cover
Contact Name
Adit Widodo Santoso
Contact Email
adit.santoso@ukrida.ac.id
Phone
+6285171706076
Journal Mail Official
meditek@ukrida.ac.id
Editorial Address
Gedung A Lantai 5 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Krida Wacana, Jl. Arjuna Utara No. 6, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Meditek
ISSN : 26861437     EISSN : 26860201     DOI : https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran MEDITEK merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel-artikel dalam lingkup bidang kedokteran dan biomedik secara open access. Proses publikasi artikel melalui proses penelaahan oleh pakar sebidang (peer-review) secara double-blind. Jurnal Kedokteran Meditek berafiliasi pada Fakultas Kedokterandan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana, dengan misi mendorong penyebarluasan perkembangan ilmu kedokteran & biomedis di Indonesia maupun secara global dengan menerbitkan 3 edisi dalam setahun, yaitu: Januari, Mei dan September.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014" : 5 Documents clear
Hubungan Lama Kejadian dan Manajemen Selama Interhospital Transfer dengan Rapid Acute Physiology Score Penderita Trauma Multipel Holly Winaktu
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v20i54.1019

Abstract

AbstrakTrauma merupakan masalah kesehatan yang masih dihadapi oleh banyak negara. Tujuan dari interhospital transfer adalah untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas, kebutuhan interhospital transfer meningkat disebabkan karena kurangnya sarana fasilitas kesehatan. Selama proses interhospital transfer dapat terjadi perburukan kondisi pada pasien trauma multipel. Rapid Acute Physiology Score (RAPS) merupakan skor fisiologis yang dapat digunakan untuk menilai perubahan kondisi fisiologis yang terjadi selama proses interhospital transfer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara lama kejadian dengan nilai RAPS, dan apakah terdapat hubungan manajemen selama interhospital transfer dengan RAPS. Beberapa studi sebelumnya menunjukan tidak adanya hubungan antara lama dengan hasil. Studi yang digunakan menggunakan observasional analitik dengan consecutive sampling dilakukan pada 66 orang pasien yang mengalami trauma multipel. Pengambilan data antara bulan Agustus-Oktober 2014. Lama kejadian, manajemen selama interhospital transfer, nilai fisiologis berupa nadi, pernapasan, kesadaran, dan tekanan darah semua dicatat dan dianalisis. Secara deskriptif rata-rata lama kejadian paling tinggi dimiliki oleh kelompok pasien yang mengalami penurunan RAPS yakni 1.54 ± 0.67 jam, dengan uji korelasi Spearman didapatkan p = 0.740, tidak ada hubungan bermakna antara lama kejadian dengan nilai RAPS. Kelompok subjek yang tidak diberikan manajemen interhospital transfer, relatif mengalami peningkatan nilai RAPS yakni sebanyak 19 (28.4%) orang. Sedangkan subjek yang diberikan manajemen interhospital transfer, relatif mengalami penurunan RAPS yakni sebanyak 15 (22.4%) orang. Dengan uji korelasi Chi-square, didapatkan p = 0,001 terdapat hubugnan yang bermakna antara manajemen interhospital transfer dengan RAPS.Kata kunci: Lama kejadian, manajemen interhospital transfer, RAPS 
Hubungan antara Komunikasi Prarujukan dan Pengetahuan Perawat Ambulans dengan Kecepatan dan Efektifvitas Proses Serah Terima Pasien di Instalasi Gawat Darurat Zainubun .; Randy .
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v20i54.1020

Abstract

AbstrakPasien yang dirujuk dengan kriteria Prioritas I berada dalam keadaan gawat dan darurat, sehingga kecepatan waktu dan efektivitas dari proses serah terima pasien rujukan tersebut di IGD (Instalasi Gawat Darurat) RS rujukan, sangatlah penting. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan ada hubungan atnara komunikasi prarujukan dan pengetahuan perawat ambulans mengenai kondisi pasien yang dirujuknya, dengan kecepatan dan efektivitas proses serah terima pasien di IGD RS tujuan rujukan. Penelitian ini merupakan prospektif observasional, dimana setiap proses serah terima pasien dengan kriteria prioritas I menjadi bahan penelitian kali ini, apakah proses serah terima pasien tersebut di dahului oleh komunikasi prarujukan sebelumnya, kemudian di lakukan perhitungan lamanya waktu serrah terima dari perawat perujuk kepada dokter yang menerima pasien. Setelah proses serah terima pasien selasai, kepada perawat ambulans perujuk dan dokter yang menerima pasien, diberikan kuesioner, untuk melihatt pengusaan  perawat perujuk mengenai kondisi pasien yang dirujuknya, dan apakah terjadi proses serah terima pasien yang efektif kepada dokter yang menerima pasien tersebut. dari hasil penelitian didapatkan 78 kali proses serah terima pasien yang terjadi dalam penelitian kali ini, 55 kali (70,5%) proses serah terima melakukan komunikasi prarujukan sebelumnya; 60 kali (76,9%) proses serah dilakukan oleh perawat ambulans perujuk yang menguasai kondisi pasien yang dirujuknya; 60 kali (76,9%) proses serah terima berlangsung cepat ( dibawah 15 menit), dan 43 kali (55,1%) proses serah terima berlangsung efektif. Dari pengujian hubungan antara komunikasi prarujukan dan kecepatan waktu serah terima  berlangsung efektif. Dari pengujian hubungan antara komunikasi prarujukan dan kecepatan waktu serah terima didapati p-value adalah 0,000 , sehingga dinyatakan ada hubungan yang bermakna antara antara kedua variable tersebut. Dari pengujian hubungan antara komunikasi prarujukan dengan efektivitas proses serah teima didapati p-value adalah 0,0656, sehingga secara statistik dinyatakan tuidak ada hubungan bermakna antara kedua variable ini. Dari  pengujian hubungan antara penguasan perawat perujuk mengenai kondisi pasien yang dirujuknya, dengan kecepatan waktu serah terima, didapati p-value adalah 0,014, sehingga  dinyatakan ada hubungan yang bermakna antara kedua variable tersebut. Dari pengujian hubungan antara penguasaan perawat perujuk mengenai kondisi pasien yang dirujuknya dengan efektivitas serah terima, didapati p-value adalah 0,034 sehingga  dinyatakan ada hubungan yang bermakna antara kedua variable iniKata kunci: Proses serah terima pasien, komunikasi prarujukan,  penguasaan kondisi pasien   
Diagnosis dan Penatalaksanaan Nyeri Punggung Bawah dari Sudut Pandang Okupasi Susanty Dewi Winata
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v20i54.1021

Abstract

AbstrakNyeri punggung bawah adalah suatu gejala berupa nyeri di bagian pinggang yang dapat menjalar ke tungkai kanan atau kiri. Nyeri ini umumnya pernah dirasakan oleh hampir setiap orang. Pada pekerja, keluhan ini umumnya dimulai pada usia dewasa muda dengan puncak prevalensi pada kelompok usia 45-60 tahun. Nyeri punggung bawah sering terjadi pada individu yang melakukan aktivitas berdiri atau duduk dalam jangka waktu yang lama, banyak mengangkat beban berat dengan posisi yang salah. Diagnosis dilakukan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan neurologik, pemeriksaan X-Ray, computerized tomography scan (CT scan), magnetic resonance imaging (MRI), dual energy x-ray absorbtiometry (DEXA), atau myelography. Pengobatan akan dilakukan berdasarkan indikasi penyebabnya. Selain penggunaan obat-obatan pelemas otot, fisioterapi dengan berbagai modalitasnya sangat berperan untuk mengatasi nyeri pinggang bawah. Untuk mencegah timbulnya keluhan ini pada pekerja, perlu dilakukan pencegahan sedini mungkin, meliputi edukasi, manajemen terhadap faktor risiko, dan pemeriksaan prakerja.Kata kunci : Nyeri punggung bawah, diagnosis, terapi
Tatalaksana terkini Dislipidemia Rabie’ah .; Friedi Kristian Carlos; Johanna Griselda S; Wijihari Purnama Sari; Stella Kusumawardhani; Marshell Tendean
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v20i54.1022

Abstract

AbstrakLipid adalah komponen utama yang berfungsi membentuk beberapa bagian tubuh yang berfungsi sebagai sumber energi. Lipid memiliki kaitan erat dengan penyakit jantung koroner (PJK) apabila kadarnya melebihi normal. Disiplidemia merupakan kelaninan metabolisme lipoprotein yang bermanifestasi dengan meningkatnya total kolesterol, low density lipoprotein (LDL) dan penurunan high density lipoprotein (HDL). Dislipidemia berkaitan erat dengan penyakit aterosklerosis yang bermanifestasi menjadi PJK. Peningkatan kadar trigliserida dapat menyebabkan nyeri perut berulang dan pankreasitsis akut. Obat-obat terkini yang lazim digunakan meliputi: Statin sebagai penghambat kompetitif HMG-CoA reduktase yang efektif dalam menurunkan kadar LDL kolesterol plasma. Asam niktonat vitamin B-Kompleks yang merupakan hipolipidemik paling efektif untuk meningkatkan HDL. Asipimoks suatu analog sintetik asam nikotinat yang menghambat lipolisis dalam lemak. Fibrat berguna untuk menurunkan kadar kolesterol serum dengan menurunkan very low density lipoprotein (VLDL) dan trigliserida (TG).Kata kunci : dislipidemia, tatalaksana, lipid
Filariasis Limfatik pada Anak–anak Monica Puspa Sari
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v20i54.1023

Abstract

AbstrakFilariasis limfatik diakui telah menyebar dan merupakan penyakit serius pada orang dewasa. Sedangkan pada anak–anak, filariasis limfatik hanya terjadi secara sporadis. Filariasis limfatik merupakan penyakit menular yang menyerang jaringan limfatik manusia pada negara tropis yang menyebabkan limfedema pada anggota badan, hidrokel, dan serangan acute dermatolimphangioadentisis (ADLA). Perkembangan diagnosis sekarang dapat membantu mengenal atau mengetahui bahwa infeksi filariasis limfatik sering didapat pada masa anak-anak. Deteksi antigen dan antibodi, Doppler ultrasonografi dan limfoskintigrafi dapat membantu memahami kelainan subklinis filariasis limfatik pada anak-anak.Kata kunci : filariasis limfatik, anak-anak, kelainan subklinik

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 31 No 6 (2025): November Vol 31 No 5 (2025): SEPTEMBER Vol 31 No 4 (2025): JULI Vol 31 No 3 (2025): MEI Vol 31 No 2 (2025): MARCH Vol 31 No 1 (2025): JANUARI Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER Vol 30 No 2 (2024): MEI Vol 30 No 1 (2024): JANUARI Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER Vol 29 No 2 (2023): MEI Vol 29 No 1 (2023): JANUARI Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 26 No 2 (2020): MEI-AGUSTUS Vol 26 No 1 (2020): JANUARI - APRIL Vol 25 No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 25 No 2 (2019): MEI - AGUSTUS Vol 25 No 1 (2019): JANUARI - APRIL VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018 VOL. 24 NO. 67 JULI-SEPTEMBER 2018 VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018 VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018 VOL. 23 NO. 64 OKTOBER-DESEMBER 2017 VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017 VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017 VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017 VOL. 22 NO.60 SEPTEMBER-DESEMBER 2016 VOL. 22 NO. 59 MEI-AGUSTUS 2016 VOL. 22 NO. 58 JANUARI-APRIL 2016 Vol. 21 No. 57 September-Desember 2015 Vol. 21 No. 56 Mei-Agustus 2015 Vol. 21 No. 55 Januari - April 2015 Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014 Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014 Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014 Vol. 18 No. 48 September - Desember 2012 Vol. 18 No. 47 Mei - Agustus 2012 Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012 Vol. 17 No. 45 September - Desember 2011 vol. 17 no. 44 Mei-Agustus 2011 vol. 17 no. 43 Januari-April 2011 Vol. 16 No. 43B Mei - Agustus 2010 Vol. 16 No. 42A Januari - April 2010 vol. 16 no. 42 September-Desember 2009 vol. 15 no. 40 Januari-April 2009 Vol. 15 No. 39C Januari-April 2008 Vol. 15 No. 39E September-Desember 2008 Vol. 15 No. 39B September-Desember 2007 vol. 15 no. 39 Januari-April 2007 Vol. 15 No. 39A Mei-Agustus 2007 vol. 14 no. 38 September-Desember 2006 vol. 14 no. 37 Mei-Agustus 2006 vol. 14 no. 36 Januari-April 2006 vol. 13 no. 35 September-Desember 2005 vol. 13 no. 34 Mei-Agustus 2005 vol. 13 no. 33 Januari-April 2005 vol. 12 no. 32 September-Desember 2004 vol. 12 no. 31 Mei-Agustus 2004 vol. 12 no. 30 January-April 2004 vol. 11 no. 29 Agustus-Desember 2003 vol. 11 no. 28 April-July 2003 Vol. 10 No. 27 Januari-April 2002 Vol. 9 No. 26 September - Desember 2001 Vol. 9 No. 25 Mei-Agustus 2001 Vol. 8 No. 23 September - Desember 2000 Vol. 7 No. 20 Juli-Oktober 1999 Vol. 6 No. 17 Oktober-Desember 1998 Vol. 6 No. 15 April-Juni 1998 Vol. 5 No. 13 Oktober-Desember 1997 Vol. 5 No. 12 Juli-September 1997 Vol. 5 No. 11 Juli-September 1997 Vol. 4 No. 10 September-Desember 1996 Vol. 4 No. 9 Mei-Agustus 1996 Vol. 4 No. 8 Januari-April 1996 Vol. 3 No. 7 September-Desember 1995 Vol. 3 No. 6 Mei-Agustus 1995 Vol. 3 No. 5 Januari-April 1995 More Issue