cover
Contact Name
Laila Ngindana Zulfa
Contact Email
progress@unwahas.ac.id
Phone
+62248505680
Journal Mail Official
progress@unwahas.ac.id
Editorial Address
PKPI2 FAI Universitas Wahid Hasyim JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232, Indonesia Handphone: +626281327592589 Email: pkpi2@unwahas.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas
ISSN : 23386878     EISSN : 26203243     DOI : http://dx.doi.org/10.31942/pgrs
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas — if translated into English: Progress Journal: A Medium for Creativity and Intellectuality — published by the Center for the Study and Development of Islamic Sciences or called “Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Keislaman” (PKPI2) of Islamic Faculty, Wahid Hasyim University Semarang as a medium for the development of Islamic education sciences, include: teacher training and contemporary thoughts on Islamic education, also moderate and multicultural Islamic education.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2018)" : 5 Documents clear
PENDIDIKAN ISLAM PLURALIS-MULTIKULTURAL UPAYA MENANGKAL ANARKISME DALAM PENDIDIKAN Taslim Sahlan; Laila Ngindana Zulfa
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v6i2.2540

Abstract

AbstracIndonesia is a multicultural and multireligious country. Therefore, it isnecessary to study the development model of religion that emphasizes thelearning model with the overriding goal of combating violence, poverty,corruption, manipulation and the like. Many events anarchism (hardness)and terrorism in the name of Islam, invite the questions that it is true thatIslam as a religion rahmatanlil 'alamin. For these conditions, the concept ofIslamic education-based pluralist-multicultural is an offer that is absolutelynecessary, in order to create conditions more progressive in terms oftolerance.Keywords: Islamic Education, Pluralist-Multicultural, Anarchism.AbstrakIndonesia merupakan negara dan bangsa yang multikultural danmultireligius, oleh sebab itu perlu adanya model pengembanganpembelajaran agama yang menekankan kepada model pembelajaran dengantujuan utama yaitu memerangi kekerasan, kemiskinan, korupsi, manipulasidan sejenisnya. Merebaknya peristiwa anarkisme (kekerasan) dan terorismeyang mengatasnamakan Islam, mengundang pertanyaan benarkah Islamsebagai agamarahmatan lil ‘alamin. Untuk kondisi tersebut, koseppendidikan Islam berbasis pluralis-multikultural merupakan tawaran yangmutlak perlu, supaya tercipta kondisi yang lebih progesif dalam artiantoleransi.Kata kunci: Pendidikan Islam, Pluralis-Multikultural, Anarkisme.
METODE DISKUSI DALAM PEMEBELAJARAN KITAB KUNING KLASIK DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA Muhammad Ahsanul Husna
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v6i2.2541

Abstract

AbstracDiscussion Method On Learning Classical Books to Improving ReadingSkills. Essay. Muhammad AhsanulHusna. The yellow book is a classic bookthat written by scholars' salaf, and use arabic language, without harakat(punctuation), without a description of the local language.Compiled inbrownish yellow sheets, containing various scientific disciplines, bothreligious and non-religious, among boarding schools. The method mostclsssical of yellow book learning is known as the Bandongan term, which isto sharpen the yellow text with a beard meaning and written by Arabic Pegonas a local language. Kyai told directly to students, and satri wrote what wassaid by the Kyai. This learning system is a monologue, there is no directdialogue with the santri, except the explanation of Kyai that related with theyellow book that is being read.Key words: Learning Classic Books, Improving Reading SkillsAbstrakMetode Diskusi Dalam Pemebelajaran Kitab Kuning Klasik DalamPeningkatan Keterampilan Membaca. Essay. Muhammad Ahsanul Husna.Kitab kuning adalah kitab klasik yang ditulis oleh para ulama’ salaf, yangdituangkan dalam bahasa Arab, tanpa harakat (tanda baca), tanpa keteranganbahasa lokal. Disusun dalam lembaran-lembaran berwarna kuningkecokelatan, berisi berbagai disiplin ilmu pengetahuan, baik keagamaanmaupun non keagamaan, diajarkan dikalangan pondok pesantren. Medotepembelajaran kitab kuning paling klasik dikenal dengan istilahBandongan,yaitu mengasahi teks kitab kuning dengan makna jenggot bertuliskan ArabPegon dalam ejaan bahasa lokal setempat. Disampaikan secara langsung olehKyai dihadapan para santri, yang menulis apa yang diucapkan oleh Kyai.Sistem pembelajaran ini monolog, tidak terjadi dialog dengan santri secaralangsung, kecuali penjelasan Kyai yang berhubungan dengan teks kitabkuning yang sedang dibaca.Kata Kunci: Pemebelajaran kitab kuning Klasik, Keterampilan Membaca
PROBLEMATIKAPEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI LEMBAGA PENDIDIKAN KRISTEN (STUDI KASUS PAI DI SMK PENABUR PURWOREJO) Daimurahman .
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v6i2.2537

Abstract

AbstractThis research is conducted with the aim to find out the reasons for theimplementation of Islamic Education in the Christian Education Institute andto find out the problem of learning Islamic Education in the ChristianEducation Institution and its solution. This is a qualitative descriptiveresearch with the data sources of documents and interviews. The techniqueof data collection is through observation, documentation and interviews. Thetechnique of data analyzing is inductively using the Miles and Hubermanmodel, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing.The approach used is a interaksi edukatif approach. The results showed thatthe reason of applying an Islamic Education learning in SMK PenaburPurworejo due to the government regulation to implement ReligiousEducation in each Educational institution.Keywords: Implementation, Problems, SolutionAbstrakPenelitianini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui alasandiimplementasikan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di LembagaPendidikan Kristen dan untuk mengetahui problem pembelajaran PendidikanAgama Islam di Lembaga Pendidikan Kristen serta solusinya. Jenispenelitian ini kualitatif diskriptif dengan sumber data dokumen dannarasumber.Teknik pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi danwawancara. Teknik analisis data penelitian secara induktif denganmenggunakan modelMiles and Huberman, yaitu reduksi data, penyajiandata, dan penarikan kesimpulan. Pendekatan yang digunakan adalahpendekatan interaksi edukatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapatpembelajaran PAI di SMK Penabur Purworejo karena mengikuti peraturanpemerintah untuk mengimplementasikan Pendidikan Agama di setiaplembaga Pendidikan.Kata kunci: Implementasi, Problematika, Solusi
SINKRONISASI PENDIDIKAN PESANTREN DAN PERGURUAN TINGGI ISLAM GUNA MENYIAPKAN SUMBER DAYA MANUSIA MENYONGSONG SATU ABAD NAHDLATUL ULAMA Prawidya Lestari
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v6i2.2538

Abstract

AbstractWhereas in this modern era the Needs of superior human resource that areintelligent and religious is incrising. Islamic boarding schools as one of theoldest educational institutions in Indonesia has produced religious humanfigures, on the other hand Islamic higher education as a modern educationalinstitution gives a pattern in the embodiment of intelligent human beings.Unfortunately, the two biggest educational potentials owned by the majorityNahdlatulUlama organization are still independent, it hasn't synchronizedproperly yet. On the basis of these conditions, education thinkers andinstitutions in the NahdlatulUlama environment should pay more attention sothat Islamic boarding schools and Islamic higher education can besynchronized as an innovative effort to prepare the human resources neededin their day to welcome a century of Nahdlatul Ulama.Keywords: Pesantren Education, Islamic Religion College and HumanResourcesAbstrakZaman modern ini kebutuhan sumber daya manusia unggul yang berkaraktercerdas dan religious meningkat. Pondok pesantren sebagai salah satulembaga pendidikan tertua di Indonesia telah menghasilkan figure manusiayang religious, disatu sisi perguruan tinggi islam sebagai lembagapendidikan modern memberi corak dalam perwujudan manusia yang cerdas.Sayangnya dua potensi pendidikan terbesar yang dimiliki oleh organisasiNahdlatul Ulama mayoritas masih berdiri sendiri, belum tersinkronisasidengan baik. Atas dasar kondisi itu, sudah semestinya para pemikirpendidikan dan instansi dilingkungan Nahdlatul Ulama menunjukkanperhatian lebih agar pendidikan pesantren dan perguruan tinggi Islam dapattersingkronisasi sebagai usaha kreatif dan inovatif untuk menyiapkan sumberdaya manusia yang dibutuhkan di zamannya guna menyongsong satu abadNahdlatul Ulama.Kata Kunci: Pendidikan Pesantren, Perguruan Tinggi Islam dan SumberDayaManusia
PENERAPAN KONSEP ṬŪLU AZ-ZAMĀN MENURUT AZ-ZARNUJI DI PONDOK PESANTREN ASMA’ CHUSNA KRANJI KEDUNGWUNI PEKALONGAN Mokhamad Miptakhul Ulum
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v6i2.2539

Abstract

AbstractImplementation of education that is very instant and commercial candamage the process of character building of the nation so that in the longterm make education not as a means of social reconstruction but socialdeconstruction. It is necessary that there is a long process in learning so thereis no moral decadence. The concept ofṭūluaz-zamān in the Ta‘līm alMuta‘allim according to Az-Zarnuji is very important as a terms of studying.Az-Zarnuji combines ṭūluaz-zamān with żaka' (intelligent), ḥirṣin,(willingness), iṣṭibārin (patient), bulgatin (money) and irsyādiustāżin(teacher guidance) as an inseparable entity to produce learners qualified andable to understand about the process of seeking knowledge both formal,informal and nonformal. Ṭūluaz-zamān is important for students to cultivateblessings but must be accompanied by khidmah (devotion), ta'allum(learning) and ta'alluq bi syaikh (relationship with the teacher).Kata Kunci: Ṭūlu az-zamān , Ta‘līm al-Muta‘allim, Az-ZarnujiAbstrakPenyelenggaraan lembaga pendidikan yang sangat instan dankomersial dapat merusak proses pembentukan karakter bangsa sehinggadalam jangka panjang menjadikan pendidikan bukan sebagai saranarekonstruksi sosial tapi dekonstruksi sosial. Proses pendidikan yang lamadalam menimba ilmu sangat penting agar tidak terjadi dekadensi moral.Konsepṭūlu az-zamān dalam kitab Ta‘līm al-Muta‘allim menurut Az-Zarnujisangat penting sebagai syarat menuntut ilmu. Az-Zarnujimengkombinasikanṭūlu az-zamān dengan żaka’ (cerdas), ḥirṣin, (kemauan),iṣṭibārin (sabar), bulgatin (ada uang) dan irsyādi ustāżin (bimbingan guru)sebagai satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan untuk menghasilkan pesertadidik yang berkualitas dan mampu memahami tentang proses mencari ilmubaik formal, informal maupun nonformal. Tulu az-zaman itu penting bagisantri untuk menumbuhkan berkah namun harus di sertai dengankhidmah(pengabdian), ta’allum (belajar) dan ta’alluq bi syaikh (hubungan dengankyai).Kata Kunci: Ṭūluaz-zamān,Ta‘līm al-Muta‘allim, Az-Zarnuji

Page 1 of 1 | Total Record : 5