Dimensi Interior
Artikel merupakan kajian bidang desain interior, Artikel yang dikirim ke jurnal Dimensi Interior adalah artikel yang tidak sedang dikirim ke jurnal/terbitan lain dan belum dipublikasikan dalam jurnal lain. Kategori artikel ilmiah hasil penelitian (laboratorium, lapangan, kepustakaan), ilmiah populer (aplikasi, ulasan, opini), dan diskusi.
Diterbitkan 2 (dua) kali setahun pada bulan Juni dan Desember.
Articles
6 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 2 (2005): DESEMBER 2005"
:
6 Documents
clear
RUANG WAKTU RITUAL DAN DESAIN INTERIOR
Santosa, Imam
Dimensi Interior Vol 3, No 2 (2005): DESEMBER 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (262.208 KB)
|
DOI: 10.9744/interior.3.2.
The journey of history is always followed by a mass change that produces new phenomena as the spirit of the age. In this metamorphic context%2C the human space always undergoes changes in its meaning throughout the age. The change of views towards space is then interpreted into a design work with unique characters because apart from truly holding on to the cultural value valid%2C it also moves towards aesthetic idioms with a relative parameter. Thus%2C as an attempt to reconstruct the way of thought that is now in the arrangement of the global cultural cross domain%2C it is a necessity to reminisce the comprehension of the essence of space as the core of the problems in interior designing. The acknowledgement and the search of truth in “good design” truly need to be practiced because with the essence of truth%2C design will always extend and develop according to the context of its time. Abstract in Bahasa Indonesia : Perjalanan sejarah selalu diikuti oleh perubahan masa yang menghasilkan suatu fenomena baru sebagai spirit zaman. Dalam konteks perubahan tersebut ruang manusia selalu mengalami pergeseran makna seiring perjalanan zaman. Pergeseran pandangan terhadap ruang%2C kemudian diterjemahkan ke dalam wujud karya desain dengan berbagai keunikan%2C karena disamping berpegang teguh kepada nilai budaya yang berlaku%2C juga mengacu kepada idiom-idiom estetika dengan parameter yang relative. Untuk itu perlu merenungi kembali pemahaman tentang hakekat ruang sebagai inti dari persoalan desain interior sebagai upaya merekonstruksi kembali kerangka pemikiran yang kini berada dalam domain persilangan budaya global. Penelusuran dan perncarian kebenaran dalam tatanan “good design”%2C merupakan suatu yang perlu terus dilakukan%2C karena dengan hakikat kebenaran%2C desain akan selalu tumbuh dan berkembang sesuai konteks zamannya. space%2C time%2C ritual%2C interior design.
PENDEKATAN KONSEPTUAL DALAM PROSES PERANCANGAN INTERIOR
Santosa, Adi
Dimensi Interior Vol 3, No 2 (2005): DESEMBER 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (227.477 KB)
|
DOI: 10.9744/interior.3.2.
The goal of the process of interior designing is to solve the complex problems related to the respond of human towards space. An appropriate design concept is needed to solve the problems integrally. The success of the design concept depends on the approach of development process. The conceptual approach can be developed by first understanding some points%2C such as: the component of design knowledge%2C the scheme of analytical designing%2C the mapping of the way of thinking of design%2C the methodology of design approach%2C that are all then finalized by the formulation of the design concept. By understanding those points%2C a complex design problem can be simplified into a clear and systematic classification and hence%2C an exact design concept can be processed easily. Finally%2C the precise design concept will be capable of integrating the result of design into a complete unimpaired one. Abstract in Bahasa Indonesia : Proses perancangan interior bertujuan untuk memecahkan masalah yang kompleks berkaitan dengan respon manusia terhadap ruang. Untuk dapat memecahkan masalah secara utuh maka diperlukan sebuah konsep perancangan yang tepat. Keberhasilan konsep perancangan tergantung pada pendekatan yang dilakukan dalam proses penyusunannya. Pendekatan konseptual dapat dibangun dengan cara memahami beberapa hal%2C meliputi: komponen pemahaman desain%2C skema perancangan analitis%2C pemetaan pola pikir desain%2C metode pendekatan desain%2C dan diakhiri dengan perumusan konsep desain. Dengan memahami hal-hal tersebut maka sebuah permasalahan desain yang kompleks dapat disederhanakan ke dalam klasifikasi yang jelas dan sistematis%2C sehingga proses penyusunan konsep perancangan yang tepat dapat dilakukan dengan lebih mudah. Konsep yang tepat pada akhirnya akan mampu mengikat hasil perancangan menjadi sebuah desain yang terintegrasi secara utuh. approach%2C conceptual%2C designing%2C interior.
KONSEP RUANG TRADISIONAL JAWA DALAM KONTEKS BUDAYA
Lukito Kartono, J.
Dimensi Interior Vol 3, No 2 (2005): DESEMBER 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (438.907 KB)
|
DOI: 10.9744/interior.3.2.
This paper aims to discuss the mystery of the Javanese dwelling holding emphasis on the space concept through the cultural knowledge of the Javanese people%2C comprising of beliefs and rituals that appear to be closely related to both the space orientation and the space configuration. There are a lot of evidences that support the fact that the space in the architecture of the Javanese traditional dwelling is not value-free. Abstract in Bahasa Indonesia : Tulisan ini mencoba mengulas misteri rumah tinggal orang Jawa%2C dengan penekanan pada konsep ruang yang terjadi melalui pengetahuan budaya yang dimiliki oleh orang Jawa. Pengetahuan budaya yang terdiri dari kepercayaan dan ritual terlihat mempunyai kaitan yang erat dengan konsep ruang yang terjadi mulai dari orientasi ruang maupun konfigurasi ruang. Banyak hal yang terjelaskan dan membuktikan bahwa ruang pada arsitektur rumah Jawa tidak bebas nilai. javanese traditional space%2C space and culturegy.
MAKNA RUANG PADA TANEAN LANJANG DI MADURA
Tulistyantoro, Lintu
Dimensi Interior Vol 3, No 2 (2005): DESEMBER 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (640.696 KB)
|
DOI: 10.9744/interior.3.2.
The understanding of the meaning of space between the traditional society and the modern society posses a very significant difference. The modern consideration of emphasizing on function is not always revelent if applied to determining the meaning of space according to the traditional society. The expression of space in a traditional Madura House%2C or generally mentioned as tanean lanjang%2C is one example of a cultural product that was created on the basis of the meaning that corresponds to foundation of the thoughts of its society. This is highly influenced by the presence and the lifestyle of its society. The meaning of space is not only based by merely aesthetic and visual understanding. Instead%2C the meaning of space is more frequently based on the deepest essence of what lies in the genuine mind of the its society. Because of that%2C visual expression is principally a reflection of the basic value of the nature or genuine identity of its society. Abstract in Bahasa Indonesia : Pemahaman akan makna ruang antara masyarakat tradisional dan masyarakat modern memiliki perbedaan yang sangat mencolok. Pertimbangan fungsional oleh masyarakat modern tidak selalu benar bila dipakai untuk mengkaji makna ruang oleh masyarakat tradisional. Ekspresi ruang pada susunan rumah tradisional Madura%2C atau yang lazim disebut tanean lanjang%2C adalah salah satu contoh hasil olah budaya yang lebih didasarkan kepada makna yang mendasari pola pemikiran masyarakatnya. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh keberadaan dan cara hidup masyarakatnya. Makna ruang tidak hanya didasari oleh pengertian estetis dan visual semata. Pemaknaan lebih didasarkan kepada esensi terdalam dari apa yang ada dalam alam pemikiran masyarakatnya. Karena itulah ekspresi visual adalah cerminan nilai dasar dari jati diri masyarakatnya. meaning%2C space%2C tanean lanjang.
ETIKA LINGKUNGAN PADA KARYA DESAIN INTERIOR
Kusumowidagdo, Astrid
Dimensi Interior Vol 3, No 2 (2005): DESEMBER 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (492.856 KB)
|
DOI: 10.9744/interior.3.2.
The constant decrease in the external environmental condition has influenced the decline of the quality of life. It is thus an obligation to make improvement efforts to minimize the negative effects on humans and their environment. This paper will describe how interior design can be a part of our efforts to participate in the preservation and sanitization of the environment. Ecology-oriented interior design may be one of the important answers to give contributions to both the inhabitant and the global environment. In fact%2C the newly developed aesthetics today can be viewed from the adaptation of an interior design towards the surrounding environment. Some obstacles that may occur are also identified here originating from the human demand for efficiency%2C comfort%2C economic scale and even the aesthetic value. But all this is our responsibility as designers to participate in the implementation of sustainable design in order to improve the quality of life. Abstract in Bahasa Indonesia : Semakin menurunnya kondisi lingkungan luar%2C memberikan pengaruh pada menurunnya kualitas hidup. Untuk itu dirasa perlu adanya upaya perbaikan untuk meminimalisasi efek-efek negatif baik pada manusia maupun pada lingkungan. Tulisan ini akan memaparkan bagaimana karya desain interior dapat menjadi bagian dari upaya untuk turut serta dalam penyelamatan dan penyehatan lingkungan. Interior berorientasi ekologis dapat merupakan salah satu jawaban untuk dapat memberikan kontribusi baik bagi penghuni maupun lingkungan. Bahkan estetika dapat ditinjau dari adaptasi sebuah desain interior terhadap lingkungan sekitarnya. Beberapa hambatan yang mungkin terjadi%2C juga diidentifikasikan di sini%2C di mana ia berasal dari tuntutan manusia akan kemudahan%2C kenyamanan%2C skala ekonomis dan bahkan estetika. Namun semuanya ini merupakan kewajiban desainer untuk turut serta memikirkan sebuah desain yang berkelanjutan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. environmental ethics%2C eco interior%2C ecological design.
IMPLEMENTASI PENGALAMAN RUANG DALAM DESAIN INTERIOR
Mayang Sari, Sriti
Dimensi Interior Vol 3, No 2 (2005): DESEMBER 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/interior.3.2.
Space is the main element in interior design. People do not only move about through the space volume but also observe the forms and colours%2C hear the various sounds and feel the breeze of the wind and so on. The human physical and psychological sensors enable people to respond to the various forms and usage of space which emotionally evokes the user with an experience of space. The implementation of various sorts of constructing and filling variabels complementing to the room facilities increases the meaning of space%2C and through the human sensors%2C it emotionally evokes various sorts of distinct space experiences. Abstract in Bahasa Indonesia : Ruang merupakan unsur utama dalam desain interior. Melalui volume ruang%2C manusia tidak hanya bergerak tetapi juga melihat bentuk-bentuk%2C warna%2C mendengar berbagai suara%2C merasakan hembusan angin dan sebagainya. Manusia dengan segala kelengkapan fisik dan psikis memungkinkannya untuk menanggapi%2C merespon berbagai macam bentuk dan pengolahan ruang%2C serta secara emosional memberi pengalaman ruang. Implementasi berbagai macam variabel pembentuk dan pengisi ruang yang sesuai dengan fasilitas ruang akan meningkatkan nilai ruang%2C dan melalui indera mereka secara emosional memberikan berbagai macam pengalaman ruang yang berbeda-beda pada manusia. implementation%2C space experience%2C interior design.