cover
Contact Name
Dr. Sandra Hermanto, M.Si
Contact Email
hermantokimia@uinjkt.ac.id
Phone
+6285220042401
Journal Mail Official
kimia@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
VALENSI
ISSN : 24606065     EISSN : 25483013     DOI : 10.15408/jkv
Core Subject : Science,
Jurnal Kimia Valensi is a biannual and peer-reviewed open access journal published by Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. This journal covering all aspect of chemistry.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Jurnal Valensi Volume 1, No.3, November 2008" : 8 Documents clear
Analisis Kadar Phosfat dan N-Nitrogen (Amonia, Nitrat, Nitrit) pada Tambak Air Payau akibat Rembesan Lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur Hendrawati Hendrawati; Tri Heru Prihadi; Nuni Nurbani Rohmah
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 1, No.3, November 2008
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.316 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v1i3.223

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar Phosfat dan N-Nitrogen (Amonia, Nitrit, Nitrat)pada tambak air payau akibat rembesan lumpur Lapindo di Sidoarjo. Penentuan lokasi dilakukanpada tambak air payau yang tercemar dan tidak tercemar lumpur panas di Sidoarjo. Lokasitambak berada pada arah utara dan selatan pusat semburan lumpur Lapindo, tepatnyadisepanjang kali Alo dan kali Porong. Pada setiap tambak, diambil 5 sampel air yaitu inlet,outlet dan 3 titik ditengah tambak. Penelitian dilakukan pada bulan Mei - Juni tahun 2007metode yang digunakan mengacu pada SNI (Standar Nasional Indonesia) dengan menggunakanalat Spektrofotometer UV-Vis. Kadar amonia pada tambak yang tercemar lumpur kurang dari 2mg/L dan untuk tambak tidak tercemar kurang dari 3 mg/L. Kadar nitrit pada tambak yangtercemar antara 0- 27,86 mg/L dan untuk tambak tidak tercemar antara 0 – 0,22 mg/L. Kadarnitrat pada areal tambak tercemar 0 – 1,7 mg/L. Untuk tambak tidak tercemar disepanjang kaliPorong memiliki kisaran antara 0 – 0,3 mg/L. Kadar phosfat pada tambak tercemar antara 0,11-0,35 mg/L. Secara umum, kadar phosfat dan n-nitrogen pada tambak tercemar dan tidaktercemar menunjukkan perbedaan yang tidak berarti. Tetapi, dibandingkan dengan PP No.82tahun 2001, kadar amonia dan nitrit masih berada diatas ambang batas.
Profil dan Karakteristik Lemak Hewani (Ayam, Sapi dan Babi) Hasil Analisa FTIR dan GCMS Sandra Hermanto; Anna Muawanah; Rizkina Harahap
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 1, No.3, November 2008
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3137.171 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v1i3.219

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisa profil dan karakteristik beberapa lemak hewani sebagaistudi pendahuluan dalam rangka pengembangan metode analisa kehalalan pangan. Samplingdilakukan terhadap tiga jenis sampel jaringan lemak hewani yang meliputi lemak ayam, lemak sapidan lemak babi. Sampel jaringan lemak ayam dan sapi diperoleh dari pasar tradisional sedangkansampel jaringan lemak babi diperoleh dari Rumah Pemotongan Hewan di daerah Jakarta Timur.Masing-masing sampel jaringan lemak diekstrak dengan pemanasan langsung dan selanjutnyadianalisa sifat fisikokimianya meliputi bobot jenis, indeks bias, titik leleh, bilangan asam, bilanganiod dan bilangan penyabunan. Analisa lebih lanjut dilakukan dengan metode FTIR (FourierTransform Infra red) dan GCMS (Gas Chromatography Mass Spectromtery) untukmengidentifikasi spesifitas masing-masing lemak berdasarkan pola serapan gugus fungsi dankomposisi asam lemaknya. Hasil analisa sifat fisikokimia yang diperoleh menunjukkan bahwa tidakterdapat perbedaan yang cukup signifikan untuk masing-masing sampel lemak kecuali untuk titikleleh, bilangan iod dan bilangan penyabunannya. Hasil analisa FTIR menunjukkan adanyaperbedaan pola serapan yang khas pada daerah 3010, 1110-1095 dan 975-965 cm-1 yangmerepresentasikan tingkat perbedaan komposisi asam lemak pada masing-masing sampel. Hal inidiperkuat dengan hasil analisa GCMS yang membuktikan adanya perbedaan kandungan SFA(saturated fatty acid), MUFA (monounsaturated fatty acid) dan PUFA (polyunsaturated fattyacid) pada ketiga sampel.
Pemanfaatan Lempung Berpilar Untuk Pengelolaan Limbah Radioaktif Thamzil Las; Husen Zamroni
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 1, No.3, November 2008
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.895 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v1i3.224

Abstract

Pemanfaatnan Lempung Berpilar Untuk Pengelolaan Limbah Radioaktif. Lempung berpilar(pillared clay) dapat digunakan tidak hanya untuk material backfill (bahan pengisi) dalam suatusistim penyimpanan limbah radioaktif, tetapi juga sangat diperlukan untuk bahan sorben dalampengolahan limbah radioaktif aktivitas rendah dan sedang. Lempung berpilar dibuat dari bahanbentonit alam yang direaksikan dengan ZrOCl2.8H2O. Identifikasi lempung berpilar diukurdengan spektrometer X-Ray Fluorescence dan kemampuan penyerapan oleh lempung berpilarterhadap radionuklida Cs-137 pada konsentrasi CsCl 0,01M, 0,05M dan 0,1 M menghasilkannilai Kd (koefisien distribusi) berturut-turut sebesar 1619 ml/g, 1133 ml/g dan 800 ml/g.Lempung berpilar mampu menyerap radionuklida Cs-137 dalam limbah aktivitas rendah. Danbila digunakan sebagai material backfill, tidak hanya mampu menahan aliran air tanah, tapi jugamampu menahan lepasnya radionuklida ke lingkungan sehingga terjamin keselamatanpenyimpanan limbah radioaktif
Pemerangkapan Ammonium (NH4 +) dari Urine Dengan Zeolit Pada Berbagai Variasi Konsentrasi Urine La Ode Sumarlin; Salih Muharam; Andhi Vitaria
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 1, No.3, November 2008
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2619.651 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v1i3.220

Abstract

Urine sebagai limbah yang mengandung nitrogen dapat dimanfaatkan sebagai sumber pupuk.Akan tetapi, pada kondisi tertentu dalam air, urea mempunyai ion ammonium yang dapatberubah menjadi nitrit yang bersifat racun atau berubah menjadi ammoniak yang dapatmencemari udara. Untuk mencegah masalah lingkungan tersebut dan efisiensi pupuk makadigunakan zeolit untuk memperlambat dan mencegah perubahan ion ammonium menjadi ionyang bersifat racun. Salah satu sifat zeolit adalah mampu menyerap (adsorpsi) zat organikmaupun zat anorganik dan penukar kation ( ion exchanger) (Dixon, 1989). Ion ammoniummemiliki peluang terbesar untuk terserap dalam zeolit dengan cara penukaran kation. Salah satumetode analisis terhadap daya adsorpsi zeolit adalah metode impregnasi basah, dimana zeolitdirendam dalam berbagai konsentrasi urine 0%(Zo), 5%(Z1), 10%(Z2), 15%(Z3), 20%(Z4) dan25%(Z5). Analisis NH4+dalam filtrate hasil impregnasi zeolit menggunakan spektrofotometerUV/Vis adalah Zo (urine awal) berkisar 72,513 mg/L, Z1 (60,951 mg/L), Z2 (62,191 mg/L), Z3 (69,072 mg/L), Z4 (51,243 mg/L) dan Z5 (58,750 mg/L). Maka didapat kapasitas adsorpsiterbesar adalah pada konsentrasi Z4 yaitu berkisar 21,270 mg/L. Karakterisasi zeolit hasilimpregnasi menggunakan spektrofotometer FTIR terhadap zeolit Zo dan Z4, nampakpuncak/spektra baru pada 1427 cm-1 merupakan ammonium (NH4+) yang terperangkap olehzeolit dalam bentuk garam ammonium.
Uji Sitotoksisitas Ekstrak Ethanol 70 % Herba Ceplukan (Physalis angulata Linn.) Terhadap Sel WiDr Secara In Vitro Ira Djajanegara
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 1, No.3, November 2008
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.143 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v1i3.225

Abstract

Herba ceplukan (Physalis angulata Linn) merupakan salah satu bahan alam yang digunakanmasyarakat untuk pengobatan tradisional sebagai antikanker. Pada penelitian sebelumnya hasilpengujian ekstrak ethanol 70% herba ceplukan (Physalis angulata Linn.) terhadap Artemia salinaLeach (larva udang) dengan metode Brine Shirmp Lethality Test (BSLT) diketahui memiliki sifattoksik dengan nilai LC50 sebesar 39,63 μg/ml. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuanmengetahui efek sitotoksisitas ekstrak ethanol 70% herba ceplukan dengan menentukan kadaryang menyebabkan 50% sel mati (LC50) terhadap sel kanker usus WiDr secara in vitro. Herbaceplukan (Physalis angulata Linn) diekstraksi dengan cara maserasi dengan penyari ethanol 70%.Sel kanker usus WiDr diperlakukan dengan ekstrak ethanol 70% herba ceplukan dengan seri kadaryaitu 1000, 500, 250, 125, 62.5, 31.25, 15.125 dan 7.81 μg/ml selama 24 jam. Sebagai kontrolpositif digunakan doksorubisin dengan seri kadar sebagai berikut: 2; 1; 0.5; 0.25; 0.12; 0.06; 0.03dan 0 .01 μg/ml. Uji sitotoksisitas dilakukan dengan menginkubasi sel kanker usus WiDr dengankepadatan akhir sel 2.104 sel / ml persumuran plat kultur. Uji sitotosisitas ini menggunakanmetode perhitungan langsung dengan bantuan alat haemocytometer. Hasil penelitian menunjukkanbahwa ekstrak ethanol 70% herba ceplukan (Physalis angulata Linn.) mempunyai sitotoksisitassebesar 86,84 ìg/ml terhadap sel kanker usus WiDr yang di atas nilai indikator positif sebagaibahan bersifat sitotoksik yaitu sebesar > 30 ìg/ml. Nilai tersebut juga sangat lebih tinggi biladibandingkan dengan nilai LC50 doksorubisin sebagai pembanding sebesar 0,113 μg/ml.
Karakteristik Beberapa Jenis Antibiotik Berdasarkan Pola Difraksi Sinar-X (XRD) Dan Spektrum FTIR Mirzan T Razzak; Sandra Hermanto; Priyambodo Priyambodo
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 1, No.3, November 2008
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.768 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v1i3.221

Abstract

Telah dilakukan pengukuran karakteristik difraksi sinar-x (XRD) terhadap beberapa jenisantibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami karakteristik difraksi sinar-x suatuantibiotik sebagai upaya untuk identifikasi antibiotik secara cepat. Dalam penelitian ini diamatikarakteristik difraksi sinar-x dari 15 (lima belas) antibiotik yang tersedia di pasaran. SpektrumXRD diukur pada sudut 2 antara 5 – 75 untuk dibandingkan dan dievaluasi mengenai bentukkristalnya. Selanjutnya diukur pula spektrum XRD dari pencampuran antibiotik dengan tepungtapioka. Pengukuran spektrum infrared dengan FTIR juga dilakukan untuk menguji konsistensihasil evaluasi spektrum XRD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amoxicillin dan ampicillinmempunyai struktur kristal yang sama, yaitu orthorombic primitif. Sayangnya baik XRDmaupun FTIR, tidak memberikan nilai kuantitatif pada antibiotik. Oleh sebab itu, perbedaankonsentrasi dengan pencampuran tepung tapioka tidak dapat dideteksi. Walaupun demikian,metode ini terbukti dapat digunakan untuk membedakan komposisi zat penyusun antibiotiksecara cepat dan akurat.
Pemurnian Gliserol Dari Hasil Samping Pembuatan Biodiesel Menggunakan Bahan Baku Minyak Goreng Bekas Isalmi Aziz; Siti Nurbayti; Fira Luthfiana
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 1, No.3, November 2008
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.896 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v1i3.226

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk memisahkan gliserol dari pengotornya untukmendapatkan kadar yang lebih tinggi. Pemisahan gliserol dilakukan dengan penambahan asamphospat diikuti penambahan karbón aktif untuk menarik sisa kotoran dan warna. Terakhirdigunakan rotary evaporator untuk menarik air. Gliserol yang digunakan dalam penelitian iniberasal dari hasil samping pembuatan biodiesel. Minyak goreng bekas dan katalis KOHdigunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan biodiesel. Hasilnya menunjukkan kadartertinggi gliserol sebesar 76,43 % dihasilkan pada kondisi : pH 6; karbón aktif 5 % dan waktuadsorbsi 24 jam.
Karakterisasi Senyawa Aktif Pengendali Hama Kutu Beras (Sitophilus Oryzae L) Dari Distilat Minyak Atsiri Pandan Wangi (P.Amaryllifolius Roxb.) Dede Sukandar; Sandra Hermanto; Septyani Nurichawati
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 1, No.3, November 2008
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v1i3.222

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji penolakan distilat minyak atsiri pandan wangi (P.amaryllifolisRoxb.) terhadap hama kutu beras (Sitophilus oryzae L). Penelitian ini menggunakan rancanganacak lengkap sebagai rancangan penelitian. Uji penolakan menunjukkan fraksi A (41 – 500C)signifikan menolak hama kutu beras. Fraksi ini memberikan persen penolakan sebesar 32,22;29,44; dan 13,30 % untuk tiap konsentrasinya (10, 15, dan 20%). Hari pertama hingga hari ketigamerupakan hari efektif fraksi ini menolak hama kutu beras, sedangkan pada hari berikutnyapersen penolakan berkurang tajam. Analisa GC-MS, UV-Vis, dan FTIR menunjukkan bahwasenyawa fraksi ini muncul pada waktu retensi 1,39 dan 1,44; memiliki puncak spektra uv padapanjang gelombang 205 nm (A=0,1268), dan bilangan gelombang. 3129, 1400, 1108, 617 cm-1.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2008 2008


Filter By Issues
All Issue Jurnal Kimia VALENSI, Volume 11, No. 2, November 2025 Jurnal Kimia VALENSI, Volume 11, No. 1, May 2025 Jurnal Kimia VALENSI, Volume 10, No. 2, November 2024 Jurnal Kimia VALENSI, Volume 10, No. 1, May 2024 Jurnal Kimia VALENSI Volume 9, No. 2, November 2023 Jurnal Kimia VALENSI Volume 9, No. 1, May 2023 Jurnal Kimia VALENSI Volume 8, No. 2, November 2022 Jurnal Kimia VALENSI Volume 8, No. 1, May 2022 Jurnal Kimia VALENSI Volume 7, No. 2, November 2021 Jurnal Kimia VALENSI Volume 7, No. 1, May 2021 Jurnal Kimia VALENSI Volume 6, No. 2, November 2020 Jurnal Kimia VALENSI Volume 6, No. 1, May 2020 Jurnal Kimia VALENSI Volume 5, No. 2, November 2019 Jurnal Kimia VALENSI Volume 5, No. 1, May 2019 Jurnal Kimia VALENSI Volume 4, No. 2, November 2018 Jurnal Kimia VALENSI Volume 4, No. 1, Mei 2018 Jurnal Kimia VALENSI Volume 3, No. 2, November 2017 Jurnal Kimia VALENSI Volume 3, No. 1, Mei 2017 Jurnal Kimia VALENSI Volume 2, No. 2, November 2016 Jurnal Kimia VALENSI Volume 2, No. 1, Mei 2016 Jurnal Kimia VALENSI Volume 1, No. 2, November 2015 Jurnal Kimia VALENSI Volume 1, No. 1, Mei 2015 Jurnal VALENSI Volume 4, No. 2, November 2014 Jurnal Valensi Volume 4, No.1, Mei 2014 Jurnal Valensi Volume 3, No.2, November 2013 Jurnal Valensi Volume 3, No.1, Mei 2013 Jurnal Valensi Volume 2, No.5, November 2012 Jurnal Valensi Volume 2, No.4, Mei 2012 JURNAL Valensi Volume 2, No. 3, November 2011 Jurnal Valensi Volume 2, No.2, Mei 2011 Jurnal Valensi Volume 2, No.1, November 2010 Jurnal Valensi Volume 1, No.6, Mei 2010 Jurnal Valensi Volume 1, No.5, November 2009 Jurnal Valensi Volume 1, No.4, Mei 2009 Jurnal Valensi Volume 1, No.3, November 2008 Jurnal valensi Volume 1, No.2, Mei 2008 Jurnal Valensi VOLUME 1, NO.1, NOVEMBER 2007 More Issue