cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalcendekia123@gmail.com
Phone
+6282341891541
Journal Mail Official
jhppcendekia@gmail.com
Editorial Address
Jln. Raya Simpang Empat Bypass BIL Labulia, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah, Prov. NTB
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP)
ISSN : 29875196     EISSN : 29875773     DOI : https://doi.org/10.61116/jhpp.v1i4.189
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembangan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober" : 5 Documents clear
Efektivitas Intervensi Psikososial terhadap Resiliensi dan Pemberdayaan Remaja Korban Toxic Relationship Nurul Atikah
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v3i4.828

Abstract

Intervensi psikososial memegang peranan krusial dalam memberdayakan remaja yang terperangkap dalam hubungan toxic, sebuah dinamika yang merusak kesejahteraan emosional dan psikologis mereka. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam pengalaman remaja dalam hubungan tersebut dan mengeksplorasi bagaimana intervensi psikososial memiliki dampak yang signifikan terhadap resiliensi dan pemberdayaan diri. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan seorang siswi kela8 SMP yang memiliki pengalaman langsung dengan hubungan toxic, dilengkapi dengan s studi kepustakaan untuk memperkaya perspektif teoritis. Hasil wawancara menunjukkan bahwa remaja yang terlibat dalam hubungan toxic sering kali mengalami penurunan harga diri, kecemasan, isolasi sosial, dan kesulitan dalam pengambilan keputusan. Intervensi psikososial, yang mencakup konseling individual, dukungan kelompok sebaya, dan edukasi tentang batasan sehat, teridentifikasi sebagai pendekatan efektif untuk meningkatkan kesadaran diri, membangun keterampilan asertif, dan memulihkan resiliensi. Studi ini menyimpulkan bahwa intervensi psikososial tidak hanya membantu remaja mengenali dan keluar dari hubungan yang merusak, tetapi juga membekali mereka dengan strategi koping yang lebih adaptif untuk masa depan, sehingga memutus siklus disfungsi dan mempromosikan hubungan yang lebih sehat.
Krisis Identitas versus Kebingungan Peran: Analisis Integrasi Biopsikososial Remaja Era Digital Muhamad Najib Mustafa; Imtiyaz Karegar; Khusnul Khotimah
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v3i4.829

Abstract

Krisis identitas dan kebingungan peran merupakan tantangan signifikan yang dihadapi remaja dalam proses pembentukan kepribadian. Perkembangan teknologi dan media sosial menciptakan tekanan tambahan terhadap proses integrasi aspek biologis, psikologis, dan sosial yang menjadi dasar pembentukan jati diri. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis integrasi aspek bio-psiko-sosial dalam konteks perkembangan identitas remaja era digital berdasarkan teori perkembangan psikososial Erik Erikson. Dengan menggunakan pendekatan kajian literatur, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana faktor biologis, seperti perubahan hormonal dan perkembangan otak, mempengaruhi perilaku dan emosi remaja. Selain itu, aspek psikologis, termasuk pengalaman masa lalu dan dukungan emosional, serta faktor sosial, seperti interaksi dengan keluarga dan teman, juga dianalisis untuk memahami peran mereka dalam pembentukan identitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa dukungan sosial yang positif dan pemahaman yang baik tentang perubahan biologis dan psikologis dapat membantu remaja era digital mengatasi krisis identitas dan mengurangi kebingungan peran. Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam mendukung perkembangan remaja, serta implikasi bagi orang tua, pendidik, dan profesional kesehatan mental dalam memberikan bimbingan yang tepat selama fase kritis ini. Dengan demikian, artikel ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang dinamika krisis identitas dan kebingungan peran dalam konteks perkembangan remaja.
Prinsip Transparansi dalam Pelayanan Publik: Studi Kasus Nagari Tapakis berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Fatta Ismiyana Sikumbang
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v3i4.830

Abstract

Penelitian ini mengkaji pandangan masyarakat terkait tingkat keterbukaan dalam pelayanan publik di Nagari Tapakis serta kendala yang muncul akibat keterbatasan teknologi. Sesuai dengan ketentuan Pasal 28F UUD 1945 dan Pasal 4 ayat 8 UU No. 25 Tahun 2009, pelayanan publik wajib dijalankan secara transparan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui penelitian lapangan di Nagari Tapakis, hasil menunjukkan bahwa meskipun terdapat regulasi yang mengatur transparansi, pelaksanaannya masih terkendala oleh keterbatasan teknologi, rendahnya kesadaran masyarakat, masalah jaringan komunikasi, serta hambatan dalam penyampaian informasi melalui tokoh masyarakat setempat (wali jorong). Sebagai solusi, disarankan agar informasi disebarluaskan melalui pengumuman di tempat-tempat strategis, sosialisasi lewat wali korong, penyebaran informasi melalui grup WhatsApp dan situs resmi Nagari, serta pelayanan langsung di kantor wali nagari yang didukung oleh aplikasi Ducapil. Selain itu, nilai-nilai dalam Hukum Islam seperti keadilan, kesetaraan, dan kebebasan sangat relevan dengan prinsip transparansi, sehingga penerapan nilai-nilai tersebut dapat memperkuat mutu pelayanan publik di Nagari Tapakis.
Optimalisasi Perjanjian Kinerja dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Administrasi Kependudukan di Tingkat Desa Abel Vincent Sibagariang
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v3i4.831

Abstract

Ombudsman Republik Indonesia merekomendasikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menyusun petunjuk teknis (juknis) perjanjian kinerja yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan administrasi kependudukan dan mencegah maladministrasi dalam proses perekaman serta pencetakan KTP elektronik (e-KTP). Saran ini diberikan karena ditemukan potensi maladministrasi, seperti target kinerja yang hanya menyasar penduduk dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK), belum mengakomodasi masyarakat tanpa NIK, serta belum optimalnya layanan di tingkat desa. Ombudsman menilai perlunya penambahan target khusus bagi masyarakat yang belum memiliki NIK, penyeragaman penghitungan capaian e-KTP, serta peningkatan sarana, prasarana, dan kualitas SDM. Selain itu, diperlukan sosialisasi berkelanjutan dan inovasi layanan, termasuk jemput bola ke daerah dengan akses terbatas. Rekomendasi ini diharapkan dapat memperkuat pencegahan maladministrasi dan mewujudkan pelayanan publik yang inklusif dalam penerbitan e-KTP.
Edukasi Penggunaan Wi-Fi yang Aman dan Efisien di Lingkungan Rumah Stella Putriseptiyani Septeragil
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v3i4.832

Abstract

Kegiatan sosialisasi dan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja Karang Taruna mengenai penggunaan jaringan WiFi secara aman, efisien, dan optimal. Bertempat di Desa Darmakradenan Grumbul, Karang Pucung, kegiatan ini dilakukan melalui pendekatan interaktif dengan diskusi, tanya jawab, dan pembagian materi edukatif. Materi yang disampaikan mencakup pengamanan jaringan dengan sandi yang kuat, penempatan posisi router, pemanfaatan parental control, serta cara mengatasi koneksi lambat. Hasil menunjukkan bahwa peserta memperoleh wawasan baru dan mampu menerapkan beberapa tips dasar dalam mengelola jaringan WiFi di rumah. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat literasi digital di tingkat keluarga dan komunitas.

Page 1 of 1 | Total Record : 5