cover
Contact Name
M Dian Hikmawan
Contact Email
m.dian.hikmawan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dian.hikmawan@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl raya Pandeglang-Rangkas KM 2 Cilendu, Pandeglang-Banten
Location
Kab. pandeglang,
Banten
INDONESIA
Journal of Citizenship
Published by HK-Publishing
ISSN : -     EISSN : 28296028     DOI : https://doi.org/10.37950/joc
Core Subject : Social,
Journal of Citizenship (JOC) is an open-access journal and peer-reviewed journal. JOC try to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social and Political issues in Asia: Democratization, citizenship, Comparative politics, environmental issues, digital society and disruption, community welfare, social development, public policy innovation, international politics & security, media, information & literacy, governance, human rights & democracy. (JOC) Invites researcher, academician, practitioners, and public to submit their critical writings and to contribute to the development of social and political sciences.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Volume 2 Issue 2, 2023" : 5 Documents clear
Diskriminasi Masyarakat Timur Indonesia di Daerah Perantauan: Studi Kasus Pulau Jawa dan Provinsi Banten Putri Setya Ningrum; Lusi Kusumawati; Thiya Mulyawati; Ayu Mukarromah
Journal of Citizenship Volume 2 Issue 2, 2023
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/joc.v2i2.369

Abstract

AbstractThe stereotypes given by society to the identity of easterners are in fact still leading to a negative connotation. All the differences that eastern society has, starting from physical, cultural, linguistic and others, are always used as material for discrimination by the people, even though all this is outside their will. The intolerance of non-Eastern people towards the differences of Eastern people causes their self-confidence to decrease and they feel alienated in their own country. This study aims to understand how the views and treatment received by eastern people in overseas lands. The data collection technique used purposive sampling technique, in this study the authors took informants from several students who migrated to Banten Province to continue their education from their home region. The results of the study stated that the views and treatment received by the eastern people in overseas lands are still leading to negative things. This is due to the differences they have, especially in physical differences. They experienced culture shock in Banten due to different environmental and cultural conditions. They prefer to live in groups on overseas lands.Keywords: Discrimination, Stereotypes, Eastern Students, Banten AbstrakStereotipe yang diberikan masyarakat terhadap identitas orang timur nyatanya sampai sekarang masih mengarah ke konotasi negatif. Segala perbedaan yang dimiliki masyarakat timur mulai dari fisik, budaya, bahasa dan lainnya selalu dijadikan bahan diskriminasi oleh masyarakat, padahal semua itu berada di luar kehendak mereka. Intoleran masyarakat non timur terhadap perbedaan yang dimiliki masyarakat timur menyebabkan kepercayaan diri yang mereka miliki menurun dan merasa terasingkan di negaranya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pandangan dan perlakuan yang didapat oleh masyarakat timur di tanah rantauan. Teknik pengambilan data dengan menggunakan teknik purposive sampling, dalam penelitian ini penulis mengambil narasumber dari beberapa mahasiswa yang merantau ke Provinsi Banten untuk melanjutkan pendidikannya dari wilayah asalnya. Hasil penelitian menyatakan bahwa pandangan dan perlakuan yang diterima masyarakat timur di tanah rantauan sampai saat ini masih mengarah ke hal negatif. Hal tersebut disebabkan karena perbedaan yang dimiliki mereka terutama pada perbedaan fisik.  Mereka mengalami shock culture di Banten yang disebabkan keadaan lingkungan dan budaya yang berbeda. Mereka lebih memilih untuk hidup berkelompok di tanah rantauan.Kata Kunci: Diskriminasi, Stereotip, Mahasiswa Timur, Banten
Kontroversi Reklamasi Pantai Ancol: Manfaat Ekonomi vs Kerusakan Lingkungan Sahliah Dita Arzikah; Yudha Arya Permana
Journal of Citizenship Volume 2 Issue 2, 2023
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/joc.v2i2.425

Abstract

AbstractTourism areas in Indonesia are of course very diverse and can be enjoyed by all groups, especially in the DKI Jakarta area, namely Ancol Beach. Ancol Beach is a beach located in North Jakarta with a beach area of 6.5 km which is divided into several areas, including Ancol Carnival Beach, Lagun Beach, Ancol Festival Beach, Ria Ancol Beach, Ancol Mariana Beach, Ancol Beautiful Beach, and Bende Beach. The need for land for tourism in Jakarta has made the government want to reclaim Ancol beach. However, the pros and cons of Ancol beach reclamation raises a question, will this have a negative impact on the environment or a positive impact on the regional economy? Based on the results of the study, the issuance of a reclamation permit has the potential to damage the environment, especially in the coastal waters around Ancol, due to dredging materials for reclamation land there are activities to take sand material so that the aquatic ecosystem is further destroyed. When viewed from economic factors, it increases local revenue from the tourism sector. Which is where this reclamation will be the biggest and best tour in Asia, not just in Indonesia.Keyword: Reclamation, Environment, Economy AbstrakKawasan pariwisata di Indonesia tentu sangat beragam dan dapat dinikmati oleh semua kalangan, khususnya di daerah kawasan DKI Jakarta yakni Pantai Ancol. Pantai Ancol merupakan pantai yang berlokasi di Jakarta Utara dengan luas pantai sebesar 6,5 km yang terbagi menjadi beberapa kawasan, diantaranya pantai karnaval ancol, pantai lagun, pantai festival ancol, pantai ria ancol, pantai mariana ancol, pantai indah ancol, dan pantai bende. Kebutuhan akan lahan untuk pariwisata di Jakarta membuat pemerintah ingin mereklamasikan pantai ancol. Namun adanya pro serta kontra terhadap reklamasi pantai ancol membuat timbual sebuah pertanyaan, apakah ini berdampak negatif untuk lingkungan atau berdampak positif untuk perekonomian daerah? Berdasarkan hasil penelitian, dengan diterbitkannya izin reklamasi ini memiliki potensi merusak lingkungan terutama dikawasan perairann peisisr sekitar ancol, dikarenakan untuk bahan pengerukan lahan reklamsi terdapat kegiatan pengambilan material pasir sehingga semakin hancurnya ekosistem perairan. Jika dilihat dari faktor ekonomi menambah pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata. Yang dimana reklamasi ini akan diajdikan wisata terbesar dan terbai se-Asia bukan hanya se-Indonesia.Kata kunci: Reklamasi, Lingkungan, Ekonomi
Peraturan Kewajiban Penggunaan Hijab di Sekolah Negeri Bagi Siswi Non-Muslim Sebagai Subjek Religiusitas: Studi Kasus SMK Negeri 2 Kota Padang Shifa Selfiani; Salma Maisyatul Hairiyah; Mutiara Irma Maulida
Journal of Citizenship Volume 2 Issue 2, 2023
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/joc.v2i2.357

Abstract

Abstract: Hijab being very sentimental and crucial because as muslim, hijab is considered an obligation like what Allah mention in the Qur’an with the aim of getting peace when practicing a religion. However, forcing the use of the hijab is no longer part of practicing religious teachings but rather using religion to vent their ego so that it is ingrained as a cultural practice especially in Indonesia today. This paper was made using a falsification test with the aim of examining whether the concept of the hijab that has been imprinted so far is still relevant to the current conditions and social context of society. On this journal we would like to inform how big the impact that generated by the construction of the majority thought the rule of one form and fit will come with a culture rooted in society. Then the conclusion is drawn that hijab should adapt to the context of modernity in this era of globalization. Keywords: Hijab, Intolerance, Deconstruction Abstrak: Hijab menjadi suatu hal yang sangat sentimental dan krusial karena sebagai umat muslim hijab dianggap sebagai suatu kewajiban seperti apa yang sudah disebutkan Allah dalam Al-Qur’an dengan tujuan mendapatkan kedamaian ketika mengamalkan suatu agama. Namun pemaksaan penggunaan hijab bukan lagi bagian dari pengamalan ajaran agama melainkan menggunakan agama untuk melampiaskan ego mereka sehingga sudah mendarah daging sebagai suatu praktik budaya terutama di Indonesia saat ini. Tulisan ini dibuat menggunakan uji falsifikasi dengan tujuan mengkaji apakah konsep hijab yang sudah terpatri selama ini masih relevan dengan kondisi dan konteks sosial masyarakat saat ini. Pada jurnal ini kami memperlihatkan seberapa besar dampak yang dihasilkan oleh kelompok mayoritas terhadap konstruksi pemikiran masyarakat salah satunya bentuk supremasi akan hijab yang kemudian membaur bersama budaya yang mengakar di masyarakat. pada kemudian ditarik kesimpulan bahwa hijab seharusnya beradaptasi dengan konteks modernitas di era globalisasi ini.Kata kunci: Hijab, Intoleransi, Dekonstruksi.
Pencarian Identitas Aliran Kebatinan di Indonesia Naila Ananda Risa; Kheria Yulia Ningrum
Journal of Citizenship Volume 2 Issue 2, 2023
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/joc.v2i2.360

Abstract

AbsractIndonesia is a country with a multicultural society that forms a heterogeneous society, including in terms of religious diversity. With regard to religion, Indonesia officially establishes six religions as official religions and is recognized by the state, these religions namely Islam, Protestant Christianity, Catholic Christianity, Hinduism, Buddhism and Confucianism. However, with the cultural diversity that is owned by the people of Indonesia there are other religions that exist outside of the six official religions. Among the many other religions outside the six official religions recognized by the state, one of them is the Mysticism School. Many of the kebatinan schools are considered part of Indonesian tradition and culture. Apart from that, Kebatinan is also considered as a habit and philosophy of life that is approved by its adherents. It is known that even though they adhere to one of the official religions, there are also people who still practice and agree with the customs taught in the Kebatinan school, thus showing that this kebatinan school is still embedded in the daily lives of Indonesian people even though it is not made as the main religion and is only carried out as a philosophy of life. . On the other hand, for adherents of the Kebatinan sect, the Kebatinan sect is considered a genuine religious sect originating from Indonesia even before the presence of other major religions which are widely embraced by the people of Indonesia. Meanwhile, other major religions are imported religions from other countries. The sect of kebatinan itself is one of the religions or beliefs that are adhered to by the people of Indonesia, especially said to be the most widely adhered to by the Javanese people. Nonetheless, in multicultural life in Indonesia, local religions such as kebatinan still experience discrimination from the government, including the non-recognition of local religions or beliefs as a separate entity that is outside religion.Keywords: Identity Politics, Mysticism, Local Religion AbstrakIndonesia merupakan negara dengan masyarakat yang multikultral yang membentuk masyarakat heterogen termasuk dalam hal keberagaman agama. Berkaitan dengan agama, Indonesia secara resmi menetapkan enam agama sebagai agama resmi dan diakui oleh negara, agama-agama tersebut yakni agama Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Namun, dengan keberagaman budaya yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia terdapat agama-agama lain yang hadir diluar keenam agama resmi tersebut. Diantara banyaknya agama lain diluar enam agama resmi yang diakui negara, salah satunya terdapat Aliran Kebatinan. Aliran kebatinan sendiri banyak dianggap sebagai bagian dari tradisi dan kebudayaan Indonesia. Selain itu, aliran Kebatinan juga dianggap sebagai kebiasaan dan filosofi hidup yang diamini oleh penganutnya. Diketahui meskipun menganut salah satu agama resmi, terdapat juga masyarakat yang masih menjalankan dan mengamini kebiasaan yang diajarkan dalam aliran Kebatinan, sehingga menunjukkan bahwa aliran kebatinan ini masih lekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia sehari-hari meskipun bukan dijadikan sebagai agama utama dan hanya dijalankan sebagai filosofi hidup. Disisi lain, bagi penganut aliran Kebatinan, aliran Kebatinan dianggap sebagai aliran agama asli yang berasal dari Indonesia bahkan sebelum hadirnya agama-agama besar lain yang banyak dianut oleh masyarakat Indonesia. Sedangkan agama besar lainnya merupakan agama impor dari negeri lain. Aliran kebatinan sendiri merupakan salah satu agama atau kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Indonesia, terutama dikatakan paling banyak dianut oleh masyarakat Jawa. Meskipun demikian, dalam kehidupan multicultural yang ada di Indonesia agama lokal seperti aliran kebatinan masih mengalami diskriminasi dari pemerintah diantaranya dengan belum diakuinya agama-agama atau kepercayaan lokal sebagai suatu entitas tersendiri yang berada di luar agama.Kata kunci: Politik Identitas, Aliran Kebatinan, Agama Lokal
Stigma Negatif Terhadap Perempuan Bertato: Studi Kasus Perempuan Bertato di Wilayah Jakarta An-Nisa Permatasari; Fadhilah Eka Putri; Iin Sainah
Journal of Citizenship Volume 2 Issue 2, 2023
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/joc.v2i2.361

Abstract

AbstractThis study aims to look at the negative stigma attached to women with tattoos in society. Tattoos that were initially only in demand by men, now there are also women who decide to use them. The research method used by researchers is library research by collecting data and information from various sources such as journals, books, and theses. The results of the research in this study are that the stigma of women with tattoos is still seen as strange and bad and tends to lead to negative things. Tattooed women are considered to deviate from moral, ethical, and religious values. With this kind of stigma in society, it also creates discriminatory behavior against women with tattoos. This discrimination gives a sense of trauma to women with tattoos who are ostracized from society. There is also a stigma that views tattoos as damaging to the future or life of the wearer. Tattooed women are often seen as wild women, seductive women, and scary.Keywords: Women, tattoos, Community stigma, Discriminatory behavior. AbstrakPenelitian ini mempunyai tujuan untuk melihat stigma negatif yang melekat dalam diri perempuan bertato di masyarakat. Tato yang pada mulanya hanya diminati oleh laki-laki, saat ini terdapat perempuan juga yang memutuskan untuk menggunakannya. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti ialah studi kepustakaan dengan mengumpulkan data serta informasi dari beragam sumber seperti jurnal, buku, maupun tesis. Hasil penelitian pada penelitian ini ialah stigma perempuan bertato hingga saat ini masih dipandang aneh serta buruk dan cenderung mengarah kepada hal yang negatif. Perempuan bertato dianggap menyimpang dari nilai-nilai moral, etika, serta agama. Dengan terdapatnya stigma seperti itu di masyarakat maka menimbulkan perilaku diskriminatif pula terhadap perempuan bertato. Diskriminasi tersebut memberikan rasa trauma terhadap perempuan bertato yang terkucilkan dari masyarakat. Terdapat pula stigma yang memandang bahwa tato bisa merusak masa depan maupun hidup dari para pemakainya. Perempuan bertato kerap kali dianggap selaku perempuan liar, perempuan penggoda, serta menyeramkan.Kata kunci: Perempuan, tato, Stigma masyarakat, Perilaku diskriminatif.

Page 1 of 1 | Total Record : 5