cover
Contact Name
Dwi Nuriana
Contact Email
dwinuriana99@gmail.com
Phone
+6285736913999
Journal Mail Official
dwinuriana99@gmail.com
Editorial Address
Address: Jl. Youmakhe, Hinekombe, Kec. Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua 99352
Location
Kab. jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak JULKIA
ISSN : -     EISSN : 25992988     DOI : 10.52646
Core Subject : Health,
JULKIA adalah jurnal kesehatan ibu dan anak dengan cakupan ilmu kebidanan dengan scope kehamilan, persalinan, KB, Kesehatan Reproduksi,  Anak dan bidang ilmu lain yang serumpun yang di terbitkan oleh LPPM STIKES JAYAPURA 
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2, Agustus (2020): JULKIA" : 5 Documents clear
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENDAHNYA MINAT IBU UNTUK MEMILIH IMPLANT SEBAGAI ALAT KONTRASEPSI DI KELURAHAN GANDASULI KABUPATEN BREBES Intan Monik Pratami
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 3 No. 2, Agustus (2020): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Salah satu metode kontrasepsi jangka panjang adalah implant atau yang lebih di kenal dengan susuk KB,Berdasarkan data yang diperoleh dari BKBPP (Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan) tahun 2019, pencapaian peserta KB aktif terhadap perkiraan permintaan masyarakat Kabupaten Brebes dengan jumlah PUS 377.970, untuk pemakaian KB IUD ada 13.978 orang, MOW 12.066 orang, MOP 3.269 orang, kondom 3.840 orang, implant 25.060 orang, suntik 166.039 orang, pil 85.774 orang (BKBPP, 2019 ) Metode penelitian: Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif analitik. Sampel pada penelitian ini yaitu mengunakan minimal sampel 93 responden, teknik pengambilan sampel yaitu dengan metode random sampling. Data penelitian ini merupakan data primer dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil penelitian: responden yang memilih implant dengan pendidikan dasar sejumlah 5 responden (20,8%), kategori pendidikan menengah sejumlah 14 responden (58,3%) dan kategori pendidikan tinggi sejumlah 5 responden (20,8%). Sedangkan untuk responden yang tidak memilih implant dengan kategori pendidikan dasar sejumlah 40 responden (58,0%), kategori pendidikan menengah sejumlah 22 responden (31,9%) dan kategori pendidikan tinggi sejumlah 7 responden (10,1%). Kesimpulan: Ada hubungan antara faktor pendidikan dengan rendahnya minat ibu untuk memilih implant sebagai alat kontrasepsi. Kata kunci : Alat kontrasepsi, implant, minat
Hubungan antara Tingkat Pengetahuan Ibu Balita tentang Hygiene Makanan dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Ketanggungan Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes Tahun 2020 Suci Utami; Alya Nabila Putri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 3 No. 2, Agustus (2020): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Penyakit Diare adalah penyakit endemis potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) yang dapat menyebabkan kematian di Indonesia. Target cakupan pelayanan penderita diare yang datang kesarana Kesehatan 20% dari taksiran jumlah penderita diare pada bayi dan balita. Pada tahun 2018 jumlah penderita diare balita yang diberikan pelayanan di sarana Kesehatan adalah 40,90% dari perkiraan diare di sarana Kesehatan. Kabupaten Brebes merupakan wilayah yang jumlah penduduknya besar di Jawa Tengah, menurut penelitian Yosef Muhamad (2016) Brebes menunjukkan angka sebesar 12,5% dalam penanganan kasus diare. Penyebab diare yaitu langsung dan tidak langsung, dimana faktor perilaku ibu sangat berpengaruh terhadap kejadian diare. Perilaku dipengaruhi pengetahuan dan sikap ibu terhadap penanganan kasus diare. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey analitik dengan menggunakan pendekatan case control. Subjek penelitian terdiri dari 84 ibu yang mempunyai anak balita yang menderita diare dan 84 ibu yang mempunyai anak balita yang tidak menderita diare. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Teknik sampling adalah random sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan dengan analisis univariat dan analisis bivariat, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah static koefisien kontigenti dan perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil : Hasil analisis statistik dengan teknik static koefisien kontigenti menunjukkan nilai ρ = 0,003 dan OR = 2,520 dengan CI 95% = 1,352 < OR < 4,696. Nilai ρ < 0,05 dapat diinterpretasikan secara statistik bahwa terdapat hubungan yang signifikan antar tingkat pengetahuan ibu balita tentang hygiene makanan dengan kejadian diare pada balita. Sehingga tingkat pengetahuan ibu yang buruk tentang hygiene makanan menjadi faktor risiko kejadian diare pada balita. Dari hasil Odds Ratio dapat diketahui bahwa ibu balita dengan tingkat pengetahuan buruk mempunyai risiko menderita diare 2,520 kali lebih besar dibanding dengan ibu balita dengan tingkat pengetahuan baik. Kesimpulan : hasil penelitian tentang hubungan antara tingkat pengetahun ibu balita tentang Hygiene makanan dengan kejadian diare di Wilayah Kerja Puskesmas Ketanggungan Kabupaten brebes yaitu : Sebanyak 53% responden berpengetahuan buruk lebih banyak dibandingkan dengan responden yang tingkat pengetahuannya baik (47%). Responden yang memiliki pengetahuan buruk pada kelompok kasus 32,1 %, lebih banyak dibandingkan dengan kelompok control hanya 20,8%.. Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Hygiene Makanan, Diare.
GAMBARAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SMK YPKP SENTANI KABUPATEN JAYAPURA Ariyanto D Saputra; Nurhidayah Amir; Arvia Arvia; Susi Lestari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 3 No. 2, Agustus (2020): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kesehatan reproduksi adalah kesehatan secara fisik, mental dan kesejahteraan sosial secara utuh pada semua hal yang berhubungan dengan sistem dan fungsi, serta proses reproduksi dan bukan hanya kondisi yang bebas dari penyakit dan kecatatan. Metode Penelitian: Penelitian ini mengunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan pendekatan cross sectonal. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah remaja kelas XI di semua jurusan dengan mengunakan minimal sample sebanyak 30 orang dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner sebanyak 24 pertanyaan dan kuesioner menggunakan skala Guttman. Hasil penelitian: Dari 30 responden yang diteliti didapatkan umur responden terbanyak adalah usia 16 tahun, dengan jumlah 24 orang (80%) dan usia 15 tahun dengan jumlah 6 orang (20%). Jenis kelamin responden terbanyak adalah wanita, dengan jumlah 24 orang (80%) dan pria dengan jumlah 6 orang (20%). Pengetahuan kesehatan reproduksi menunjukan hasil kategori baik berjumlahh 21 remaja (70%), sedangkan pengetahuan cukup berjumlahh 8 remaja (26,7%) dan yang memiliki pengetahuan kurang hanya 1 orang (3,3%). Kesimpulan: Dari hasil penelitian diketahui pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi di SMK YPKP Sentani dalam kategori baik. Kata kunci : Pengetahuan, Kesehatan Reproduksi remaja
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DENGAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIWULUH KECAMATAN BULAKAMBA KABUPATEN BREBES TAHUN 2020 Rosmalia Kamil; Bunga Trisnia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 3 No. 2, Agustus (2020): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Status gizi balita merupakan hal penting yang harus diketahui oleh setiap orang tua. Perlunya perhatian lebih dalam tumbuh kembang usia balita didasarkan fakta bahwa kekurangan gizi akan berdampak menurunnya daya tubuh, sehingga rentan terkena penyakit. Bahkan gizi buruk bisa mengakibatkan terhambatnya kecerdasan dan perkembangan fisik anak. Untuk mengatasi kasus kurang gizi memerlukan peran dari keluarga, praktisi kesehatan dan pemerintah. Pemerintah harus meningkatkan kualitas posyandu, jangan hanya penimbangan dan vaksinasi saja, tetapi harus diberikan juga penyuluhan gizi dan kualitas makanan tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi balita di Wilayah Kerja Puskesmas Siwuluh Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes Tahun 2020. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriftif analitik dengan rancangan penelitian cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang mempunyai anak balita yang berdomisili di Wilayah Kerja Puskesmas Siwuluh Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes Tahun 2020 dengan sampel berjumlah 75 responden yang diambil secara random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer dan sekunder. Analisis data secara univariat dan secara bivariat menggunakan analisis rank spearman. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang gizi di Wilayah Kerja Puskesmas Siwuluh Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes Tahun 2020 yang mempunyai kategori tingkat pengetahuan baik dengan anak gizi lebih ada 10 responden (18%), dengan gizi anak baik ada 38 responden (69,1%) dan dengan status gizi anak kurang ada 7 responden (12,7%). Sedangkan pengetahuan ibu cukup dengan status gizi anak lebih ada 2 responden (10%), dengan status gizi anak baik ada 10 responden (50%) dan dengan status gizi anak kurang ada 8 responden (40%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi balita di Wilayah Kerja Puskesmas Siwuluh Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes Tahun 2020 (p = 0,022 < 0,05). Kesimpulan : penelitian ini adalah bahwa sebagian besar ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Siwuluh berpengetahuan cukup dengan status gizi kurang dan dapat dijadikan sebagai bahan referensi khususnya bagi tenaga kesehatan sehingga akan meningkatkan mutu pelayanan pada masyarakat yang berkaitan dengan status gizi anak. Kata kunci : pengetahuan ibu tentang gizi, status gizi balita
PENGARUH KOMPENSASI, KOMPETENSI, LINGKUNGAN KERJA, STRES KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KEPATUHAN BIDAN DALAM PENERAPAN SOP PENANGANAN AWAL PREEKLAMSI BERAT DI PUSKESMAS PONED KABUPATEN BREBES Siti Fatimah; Dinti Linidah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 3 No. 2, Agustus (2020): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kepatuhan bidan merupakan standar pelayanan kebidanan bagi kesehatan ibu dan anak berdampak dan mempunyai daya ungkit terhadap kualitas pelayanan antenatal yang diberikan, Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung serta besarannya antara kompensasi kompetensi, stress kerja,lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap kepatuhan bidan penerapan SOP penanganan awal Preeklamsi berat Di Puskesmas PONED Kab Brebes Tahun 2019. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang menggunakan desain cross-sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 90 bidan sebagai responden. Metode analisis yang digunakan adalah (SEM) mengunakan SmartPLS 2.0 dan SPSS 20. Hasil : Hasil pengujian hipotesis dengan Structural Equation Model (SEM) dengan metode smartPLS dipengaruhi oleh variabel kompensasi (2,72%), kompetensi (36,74%), lingkungan kerja (8,54%), stres kerja (4,05%) dan disiplin kerja (27,73%) secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepatuhan Bidan. Kesimpulan :penelitian ini adalah kompetensi merupakan faktor yang dominan yang sangat mempengaruhi Kepatuhan Bidan di Puskesmas PONED Kab Brebes Tahun 2019. Adapun saran yang diberikan oleh penulis kepada Bidan Puskesmas yaitu diharapkan dapat terus meningkatkan pengetahuan, kompetensi yang lebih baik lagi guna untuk meningkatkan kepatuhan bidan dalam penanganan preeklamsi berat, hal ini untuk mencegah komplikasi pada persalinan sehingga membantu menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Kata Kunci: Kompetensi, Lingkungan kerja, Kepatuhan

Page 1 of 1 | Total Record : 5