cover
Contact Name
Bulan Kakanita Hermasari
Contact Email
dr.bulan.kakanita@staff.uns.ac.id
Phone
+6281225381332
Journal Mail Official
pmjfkuns@gmail.com
Editorial Address
Gedung Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36A Kentingan Jebres
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Plexus Medical Journal
ISSN : 2828187x     EISSN : 28284801     DOI : https://doi.org/10.20961/plexus.v1i1.4
Core Subject : Health,
Plexus Medical journal (PMJ) publishes original research articles or article review in the basic medical sciences, clinical medical sciences, medical education and public health science. Plexus Medical journal is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, community or public health research, and medical education to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. Brief communications containing short features of medicine, latest developments in diagnostic procedures, treatment, or other health issues that is important for the development of health care system are also acceptable. Letters and commentaries of our published articles are welcome.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 3 (2024): Juni" : 5 Documents clear
Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan VO2Max dan Indeks Kebugaran pada Pemain Sepak Bola Raditya Perdana Aryasatya; Selfi Handayani; Dhoni Akbar Ghozali; Nanang Wiyono
Plexus Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v3i3.618

Abstract

Pendahuluan: Sepak bola membutuhkan strategi permainan yang baik, kondisi fisik yang prima, dan energi dan tingkat fokus yang tinggi. Maka dari itu, pengukuran VO2Max dan indeks kebugaran penting untuk mempertahankan penampilan dalam setiap momen yang ada tanpa adanya hambatan dan kelelahan yang berarti. Salah satu faktor yang mempengaruhi VO2Max dan indeks kebugaran pemain sepak bola adalah Indeks Massa Tubuh (IMT) sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan IMT dengan VO2Max dan indeks kebugaran pada pemain sepak bola. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik cross-sectional dengan populasi sebanyak 51 pemain usia 10-19 tahun, lalu dipilih sampel menggunakan purposive sampling dan jumlah sampel dihitung dengan rumus Slovin dengan tingkat kepercayaan 95% dan tingkat kesalahan 5% sehingga diperoleh 45 sampel. Pengukuran IMT menggunakan berat badan melalui timbangan dan tinggi badan melalui microtoise. Pengukuran VO2Max menggunakan Cooper Test-12 Minute Run. Pengukuran indeks kebugaran menggunakan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI). Uji korelasi menggunakan Uji Spearman’s rho yang dilalui oleh Uji Normalitas Shapiro-Wilk dan Uji Linearitas ANOVA Table. Hasil: Diperoleh koefisien korelasi ρ=-0.041 dan signifikansi Sig. (2-tailed) p=0.787 untuk hubungan antara IMT dengan VO2Max serta diperoleh koefisien korelasi ρ=0.104 dan signifikansi Sig. (2-tailed) p=0.495 untuk hubungan antara IMT dengan indeks kebugaran. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara IMT dengan VO2Max dan tidak terdapat hubungan antara IMT dengan indeks kebugaran.
Faktor Risiko Mortalitas pada Anak dengan COVID-19 di Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta Dzakiyyah, Arifatul; Martuti, Sri; Nur, Fadhilah Tia
Plexus Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v3i3.1032

Abstract

Pendahuluan: COVID-19 adalah penyakit infeksi saluran pernapasan yang dapat menyerang semua usia, termasuk anak-anak. Hingga saat ini, penelitian mengenai faktor risiko mortalitas pada pasien anak dengan COVID-19 khususnya di negara berkembang masih terbatas dengan hasil yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usia, jenis kelamin, komorbid, status gizi, gejala klinis, temuan laboratorium, dan temuan radiologi sebagai prediktor mortalitas COVID-19. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif desain cross sectional, dilakukan pada bulan Maret-September di Rumah Sakit Dr. Moewardi dengan jumlah sampel sebanyak 70 pasien dengan data sekunder dan diolah menggunakan SPSS analisis chi square dan uji regresi logistik. Hasil: Dari 70 pasien yang diteliti dalam penelitian ini 20% di antaranya mengalami mortalitas. Berdasarkan analisis multivariat terdapa tiga variabel yang memengaruhi mortalitas yaitu komorbid (OR = 82,023, 95% CI: 1,625-4139,152, p = 0,028), status gizi (OR = 43,843, 95% CI: 1,640-1179,148, p = 0,024), dan temuan laboratorium (OR = 70,838, 95% CI 4,222-1188,483, p = 0,003). Sementara variabel usia, jenis kelamin, gejala klinis, dan temuan radiologi tidak menunjukkan hasil yang signifikan pada analisis bivariat. Kesimpulan: Faktor risiko yang memengaruhi mortalitas yaitu pasien dengan komorbid, status gizi malnutrisi, dan temuan laboratorium abnormal.
Hubungan Kadar D-dimer pada Ibu Hamil COVID-19 terhadap Kejadian Ketuban Pecah Dini di RSUD Dr. Moewardi Anggriyani Widya Pramuni; Prakosa, Teguh; Setyawan, Sigit; Ratnasari, Affi Angelia
Plexus Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v3i3.1218

Abstract

Pendahuluan: Salah satu komplikasi COVID-19 pada ibu hamil yaitu terjadinya ketuban pecah dini. Infeksi SARS-CoV-2 mengaktivasi sitokin-sitokin inflamasi yang berkontribusi terhadap suatu kondisi hiperkoagulabilitas dengan mengaktivasi trombin yang memicu terjadinya ketuban pecah dini. Salah satu marker dari koagulasi yang dapat menentukan prognosis pasien COVID-19 adalah kadar D-dimer. Dibandingkan dengan wanita hamil yang tidak mengalami COVID-19, peningkatan kadar D-dimer yang lebih tinggi didapatkan pada wanita hamil yang mengalami COVID-19. Penelitian ini diharapkan dapat menunjukkan apakah terdapat hubungan antara kadar D-dimer pada ibu hamil yang mengalami COVID-19 terhadap kejadian ketuban pecah dini. Metode: Penelitian dilakukan melalui pendekatan cross-sectional di RSUD Dr. Moewardi, Surakarta dengan total 67 sampel yang tercatat di rekam medis pada periode Maret 2020 hingga Maret 2023. Setelah data diperoleh, analisis kemudian dilakukan pada software SPSS dengan uji Chi-Square. Hasil: Hasil analisis menunjukkan hubungan yang signifikan antara kadar D-dimer dengan kejadian KPD pada ibu hamil COVID-19 (p=0,014). Ibu hamil dengan KPD memiliki kadar D-dimer yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak mengalami KPD. Nilai Odds Ratio sebesar 0,261 menunjukkan bahwa ibu hamil dengan kadar D-dimer tinggi memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami KPD. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar D-dimer pada ibu hamil COVID-19 dengan kejadian KPD. Peningkatan kadar D-dimer dapat menjadi indikator potensial untuk mengidentifikasi ibu hamil yang berisiko mengalami KPD.
Hubungan Bayi Kecil Masa Kehamilan (KMK) dan Usia Kehamilan dengan Kejadian Stunting pada Bayi Usia 24-60 Bulan di RSUD Dr. Moewardi Miftachuljannah, Regita Ayu; Hidayah, Dwi; Setyawan, Sigit
Plexus Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v3i3.1586

Abstract

Pendahuluan: Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang  menjadi perhatian di Indonesia. Bayi kecil masa kehamilan (KMK) dan usia kehamilan merupakan beberapa faktor risiko stunting namun hubungannya dengan kasus  stunting pada bayi usia 24-60 bulan masih sedikit diteliti. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kaitan bayi kecil masa kehamilan (KMK) dan usia kehamilan dengan kejadian stunting pada bayi umur 24-60 bulan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi. Metode: Penelitian ini memakai desain studi analitik dan pendekatan case control dengan jumlah sampel sebanyak 60 anak berusia 24-60 bulan di RSUD Dr. Moewardi pada tahun 2022. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data diambil dari rekam medis dan dilakukan analisis data  menggunakan software SPSS dengan analisis bivariat (uji Chi-square) dan uji multivariat (uji regresi logistik). Hasil: Dari hasil analisis statistik didapatkan  bahwa ada hubungan yang signifikan antara bayi KMK dengan kejadian stunting (p = 0,018 dan OR 6.00),  bayi KMK memiliki risiko 6 kali lebih tinggi terjadi stunting daripada bayi non KMK (sesuai masa kehamilan/SMK dan besar sesuai masa kehamilan/BMK). Usia kehamilan juga memiliki hubungan yang signifikan dengan stunting (p = 0,010 dan OR 4,07), usia preterm mempunyai risiko 4.07 kali lebih besar daripada bayi aterm. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara bayi kecil masa kehamilan dan usia kehamilan dengan kejadian stunting pada usia 24-60 bulan. Bayi kecil masa kehamilan memiliki pengaruh lebih kuat daripada usia kehamilan dalam kejadian stunting pada bayi usia 24-60 bulan.
Deskripsi Korban Dicurigai Bunuh Diri yang Diperiksa Visum di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Tahun 2019-2023 Agustin Rahmawati, Theresia Trivika Millenia; Nugroho, Novianto Adi; Suwandono, Adji
Plexus Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v3i3.1734

Abstract

Pendahuluan: Bunuh diri masih menjadi satu di antara penyebab utama kematian di dunia dengan 703.000 orang melakukan bunuh diri setiap tahunnya. Kepolisian Indonesia mencatat terjadi 451 kematian akibat bunuh diri pada Januari hingga Oktober 2023, namun data terkait jenis kelamin dan metode bunuh diri yang banyak di lakukan pada tingkat nasional maupun provinsi tidak mudah didapatkan. Saat ini, belum ada data terbuka yang menggambarkan korban bunuh diri di Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi korban dicurigai bunuh diri yang diperiksa visum di RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada tahun 2019 hingga 2023. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan teknik total sampling dari berkas Visum et Repertum korban dicurigai bunuh diri yang diperiksa visum di RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2019-2023 Hasil: Didapatkan 19 korban dicurigai bunuh diri yang diperiksa visum di RSUD Dr. Moewardi tahun 2019-2023. Jumlah korban tertinggi pada usia dewasa diikuti usia lansia lalu usia remaja. Korban laki-laki lebih banyak dibanding perempuan. Kelompok bekerja menjadi kelompok terbanyak dicurigai melakukan bunuh diri dibanding kelompok pelajar/mahasiswa dan tidak bekerja. Korban dengan trauma lebih banyak daripada korban tanpa trauma, dengan jenis trauma tertinggi adalah trauma tumpul diikuti trauma tajam, serta tidak ada korban dengan trauma tembak dan trauma termal. Kesimpulan: Korban dicurigai bunuh diri paling banyak berusia dewasa, berjenis kelamin laki-laki, pada kelompok bekerja, disebabkan oleh trauma dengan jenis trauma tumpul.

Page 1 of 1 | Total Record : 5