cover
Contact Name
Mauludiyah
Contact Email
mauludiyah@uinsa.ac.id
Phone
+6283849789894
Journal Mail Official
mrcm.journal@uinsa.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. Ir. H. Soekarno No.682, Gn. Anyar, Kec. Gn. Anyar, Surabaya, Jawa Timur 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Marine Resources and Coastal Management
ISSN : -     EISSN : 27220966     DOI : -
Journal of Marine Resources and Coastal Management is a peer-reviewed journal published biannually by the Marine Science Departement, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Ampel. The Editors welcome contributions from research, which consider marine natural resources and coastal area with emphasis on environmental, technological, economic, institutional and policy aspects of conservation and utilization of marine resources and coastal zone management practices.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2020)" : 5 Documents clear
Valuasi Total Ekonomi Mangrove di Desa Banyuurip Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik Jawa Timur Nindy Eka Pertiwi; Mauludiyah; Fajar Setiawan
Journal of Marine Resources and Coastal Management Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/mrcm.v1i1.746

Abstract

Mangrove di kawasan Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik Jawa Timur merupakan hasil penanaman oleh warga sekitar yang saat ini menjadi basis aktivitas jasa lingkungan, perikanan, dan pariwisata bahari serta memberikan nilai estetik tersendiri. Fokus penelitian ini adalah identifikasi mangrove dan penilaian total ekonomi mangrove di Desa Banyuurip Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik. Metode pengukuran dan pengambilan data vegetasi mangrove menggunakan metode garis lurus atau transek garis. Nilai ekonomi total dilakukan dengan cara wawancara untuk memperkirakan nilai ekonomi hutan mangrove berupa manfaat langsung, tidak langsung, pilihan, dan keberadaan. Jenis mangrove yang mendominasi di wilayah pesisir Desa Banyuurip yaitu jenis Avicenia marina dengan kerapatan dan tutupan yang baik. Jenis lain yang ditemukan adalah Rhizopora mucronata, Bruguiera silindrica, dan Rhizopora apiculata. Nilai ekonomi total mangrove di wilayah pesisir Desa Banyuurip yaitu Rp. 21.423.890.000,00 yang diperoleh dari (1) manfaat langsung penangkapan kepiting sebesar Rp.1.836.480.000,00, kerang sebesar Rp. 18.534.720.000,00, dan tambak ikan bandeng sebesar Rp. 34.200.000,00; (2) nilai guna tak langsung yang dihitung sebagai penahan abrasi sebesar Rp. 315.353.520,00 per tahun; (3) manfaat pilihan (nilai biodiversitas) sebesar Rp. 1.057.500,00 per tahun; dan (4) nilai keberadaan dari ekosistem mangrove sebesar Rp. 182.400.000,00.
Pengaruh Faktor Oseanografi dan Suspensi Sedimen terhadap Pertumbuhan dan Mortalitas Karang Transplantasi (Acropora spp.) di Paiton Probolinggo Supriyadi; Asri Sawiji; Maisaroh, Dian Sari
Journal of Marine Resources and Coastal Management Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/mrcm.v1i1.749

Abstract

ABSTRAK Transplantasi karang merupakan salah satu upaya dalam memulihkan kondisi terumbu karang yang semakin mengalami degradasi. Transplantasi dapat dilakukan menggunakan berbagai media, salah satunya adalah dengan kanstin FABA dari limbah padat batu bara fly ash bottom ash yang dihasilkan oleh PLTU Paiton. Fragmen karang batu Acropora spp. ditransplantasikan pada dua kedalaman berbeda. Metode penentuan titik pengamatan menggunakan purposive sampling dengan pertimbangan jarak lokasi transplantasi ke lokasi bibit (± 7 meter). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan membandingkan dua kondisi penelitian, yaitu transplantasi pada kedalaman 6 m dan 8 m dengan 10 fragmen Acropora formosa dan 10 fragmen Acropora intermedia di setiap kedalaman. Pengamatan dilaksanakan setiap dua minggu meliputi faktor oseanografi dan laju pertumbuhan karang. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor oseanografi di lapangan menunjukan nilai yang sesuai untuk mendukung pertumbuhan karang. Laju sedimentasi tertinggi terdapat di kedalaman 8 m yaitu sebesar 25,57 mg/cm2/hari yang termasuk dalam kategori sedang dan mempengaruhi kelimpahan karang. Pengaruh ini dibuktikan adanya kematian Acropora spp. menjadi death coral algae dengan indeks mortalitas sebesar 0,1. Laju pertumbuhan karang transplantasi pada kedalaman 6 m sebesar 2,2 mm/minggu untuk Acropora formosa dan sebesar 3,1 mm/minggu untuk Acropora intermedia, sedangkan kedalaman 8 m Acropora formosa memiliki laju pertumbuhan sebesar 2,0 mm/minggu dan sebesar 2,4 mm/minggu untuk Acropora intermedia. Faktor oseanografi dengan pengaruh dominan terhadap laju pertumbuhan yaitu salinitas dengan koefisien korelasi 0.853 (hubungan searah) dan kedalaman memiliki pengaruh dengan hubungan terbalik yaitu -0.244. Laju sedimentasi memiliki koefisien korelasi sebesar 0.8 terhadap pertumbuhan dan 0.54 terhadap mortalitas. Kata Kunci: Transplantasi karang batu, kanstin FABA, indeks mortalitas, PCA.
Fertility Evaluation of Coral Reef Ecosystems Using Bioindicators of Phytoplankton in Watu Lawang Waters, Pasir Putih Beach, Situbondo - Indonesia Ma'arif, Muhammad Chusnan; Munir, Misbakhul; Akhwady, Rudhy
Journal of Marine Resources and Coastal Management Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/mrcm.v1i1.755

Abstract

The level of waters fertility is closely relate to the abundance and composition of plankton. Phytoplankton is a biological parameter that can be used as an indicator of the fertility of a waters. The purpose of this study was to determined the community structure of phytoplankton and the level of fertility in the waters of Pasir Putih beach, Situbondo. The study was conducted at five stasions in Watu Lawang waters, Pasir Putih Beach, Situbondo. The Sampling used purposive sampling method. Seawater samples were filtered on the surface of each station using plankton net number 25. Then, water samples were identified in the Microbiology Laboratory of UIN Sunan Ampel Surabaya. The results of identification of phytoplankton in the waters of Watu Lawang, Pasir Putih Beach, Situbondo obtained 4 classes that consisted of Bacillariophyceae, Cyanophyceae, Chlorophyceae, and Dinophyceae family. The phytoplankton composition found during the study was dominated by the Bacillariophyceae class. The genus Bacteriastrum sp and Chaetoceros sp were found in all observation stations. The highest phytoplankton abundance was at station IV with an abundance of 1670 cells L-1. And the lowest abundance of phytoplankton was at station I with an abundance value of 730 cells L-1. The diversity of phytoplankton was categorized in the low diversity level (H’<2.3). The Uniformity index value was classified as unstable (0 <E <0.5). On the other hand, The average value of the Saprobic Index in the waters of Watu Lawang, Pasir Putih, Situbondo was 1.6 which was classified as the Oligosaprobic phase (very slight polluted).
Potensi Degradasi Minyak Solar oleh Bakteri Hidrokarbonoklastik di Perairan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Ika Nurjanah; Mauludiyah; Misbakhul Munir
Journal of Marine Resources and Coastal Management Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/mrcm.v1i1.881

Abstract

Tingginya kepadatan trafik di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dapat menimbulkan masalah baru yaitu peningkatan kapasitas pengisian minyak solar pada kapal sehingga mengakibatkan volume buangan yang mengandung minyak (oily waste) cenderung meningkat. Alternatif penanggulangan secara tepat dan tidak menganggu lingkungan yaitu dengan cara menggunakan bakteri yang mampu mendegradasi minyak solar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bakteri yang berpotensi mendegradasi minyak solar di pelabuhan Tanjung Perak dan dapat mengetahui kemampuan isolat bakteri tersebut dalam mendegradasi minyak solar. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling pada pengambilan sampel air laut dan menggunakan metode observasi di laboratorium untuk isolasi bakteri pendegradasi minyak, karakterisasi pengamatan bakteri, dan uji biodegradasi minyak solar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perairan pelabuhan Tanjung Perak diperoleh tujuh isolat bakteri pendegradasi minyak solar. Lima isolat terdapat pada Stasiun 1, area dimana potensi pencemaran minyak solar lebih tinggi, yaitu genus Pseudomonas, Bacillus, Klebsiella, Enterobacter, dan Citrobacter. Dua isolat lainnya yaitu genus Bacillus dan Klebsiella diperoleh dari Stasiun 2. Hasil identifikasi bakteri yang mampu mendegradasi minyak solar secara signifikan adalah konsorsium (isolat campuran pada genus Pseudomonas, Bacillus, Klebsiella, Enterobacter dan Citrobacter) dengan persentase biodegradasi sebesar 94,57%. Pada isolat tunggal, pada Stasiun 1 yang memiliki persentase biodegradasi tertinggi adalah genus Pseudomonas dan Bacillus dengan persentase biodegradasi masing – masing sebesar 91,94 % dan 89,99%. Pada Stasiun 2, bakteri pendegradasi yang memiliki persentase tertinggi adalah genus Bacillus dengan persentase 88,61 %.
The Relationship of Seagrass Density with An Abundance of Macrozoobentos in The Waters of Hijau Daun Beach at Sangkapura Gresik Regency: Hubungan Kerapatan Lamun (Seagrass) dengan Kelimpahan Makrozoobentos di Perairan Pantai Hijau Daun Kecamatan Sangkapura Kabupaten Gresik Bestari, Titis Putri; Misbakhul Munir; Dian Sari Maisaroh
Journal of Marine Resources and Coastal Management Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/mrcm.v1i1.883

Abstract

Pantai Hijau Daun terletak di Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Pantai Hijau Daun merupakan salah satu pantai yang memiliki keanekaragaman ekosistem laut yang melimpah, salah satunya yaitu lamun (seagrass). Lamun adalah tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang hidup pada perairan dangkal dan memiliki banyak manfaat bagi organisme yang hidup di dalamnya. Salah satu organisme laut yang dapat hidup pada ekosistem lamun yaitu makrozoobentos. Makrozoobentos dapat ditemukan pada permukaan maupun di dalam substrat perairan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2019 di Perairan Pantai Hijau Daun Kecamatan Sangkapura Kabupaten Gresik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi kerapatan lamun, kelimpahan makrozoobentos dan hubungan kerapatan lamun dengan kelimpahan makrozoobentos di Perairan Pantai Hijau Daun. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan metode survay sedangkan penentuan stasiun dan titik pengamatan dilakukan dengan menerapkan metode purposive sampling. Lokasi pengamatan terdiri dari 2 stasiun dengan masing-masing stasiun dibagi menjadi 3 sub stasiun (plot) dan ditarik garis transek tegak lurus garis pantai sepanjang 100 m. Spesies lamun yang ditemukan di Perairan Hijau Daun dapat membentuk vegetasi campuran dengan 4 spesies lamun, diantaranya yaitu : Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea serrulata dan Halophila ovalis yang memiliki tingkat kerapatan lamun yang tinggi. Spesies makrozoobentos yang teridentifikasi dapat meliputi 2 spesies dari kelas Bivalvia dan 6 spesies dari kelas Gastropoda. Hubungan kerapatan lamun dengan kelimpahan makrozoobentos berdasarkan uji korelasi Product Moment/Pearson menggunakan software SPSS 16.0 dapat menunjukkan nilai korelasi -0,653 artinya hubungan antara kerapatan lamun dan kelimpahan makrozoobentos tergolong kuat dengan arah yang berlawanan dimana semakin tinggi nilai kerapatan lamun, maka semakin rendah kelimpahan makrozoobentos. Kata Kunci : pantai hijau daun, kerapatan lamun, kelimpahan makrozoobentos

Page 1 of 1 | Total Record : 5