cover
Contact Name
Raymundus I Made Sudhiarsa
Contact Email
editorperspektif@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
j_perspektif@adityawacana.id
Editorial Address
Jl. Terusan Rajabasa No.5, Pisang Candi, Kec. Sukun, Kota Malang, Jawa Timur 65146
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Perspektif
ISSN : 19074999     EISSN : 29618657     DOI : https://doi.org/10.69621/jpf
Perspektif, Jurnal Agama dan Kebudayaan diterbitkan untuk menjadi medium diskusi dan kajian ilmiah atas isu-isu agama dan kebudayaan, dengan mengedepankan perspektif toleransi dan dialog lintas agama dan budaya untuk membangun harmoni sosial. Jurnal ini menerbitkan tulisan-tulisan ilmiah baik yang merupakan hasil penelitian lapangan maupun kajian pustaka, terbuka untuk kalangan akademisi, peneliti, pemerhati sosial dan agama serta masyarakat umum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 N.º 1 (2013): June 2013" : 6 Documents clear
Jesus Sophia-Ina Pade in the Light of the Prologue of John 1:1-18: Constructing Wisdom Christology from the Florenese Perspektive Bala, Kristoforus
Perspektif Vol. 8 N.º 1 (2013): June 2013
Publisher : Aditya Wacana Pusat Pengkajian Agama Dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69621/jpf.v8i1.222

Abstract

Warta iman tentang Yesus, Sabda Allah yang menjelma, seperti yang diwahyukan dalam prolog Injil Yohanes harus ditafsirkan, dimengerti dan dihayati oleh umat dalam konteks kebudayaannya. Selama ini tafsiran terhadap prolog Injil Yohanes lebih banyak menggunakan pemikiran filosofis Yunani. Penjelasan spekulatif-abstrak tentang "logos" atau "Sabdd" tidak cocok dengan alam pemikiran orang Flores. Para ahli Kitab Suci juga berpendapat bahwa prolog Yohanes memiliki motif dan nuansa kebijaksanaan, karena itu harus ditafsirkan dalam terang kitab-kitab Kebijaksanaan. Dari perspektif ini Yesus disebut Sophia atau Kebijaksanaan. Dalam Kitab Suci Perjanjian Lama, Sophia selalu ditampilkan dalam image seorang perempuan. Sering kali Sophia digambarkan dengan simbol-simbol dari alam, karena tradisi kebijaksanaan terbentuk dalam kebudayaan agraris. Image Yesus sebagai Sophia lebih cocok dengan kebudayaan agraris dan pemikiran religius-kosmis orang Flores. Dalam konsep soteriologi-kosmis orang Flores, Ina Pade dipandang sebagai liberatrix. Ada paralelisme antara Yesus Sophia dan Ina Pade sebagai personifikasi kebijaksanaan. Dari proses dialog antara kebenaran Injil dan nilai kultural setempat diharapkan bisa dihasilkan sebuah Wisdom Christology yang kontekstual. Selain itu Kristologi Kebijaksanaan yang kontekstual dapat membantu mendewasakan iman, harapan dan kasih umat kepada Yesus, Sang Sophia Ilahi.
Maryam: The Blessed Virgin of Islam Sarbini, Peter Bruno
Perspektif Vol. 8 N.º 1 (2013): June 2013
Publisher : Aditya Wacana Pusat Pengkajian Agama Dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69621/jpf.v8i1.223

Abstract

The article argues that Maryam has a special and important position in the Holy Quran and hadith or tradition. As a holy and gentle and pious woman, she was chosen in a special way by Allah to bear and give birth to Isa a.s. Although Maryam is not recognized and accepted as the mother of God, but she is respected indeed. She is even asked for help through her prayers. She is also regarded as a holy woman who defended her dignity and obeyed Allah, and she trusted His Word and Commandments. She is always closed to God and truly blessed as a holy woman. Therefore Maryam is really the blessed virgin of Islam.
The Poor and Poverty: What Can We Do and Say? Borgias, Fransiskus
Perspektif Vol. 8 N.º 1 (2013): June 2013
Publisher : Aditya Wacana Pusat Pengkajian Agama Dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69621/jpf.v8i1.224

Abstract

Kemiskinan dan orang miskin ada di sekitar kita. Ada banyak cara yang dipakai untuk menjelaskan fakta itu. Ada yang mengacu kepada nasib yang tidak terelakkan selain harus diterima dengan pasrah. Ada yang menjelaskan fakta itu sebagai akibat dari sistem dan struktur yang tidak adil dan opresif. Baik paham predestinasi maupun paham struktural, tidak mudah diatasi dan dilawan, karena ada banyak cara yang dipakai kelompok manusia yang berkepentingan untuk mempertahankan dan melestarikan status quo. Menurut penulis, walau dalam pandangan Kristiani kemiskinan itu mempunyai nilai rohani tersendiri, tetapi orang tidak boleh membiarkan kemiskinan merusak martabat manusia. Kemiskinan adalah masalah kemanusiaan. Nasib manusialah yang terseret di dalamnya. Jika kemiskinan tidak diatasi, maka akan timbul krisis kemanusiaan. Karena itu orang harus menggali pelbagai wacana filosofis, teologis, religius untuk mengatasinya. Tulisan ini adalah sekelumit upaya untuk mengangkat beberapa wacana tadi dalam rangka mengatasi masalah kemiskinan di sekitar kita.
Pendidikan Budaya dan Budaya Pendidikan Donatus, Sermada Kelen
Perspektif Vol. 8 N.º 1 (2013): June 2013
Publisher : Aditya Wacana Pusat Pengkajian Agama Dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69621/jpf.v8i1.225

Abstract

The Title "Pendidikan Budaya dan Budaya Pendidikan" (Formation of the Cul- ture and Culture of the Formation) contains two concepts which are different from each other. Formation of the culture is dealing with the formation touch- ing the culture. The formation is emphasizing the process of creating the guidelines to develop and to put forward the culture. It involves the process of knowing, cultivating and of developing the essence of the culture. Culture of the formation is the practice of the formation. It means the whole activi- ties that include the styles, the behaviours, the attitude and the way of life, the instruments, the practical concepts, the administration and the manage- ment of the education, the ideology and the philosophy of the education. In other words, culture of the formation is dealing with the question of how a formation or education should be done. The author has an effort to elaborate the two concepts in the different meaning, and at the end of this article, the author would like to apply these two different concepts to the Indonesian context nowadays.
Interculturality and Prophetic Dialogue Schroeder, Roger
Perspektif Vol. 8 N.º 1 (2013): June 2013
Publisher : Aditya Wacana Pusat Pengkajian Agama Dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69621/jpf.v8i1.226

Abstract

Kapitel-kapitel General SVD dalam abad ke-XXI memusatkan diri pada dua tema atau konsep fundamental - 'dialog profetis' dan 'interkulturalitas'. Penulis membabarkan, pertama-tama, interkulturalitas dari perspektif ilmu sosial dan misiologis/teologis, dan kedua, dialog profetis sebagai 'kenabian' dan 'dia- log' secara terpisah, dan kemudian sebagai dua dimensi bersama-sama. Selanjutnya, artikel ini mendialogkan kedua konsep ini dan mengusulkan bagaimana dialog profetis dan interkulturalitas bisa saling membentuk, saling memperkaya, dan saling melengkapi satu sama lain. Dalam simpulan, penulis menarik implikasi-implikasi misioner. Artikel ini khususnya merupakan minat SVD tetapi juga relevan bagi mereka yang menaruh perhatian pada jalinan antara misi dan kebudayaan/masyarakat.
Membedah Islam di Barat, Menepis Tudingan Meluruskan Kesalahpahaman Sarbini, Peter Bruno
Perspektif Vol. 8 N.º 1 (2013): June 2013
Publisher : Aditya Wacana Pusat Pengkajian Agama Dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69621/jpf.v8i1.227

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 6