cover
Contact Name
Muh. Nadzirin Anshari Nur
Contact Email
nadzirin@uho.ac.id
Phone
+6281342713802
Journal Mail Official
manajemen.rekayasa@uho.ac.id
Editorial Address
Jl. Mayjend S. Parman, Kendari Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Manajemen Rekayasa (Journal of Engineering Management)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 26853752     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jmr.v5i2
Perancangan dan Pengukuran Kerja Manajemen Rekayasa Teknik Sipil Manajemen Rekayasa Teknik Elektro Manajemen Rekayasa Teknik Kelautan Manajemen Rekayasa Teknik Arsitektur Manajemen Rekayasa Teknik Mesin Manajemen Rekayasa Teknik Informatika Penelitian Operasional Analisis Ekonomi Teknik Rekayasa Fasilitas dan Manajemen Energi Rekayasa Kualitas dan Keandalan Rekayasa Operasi dan Manajemen Operasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sistem Informasi Rekayasa Perancangan dan Manufaktur Perancangan dan Pengembangan Produk Perancangan dan Rekayasa Sistem
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No 2 Oktober 2019" : 4 Documents clear
PENGARUH KEBISINGAN LALU LINTAS TERHADAP TINGKAT KETERGANGGUAN INDIVIDU SISWA (Studi Kasus : SMPN 3 Kendari)) Sabta Nur Ibnu
Jurnal Manajemen Rekayasa (Journal of Engineering Management) Vol. 1 No 2 Oktober 2019
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmr.v1i2.9262

Abstract

Noise are unwanted sounds from activities in certain level and certain time can cause health problem and environmental problem. Noise is an annoying thing in studying process, in long time intensity and certain level can be dangerous for health. Therefore, the education zone need a quiet environmet from noise including traffic noise.The goal of this research are to analyze the noise level from traffic activities in SMPN 3 Kendari, to analyze students perception about traffic noise in SMP Negeri 3 Kendari and to analyze the influence of noise level to student’s level of annoyance in SMPN 3 Kendari. The results of this research showed that the noise level from traffic activity in SMPN 3 Kendari has exceeded the standard noise limit for education zone with average Leq value are 77,5 dB. Students perception to traffic noise level are : not disturbed 30%, quite disturbed 41%, moderately disturbed 19%, disturbed 8%, and very disturbed 2%.The noise level has a significant influence to students annoyance level with regression model: Y = 2·10-11 X6.1553 and R2 value = 0.5837 with noise level as independent variable (X) and annoyance level as dependent variable (Y).Keywords: Noise, Annoyance, School
Pengaruh Nilai Waktu Pada Biaya Operasional Kendaraan Dalam Pemilihan Rute Perjalanan Melalui Desa Meluhu dan Pohara Antar Kabupaten Konawe - Konawe Utara Erwin K
Jurnal Manajemen Rekayasa (Journal of Engineering Management) Vol. 1 No 2 Oktober 2019
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmr.v1i2.9259

Abstract

Dewasa ini perkembangan mobilitas seseorang cenderung membutuhkan waktu yang lebih singkat, dimana waktu adalah komoditi yang tidak dapat dihemat ataupun disimpan sehingga bagi setiap orang waktu merupakan hal yang sangat penting. Dalam hal ini nilai waktu berubah sesuai dengan tingkat pendapatan, apabila dihadapkan dengan dua pilihan yaitu melalui Jalan Desa Meluhu dan melalui Jalan Desa Pohara menuju Kabupaten Konawe Utara seseorang dengan tingkat pendapatan tinggi cenderung menghargai nilai waktu dengan memilih rute yang mempunyai nilai waktu lebih efisien. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisa pengaruh nilai waktu perjalanan pengguna jalan dalam besarnya Biaya Operasional Kendaraan (BOK) terhadap pemilihan rute pada melalui Jalan Desa Meluhu dan melalui Jalan Desa Pohara dengan Model Logit Binomial. Metodologi dalam penelitian ini ialah untuk menganalisis nilai waktu perjalanan digunakan metode Income Approach, kemudian untuk menganalisis hasil perhitungan nilai BOK digunakan rumus PCI (Pacific Consultant International), kemudian untuk menganalisis pemilihan rute dengan Model Logit Binomial. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa semakin besar nilai waktu pengguna jalan maka probabilitas pemilihan rute-A juga semakin meningkat, dikarenakan nilai waktu pengguna jalan dengan pendapatan yang lebih besar, lebih penting dibandingkan dengan nilai waktu pengguna jalan dengan pendapatan yang lebih rendah.kata kunci : Nilai Waktu, Biaya Operasional Kendaraan, Pemilihan Rute
ANALISIS HUBUNGAN VOLUME KECEPATAN KEPADATAN PADA SEGMEN RUAS JALAN Z.A SUGIANTO YANG MENGALAMI PENYEMPITAN JALAN DI JEMBATAN SUNGAI WANGGU I Basrami Dwi Putra; Edward Ngii; La Ode Muhamad Magribi
Jurnal Manajemen Rekayasa (Journal of Engineering Management) Vol. 1 No 2 Oktober 2019
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmr.v1i2.9260

Abstract

Jalan Z. A. Sugianto merupakan salah satu jalur penghubung pergerakan arus kendaraan Kota Kendari, ruas jalan ini menopang arus lalu lintas lokal dan arus lalu lintas jarak jauh sehingga tingkat aktivitas disepanjang ruas jalan ini cukup tinggi. Selain itu terjadinya penyempitan jalan dijembatan Sungai Wanggu I, dimana saat memasuki jembatan Sungai Wanggu I terjadi perbedaan type jalan dari 4/2 T menjadi 2/2 TT sehingga mengakibatkan kecepatan kendaraan berkurang. Pada ruas jalan ini telah dilakukan manajemen lalulintas yang sifatnya sementara pada titik sebelum memasuki jembatan Sungai Wanggu I berupa pemasangan traffic cone bertujuan untuk mengatur pola pergerakan arus lalulintas dan mengurangi potensi terjadinya kemacetan atau antrian panjang, selain itu juga sebagai pemisah atau pembatas lajur kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat sebelum memasuki jembatan. Namun dengan upaya manajemen lalulintas tersebut, belum optimal dalam mengatasi kemacetan pada ruas jalan ini terutama saat melintas dijembatan triping sehingga menyebabkan arus lalulintas tidak stabil pada jam-jam tertentu seperti pada pagi hari dan sore hari. Oleh karena itu sebelum melakukan upaya manajemen lalu lintas yang komprehensif, terpadu, dan terencana tersebut, maka terlebih dahulu perlu diketahui perilaku karakteristik arus lalu lintas seperti Volume, Kecepatan, dan Kepadatan serta kondisi geometric ruas jalan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara volume, kecepatan dan kepadatan lalu lintas pada penyempitan jalan (bottleneck) di ruas jalan Z. A Sugianto, serta untuk mengetahui kinerja ruas jalan berdasarkan pembagian segmen yaitu Segmen adanya perlakuan lalulintas, Segmen normal dan segmen menyempit, Penelitian ini dilakukan di Ruas Z.A Sugianto, Kecamatan Kambu. Pengambilan data primer dilakukan selama 7 hari dimulai dari jam 07.00-18.00 WITA dengan interval pengamatan 15 menit, data diambil secara langsung pada setiap segmen. Analisis data berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2014 dengan menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel. Adapun analisa hubungan karakteristik lalu lintas pada penyempitan jalan di ruas jalan Z. A. Sugianto dengan menggunakan 4 model pendekat matematis, yaitu dengan model Greenshield, model Greenberg, model Underwood dan model Bell.Berdasarkan hasil analisis dari seluruh segmen yang ditinjau diketahui model hubungan yang sesuai dengan kondisi dilapangan pada segmen menyempit adalah model Greenberg dengan persamaan hubungan antara Kecepatan dan kepadatan (S-D) ; S = 46,672 − 8,232 , Volume dan Kecepatan (V-S) ; V = 46,672 − 8,232, Volume dan Kepadatan (V-D) ; = 289,996 . , . Pada segmen jalan normal model yang sesuai dengan kondisi dilapangan adalah model Underwood dengan persamaan Kecepatan dan kepadatan (S-D) ; S = 34,955 e-0,016D, Volume dan Kepadatan (V-D); V=34,95D.e-0,0155D, Volume dan Kecepatan (V-S) ; V = 228,946S -64,418S Ln S dan pada segmen adanya perlakuan lalulintas model yang sesuai adalah model Grenberg dengan persamaan Kecepatan dan kepadatan (S-D) ; S =67,2467-13,202 Ln D, Volume dan Kepadatan (V-D) ; V =53,600D-9,798D Ln D, Volume dan Kecepatan (V-S) ; V =162,96S e-0,0757S . Volume Puncak terjadi Pada hari Senin, dimana volume puncak pagi diperoleh 2778,60 Skr/jam terjadi pada jam 07.00-08.00 WITA, pada siang hari terjadi pada jam 14.00-15.00 WITA dengan volume 2481,35 Skr/jam dan volume puncak sore terjadi pada jam 16.00-17.00 WITA dengan nilai 2871.90 Skr/jam dan kepadatan maksimum DM = 121,12 Skr/Km. Kinerja jalan segmen jalan menyempit mencapai LOS E sedangkan Segmen jalan normal dan adanya perlakuan lalulintas mencapai LOS D.Kata Kunci: Volume, Kecepatan, Kepadatan Lalulintas, Kapasitas, PKJI 2014, Model Grenshields,Grenberg, Underwood, Bell
PEMERIKSAAN MATERIAL SUNGAI ASAL QUARY DESA BORO-BORO KECAMATAN RANOMEETO KABUPATEN KONAWE SELATAN SEBAGAI BAHAN LAPIS PERKERASAN KELAS S Vivin Hardyanty
Jurnal Manajemen Rekayasa (Journal of Engineering Management) Vol. 1 No 2 Oktober 2019
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmr.v1i2.9261

Abstract

Salah satu sumber material di Sulawesi Tenggara yang cukup potensial untuk digunakan adalah material yang berasal dari quary Desa Boro-Boro Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan dengan suplay material yang cukup banyak dan dapat digunakan untuk beberapa tahun kedepan. Dimana material dilokasi tersebut sudah lama dimanfaatkan oleh masyarakat sekitarnya untuk keperluan bahan konstruksi jalan dan bangunan sipil, sedangkan pemeriksaan mutu material khususnya sebagai bahan perkerasan kelas S belum pernah dilakukan maka dilakukanlah pengujian terhadap material tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa hasil yang dicapai dari uji laboratorium terhadap material sungai asal quary Desa Boro-Boro Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan memenuhi atau tidak memenuhi spesifikasi yang akan digunakan sebagai bahan konstruksi pada lapis pondasi agregat kelas S.Lapis Perkerasan Kelas S merupakan lapis pondasi yang biasa digunakan pada perkerasan lentur. Spesifikasi jalan mengharuskan campuran bahan lapis pondasi kelas S harus memiliki nilai CBR min 50 %. Hal ini mengakibatkan seluruh material harus memenuhi syarat dan ketentuan yang ada didalam spesifikasi agar nilai nilai yang ada dalam spesifikasi terpenuhi. Pengujian dilakukan dengan dua tahap atau dua fraksi. Tahap pertama pengujian dilakukan hanya dengan menggunakan satu bahan saja yaitu menggunakan sirtu boro boro. Tahap kedua pengujian dilakukan dengan campuran dari tiga bahan yaitu sirtu boro boro, batu pecah moramo, dan tanah alolama. Dari hasil penggabungan agregat diperoleh komposisi material sirtu boro boro 55 %, batu pecah moramo 40 %, tanah alolama 5 % . Hasil pengujian diperoleh nilai CBR laboratorium untuk LPA (sirtu boro boro) diperoleh nilai CBR 27,25 %, LPA (sirtu boro boro + batu pecah moramo + tanah alolama) diperoleh nilai CBR 51,90%. berdasarkan nilai CBR , sirtu boro boro dapat digunakan pada lapis perkerasan kelas S dengan komposisi yang telah diperoleh pada penelitian dilaboratorium.Kata Kunci : Sirtu Boro-Boro, CBR, LPA

Page 1 of 1 | Total Record : 4