cover
Contact Name
Dwi Nuriana
Contact Email
dwinuriana99@gmail.com
Phone
+6285736913999
Journal Mail Official
dwinuriana99@gmail.com
Editorial Address
Address: Jl. Youmakhe, Hinekombe, Kec. Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua 99352
Location
Kab. jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak JULKIA
ISSN : -     EISSN : 25992988     DOI : 10.52646
Core Subject : Health,
JULKIA adalah jurnal kesehatan ibu dan anak dengan cakupan ilmu kebidanan dengan scope kehamilan, persalinan, KB, Kesehatan Reproduksi,  Anak dan bidang ilmu lain yang serumpun yang di terbitkan oleh LPPM STIKES JAYAPURA 
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2, Agustus (2019): JULKIA" : 5 Documents clear
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. M UMUR 35 TAHUN G3P2A0 USIA KEHAMILAN 30 MINGGU 5 HARI DENGAN LETAK SUNGSANG DI RS DIAN HARAPAN KOTA JAYAPURA Andi Mardiyanti; Susi Lestari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 2 No. 2, Agustus (2019): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Kehamilan letak sungsang sering terjadi pada pertengahan trimester kedua, secara kasar seperempat fetus berada dalam letak sungsang pada 28-30 minggu, hanya 80%. Presentasi berukurang bila mendekati aterm. Psikososial ibu hamil letak sungsang merasa khawatir, maka perlu dilakukan pemeriksaan palpasi abdomen melalui Ante Natal Care (ANC) (Wiknjosastro, 2010). Pertolongan persalinan letak sungsang memerlukan perhatian karena dapat menimbulkan komplikasi kesakitan, cacat permanen sampai kematian bayi. Menghadapi kehamilan letak sungsang dapat diambil tindakan dengan termudah dan teraman untuk mengubah posisi janin sungsang adalah dengan bersujud (knee chest position) secara rutin setiap hari sebanyak 2 kali sehari, misalnya pagi dan sore, masing-masing selama 10 menit. Biasanya bayi akan berputar dan posisinya kembali normal, yaitu kepala berada di bagian bawah rahim. Pada saat kontrol ulang/periksa ulang, maka bidan atau dokter akan kembali melakukan pemeriksaan palpasi untuk memeriksa posisi janin. Jika belum berhasil, maka latihan diulangi dan dilanjutkan setiap hari. Latihan ini hanya efektif bila dilakukan pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu. Metode : Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan studi penelaan kasus (Case study). penelitian dilaksanakan di puskesmas sentani sampel penelitian ini Ny. M Umur 35 Tahun G3P2A0 Usia Kehamilan 30 Minggu 5 Hari Dengan Letak Sungsang. Instrument yang digunakan yaitu pedoman observasi, wawancara,dan studi dokumentasi dalam bentuk format asuhan kebidanann7 langkah Varney dan pendokumentasian SOAP. Hasil : Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Ny. M Umur 35 Tahun G3P2A0 Usia Kehamilan 30 Minggu 5 Hari Dengan Letak Sungsang Di Rumah Sakit Dian Harapan telah sesuai dengan standar asuhan kebidanan. Hasil pengkajian yang dilakukan pada tanggal 27 April 2019 Ny M merasakan lebih banyak gerakan pada bagian perut bawah dan lebih terasa penuh bagian atas. sesak dan kurang nyaman karena terasa penuh dibagian perut atas dan gerakan janinnya semakin aktif. Dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah Hemoglobin (HB) dan USG dan diberikan Asuhan kebidanan untuk penanganan letak sungsang. Kesimpulan : menganjurkan posisi kneechest selama 4 minggu pada Ny. M dengan letak sungsang adalah terdapat perubahan letak janin dari sungsang menjadi presentasi kepala, ibu mengatakan tidak lagi cemas dengan kehamilannya, keluhan rasa penuh pada bagian perut atas sudah tidak ada lagi dan keadaan umum ibu baik. Kata kunci : kehamilan, letak sungsang, kneechest
HUBUNGAN STATUS GIZI IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI PUSKESMAS BREBES KECAMATAN BREBES Laelatul Mubasyiroh; Apriliyana Apriliyana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 2 No. 2, Agustus (2019): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zat gizi mempunyai arti ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya yaitu menghasilkan energy, membangun dan memelihara jaringan tubuh serta mengatur proses kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi ibu hamil dengan kejadian berat bayi lahir rendah di Puskesmas Brebes Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes Tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah case control. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu bersalin yang melahirkan bayi di Wilayah Kelurahan Brebes Puskesmas Brebes pada tahun 2019 yang berjumlah 348 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan data sekunder dan analisis data dengan cara univariat dan bivariat menggunakan chi square atau alternative lainnya. Hasil penelitian menunjukkan status gizi ibu hamil mempengaruhi terjadinya berat bayi lahir rendah. Analisis bivariat dengan menggunakan rumus chi-square atau alternatif lainnya menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi ibu hamil dengan kejadian berat bayi lahir rendah (p = 0,001 < 0,05), ada hubungan yang signifikan antara status gizi ibu hamil dengan kejadian berat bayi lahir rendah di Puskesmas Brebes Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes Tahun 2019.). Disarankan bagi responden untuk ikut berpartisipasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mendapatkan informasi tentang status gizi ibu hamil yang berpengaruh besar terhadap kejadian berat bayi lahir rendah. Kata Kunci :Status gizi, ibu hamil, berat bayi lahir rendah
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN IBU NIFAS PADA NY.”A” UMUR 20 TAHUN P1 A0 HARI KE 3 DENGAN BENDUNGAN ASI DI RUMAH SAKIT DIAN HARAPAN KOTA JAYAPURA Maola Sugiarti; Susi Lestari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 2 No. 2, Agustus (2019): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Menurut data World Health Organization (WHO) terbaru pada tahun 2014 ibu yang mengalami bendungan ASI sebanyak 7198 (66,87%) dari 10.764 ibu nifas dan pada tahun 2015 terdapat ibu yang mengalami bendungan ASI sebanyak 6543 (66,34%) dari 9862 ibu nifas (WHO, 2015). Menurut Data Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2015 menyebutkan bahwa terdapat ibu nifas yang mengalami bendungan ASI sebanyak 35.985 (15,60%) ibu nifas, serta pada tahun 2015 ibu nifas yang mengalami bendungan ASI sebanyak 77.321 (37,12%) ibu nifas (SDKI, 2015). Metode : Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan studi penelaan kasus (Case study). penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Dian Harapan sampel penelitian ini Ny.”A” Umur 20 Tahun P1 A0 Hari Ke 3 dengan Bendungan ASI. Instrument yang digunakan yaitu pedoman observasi, wawancara,dan studi dokumentasi dalam bentuk format asuhan kebidanann7 langkah Varney dan pendokumentasian SOAP. Hasil : Asuhan Kebidanan Ibu Nifas Pada Ny.”A” Umur 20 Tahun P1 A0 Hari Ke 3 dengan Bendungan ASI di Rumah Sakit Dian Harapan telah sesuai dengan standar asuhan kebidanan. Hasil pengkajian yang dilakukan pada tanggal 19-05-2019 Ny A Ibu mengeluh payudaranya bengkak, nyeri dan pengeluaran ASI sedikit dan demam sejak 1 hari yang lalu. Dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah Hemoglobin (HB)dan diberikan Asuhan kebidanan untuk penanganan bendungan ASI Kesimpulan : Ny.”A” dengan bendungan ASI diberikan asuhan sesuai dengan kebutuhan pasien yaitu beritahu ibu hasil pemeriksaan, ajarkan ibu cara mengurangi rasa nyeri, ajarkan ibu cara memompa payudara menggunakan tangan, ajarkan ibu tentang perawatan payudara, berikan terapi paracetamol 500 mg secara oral. Kata kunci : masa nifas, bendungan ASI, Ibu
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA NY.B UMUR 25 TAHUN G2P1A0 USIA KEHAMILAN 30 MINGGU 4 HARI DENGAN PREEKLAMPSIA BERAT DI RUANG NIFAS RUMAH SAKIT DIAN HARAPAN KOTA JAYAPURA Mita Anggraeni; Susi Lestari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 2 No. 2, Agustus (2019): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Preeklampsia merupakan penyulit kehamilan yang akut dan dapat terjadi ante, intra, dan post partum. Secara teoritis urutan-urutan gejala yang timbul pada preeklampsia yaitu odema, hipertensi dan proteinuria. Preeklampsia secara global terjadi pada 0,5% kelahiran hidup dan 4,5% hipertensi dalam kehamilan. Preeklampsia dapat menyebabkan kerusakan ginjal, hati, odema paru dan perdarahan serebral, sedangkan pada janin dapat menyebabkan fetal distress, Intrauterin Fetal Growth Restriction (IUGR) dan solusio plasenta (Prawirodardjo, 2012). Metode : Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan studi penelaan kasus (Case study). penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Dian Harapan sampel penelitian ini My.B Umur 25 tahun G2P1A0 Usia Kehamilan 30 Minggu 4 Hari Dengan Preeklampsia Berat. Instrument yang digunakan yaitu pedoman observasi, wawancara,dan studi dokumentasi dalam bentuk format asuhan kebidanann7 langkah Varney dan pendokumentasian SOAP. Hasil : Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil My.B Umur 25 tahun G2P1A0 Usia Kehamilan 30 Minggu 4 Hari Dengan Preeklampsia Berat Di Rumah Sakit Dian Harapan telah sesuai dengan standar asuhan kebidanan. Hasil pengkajian yang dilakukan pada tanggal 20 April 2019 Ny B merasakan nyeri perut bagian bawah, sakit kepala dan bengkak pada tangan dan kaki. Dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah Hemoglobin (HB), USG dan Protein Urine.dan diberikan Asuhan kebidanan untuk penanganan Preeklampsia Berat. Kesimpulan : Ny.”B” dengan Preeklampsia Berat anjurkan pada ibu untuk mengurangi rutinitas yang dapat memicu lelah dan lainnya guna membantu ibu mengembalikan menjaga kesejahteraan pasien. beritahu ibu KIE tentang preekslampsia, beritahu ibu tentang tanda bahaya kehamilan yaitu bengkak di kaki dan wajah, sakit kepala yang berat disertai kejang, pandangan/penglihatan kabur, ketuban pecah sebelum waktunya, ibu tidak merasakan gerakan janin atau gerakan janin berkurang. Jika terdapat tanda-tanda tersebut segera memanggil petugas kesehatan, anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup dan berikan ibu obat. . Kata kunci : kehamilan, Preeklampsia Berat
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP REMAJA AWAL TERHADAP PERUBAHAN FISIK MASA PUBERTAS DI SMP MUHAMMADIYAH KLUWUT TAHUN 2019 Tatirah Tatirah; Rohmiyati Mukharomah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 2 No. 2, Agustus (2019): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Masa remaja merupakan suatu tahap dalam perkembangan manusia, yaitu masa transisi antara masa kanak-kanak menuju dewasa yang diawali dengan pubertas. Pubertas ditandai dengan perubahan besar pada biologis yang menjadikan remaja makhluk sosial dan mampu berreproduksi. masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap remaja awal terhadap perubahaan fisik masa pubertas. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah Analitik dan rancangan penelitiannya dengan korelasional. Populasi penelitian yaitu siswa SMP Muhammadiyah Kluwut yang berjumlah 151 siswa yang menjadi sampelnya adalah 61 orang. Teknik sampling secara stratified random sampling. Variabel bebas adalah tingkat pengetahuan remaja awal dan variabel terikat adalah sikap remaja awal terhadap perubahan fisik. Instrumen yang di gunakan berupa kuisoner. Data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar pengetahuan siswa terhadap perubahan fisik masa pubertas pada tingkat pengetahuan baik (60,7%) dan sebagian besar pada sikap siswa terhadap perubahan fisik masa pubertas pada tingkat sikap baik (68,9%). Dari hasil analisis di ketahui p value = 0,001, lebih kecil dari α (0,05), maka Ho di tolak yang berarti ada hubungana yang kuat antara tingkat pengetahuan dengan sikap siswa terhadap perubahan fisik masa pubertas menunjukan hasil uji spearman correlation di peroleh nilai r sebesar 0,751. Kesimpulan : pengetahuan remaja sebagian besar menunjukkan tingkat pengetahuan baik dan sikap yang baik terhadap perubahan fisik masa pubertas. Saran di harapkan hasil penelitian ini digunakan sebagai bahan penelitian selanjutnya dan pengetahuan serta sikap siswa yang baik terhadap perubahan fisik masa pubrtas agar dipertahankan serta perlu ditingkatkan lagi agar lebih mengenal kesehatan khususnya reproduksi pada remaja. Kata kunci : Perubahan fisik masa pubertas

Page 1 of 1 | Total Record : 5