cover
Contact Name
Mawaddah Ar Rachmah
Contact Email
neurona.perdossi@gmail.com
Phone
+6282130377088
Journal Mail Official
baybasalamah@gmail.com
Editorial Address
SEKRETARIAT PP PERDOSSI Apartemen Menteng Square, Tower A Blok R-19 Jl. Matraman nomor 30E, RT.5/RW.6, Kenari, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10430
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Neurona
ISSN : 02166402     EISSN : 25023748     DOI : https://doi.org/10.52386/neurona
Core Subject : Health, Science,
Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf (PERDOSSI) Pusat di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan bulan Maret, Juni, September dan Desember. Bidang studi cakupan NEURONA meliputi: Stroke dan Pembuluh darah Neurotrauma Neuroonkologi Neuro Infeksi Neuro Behavior Neurorestorasi Neuropediatri Gangguan Tidur Nyeri Kepala Neurootologi Neuro Intervensi Neuro Intensif Neurogeriatri Gangguan Gerak Epilepsi Neuro Epidemiologi
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 36 No 1 (2018)" : 12 Documents clear
STENTING PADA SINUS VENOSUS SEREBRAL DENGAN HIPERTENSI INTRAKRANIAL IDIOPATIK Fritz Sumantri Usman; Gamaliel Wibowo Soetanto; Pinto Desti Piliang; Audhy Tanasal; Hernawan Hernawan; Trenggono Yudo; Ahmad Sulaiman Alwahdy
NEURONA Vol 36 No 1 (2018)
Publisher : PERDOSNI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52386/neurona.v36i1.56

Abstract

       CEREBRAL SINUS VENOSUS STENTING IN IDIOPATHIC INTRACRANIAL HYPERTENSIONABSTRACTIdiopathic intracranial hypertension (IIH) is a group of symptoms caused by increase in intracranial pressure without any damage of brain parenchyma. Idiopathic intracranial hypertension is usually known as cerebral pseudotumor. This disease can cause visual disturbance, even visual loss, thus decrease quality of daily living. Treatment of this disease consists of disease modifying, medicine, surgery and neurovascular interventional procedure such as venous sinus stenting. High risk in failure and complication of surgery gives venous sinus stent procedure a chance to grow. Case reports and meta-analysis showed that venous sinus stent has high success rate and very low complication rate.Keywords: Cerebral pseudotumor, intracranial idiopathic hypertension (IIH), venous sinus stent (VSS)ABSTRAKHipertensi  intrakranial  idiopatik  (HII)  merupakan  kumpulan  gejala  akibat  peningkatan  tekanan  intrakranial tanpa dijumpai adanya kelainan pada parenkim otak. HII sering dikenal dengan pseudotumor serebri. Penyakit ini dapat menimbulkan penurunan kualitas hidup sehari-hari dengan timbulnya penurunan tajam penglihatan bahkan memiliki potensi kebutaan. Tata laksana HII terdiri dari medikamentosa, operatif dan prosedur neurovaskular intervensi berupa prosedur stent sinus venosus. Risiko kegagalan dan angka komplikasi yang tinggi pada tindakan operatif memberikan kesempatan pada prosedur stent sinus venosus untuk berkembang. Laporan kasus, penelitian dan uji meta analisa memberikan kesimpulan bahwa prosedur stent sinus venosus memberikan angka keberhasilan yang tinggi dan angka komplikasi yang sangat rendah.Kata kunci: Hipertensi intrakranial idiopatik (HII), pseudotumor serebri, stent sinus venosus 
PROBLEMATIKA DI AKHIR KEHIDUPAN PASIEN DEMENSIA BERAT Diatri Lastri Nari
NEURONA Vol 36 No 1 (2018)
Publisher : PERDOSNI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52386/neurona.v36i1.57

Abstract

  END-OF-LIFE ISSUES IN ADVANCED DEMENTIAABSTRACTThe number of people living with dementia worldwide in 2015 was estimated at 47.47 million, reaching 75.63 million in 2030. Dementia could cause many issues such as establishing goals of care, feeding difficulty, swallowing difficulty, dehydration, pneumonia, and decision making when the patient cannot actively participate. Goals of care for patient with severe dementia are person-centered. To keep hydration and nutrition status in patients with severe dementia, the best approach is risk-managed eating or comfort feeding. The main consideration for antibiotic use in dementia patient with pneumonia is goals of care. In a decision-making discussion, physician should prepare to promote compassionate and evidence-based counselling to minimize the burden of decision making for the surrogate decision maker.Keywords: Advanced dementia, goals of care, decision making, feeding and swallowing difficultyABSTRAKJumlah penderita demensia di dunia pada tahun 2015 diperkirakan mencapai 47,47 juta jiwa dan akan mencapai 75,63 juta jiwa pada tahun 2030. Demensia dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti kesulitan menentukan tujuan perawatan, masalah terkait perawatan (sulit makan, sulit menelan, dehidrasi, dan pneumonia), serta pengambilan keputusan ketika pasien tidak dapat lagi berpartisipasi secara aktif. Tujuan perawatan pada pasien demensia berat haruslah berpusat pada pasien. Untuk menjaga status hidrasi dan nutrisi pada pasien demensia berat yang kesulitan menelan atau makan, pendekatan yang paling baik adalah risk-managed eating atau comfort feeding. Demikian pula pertimbangan utama penggunaan antibiotik pada pasien demensia. Dalam diskusi mengenai keputusan yang akan diambil, dokter sebaiknya menyiapkan konseling dengan empati dan berdasarkan bukti ilmiah untuk meminimalisasi beban pengambilan keputusan oleh pengganti pengambil keputusan (surrogate decision-maker).Kata kunci: Demensia berat, pengambilan keputusan, kesulitan makan dan menelan 

Page 2 of 2 | Total Record : 12