cover
Contact Name
Dwi Nuriana
Contact Email
dwinuriana99@gmail.com
Phone
+6285736913999
Journal Mail Official
dwinuriana99@gmail.com
Editorial Address
Address: Jl. Youmakhe, Hinekombe, Kec. Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua 99352
Location
Kab. jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak JULKIA
ISSN : -     EISSN : 25992988     DOI : 10.52646
Core Subject : Health,
JULKIA adalah jurnal kesehatan ibu dan anak dengan cakupan ilmu kebidanan dengan scope kehamilan, persalinan, KB, Kesehatan Reproduksi,  Anak dan bidang ilmu lain yang serumpun yang di terbitkan oleh LPPM STIKES JAYAPURA 
Articles 58 Documents
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU USIA 45 – 55 TAHUN TENTANG PASCA MENOPAUSE DI BTN PURWODADI SENTANI KABUPATEN JAYAPURA Salma Salma; Pranita Kartika
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 1 No. 1, Januari (2018): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Menjadi tua adalah peristiwa alamiah yang pasti dialami oleh semuamakhluk hidup. Pada tahapan pasca reproduksi, wanita akan mengalami penurunanfertilitas, karena adanya penurunan fungsi ovarium dan hormon estrogen, sehinggaterjadi gangguan kesehatan yang terjadi akibat kemunduran alat-alat tubuh dankemampuan fisik, sebagai proses menjadi tua. Tujuan penelitian untuk gambaran tingkatpengetahuan ibu usia 45 – 55 tahun tentang pasca menopause di BTN PurwodadiSentani Kabupaten Jayapura Tahun 2015Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatancrossectional study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh wanita usia 45-55 tahundi BTN Purwodadi Kabupaten Jayapura sebanyak 106 orang dengan jumlah sampelsebanyak 51 responden diperoleh dengan cara purposive sampling. Data diperolehmenggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat.Hasil penelitian : Pengetahuan tentang pasaca menopause pada ibu usia 45 - 55 tahunmemiliki pengetahuan baik (35,3%), cukup (19,6%) dan kurang (45,1%). Pengetahuanbaik tentang pasca menopause berdasarkan pekerjaan tertinggi pada ibu yang bekerja(94,7%), berdasarkan informasi tertinggi memperoleh informasi dari media cetak (82,4%).Kesimpulan : Pengetahuan wanita usia 45- 55 tahun tentang pasca menopause di BTNPurwodadi sebagian besar dalam kategori kurang. Wanita yang bekerja lebih banyakberinteraksi dengan orang banyak, sehingga mudah memperoleh informasi dan informasiyang diperoleh media cetak dengan materi yang lengkap memudahkan ibu menerimainformasi, sehingga menambah pengetahuan tentang pasca menopause.Saran : Menjaga kesehatan dengan memanfaatkan pelayanan kesehatan sebelum pascamenopause atau lanjut usia dan bagi wanita pasca menopause atau lanjut usia dapatmemanfaatkan Posyandu Lansia dalam meningkatkan kualitas kesehatan. Kata Kunci : Pengetahuan, pasca menopause, wanita usia 45-55 tahun
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SISWA/SISWI KELAS XII DI SMA NEGERI 1 ABEPURA KOTA JAYAPURA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI SERTA BAHAYA PENYAKIT MENULAR SEKSUAL Yohana Lastri Ani Pampung; Pranita Kartika
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 1 No. 1, Januari (2018): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Masalah yang dihadapi remaja sangat kompleks dan mengkhawatirkanantara lain tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi di kalangan remaja masihrendah. Rentannya kaum remaja akan melakukan hal negatif dan dampak yang timbuldiantaranya adalah Penyakit Menular Seksual (PMS). Tujuan penelitian untukmengetahui gambaran tingkat pengetahuan Siswa/Siswi Kelas XII SMA Negeri 1Abepura Kota Jayapura tentang kesehatan reproduksi serta bahaya penyakit menularseksual.Metode Penelitian : Deskriptif dengan pendekatan crossectional study. Populasi padapenelitian ini adalah siswa kelas XII SMA Negeri 1 Abepura Kota Jayapura denganjumlah sampel sebanyak 86 responden. Data diperoleh menggunakan kuesioner dandianalisis secara univariat.Hasil penelitian : Pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dan bahayapenyakit menular seksual dalam kategori baik (37,1%). Kategori cukup sebanyak (34,8%)dan kategori kurang sebanyak 25 responden (28,1%).Kesimpulan : Pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dan bahaya penyakitmenular seksual da;lam kategori cukup.Saran : Meningkatkan pengetahuan dengan mencari referensi tentang jenis penyakitmenular seksual serta dampaknya agar remaja dapat melakukan pencegahan secara dinipenyakit menular seksual. Kata Kunci : Pengetahuan, Kesehatan Reproduksi, PMS, Remaja
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER III TENTANG KETUBAN PECAH DINI DI PUSKESMAS SENTANI KABUPATEN JAYAPURA Mela Elvionita; Adriana Adriana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 1 No. 1, Januari (2018): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Penyebab Angka Kesakitan dan Kematian Ibu yang masih tinggi salahsatunya disebabkan oleh Ketuban pecah dini. Ketuban pecah dini adalah pecahnyaketuban sebelum terdapat tanda persalinan dan tunggu satu jam sebelum dimulainyatanda persalinan. Kejadian ketuban pecah dini mendekati 10% dari semua persalinan(Manuaba, 2013).Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk membuat gambaran atau deskripsi pengetahuanibu hamil trimester III tentang ketuban pecah dini.Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan crosssectional, populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil trimester III sebanyak 114dengan sampel sebanyak 53 responden. Teknik sampel yang digunakan yaitu accidentalsampling, analisa yang digunakan adalah analisis univariat.Hasil : Penelitian disimpulkan bahwa tingginya pengetahuan ibu hamil trimester I sangatdipengaruhi oleh pendidikan dan pengalaman. Dimana dari 68 responden denganpendidikan atas yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 18 responden (72,0%). Ibuhamil trimester I yang berpengalaman yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 23responden (60,5%).Kesimpulan :Pengetahuan ibu hamil trimester I tentang pencegahan malaria tropikapada masa kehamilan sangat ditunjang oleh pendidikan dan pengalaman. Oleh karenaitu disarankan agar semua pihak meningkatkan pelayanan terutama dalam memberikaninformasi tentang pentingnya pencegahan malaria tropika.Kata Kunci : ANC, Ketuban Pecah Dini
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU BAYI TENTANG MUNISASI DPT PENTABIO DI PUSKESMAS SENTANI KABUPATEN JAYAPURA Maharani Dewi Anggraeni; Susi Lestari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 1 No. 1, Januari (2018): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: World Health Organization(WHO) 2012, sekitar 1.700.000 kematianyang terjadi pada bayi di dunia dengan kasus difteri sekitar 437.000, tetanus 327.000bayi dan pertusis 247.000 bayi. Di Indonesia menurut Kemenkes RI (2013) melaporkansekitar 5% pada bayi di Indonesia disebabkan oleh penyakit yang dapat dicegah denganImunisasi (PD3I) seperti TBC, Difteri, Pertusis, Campak, Tetanus, Polio dan Hepatitis B.Oleh karena itu cakupan imunisasi harus dipertahankan lebih tinggi dan merata sampaimencapai tingkat Population Immunity(kekebalan masyarakat) sehingga diperlukanpengetahuan ibu tentang imunisasi khususnya imunisasi pentabio yang merupakanprogram imunisasi perkembangan dari imunisasi DPT. Tujuan penelitian untukmengetahui gambaran pengetahuan Ibu bayi tentang Imunisasi DPT Pentabio diPuskesmas Sentani Kabupaten Jayapura tahun 2015.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatancrossectional study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu bayi di PuskesmasSentani Kabupaten Jayapura sebanyak 863 orang dengan jumlah sampel sebanyak 90responden diperoleh dengan cara purposive sampling. Data diperoleh menggunakankuesioner dan dianalisis secara univariat.Hasil penelitian: Pengetahuan ibu bayi tentang imunisasi Pentabio di PuskesmasSentani sebagian besar dalam kategori cukup (56,7%). Pengetahuan baik pada ibu bayitentang imunisasi Pentabio berdasarkan umur tertinggi pada umur > 35 tahun (88,9%),berdasarkan pendidikan ibu yang berpengetahuan baik pada pendidikan tinggi (82,4%),sedangkan berdasarkan pekerjaan ibu yang berpengetahuan baik tertinggi pada ibu yangbekerja (53,1%).Kesimpulan: Pengetahuan ibu bayi tentang imunisasi Pentabio di Puskesmas Sentanisebagian besar adalah berpengetahuan cukup. Umur yang semakin dewasa, pendidikanyang semakin tinggi dan ibu yang bekerja mempengaruhi pengetahuan tentang imunisasipentabio.Kata Kunci : Pengetahuan, Imunisasi Pentabio, Ibu Bayi
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER I TENTANG PENCEGAHAN MALARIA TROPIKA PADA MASA KEHAMILAN DI PUSKESMAS SENTANI TAHUN 2015 Vika Anggraeni; Wiwit Vitania; Dewi Simanjuntak
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 1 No. 1, Januari (2018): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Penyebab lain dari kematian pada ibu hamil adalah malaria. Jenisparasit dari malaria tropika merupakan jenis yang paling berbahaya dibanding denganjenis parasit malaria yang lain. Malaria dalam kehamilan mempunyai dampak yangnegatif terhadap kesehatan ibu dan janinnyaTujuan :Penelitian ini bertujuan untuk membuat gambaran atau deskripsi pengetahuanibu hamil trimester I tentang pencegahan malaria tropika pada masa kehamilan.Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan crosssectional, populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil trimester I sebanyak 212dengan sampel sebanyak 68 responden. Teknik sampel yang digunakan yaitu accidentalsampling, analisa yang digunakan adalah analisis univariat.Hasil : Penelitian disimpulkan bahwa tingginya pengetahuan ibu hamil trimester I sangatdipengaruhi oleh pendidikan dan pengalaman. Dimana dari 68 responden denganpendidikan atas yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 18 responden (72,0%). Ibuhamil trimester I yang berpengalaman yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 23responden (60,5%).Kesimpulan :Pengetahuan ibu hamil trimester I tentang pencegahan malaria tropikapada masa kehamilan sangat ditunjang oleh pendidikan dan pengalaman. Oleh karenaitu disarankan agar semua pihak meningkatkan pelayanan terutama dalam memberikaninformasi tentang pentingnya pencegahan malaria tropika. Kata Kunci: ANC, Pencegahan Malaria Tropika
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU BAYI TENTANG IMUNISASI DPT PENTABIO DI PUSKESMAS SENTANI KABUPATEN JAYAPURA Maharani Dewi Anggraeni; Susi Lestari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 1 No. 1, Januari (2018): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: World Health Organization(WHO) 2012, sekitar 1.700.000 kematianyang terjadi pada bayi di dunia dengan kasus difteri sekitar 437.000, tetanus 327.000bayi dan pertusis 247.000 bayi. Di Indonesia menurut Kemenkes RI (2013) melaporkansekitar 5% pada bayi di Indonesia disebabkan oleh penyakit yang dapat dicegah denganImunisasi (PD3I) seperti TBC, Difteri, Pertusis, Campak, Tetanus, Polio dan Hepatitis B.Oleh karena itu cakupan imunisasi harus dipertahankan lebih tinggi dan merata sampaimencapai tingkat Population Immunity(kekebalan masyarakat) sehingga diperlukanpengetahuan ibu tentang imunisasi khususnya imunisasi pentabio yang merupakanprogram imunisasi perkembangan dari imunisasi DPT. Tujuan penelitian untukmengetahui gambaran pengetahuan Ibu bayi tentang Imunisasi DPT Pentabio diPuskesmas Sentani Kabupaten Jayapura tahun 2015.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatancrossectional study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu bayi di PuskesmasSentani Kabupaten Jayapura sebanyak 863 orang dengan jumlah sampel sebanyak 90responden diperoleh dengan cara purposive sampling. Data diperoleh menggunakankuesioner dan dianalisis secara univariat.Hasil penelitian: Pengetahuan ibu bayi tentang imunisasi Pentabio di PuskesmasSentani sebagian besar dalam kategori cukup (56,7%). Pengetahuan baik pada ibu bayitentang imunisasi Pentabio berdasarkan umur tertinggi pada umur > 35 tahun (88,9%),berdasarkan pendidikan ibu yang berpengetahuan baik pada pendidikan tinggi (82,4%),sedangkan berdasarkan pekerjaan ibu yang berpengetahuan baik tertinggi pada ibu yangbekerja (53,1%).Kesimpulan: Pengetahuan ibu bayi tentang imunisasi Pentabio di Puskesmas Sentanisebagian besar adalah berpengetahuan cukup. Umur yang semakin dewasa, pendidikanyang semakin tinggi dan ibu yang bekerja mempengaruhi pengetahuan tentang imunisasipentabio.Kata Kunci : Pengetahuan, Imunisasi Pentabio, Ibu Bayi
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TABLET FE DI PUSKESMAS SENTANI KABUPATEN JAYAPURA Sri Nirwana Sari; Susi Lestari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 1 No. 2, Juli (2018): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada ibu hamil adalah keadaan seseorang kekurangan zat besidan darah yang ditandai dengan kadar Hb dibawah normal (< 11gr%) yang sering terjadipada wanita hamil disebabkan defisiensi besi dan perdarahan lalu yang berisikoterjadinya kegawatdaruratan pada ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Upaya yangdilakukan pemerintah adalah menganjurkan ibu hamil mengkonsumsi Fe sebanyak 90tablet dalam kehamilan. Namun dari data nasional, Provinsi Papua dan KabupatenJayapura masih banyak ibu yang tidak patuh mengkonsumsi table Fe akibat rendahnyapengetahuan ibu tentang anemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaranpengetahuan ibu hamil tentang tablet Fe di Puskesmas Sentani Kabupaten Jayapura.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatancrossectional study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil sebanyak 612orang di Puskesmas Sentani di Kabupaten Jayapura dengan jumlah sampel sebanyak 86responden diperoleh dengan cara purposive sampling. Data diperoleh menggunakankuesioner dan dianalisis secara univariat.Hasil penelitian: Pengetahuan ibu hamil tentang tablet Fe di Puskesmas Sentanisebagian besar pengetahuan cukup sebanyak 42 (48,8%)responden. Pengetahuan baikpada ibu hamil primigravida tentang tablet Fe berdasarkan pendidikan tertinggi sebanyak(93,8%), berdasarkan pekerjaan pada ibu yang bekerja sebanyak(87,5%), berdasarkanumur pada umur > 35 tahun sebanyak(90,9%) dan berdasarkan paritas pada ibugrandemultipara sebanyak(85,7%).Kesimpulan: Pengetahuan ibu hamil di Puskesmas Sentani sebagian besarbepengatahuan cukup. pendidikan yang semakin tinggi, ibu yang bekerja, umur yangsemakin dewasa dan jumlah anak yang banyak mempengaruhi pengetahuan ibu hamiltentang tablet Fe.Saran: Meningkatkan pelayanan promotif dengan berbagai media, sehinggapengetahuan ibu hamil akan bertambah selain mendengarkan informasi dari petugaskesehatan juga diperoleh dari media informasi lainnya seperti poster dan leaflet,sehingga responden dengan pendidikan rendah lebih mudah memahami manfaat tabletFe.Kata Kunci: Pengetahuan, Anemia, Ibu Hamil
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG EFEK SAMPING PENINGKATAN BERAT BADAN PADA AKSEPTOR KB SUNTIK 3 BULAN DI PUSKESMAS ARSO KOTA KABUPATEN KEEROM TAHUN 2017 Firga Firga; Adriana Adriana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 2 No. 1, Januari (2019): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LatarBelakang:Keluarga berencana adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melaluipendewasaan usia perkawinan, pengatur kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga danmeningkatkan kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera. Metode :Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan rancangan cross sectional. Populasipenelitianya itu seluruh akseptor KB suntik 3 bulan dengan populasi sebanyak 700 akseptor diPuskesmas arso Kota Kabupaten Keerom dengan jumlah sampel sebanyak 88 responden diperolehdengan cara accidental sampling. Data diperoleh menggunakan kuesioner dan analisa secaraunivariat. Hasil:Pengetahuan ibu tentang efek samping peningkatan berat badan pada akseptor KB suntik 3 bulanmayoritas pengetahuan dengan kategori cukup sebanyak 49 orang (55,7%). Pengetahuan ibuberdasarkan karakteristik umur 20-35 tahun sebanyak 33 orang (37,5%). Pengetahuan ibuberdasarkan karakteristik pendidikan mayoritas terdapat pada ibu pendidikan menengah sebanyak34 orang (38,6%). Pengetahuan ibu berdasarkan karakteristik paritas mayoritas terdapat pada ibuparitas multipara sebanyak 34 orang (38,6%). Kesimpulan : Pengetahuan ibu tentang efek samping peningkatan berat badan pada akseptor KB suntik 3 bulandi Puskesmas arso Kota Kabupaten Keerom tahun 2017 menunjukan sebagian besar respondenmemiliki pengetahuan cukup. Umur, pendidikan dan paritas berpengaruh pada pengetahuan ibutentang efek samping peningkatan berat badan. Saran :Diharapkan meningkatkan pelayanan kesehatan terutama pada ibu akseptor KB dan lebih banyakmemberikan KIE tentang pengaruh KB suntik 3 bulan terhadap kesehatan ibu. Kata Kunci : Pengetahuan, KB suntik 3 Bulan
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG BOUNDING ATTACHMENT DI PUSKESMAS SENTANI TAHUN 2015 Elisabeth Elisabeth; Dionesia Pri Utami
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 2 No. 1, Januari (2019): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Angka Kematian Bayi menurut WHO ( 2007) sebesar 10.000.000 jiwa pertahun,dan 99% terjadi di Negara berkembang termasuk Indonesia.AKB di Indonesia tahun 2008sebesar 34 per 1000 kelahiran hidup.Propinsi Papua menyumbangkan angka yang lebih tinggi dariangka nasional yaitu sebesar 41 per 1000 kelahiran hidup.Kabupaten Jyapura tahun 2014 tercatatsebanyak 25 kasus pada kematian bayi, di mana puskesmas sentani menyumbang sebanyak 12 kasusyang terdiri dari kasus hipotermi,asfiksia dan BBLR. Pengetahuan ibu tentang bounding attachmentsangat berpengaruh terhadap kasus- kasus di atas. Oleh karena itu peneliti ingin mengambil judulGambaran Pengetahuan Ibu Nifas tentang Bounding Attachmentdi puskesmas sentani Kabupatenjayapura Tahun 2015.Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk membuat gambaran atau deskripsi pengetahuanibu nifas tentang Bounding Attachment.Metode Penelitian : Penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional, populasi dalampenelitian ini semua ibu nifas. Pemilihan sampel sebanyak 46 responden dengan membagikankuesioner yang dijadikan sebagai sumber data primer.Hasil Penelitian : Hasil penelitian di simpulkan bahwa tingginya pengetahuan ibu nifas sangat dipengaruhi oleh umur,pendidikan,dan paritas.Dimana dari 46 responden didapatkan sebagian besarresponden memiliki pengetahuan dengan kriteria baik yaitu sebanyak 18 responden (39,1%)berdasarkan penelitian dari 46 responden hasil tertinggi ada pada responden dengan kriteria umur 20-35 tahun yang memiliki pengetahuan baik ada 9 responden (39,1%) hasil tertinggi ada padaresponden dengan pendidikan atas yang memiliki pengetahuan baik ada 16 responden (80,0%) dandari 46 responden hasil tertinggi ada pada responden grandemultipara dengan pengetahuan baiksebanyak 13 responden (86,7%). Kesimpulan : Pengetahuan ibu nifas tentang Bounding Attachment sangat ditunjang oleh umur,pendidikan dan paritas. Oleh karena itu disarankan agar semua pihak meningkatkan pelayananterutama dalam memberikan informasi tentang pentingnya Bounding Attachment.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KECEMASAN DALAM MENGHADAPI MENOPAUSE DI KELURAHAN SENTANI KOTA RW 01 RT 03 KABUPATEN JAYAPURA TAHUN 2017 Heni Heni; Adriana Adriana; Hasnia Hasnia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 2 No. 1, Januari (2019): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Menopause adalah berhentinnya menstruasi secara permanen yangmenjadi akhir dari kemampuan reproduksi wanita (Peter, 2014). Seorang wanita tidakingin mengalami salah satu dari sekian banyak keluhan pada masa premenopause,demikian juga pihak keluarga. Jika beberapa keluhan tersebut muncul bersamaan, makadapat berdampak pada kualitas hidup wanita tersebut.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengankecemasan dalam menghadapi menopause.Metode : Jenis penelitian yang digunakan penelitian ini adalah Analisis Korelasi denganpendekatan case control (retrospective), populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibumenopause pada bulan Januari-Desember tahun 2016 sebanyak 101 ibu. Pemilihansampel dengan menggunakan rumus slovin nyaitu 49 responden.Hasil: Ha ditolak dan H0 diterima, Tidak ada hubungan pengetahuan ibu dengankecemasan dalam menghadapi menopause di Kelurahan Sentani Kota RW 01 RT 03dengan hasil uji statistic menggunakan uji Chi-Square nilai P-value 0,599 > 0,05. Dari 49responden berdasarkan pengetahuan mayoritas responden memiliki pengetahuan cukupsebanyak 27 (55,1%) responden dan berdasarkan kecemasan ibu mayoritas respondendengan kecemasan sedang sebanyak 25 (51,0%) responden.Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dankecemasan dalam menghadapi menopause. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut denganvariabel yang berbeda untuk peningkatan penelitian dengan judul ini. Kata Kunci: Pengetahuan dan Kecemasan