cover
Contact Name
Bulan Kakanita Hermasari
Contact Email
dr.bulan.kakanita@staff.uns.ac.id
Phone
+6281225381332
Journal Mail Official
pmjfkuns@gmail.com
Editorial Address
Gedung Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36A Kentingan Jebres
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Plexus Medical Journal
ISSN : 2828187x     EISSN : 28284801     DOI : https://doi.org/10.20961/plexus.v1i1.4
Core Subject : Health,
Plexus Medical journal (PMJ) publishes original research articles or article review in the basic medical sciences, clinical medical sciences, medical education and public health science. Plexus Medical journal is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, community or public health research, and medical education to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. Brief communications containing short features of medicine, latest developments in diagnostic procedures, treatment, or other health issues that is important for the development of health care system are also acceptable. Letters and commentaries of our published articles are welcome.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 5 (2025): Oktober" : 5 Documents clear
Analisis Sikap Etika dalam Menghadapi Kasus untuk Prinsip Etik Justice Hafizh Nidhar Yahya; Hari Wujoso; Wahyu Dwi Atmoko
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 5 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i5.1116

Abstract

Pendahuluan: Etika merupakan pedoman pemilihan perilaku yang benar atau salah. Etika dalam dunia kedokteran mengatur kewajiban dokter terhadap pasien, profesional kesehatan lain dan masyarakat. Etik kedokteran diatur oleh Majelis Kehormatan Etika Kedokteran dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia. Etik kedokteran memiliki prinsip dasar yaitu beneficence, non maleficence, autonomy, dan justice. Prinsip etik justice terkait dengan keadilan dan kesamaan hak pada setiap orang dalam hal ini merupakan keadilan sumber daya perawatan kesehatan yang adil, merata, dan tepat pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran sikap etik justice pada mahasiswa kedokteran Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan survei menggunakan kuesioner sikap. Penelitian dilakukan pada bulan Juni-Agustus 2023 sebanyak 76 responden mahasiswa preklinik dan mahasiswa klinik menggunakan data primer dan dianalisis univariat  kemudian data ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik Hasil: Sebanyak 39 responden (51,3%) menunjukan sikap justice yang baik, sebanyak 37 responden (48,9%) menunjukan sikap justice sedang dan tidak terdapat responden yang menunjukan sikap justice yang kurang Kesimpulan: Mahasiswa kedokteran telah menunjukan sikap etik justice yang baik  
Ukuran Defek dan Panjang Total Septum Atrium dalam Pengambilan Keputusan Ukuran Device ASD Closure di RSUD Dr. Moewardi Tahun 2021–2023 Margaretha, Glory; Muhammad Riza; Bagus Artiko
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 5 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i5.1709

Abstract

Pendahuluan: Defek septum atrium/Atrial Septal Defect (ASD) adalah kondisi yang menyebabkan adanya pertemuan antara dua atrium yang membuat darah mengalir dari atrium kiri ke atrium kanan (left-to-right shunt). Tindakan penutupan ASD yang saat ini menjadi lini pertama adalah prosedur penutupan ASD perkutan dengan transkateter dan penentuan ukuran device yang akan digunakan harus tepat karena menjadi kunci keberhasilan dari prosedur ini.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan ukuran defek dan panjang total septum atrium dalam pengambilan keputusan ukuran device yang akan digunakan dalam prosedur ASD closure. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik observasional dengan desain penelitian lintas bagian retrospektif. Sampel pada penelitian ini sebanyak 59 individu yang diambil dengan  metode total sampling. Penelitian ini mengambil data primer dari rekam medis pasien dan diolah dengan bantuan aplikasi SPSS. Uji korelasi yang digunakan adalah Uji korelasi Pearson dan Spearman’s Rho, lalu hasil akan disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasil: Penelitian ini menggambarkan bahwa ukuran defek dan panjang total septum atrium dalam pengambilan keputusan ukuran device ASD closure memiliki korelasi yang kuat, linear, positif, dan signifikan di mana semakin besar ukuran defek dan panjang total septum atrium maka semakin besar juga ukuran device yang dipilih. Kesimpulan: Ukuran defek dan panjang total septum atrium sudah konsisten dan sesuai dalam pengambilan keputusan ukuran device ASD closure.
Efek Smoking Cessation Terhadap Perbaikan Gejala Penyakit Gastroesophageal Reflux : Telaah Sistematis Shalih, Ahmad Sabiq; Pamungkasari, Eti Poncorini; Widyaningsih, Vitri
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 5 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i5.1819

Abstract

Pendahuluan: Merokok merupakan salah satu faktor risiko yang memicu Gastroesophageal reflux disease (GERD). Berhenti merokok dianjurkan para klinisi untuk pasien perokok dengan GERD sebagai terapi modifikasi gaya hidup disamping terapi farmakologis. Namun, sejauh ini belum ada tinjauan sistematis yang mengevaluasi efek berhenti merokok terhadap gejala GERD. Oleh karena itu, tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mensintesis dan mengevaluasi bukti mengenai efektivitas berhenti merokok dalam memperbaiki gejala GERD dan kualitas hidup penderita. Metode: Penelitian ini merupakan tinjauan sistematis mengenai berhenti merokok dan perbaikan gejala GERD, dengan menggunakan data sekunder dari jurnal yang dipublikasikan hingga 3 Mei 2024 pada database PubMed, ScienceDirect, dan Cochrane library. Hasil yang dikumpulkan meliputi penilaian GERD dengan membandingkan antara perokok dan mantan perokok, atau sebelum dan sesudah berhenti merokok. Risiko bias dinilai menggunakan Newcastle-Ottawa scale (NOS), dan sintesis data dilakukan secara deskriptif. Hasil: Dari 573 artikel yang teridentifikasi pencarian, 13 artikel dipilih untuk analisis, yang terdiri dari studi cohort, case-control, dan cross-sectional. Hasil menunjukkan bahwa berhenti merokok secara signifikan mengurangi frekuensi refluks yang diukur dengan Frequency Scale for the Symptoms of GERD (FSSG), menurunkan risiko komplikasi GERD, dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Durasi berhenti merokok juga ditemukan sebagai faktor penting dalam menurunkan risiko komplikasi, dengan penurunan nilai OR 0.9 setiap tahunnya. Meskipun prevalensi refluks yang ditemukan tidak konsisten, pengendalian faktor risiko lain, seperti indeks massa tubuh (IMT), berperan dalam hasil tersebut. Kesimpulan: Berhenti merokok memiliki efek yang positif terhadap perbaikan gejala GERD dalam hal menurunkan frekuensi refluks, menurunkan risiko komplikasi ataupun meningkatkan kualitas hidup.
Hubungan Kadar HDL dan LDL dengan Pasien Kanker Payudara yang Telah Menjalani Terapi Hormonal Salsabil; Soewoto , Widyanti; Pakha , Dyonisa Nasirochmi
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 5 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i5.2264

Abstract

Pendahuluan: Pemberian terapi hormonal sebagai anti-estrogen pada pasien kanker payudara diduga dapat mengakibatkan perubahan profil lipid mengingat estrogen memiliki efek protektif yang dapat menurunkan kadar LDL dan meningkatkan kadar HDL. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik kadar HDL dan LDL pasien kanker payudara dan menguji apakah terdapat hubungan antara kadar HDL dan LDL dengan pasien kanker payudara yang telah menjalani terapi hormonal minimal 1 tahun. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Subjek pada penelitian ini adalah pasien perempuan dan terdiagnosis kanker payudara yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian ini mengukur kadar HDL dan kadar LDL pasien tersebut. Analisis data menggunakan uji bivariat korelasi spearman yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 186 sampel didominasi oleh pasien kanker payudara yang telah menjalani terapi hormonal > 2 tahun (52,15%), kelompok dengan kadar HDL normal (87,63%), kelompok dengan kadar LDL normal (73,66%). Tidak terdapat hubungan antara kadar HDL dengan pasien kanker payudara yang telah menjalani terapi hormonal dengan hasil signifikansi (p= 0,523) dan tidak terdapat hubungan antara kadar LDL dengan pasien kanker payudara yang telah menjalani terapi hormonal dengan hasil signifikansi (p= 0,836). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara kadar HDL dengan pasien kanker payudara yang telah menjalani terapi hormonal dan tidak terdapat hubungan antara kadar LDL dengan pasien kanker payudara yang telah menjalani terapi hormonal.
Tuberkulosis Paru: Tinjauan Komprehensif dari Patogenesis hingga Tatalaksana Terkini Firmansyah, Firmansyah; Emillie Sugarcia; Muhammad Fatih Yaritsul Firdaus; Thalyta, Thalyta; Adimas Putero Negoro; Muzakiya Lailatul Karima; Muhammad Iqbal Albashiry; Hafiszah Asfahani; Brigitta Devi Anindita Hapsari
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 5 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i5.2302

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis paru (TB paru) merupakan penyakit infeksi menular dengan angka morbiditas dan mortalitas tinggi secara global. Meskipun terapi standar telah tersedia, resistensi obat, komplikasi pasca-pengobatan, dan kerusakan paru jangka panjang menjadi tantangan utama. Metode: Artikel ini merupakan tinjauan pustaka yang merangkum literatur ilmiah dari berbagai database seperti PubMed dan Google Scholar selama periode 2018–2025. Topik yang dikaji meliputi epidemiologi, patogenesis, manifestasi klinis, diagnosis, terapi, komplikasi, dan strategi pencegahan TB paru. Kesimpulan: Tinjauan ini menekankan pentingnya inovasi diagnostik dan terapi yang berkelanjutan, serta perlunya perhatian terhadap perawatan pasca-TB untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.

Page 1 of 1 | Total Record : 5