaja cenderung mencoba hal baru yang belum pernah dialaminya dan dapat beresiko besar terhadap dirinya. Kesehatan reproduksi di usia remaja merupakan salah satu isu penting yang sedang dihadapi. Masalah kesehatan reproduksi yang terjadi pada remaja dan membutuhkan perhatian khusus adalah perilaku seksual beresiko pada remaja. Berbagai dampak dapat timbul akibat perilaku seksual yang dilakukan oleh remaja seperti dampak psikologis, fisiologis, sosial dan fisik. Oleh karena itu, perlu adanya pencegahan sedini mungkin dengan cara meningkatkan pengetahuan remaja tentang perilaku seksual beresiko. Pendidikan kesehatan dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang perilaku seksual beresiko dan dampaknya. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pendidikan kesehatan ini dilaksanakan di Gedung Gereja GMIT Elim Oeltua, Kabupaten Kupang dengan dihadiri 50 remaja. Pemberian materi dilakukan dengan ceramah menggunakan media power point, diskusi dan tanya jawab. Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar remaja memahami materi yang telah disampaikan.
Strategi Promosi Kesehatan untuk Pencegahan Tuberkulosis Di Desa Berare Nur Arifatus Sholihah; Asri Reni Handayani; Asih Prasetyowati; Roro Kushartanti; Siti Sakinah
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 4 No 2 (2026): Februari - Mei
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v4i2.1323

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada wilayah pedesaan dengan keterbatasan akses informasi kesehatan. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai gejala, penularan, dan pencegahan TBC di Desa Berare menjadi dasar pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kegiatan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait deteksi dini serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan TBC. Sasaran kegiatan sebanyak 45 masyarakat usia 20–60 tahun yang dipilih berdasarkan hasil observasi awal terhadap kebutuhan edukasi kesehatan masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan pembagian leaflet edukatif. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta serta observasi partisipasi selama kegiatan berlangsung. Hasil menunjukkan rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat dari 52,4 pada pre-test menjadi 82,6 pada post-test atau meningkat sebesar 57,6%. Selain itu, 90% peserta menunjukkan komitmen menjaga ventilasi rumah, 85% menerapkan etika batuk, dan 70% bersedia memanfaatkan layanan kesehatan apabila mengalami gejala TBC. Pendekatan partisipatif berbasis diskusi kelompok menjadi nilai tambah kegiatan karena mampu meningkatkan keterlibatan aktif masyarakat dan menyesuaikan materi edukasi dengan kondisi lokal. Kegiatan ini menunjukkan bahwa promosi kesehatan berbasis komunitas efektif mendukung upaya pencegahan TBC dan dapat menjadi model edukasi kesehatan masyarakat di wilayah pedesaan.
Dukungan Keluarga Pada Pasien Diabetes Mellitus Dalam Upaya Pencegahan Ulkus Diabetikum Theodehild M. Theresia Dee; Flavianus Riantiarno; Siti Sakinah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 5 (2026): Volume 6 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i5.22913

Abstract

ABSTRACT Every patient with diabetes mellitus is at risk of developing diabetic ulcers, a chronic complication resulting from uncontrolled blood glucose levels. Preventive efforts can be achieved through effective self-care management, including blood glucose control, foot care, and regular foot exercises. Family support plays a crucial role in assisting patients with diabetes mellitus to carry out self-care activities, particularly in preventing diabetic ulcers. This study aimed to identify the level of family support among diabetes mellitus patients in efforts to prevent diabetic ulcers in Kupang City. This quantitative descriptive study employed a purposive sampling technique involving 100 diabetes mellitus patients as respondents. Data were collected using a family support questionnaire and analyzed using univariate analysis. The results showed that 47% of patients received moderate family support, 30% received low family support, and only a small proportion received high family support in preventing diabetic ulcers. It can be concluded that nearly half of diabetes mellitus patients in Kupang City receive moderate and low levels of family support. These findings highlight the need to strengthen family involvement in patient care, particularly in preventive measures against diabetic ulcers, through the development of family-based intervention programs. Keywords: Diabetic Foot Ulcer, Prevention, Family Support.  ABSTRAK Tiap pasien diabetes mellitus beresiko mengalami ulkus diabetikum. Dalam upaya pencegahannya, pasien diabetes mellitus dapat melakukan manajemen perawatan diri dalam mengontrol kadar glukosa darah agar tetap terkendali, melakukan perawatan kaki dan senam kaki. Dukungan keluarga merupakan salah satu bagian krusial dalam perawatan pasien diabates mellitus termasuk dalam upaya pencegahan ulkus diabetikum. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dukungan keluarga pasien diabetes mellitus dalam upaya pencegahan ulkus diabetikum pada di Kota Kupang. Desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik sampling purposive sampling. Terdapat 100 pasien diabetes mellitus di Kota Kupang yang menjadi responden dalam penelitian ini. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan keluarga, kemudian data dianalisis dengan analisis univariat. Analisis menunjukkan hampir dari setengahnya pasien diabetes mellitus memiliki dukungan keluarga cukup (47 %) dan dukungan keluarga kurang (30 %), sebagian kecil mendapatkan dukungan keluarga dalam melakukan pencegahan ulkus diabetikum. Dapat disimpulkan hampir setengah dari pasien diabetes mellitus mendapatkan dukungan keluarga yang cukup dan kurang. Temuan ini dapat dijadikan acuan bagaimana mengembagkan intervensi yang melibatkan keluarga secara aktif dalam proses perawatan pasien termasuk dalam upaya pencegahan ulkus diabetikum. Kata Kunci: Ulkus Diabetikum, Pencegahan, Dukungan Keluarga.
PROKES Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Kader dalam Percepatan Penanganan Stunting Stefanus Mendes Kiik; Siti Sakinah; Irlin Falde Riti; Brigita Dina Manek
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23264

Abstract

ABSTRAK Stunting pada waktu masa kanak-kanak memiliki konsekuensi yang mempengaruhi Kesehatan dan pembembangan sumber daya manusia. Selain pertumbuhan fisik yang buruk, stunting mempengaruhi risiko infeksi dan kematian anak-anak, perkembangan kognitif dan motorik, kapasitas belajar dan kinerja di sekolah. Kader berperan penting dalam penanganan dan pencegahan stunting melalui pelayanan Posyandu. Pelayanan imunisasi dan sejenisnya dilakukan melalui Posyandu Desa Manusak yang terbagi menjadi 7 Posyandu. Dusun 1, 2 dan 3 masing-masing memiliki  2 Posyandu sedangkan dusun 4  hanya memiliki 1 posyandu. Tujuan kegiatan adalah: Peningkatan pengetahuan kader, keterampilan kader, dan pelayanan kader. Tujuan lainnya adalah peningkatan kesehatan  anak usia 0-59 bulan sehingga masalah stunting dapat diatasi dan dicegah. Secara spesifik kegiatan-kegiatan yang dilakukan diharapkan meningkatkan pengetahuan kader, keterampilan kader dan pelayanan kader posyandu dalam melakukan promosi dan konseling kesehatan tentang inisiasi menyusu dini (IMD), pemberian kolostrum, ASI eksklusif, makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI), Pemberian makan bayi dan anak (PMBA), konsumsi makanan beragam, bergizi seimbang dan aman berbasis pangan lokal (Kelor/Moringa oleifera dan Umbi-umbian). Penyuluhan tentang PROKES sebagai upaya peningkatan pengetahuan kader dalam percepatan penanganan stunting bertempat di Desa Manusak, kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penyuluhan ini melibatkan 35  kader dari 7 Posyandu. Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan metode Audiovisual yang mengandung unsur suara dan gambar yang dapat dilihat melalui video IMD, ASI- ASI-eksklusif, MP-ASI, kuesioner pre-post, lain-lainPengetahuan kader terhadap meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan pelayanan kader di meja 4 Posyandu tersebut memiliki kenaikan rata-rata sebesar 99,43%. Hal ini menunjukkan bahwa penyajian promosi dan konseling bagi kader agar mampu memberikan promosi dan konseling bagi ibu saat Posyandu. Kata Kunci: Pengetahuan, Stunting.  ABSTRACT Stunting in childhood has consequences that affect health and human resource development. In addition to poor physical growth, stunting affects children's risk of infection and death, cognitive and motor development, learning capacity and performance in school. Cadres play an important role in handling and preventing stunting through Posyandu services. Immunization services and the like are carried out through the Manusak Village Posyandu which is divided into 7 Posyandu. Hamlets 1, 2 and 3 each have 2 Posyandu while Hamlet 4 only has 1 Posyandu. The objectives of the activity are: Increasing cadre knowledge, cadre skills, and cadre services. Another goal is to improve the health of children aged 0-59 months so that stunting problems can be overcome and prevented.Specifically, the activities carried out are expected to increase the knowledge of cadres, cadre skills and services of posyandu cadres in conducting health promotion and counseling about early breastfeeding initiation (IMD), provision of colostrum, exclusive breastfeeding, complementary foods for breast milk (MP-ASI), infant and child feeding (PMBA), consumption of diverse, nutritious, balanced and safe food based on local food (Moringa/Moringa oleifera and tubers). Counseling on PROKES as an effort to increase cadre knowledge in accelerating stunting handling took place in Manusak Village, East Kupang District, Kupang Regency, East Nusa Tenggara Province. This counseling involved 35 cadres from 7 Posyandu. Counseling was carried out using the Audiovisual method which contains elements of sound and images that can be seen through IMD videos, ASI-ASI-exclusive, MP-ASI, pre-post questionnaires, etc. Cadre knowledge on improving knowledge, skills and services of cadres at the 4 Posyandu table has an average increase of 99.43%. This shows that the presentation of promotions and counseling for cadres is to be able to provide promotions and counseling for mothers during the Posyandu. Keywords: Knowledge, Stunting.