cover
Contact Name
Moh. Fathoni
Contact Email
jurnaladalah@gmail.com
Phone
+6285328075686
Journal Mail Official
jurnaladalah@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mataram No.1, Karang Miuwo, Mangli, Kaliwates, Jember, East Java, Indonesia 68136
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Al'Adalah
This journal aims to publish original research articles on Islam and Muslims, especially Islamic thoughts, doctrines, and practices oriented toward moderation, egalitarianism, and humanity. The journal articles cover integrated topics on Islamic issues, including Islamic philosophy and theology, Islamic culture and history, Islamic politics, Islamic law, Islamic economics, and Islamic education, engaging a multidisciplinary and interdisciplinary approach. Therefore, this journal receives original research articles from any country and region concerned with Islam and Muslim.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2004)" : 9 Documents clear
POSITIVISME, LANDASAN FILOSOFIS YANG DISTORSIF DAN BIASNYA TERHADAP SAINS MODERN-BARAT
Al'Adalah Vol. 7 No. 2 (2004)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Positivisme, sebagai sebuah khazanah filosofis, memperoleh apresiasi yang begitu tinggi di belahan dunia Barat. Bukti paling kuat atas hal itu adalah ditingkatkannya peran positivisme sebagai sebuah landasan filosofis bagi sains modern, Meski mendapatkan apresiasi semacam itu, namun ternyata positivisme sarat dengan pandangan-pandangan distorsif dan sekaligus hal itu sebagai bukti kelemahannya, terutama ketika keberadaannya itu ditinjau secara kritis dari kaca pandang Islam. Dan oleh karena positivisme menjadi landasan filosofis bagi sains modern, atau sains modern dikonstruksi dengan berbasiskan pada filsafat positivisme, maka distorsi-distorsi yang melekat pada positivisme tidak bisa tidak pasti membias ke dalam batang tubuh sains modern. Distorsi sains modern itu akan tampak begitu jelas ketika aspek epistemologi atau teori pengetahuannya, yang terilhami oleh doktrin ontologis positivisme yang distorsif, dikritisi lewat analisis perbandingan dengan epistemologi dalam sains Islam. Hasil akhir dari langkah ini pasti akan memperlihatkan kepada kita betapa sains Islam itu telah memiliki kesempurnaan yang secara kualitatif jauh melampaui sains modem Barat.
MANUSIA DALAM PERSPEKTIF EKSISTENSIALISME DAN AL-QUR'AN
Al'Adalah Vol. 7 No. 2 (2004)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan antara manusia dengan makhluk lain terletak pada akal pikirannya, sedangkan perbedaan antara manusia yang satu dengan lainnya terletak pada peran masing-masing. Demikianlah Eksistensialisme dan Al-Qur'an memandang Manusia. Keduanya mengatakan bahwa manusia merupakan makhluk yang mempunyai kekuatan. Disamping mempunyai potensi luar juga memiliki potensi dalam, di mana keduanya harus diakui keberadaannya dan dikembangkan bersama-sama. Selanjutnya dengan bekal yang dimilikinya manusia dituntut agar mampu memainkan peran kepada dirinya juga kepada hal-hal yang ada diluar dirinya, baik berupa benda-benda atau sebangsa manusia lainnya.
BERMADZHAB SEBAGAI SATU ALTERNATIF
Al'Adalah Vol. 7 No. 2 (2004)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur'an dan hadits sebagai dasar ajaran Islam, harus difahami oleh setiap muslim. Tanpa memahami kedua sumber tersebut, nonsen seorang muslim akan dapat melaksanakan pesan syar'i secara sempurna.Kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua muslim dapat memahami sendiri secara langsung tentang pesan-pesan syara' tersebut. Padahal pada waktu yang bersamaan dia harus dituntut memahami sekaligus melaksanakan pesan syara'. Ini menjadi dilema antara tuntutan memahami sendiri dengan melaksanakan pesan tersebut. Untuk mengatasi dilema tersebut ada alternatif lain, yaitu bertanya kepada para ahlinya atau mengikuti para ahlinya. Mengikuti para ahlinya ini dalam dunia fiqh disebut "Bermadzhab". Madzhab ini dilahirkan dari pemikiran metodologis para ahli fiqh dalam memahami teks-teks syar'i dan kesimpulan hasil istimbathnya. Itulah yang dijadikan pegangan oleh orang awam yang tidak bisa memahami langsung dari sumbernya. Dan pilihan bermadzhab ini dipandang lebih menyelamatkan agama daripada memaksakan diri memahami sumber ajaran Islam secara dipaksakan tanpa adanya media yang harus dimiliki oleh seorang yang akan memahami Al-Qur'an dan Hadits secara langsung.
KNOWING ORGANIZATION: MEMBANGUN ADAPTABILITAS ORGANISASI DI TENGAH PERUBAHAN
Al'Adalah Vol. 7 No. 2 (2004)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah banyak organisasi yang tumbuh dan berkembang silih berganti. Ada sebagian organisasi yang bisa mempertahankan eksistensi dan produktivitasnya sampai saat ini. Tapi tidak sedikit dari organisasi yang gulung tikar tidak mampu mempertahankan eksistensi dan produktivitasnya. Kelemahan dari organisasi yang terlindas atau pun tertinggal antara lain adalah tidak adanya kemampuan untuk melakukan adaptasi, inovasi, dan pengambilan tindakan yang cepat dan tepat dalam mencapa tujuan yang telah ditetapkan. Padahal dalam persaingan bebas saat ini, setiap organisasi dituntut untuk memiliki kemampuan organisatoris dalam melakukan aktivitas-aktivitas sense making, knowledge creating dan decision making dengan menyandarkan diri pada penggunaan informasi. Kemampuan demikian ini dikenal dengan knowing organization.
TUHFAH AL-MURSALAH: STUDI TERHADAP PEMIKIRAN MARTABAT TUJUH AL-BURHANPURY
Al'Adalah Vol. 7 No. 2 (2004)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In classical Malay literature, al-Burhanpuri was a figure of sufi that have roled significantly in transmitting and developing Islam. Reinterpretation of doctrin of Wihdatul Wujud with seven stages (martabat tujuh) have given smart solution in understanding the matters of wujudiyah. The book of Tuhfah al-Mursalah ila ruh al-Nabiyy have become the most imporĀ­tant reference to whom want to understand clearly doctrin of wahdatul wujud in sunni-oriented view.
TELAAH IMPLIKASI NORMATIF KONSEP SUKUT AL-SYARI' AL-SYATIBY
Al'Adalah Vol. 7 No. 2 (2004)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya pelacakan maksud al-syari' (maqasid al-syari') dari sikap diamnya tuhan (Sukut al-Syari') dalam kajian filsafat hukum islam terus bergulir. Fenomena ini bisa dimaklumi karena Eksistensinya merupakan obyek yang seringkali akrab dengan setiap permasalahan normatif. Didalamnya terkandung sejumlah paradigma dasar yang melandasi setiap produk hukum Islam. Sukut al-Syar'i sebenarnya merupakan sikap diam al-syari dengan tidak memberikan ketentuan atas peristiwa yang muncul. Menurut al-Syatiby,Implikasi normatif dari sikap ini bisa dilacak dari sisi maqasid al-syari'ahnya dengan menggunakan dua alternatif Rasionalitas hukum. Pertama, Punya kemungkinan sikap diamnya al-syari' tersebut karena memang pada masa berlangsugnya tasyri', tidak ada sebab atau tujuan yang mendorongnya. Tujuan tersebut baru muncul setelah masa tasyri'. Masalah fikih yang masuk pada katagori ini adalah bidang fikih muamalah, Secara metodologis,Untuk mengetahui implikasi hukum dari bidang ini adalah dengan cara mengkorelasikan kasus atau perbuatan tersebut dengan kemashlahatan dalam lima nilai universal islam (Kulliyatu al-khams/dharuriyyatu al-khams).Kedua, Punya kemungkinan sikap diam al-syar'i tersebut karena sebelumnya telah ada norma hukum yang mengatur tentang masalah ynng dimaksud. Sungguhpun pada kasus yang baru muncul terdapat maqsud yang ingin dicapai. Diamnya al-Syar'i dalam kasus belakangan yang demikian harus difahami bahwa al-syarI' memang bermaksud untuk tidak mengatur atau tidak menetapkan hukumnya. Karena sudah diatur secara lengkap pada kasus yang sama sebelumnya. Masalah fikih yang masuk pada katagori ini adalah bidang ibadah mahdah, pengaturan ulang dalam bidang ini tampa dasar al-Nash dianggap pelanggaran dan dihukumi bid'ah. .Untuk mengetahui implikasi hukum dari bidang ini adalah dengan cara mengkorelasikan kasus atau perbuatan tersebut dengan Nash Syarfi' secara menyeluruh. Dengan Upaya Mengkorelasikan kulliyat al-khams dengan kasus muamalah atau mengkorelasikan seluruh Al-Nas dengan kasus ibadah mahdah akan mengarahkan mujtahid/peneliti hukum pada pencarian status hukum masig-masing secara tepat.
CULTURAL BOUND BEHAVIORS AND ATTITUDES IN ENGLISH CLASS
Al'Adalah Vol. 7 No. 2 (2004)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Language and culture constitute a unity. Language cannot be taught completely separated from the habits and culture of the native speakers. For a teacher teaching a foreign language which is not his own would often encounter lots of problems. Different cultures between languages including different forms and uses of gestures invite many common obstacles in communication Teachers should assume a neutral attitude when teaching a language. To teach a foreign language he should watch a lot behaviours and attitudes of the native speakĀ­ers while they are communicating verbally
INTEGRASI NILAI SPRITUAL DAN HUMANISTIK DALAM PENDIDIKAN
Al'Adalah Vol. 7 No. 2 (2004)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terpaan revolusi sains positivisme Barat yang terkenal dengan wataknya yang dehumanistik dan sekularistik telah mengimbas ke dunia pendidikan Islam. Akibatnya, pendidikan Islam pun cenderung berorientasi pada pengembangan pendidikan yang bercorak kapitalistik, sehingga aneka kekerasan yang terinternalisasikan ke dalam kurikulum, metode pengajaran, dan struktur kelembagaan pendidikan pun tidak dapat dihindarkan. Menurut hemat penulis, bias kapitalisme pendidikan dalam dunia pendidikan Islam perlu segera didekonstruksi. Salah satu solusinya adalah, memperkuat integralisasi nilai-nilai spritual dan humanitis yang tiada lain merupakan keunggulan yang dimiliki pendidikan Islam.
STATUS NASAB ANAK AKIBAT LI'AN YANG DIBUKTIKAN DENGAN TES DNA: ANALISIS TES DNA SEBAGAI ALAT BUKTI
Al'Adalah Vol. 7 No. 2 (2004)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbicara dengan status nasab anak akibat adanya li'an, alat bukti tes DNA menurut mayoritas ulama berpendapat bahwa nasab anak tersebut hanya mempunyai hubungan nasab dengan ibunya. Seorang suami yang mengingkari terhadap anak yang dikandung istrinya berhak melakukan sumpah li'an. Dengan demikian li'an merupakan salah satu alat bukti yang dapat menentukan status hukum nasab seorang anak. Setelah suami istri melakukan li'an secara otomatis nasab anak hanya berhubungan dengan ibunya Dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (khususnya dibidang kedokteran) ditemukanlah suatu cara untuk menentukan keturunan seseorang yaitu dengan melalui tes DNA (Deoxiirybo nucleat acid) apabila dihadapkan pada bidang pembuktian, maka tes DNA ini merupakan salah satu alat bukti, yaitu berupa qarinah (petunjuk, tanda-tanda). Qarinah ini apabila telah menunjukkan keakuratan faktanya, maka tidak diperlukan lagi alat bukti yang lain. Demikian juga jika ada sepasang suami istri yang telah melakukan li'an dan kemudian setelah anak lahir bisa dibuktikan dengan tes DNA ternyata anak tersebut positif keturunan suami istri tersebut maka anak tersebut status nasabnya adalah anak dari suami istri.

Page 1 of 1 | Total Record : 9