cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalcendekia123@gmail.com
Phone
+6281917456446
Journal Mail Official
jp3tcendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Simpang 4 By Pass BIL Tandek, Labulia, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah, Prov. NTB
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T)
ISSN : 29874440     EISSN : 29874459     DOI : https://doi.org/10.61116/jp3t.v1i3.248
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 3 (2023): September" : 5 Documents clear
PENERAPAN PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING GUNA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII-F SMP MUHAMMADIYAH 2 YOGYAKARTA SATRIAWAN, RODY; WIBOWO, JANU ARLIN; ABDULLAH; HIRZI, RISTU HAIBAN; WARDI, ZAOTUL
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 1 No. 3 (2023): September
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v1i3.248

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menerapkan pembelajaran model discovery learning guna meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII-F SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model discovery learning tcrbukti dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII.F SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Hal terscbut nampak dari peningkatan yang teridentifikasi pada akhir siklus I. Kondisi awal, siswa yang bermotivasi sangat tinggi hanya dan masih ada bermotivasi cukup. Sedangkan akhir Siklus I terdapat peningkatan yang menunjukan 25,81 % siswa bcrmotivasi sangat tinggi, hanya 6,45% bermotivasi cukup, dan sisanya bermotivasi tinggi. Namun target untuk meningkatkan motivasi Siswa belum tercapai yaİtu 40% siswa bermotivasi sangat tinggi dan 60% tinggi. Hal terscbut disinyalir karena pembelajaran ada siklus I masih kurang memancing siswa unluk aktif. Pada siklus II dilakukan perbaikan proses pembelajaran dengan mcngadakan suatu langkah pembelajaran yang mengharuskan siswa praktikum. Dengan praktikum siswa menjadi lebih aktif, imbasnya adalah kebermaknaan dan pemahaman konsep siswa meningkat. Akhir siklus II menunjukkan hasil yang lebih positif, pcningkatan motivasi siswa melebihi target yang telah dipatok, yaitu 48,39% siswa masuk kategori motivasi tinggi dan siswa bermotivasi tinggi.
PENGGUNAAN ITEM AND TEST ANALYSIS 4.3 DALAM MENGANALISIS BUTIR SOAL ULANGAN HARIAN PADA MATA PELAJARAN PANCASILA AND CIVIC EDUCATION KELAS VIII FAJRIYATI NAHDIYAH, ATIKA CAHYA; CHAIRY, ACH; VOLTA, ARIF SURYA
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 1 No. 3 (2023): September
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v1i3.256

Abstract

Dalam penelitian ini, terdapat beberapa permasalahan yang diidentifikasi, yaitu kurangnya pemahaman dan pengembangan soal oleh sebagian guru, analisis butir soal yang belum sesuai dengan prinsip, mekanisme, serta prosedur penilaian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kualitas soal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SMPN 2 Galur Kulon Progo dari beberapa aspek tertentu. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, termasuk lembar soal penilaian, kunci jawaban soal, dan lembar jawaban siswa. Jumlah siswa yang menjadi subjek penelitian sebanyak 161 siswa. Analisis data dilakukan menggunakan program Item and Analysis versi 4.3. Hasil dari penelitian ini adalah menunjukkan bahwa validitas menggunakan rumus Aiken’s Validity, terdapat 18 butir soal dari 25 soal atau 72% soal dinyatakan validitas sedang atau valid dan 7 butir soal atau 28% soal dinyatakan validitas tinggi. Reliabilitas dari keseluruhan soal tersebut memiliki nilai sebesar 0,947 yaitu reliabilitas sangat tinggi. Indeks daya pembeda butir soal yaitu 72% berkategori baik, 12% berkategori sedang, 8% berkategori baik tetapi perlu direvisi, dan 8% berkategori buruk atau ditolak. Indeks tingkat kesukaran soal yaitu 16% dengan kriteria sukar, 56% dengan kriteria sedang, 24% dengan kriteria mudah dan 4% dengan kriteria soal sangat mudah. Fungsi distractor (pengecoh) dapat diketahui bahwa kualitas butir soal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 28% sangat baik, 44% baik dengan perbaikan, dan 28 % cukup baik dengan perbaikan. Rekomendasi perbaikan dapat dilakukan terutama pada soal-soal yang memiliki kategori sedang, perlu direvisi, atau dikategorikan buruk untuk meningkatkan kualitas keseluruhan instrumen penelitian.
OPTIMALISASI DAN MENGEKSPLORASI KELEBIHAN SERTA KEKURANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DI SD/MI CHAIRY, ACH.; FAJRIYATI NAHDIYAH, ATIKA CAHYA; VOLTA, ARIF SURYA
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 1 No. 3 (2023): September
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v1i3.277

Abstract

Penelitian ini mendalami optimasi pendidikan dasar dengan mengeksplorasi kelebihan dan kekurangan Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI). Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, studi ini bertujuan untuk memahami secara komprehensif keunggulan dan kelemahan penggunaan TIK dalam konteks pendidikan Islam tingkat dasar. Data dikumpulkan melalui analisis literatur. Temuan penelitian mengungkap pertumbuhan pesat dalam pemanfaatan TIK dalam pendidikan Islam dasar, membawa keuntungan signifikan. TIK memberikan akses tak terbatas ke sumber daya pembelajaran Islam melalui internet, platform pembelajaran online, dan aplikasi pendidikan. Selain itu, TIK menunjukkan kemampuannya mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam pembelajaran dengan memanfaatkan perangkat lunak dan aplikasi yang dirancang sesuai dengan prinsip-prinsip agama. Namun, penelitian juga menyoroti beberapa kelemahan, termasuk kesenjangan digital dan kekhawatiran terkait etika dan keamanan. Tidak semua siswa memiliki akses setara ke teknologi, menciptakan disparitas dalam peluang belajar. Risiko terkait privasi siswa, keamanan data, dan penyalahgunaan informasi menjadi tantangan yang perlu diatasi. Penelitian ini menekankan pentingnya keterlibatan aktif orang tua, komunitas lokal, dan pemerintah dalam mendukung implementasi TIK dalam pendidikan dasar. Upaya kolaboratif diharapkan dapat mengatasi kendala akses dan memaksimalkan potensi pembelajaran berbasis TIK. Selain itu, pendekatan seimbang antara inovasi teknologi dan pemahaman mendalam terhadap konteks lokal dan nilai-nilai agama dianggap krusial untuk menjaga relevansi pendidikan Islam di era digital. Dengan merinci kelebihan dan kekurangan TIK, penelitian ini memberikan pemahaman holistik tentang peran teknologi dalam pendidikan Islam di tingkat dasar. Rekomendasi kebijakan dan panduan praktis disusun untuk membimbing langkah-langkah implementasi yang berkelanjutan, dengan harapan meningkatkan inklusivitas dan kualitas pendidikan dasar secara tepat waktu.
MANAJEMEN KINERJA BERBASIS BUDAYA RELIGIUS DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU (STUDI KASUS DI SMK ISLAM TERPADU MADANI KOTA SUKABUMI) WIRABHAKTI, ANDHIKA
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 1 No. 3 (2023): September
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v1i3.278

Abstract

Sejatinya budaya religius yang diterapkan dan dikembangkan di SMK IT Madani, terkait dengan adanya unsur-unsur di dalam akidah yang tidak dapat dipisahkan antara lain Iman, Kalbu, Keyakinan dan Ihsan, budaya tersebut berkembang melalui sebelum kegiatan belajar mengajar, seluruh siswa melaksanakan sholat dhuha, dan setiap hari jumat pagi, seluruh siswa melaksanakan membaca al-qur’an dan tausiyah selama tujuh menit. Selain itu seluruh siswa menjalankan sholat jumat dan sholat dzuhur. Selain melaksanakan program kegiatan tersebut, SMK Islam Terpadu Madani melakukan kegiatan keagamaan yaitu memperingati hari besar Islam. Sedangkan ruang lingkup manajemen dalam meningkatkan profesionalisme kinerja guru berbasis budaya religius yaitu: Manajemen perencanaan, seorang kepala sekolah mengajak guru dapat mengamalkan budaya religius. Manajemen pengorganisasian, kepala sekolah harus melibatkan para bidang kurikulum, kesiswaan, dan sarana/prasarana. Mereka saling bekerjasama untuk membuat konsep semua kegiatan keagamaan supaya berjalan lancar dan terwujud. Sedangkan manajemen bimbingan, melakukan dua hal yaitu pertama pembiasaan dan kedua pemberian keteladanan. Lalu manajemen pengawasan, menggunakan dua langkah antara lain: partisipasi langsung dan memberikan motivasi. Faktor pendukung lainnya kepala sekolah dengan guru menjadi pendukung utama dalam kegiatan tersebut. Sehingga menciptakan nilai-nilai religius Islam di lingkungan sekolah.
ANALISIS PROSES ISLAMISASI DAN PERKEMBANGAN KEILMUAN DI JAWA ERA WALISONGO ABAD XV - XVI M MILAH, NURUL; ABDILLAH, ALI M.
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 1 No. 3 (2023): September
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v1i3.279

Abstract

Pada abad ke XV-XVI M Islam mulai berkembang pesat di Jawa melalui dakwah yang dilakukan oleh Walisongo melalui asimilasi dan sinkretisme Nusantara. Para Walisongo telah merumuskan strategi dakwah yang sistematis, utamanya dalam menyikapi kebudayaan Jawa dan Nusantara yang sudah sangat tua dan mapan. Pola dakwah Walisongo menunjukkan pola dakwah yang kompromistik, memperhatikan gradasi atau tahapan, sekaligus memperkecil kesulitan. Penelitian ini mengkaji tentang proses Islamisasi Pulau Jawa abad XV – XVI Masehi oleh Walisongo dan menganalisis tradisi keilmuan apa saja yang dihasilkan selama proses islamisasi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah atau historis. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif untuk menggambarkan sebab-sebab, kondisi lingkungan, konteks sosio kultural, konstektual, serta unsur-unsur yang menjadi kompoten eksponen dari proses sejarah yang dikaji. Tahapannya terdiri dari heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil dari penelitian ini adalah dakwah yang dilakukan Walisongo memang tidak banyak melahirkan karya tulis maupun kitab yang ditulis oleh para-Wali sebagai bukti adanya tradisi keilmuan Jawa era Walisongo. Hal ini dilatarbelakangi kondisi masyarakat Jawa yang masih sangat awam dan sangat mengakarnya tradisi kepercayaan leluhur oleh masyarakat Jawa itu sendiri. Sehingga bisa ditarik suatu kesimpulan dakwah yang dilakukan oleh Walisongo masih seputar ranah teologi ketauhidan. Kendati demikian, masyarakat Islam era Walisongo juga sudah mengenal beberapa disiplin keilmuan seperti Ilmu Fiqh, Ilmu Tafsir, Ilmu Hadist, Nahwu Saraf yang diajarkan oleh Sunan Giri dan Sunan-Sunan atau para-Wali lainnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5