cover
Contact Name
Laila Ngindana Zulfa
Contact Email
progress@unwahas.ac.id
Phone
+62248505680
Journal Mail Official
progress@unwahas.ac.id
Editorial Address
PKPI2 FAI Universitas Wahid Hasyim JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232, Indonesia Handphone: +626281327592589 Email: pkpi2@unwahas.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas
ISSN : 23386878     EISSN : 26203243     DOI : http://dx.doi.org/10.31942/pgrs
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas — if translated into English: Progress Journal: A Medium for Creativity and Intellectuality — published by the Center for the Study and Development of Islamic Sciences or called “Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Keislaman” (PKPI2) of Islamic Faculty, Wahid Hasyim University Semarang as a medium for the development of Islamic education sciences, include: teacher training and contemporary thoughts on Islamic education, also moderate and multicultural Islamic education.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2017)" : 5 Documents clear
AL-QUR`ÂN SEBAGAI DASAR DAN SUMBER PENDIDIKAN Mahlail Syakur
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v5i1.1974

Abstract

AbstrakAl-Qur`ân merupakan kitab yang berfungsi sebagai manhaj beragama sekaligus merupakan mu’jizat terbesar dan kekal. Al-Qur`ân dengan jaminan autentisitasnya menyajikan segala informasi yang mempuyai persesuaian dengan hasil sains modern yang mengandung pernyataan ilmiah kepada siapa pun. Termasuk di dalamnya dasar dan sumber seluruh ilmu pengetahuan dan pendidikan. Al-Qur`ân adalah dasar bagi pendidikan karena berisi berbagai argument (hujjah) sebagaimana tersirat dalam Surah an-Nisâ`: 59 dan 80, al-Mâ`idah: 92, dan al-Anfâl: 20 dan 46. Dan al-Qur`an adalah sumber utama (primeir resource) bagi pendidikan yang dilengkapi dengan fitur-fitur kependidikan (kull shay`) guna membentuk masyarakat yang rabbani. Fungsi ini tersirat dalam surat an-Nahl: 89, al-‘Alaq: 1 dan 3, an-Nahl: 43, Ali ’Imran: 79, dan al-Maidah: 101.Kata Kunci : al-Qur`ân, dasar pendidikan, sumber pendidikan AbstractThe Qur'ân is a book that serves as a religious manhaj and as well as the greatest and everlasting miracle. The Qur'ân with the assurance of authenticity presents all information which is in conformity with the results of modern science containing scientific statements to anyone. It includes the foundation and source of all science and education. The Qur'ân is the basis for education because it contains various arguments (hujjah) as implied in Surah an-Nisâ`: 59 and 80, al-Mâ`idah: 92, and al-Anfâl: 20 and 46. And the Qur'an is the primeir resource for education equipped with educational features (kull shay`) in order to form a rabbani society. This function is implied in Surah of an-Nahl: 89, al-'Alaq: 1 and 3, an-Nahl: 43, Ali 'Imra>n: 79, and al-Maidah: 101.Keywords: al-Qur`ân, basic education, education source
MADRASAH DAN PERUBAHAN SOSIAL Rizki Ramadhani
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v5i1.1975

Abstract

AbstrakMadrasah merupakan lembaga pendidikan Islam yang mengintegrasikan ilmu-ilmu agama dengan ilmu umum. Ia berakar dari sistem pembelajaran pondok pesantren yang kemudian dipadukan dengan sistem pembelajaran klasikal ala Barat. Madrasah dengan eksistensinya selama satu Abad terakhir ini, telah memberikan sumbangan yang besar bagi perubahan sosial (progress) yang ada pada masyarakat Indonesia. Dengan adanya madrasah ini pula, pendidikan di Indonesia semakin berwarna, sehingga masyarakat memiliki banyak alternatif pendidikan untuk anak cucunya.Kata Kunci : Madrasah, Perubahan SosialAbstractMadrasah is Islamic education institute which integrate religion science and general science. It comes from system of pondok pesantren then combined with system of classical learning ala western. Madrasah with its existance along the last a hundred years, gives  a big contributions for social change (progress) to Indonesian. By the existante of madrasah, education in Indonesia become variative, so the social has many alternative education for their decendants.Keyword : Madrasah,  Social Change
PENANAMAN NILAI – NILAI NASIONALISME DALAM PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN MIFTAHUL ULUM UNGARAN TIMUR KABUPATEN SEMARANG Nur Rois
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v5i1.1976

Abstract

Abstrak Nasionalisme merupakan suatu konsep yang meletakan kesetiaan tertinggi seseorang kepada suatu negara atau dapat pula diartikan bahwa nasionalisme adalah kesadaran akan ketidaksamaan asasi antara penjajah dan si terjajah. Nilai nilai nasionalisme di Indonesia pada dasarnya merupakan perspektif dari nilainilai Pancasila. Penanaman nilai-nilai nasionalisme bersifat menyeluruh bagi semua kalangan masyarakat termasuk instansi-instansi atau lembaga-lembaga yang termasuk di dalamnya. Salah satu lembaga pendidikan nonformal di Indonesia yang diakui eksistensinya oleh pemerintah adalah pondok pesantren. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemaknaan penanaman nilai-nilai nasionalisme dalam lingkup kehidupan sehari-hari di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Susukan Kab. Semarang dibuktikan melalui kegiatan-kegiatan seperti Pengajian Kitab Bandongan, Bahtsul Masa’il, kerja bakti bersama, kegiatan perkoperasian, diskusi bersama, konsultasi, dan kegiatan latihan pramuka yang diikuti oleh santri.Kata Kunci : nasionalisme, nilai-nilai nasionalisme, dan pondok pesantren. AbstractNationalisme is a concept which puts someanes’ highest loyality to a country or can be called that nationalism is a awareness about unbalance basic right behween colonizer and the colonized. The nationalism values in indonesia is a perspective from five princples (Pancasila) values. The implementation of national value is comprehensive for all community elements induding agenaes recoginized by the goverment is pondok pesantren. The result of this study shaws that the meaning of implementation of nationalsm values in daily life in Pondok Pesantren Mifathul Ulum Susukan Ungaran Semaramng proved by activities on discussing religion studies Bandangan (Kitab Bandongan), bahtsul Masa’il, Community service in pondok, cooperatives activity, consultation and baysout activity.Keywords: Nationalism, Nationalism Values and Pondok Pesantren
REAKTUALISASI KONSEP TRI PUSAT PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM BAGI GENERASI MILENIAL Sukarman Sukarman
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v5i1.1972

Abstract

AbstractThis paper is a study of thought that tried to re-actualize an educational concept of one of Indonesia's national education maestro, Ki Hajar Dewantara namely the concept of three education center. The author seeks the intersection between the concept of three education center with the concept of Islamic education. The hope is to find the relevance of the concept of three educational center with the concept of Islamic education will be a solution for the achievement of educational goals for millennial generation in the era of globalization with all its complexity. The author wants to re-awaken the awareness of the role of education from the perspective of the concept of three education center and islamic education.Keywords: re-actualization, education center, millennial generation AbstrakTulisan ini merupakan sebuah kajian pemikiran yang berusaha mengaktualisasikan kembali sebuah konsep pendidikan dari salah seorang maestro pendidikan Nasional Indonesia, Ki Hajar Dewantara yakni konsep tri pusat pendidikan. Penulis mencari titik temu anatara konsep tri pusat pendidikan dengan konsep pendidikan Islam. Harapannya adalah dengan menemukan relevansi dari konsep tri pusat pendidikan dengan konsep pendidikan Islam akan dapat menjadi solusi bagi tercapainya tujuan pendidikan bagi generasi milenial di era globalisasi dengan segala kompleksitasnya. Penulis ingin menggugah kembali kesadaran tentang peran pendidikan dari perspektif konsep tri pusat pendidikan dan pendidikan Islam.Kata-kata kunci : reaktualisasi, pusat pendidikan, generasi milenial
EVALUASI LEARNING PENYELENGGARAAN DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF MULTIMEDIA BAGI GURU MADRASAH ALIYAH DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN SEMARANG Ratna Prilianti
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v5i1.1973

Abstract

ABSTRAKPenelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar peserta diklat (Learning) pada penyelenggaraan Diklat Multimedia bagi Guru Madrasah Aliyah Di Balai Diklat Keagamaan Semarang. Penelitian ini merupakan penelitan deskriptif kuantitatif dengan metode survai. Model evaluasi yang digunakan adalah menggunakan Model Kirkpatrick yang memiliki kelebihan karena sifatnya yang menyeluruh, sederhana, dan dapat diterapkan dalam berbagai situasi pelatihan. Menyeluruh dalam artian model evaluasi ini mampu menjangkau semua sisi dari suatu program pelatihan. Dikatakan sederhana karena model ini memiliki alur logika yang sederhana dan mudah dipahami serta kategorisasi yang jelas dan tidak berbelit-belit. Sementara dari sisi penggunaan, model ini bisa digunakan untuk mengevaluasi berbagai macam jenis pelatihan dengan berbagai macam situasi. Dalam model Kirkpatrick, evaluasi dilakukan melalui empat level yaitu reaction, learning, behaviour dan impact. Pada penelitian ini hanya dilakukan untuk evaluasi level 2. Hasil belajar peserta diklat (Learning) pada aspek sikap dalam kategori sangat baik dengan rata-rata 88,54, aspek pengetahuan dalam kategori baik dengan rata-rata 82,07 dan pada aspek ketrampilan dalam kategori sangat baik dengan rata-rata 85,68.  Hasil belajar (learning) peserta diklat dapat ditingkatkan lagi dengan menggunakan metode tutor sebaya. Evaluasi pelaksanaan diklat juga perlu dilakukan untuk level 1 (reaksi), level 3 (perilaku kerja) dan level 4(dampak) melalui kegiatan evaluasi pasca diklat.Kata kunci : Evaluasi kickpatrick, learning, diklat  ABSTRACTThe study was conducted in order to determine the satisfaction of training participants (Reaction) to the educational aspect, the aspect of facilities, service aspects and determine learning outcomes of education and training (Learning) on the implementation Multimedia Training for Teachers Madrasah Aliyah In Balai Diklat Keagamaan Semarang. This research is descriptive quantitative research with survey method. Evaluation model used is using the Kirkpatrick model which has advantages because it is comprehensive, simple, and can be applied in a variety of training situations. Comprehensive evaluation model in the sense that it is able to reach all sides of a training program. Is said to be simple because this model has a logic flow that is simple and easy to understand and categorization clear and straightforward. In terms of usage, this model can be used to evaluate various types of training with a variety of situations. In Kirkpatrick's model, the evaluation was conducted through four levels, namely reaction, learning, behavior and impact. In this research is only done for the evaluation of level 1 and 2. Satisfaction of training participants (Reaction) to the educational aspects of the implementation Multimedia Training in both categories with a value of 87.62, aspects of the facility in the categories of both the value of 87.63, and service aspects in both categories with an average value of 89.38. Learning outcomes of education and training (Learning) on aspects of attitude in the excellent category with an average of 88.54, aspects of knowledge in both categories with an average of 82.07 and in the aspect of skill in the excellent category with an average of 85.68. In order satisfaction (reaction) participants in education and training can fit in either category it is necessary plus the frequency for extracurricular activities, set the menu to be more varied consumption and use the same software between training participants and trainers. Results of learning (learning) training participants can be increased further by using peer tutors. Evaluation of the implementation of the training are also needed for level 3 (work behavior) and 4 (impacts) through post-training evaluation activities.Keywords : kickpatrick evaluation, reaction, learning

Page 1 of 1 | Total Record : 5