cover
Contact Name
M. Syahrizal
Contact Email
jurnal.jurikti@gmail.com
Phone
+6282360777083
Journal Mail Official
jurnal.jurikti@gmail.com
Editorial Address
Sekretariat Komplek Senda Residence, Jln. Payanibung Ujung Dalu 10-B Tanjung Morawa Kab. Deli Serdang
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmu Komputer, Teknologi Dan Informasi
ISSN : -     EISSN : 29630169     DOI : https://doi.org/10.62866/jurikti.v2i1
Jurnal Ilmu Komputer, Teknologi Dan Informasi, ini memiliki bidang kajian: 1. Manajemen Informatika, 2. Sistem Informasi, 3. Game Design, 4. Multimedia System, 5. Sistem Pembelajaran Berbasis Multimedia, 6. GIS, 7. Mobile Programming, 8. Database Design, 9. Network Programming, 10. Distributed System, 11. Data Mining, 12. Sistem Pakar, 13. Kriptografi, dan 14. Sistem Pendukung Keputusan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2024): Juli 2024" : 5 Documents clear
Sistem Penentuan Jarak Terdekat Dalam Pengiriman Barang Pesanan Konsumen dengan Metode Algoritma A* (Star) Ramadhan, Zuhri
Jurnal Ilmu Komputer, Teknologi Dan Informasi Vol 2 No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : CV. Graha Mitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62866/jurikti.v2i2.154

Abstract

Penentuan jarak terdekat merupakan satu masalah yang paling banyak dalam pengiriman barang pesanan konsumen sebagai salah satu contoh menarik. Pada beberapa masalah transportasi penghitungan rute terdekat memegang peran penting karena harus dilakukan dalam waktu yang sangat singkat dan pada saat itu juga. Dalam kehidupan sehari – hari sering sekali dilakukan perjalanan dari suatu kecamatan ke kecamatan lain dengan mempertimbangkan efisiensi waktu dan biaya, Penentuan jarak terdekat dengan menggunakan Algoritma A* (Star). Algoritma A* adalah pengembangan dari “daftar tertutup” untuk merekam area yang dievaluasi. Daftar tertutup ini adalah sebuah daftar untuk merekam area berdekatan yang sudah dievaluasi, kemudian melakukan perhitungan jarak yang dikunjungi dari “titik awal” dengan jarak diperkirakan ke “titik tujuan”. Algoritma A* menggunakan path dengan cost paling rendah ke node yang membuatnya sebagai algoritma pencarian nilai pertama yang terbaik atau best first search. Algoritma A* (Star) diharapkan mampu menemukan rute terdekat dalam perjalanan dari Gudang ke toko-toko. Diharapkan Algoritma A* (Star) dapat menemukan rute terdekat pada pengiriman barang pesanan konsumen. Hasil akhir dari pembahasan ini adalah algoritma yang digunakan mampu menetukan jalur terdekat untuk menemukan toko tujuan.
Sistem Pakar Untuk Mendeteksi Kerusakan Transmisi pada Mobil Mitsubishi Colt T 120 SS dengan Metode Naïve Bayes Hutasoit, Suci Lestari
Jurnal Ilmu Komputer, Teknologi Dan Informasi Vol 2 No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : CV. Graha Mitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62866/jurikti.v2i2.155

Abstract

Keterbatasan pengetahuan dalam mengidentifikasi kerusakan yang terjadi pada mobil sering kali menyulitkan pengguna mobil untuk memperbaiki. Sistem ini dibangun untuk mendeteksi dengan cepat kerusakan mobil dengan menggunakan penerapan metode naive bayes dalam mendeteksi kerusakan mobil. Sistem ini dibuat dengan mengambil data dari bengkel adi yang terdiri dari data kerusakan. Solusi yang diambil untuk mengetahui gejala dan cara penanganannya yang kemudian akan dimasukkan kedalam rumus naïve bayes, guna mencari hasil yang akurat. Hasil dari keluaran perhitungan data yang dilakukan sistem menampilkan data kerusakan yang terjadi beserta solusi dari kerusakan. Dari hasil yang telah dilakukan sistem, kemudian akan dihitung dengan akurasi dari data manual dengan data yang dilakukan sistem. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan penulis dengan mengambil data dari bengkel adi yaitu ada lima kerusakan yang sering kali terjadi pada kerusakan transmisi diantaranya shift fork 28,1%, input sharp 0%, cuunter gear 6,2%, gigi percepatan 0,62%, hub sleve 53,2% dan kerusakan pada bagian transmisi yang sering sekali rusak terdapat pada hub sleve karena jarang melakukan servis atau perawatan pada mobil.
Implementasi Segmentasi Pada Citra Paru Menggunakan Metode Thresholding dan Fuzzy Possibility Distribution Sakdiah, Sakdiah
Jurnal Ilmu Komputer, Teknologi Dan Informasi Vol 2 No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : CV. Graha Mitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62866/jurikti.v2i2.156

Abstract

Segmentasi adalah proses pemisahan objek yang satu dengan objek yang lain dalam satu gambar menjadi objek-objek berdasarkan karakteristik tertentu. Thresholding adalah salah satu metode segmentasi citra yang memisahkan antara objek dengan background dalam satu citra berdasarkan pada perbedaan tingkat kecerahannya atau gelap terangnya. Fuzzy possibility memiliki tujuan sebagai media untuk menurunkan tingkat keabuan pada citra. Tujuan segmentasi yang dilakukan pada citra paru, yang dimana citra tersebut dihasilkan melalui proses rontgen atau CT scan yang memiliki hasil keabuan atau bahkan hitam pekat. Pembacaan citra paru memiliki sedikit perbedaan dari citra rontgen pada umumnya, karena akibat sakit atau gejala yang diderita gambar yang dihasilkan bisa saja putih pekat, keabuan, atau bahkan hitam pekat. Yang dimana terkadang tidak semua bagian paru yang terkena penyakit tersebut, hanya saja akibat perleburan warna daerah yang tidak terkena penyakit menjadi seperti bagian yang terserang penyakit juga. Untuk itu segmentasi disini bertujuan untuk memisahkan daerah yang terjangkit penyakit dengan proses pemisahan pada objek denga proses segmentasi tersebut. Sebelum melakukan proses segmentasi ada proses yang dimana agar proses segmentasi dapat berjalan dengan maksimal, yaitu proses fuzzy possibility distribution dimana citra yang akan disegmentasi akan diperbaiki kualitasnya melalui proses ini, sehinggaarea atau objek yang mau diteliti dapat terlihat lebih jelas batasannya. Yang dimana citra yang awalnya berwarna hitam putih, atau bahkan keabuan dapat dihasilkan kualitas yang lebih baik lagi dibanding citra sebelumnya sehingga segmentasi yang dilakukan akan menjadi lebih baik. Metode segmentasi yang tepat dalam poin ini adalah thresholding, yang dimana citra paru yang belum terkena penyakit atau tingkat penyakit yang ada memiliki tingkat yang berbeda. Tingkat kecerahan pada citra paru mempengaruhi tingkat penyakit yang ada, untuk itu thresholding digunakan sebagai pemisah melalui tingkat kecerahannya. Yang saya gunakan dalam implementasi ini adalah citra paru seseorang yang mengidap TBC (Tuberkulosis).
Modifikasi Pembangkit Kunci Algoritma Berufort Cipher Berdasarkan Pembangkit Kunci CSPRING Berbasis RSA Simangunsong, Santi; Syahrizal, Muhammad
Jurnal Ilmu Komputer, Teknologi Dan Informasi Vol 2 No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : CV. Graha Mitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62866/jurikti.v2i2.157

Abstract

Informasi merupakan kumpulan data yang berupa teks yang telah disatukan yang bersifat publik atau rahasia. Data rahasia merupakan data yang berisi tentang sesutau atau yang tidak untuk dipublikasikan, sebab data tersebut merupakan dat penting. Untuk itu, data tersebut perlu diamankan. Salah satu cara untuk mengamankan data tersebut adalah dengan memanfaatkan kriptografi. Kriptografi merupakan salah satu ilmu yang yang berperan penting dalam bidang pengamanan informasi. Algoritma di dalam kriptografi terbagi menjadi dua, yaitu algoritma kunci simetri dan algoritma kunci asimetri. Salah satu yang termasuk dalam algoritma kunci simetri adalah beaufort cipher. Beaufort cipher merupakan algoritma kunci simetri yang menggunakan subtitusi abjad dengan menggunakan huruf tersebut sebagai plaintext dan huruf kunci yang memiliki posisi sebanding. Namun seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan manusia, tingkat kejahatan dan teknologi yang digunakan oleh penyadap data meningkat, dimana pengaman dengan metode biasa juga mampu diretas. Penelitian ini menguraikan bagaimana prosedur yang dilakukan untuk memodifikasi pembangkitan kunci yang digunakan pada algoritma beaufort cipher. Proses pembangkitan kunci dilakukan berdasarkan pembangkit kunci CSPING berbasis RSA, artinya kunci yang digunakan pada proses enkripsi dan dekripsi adalah kunci yang dibangkitkan berdasarkan pembangkit kunci CSPRING berbasis RSA, sehingga proses modifikasi yang dilakukan dalam pembangkitan kunci tersebut dapat meminimalkan tindakan pemecahan kunci yang dilakukan pihak lain serta algoritma ini dapat lebih optimal dalam mengamankan data.
Penerapan Algoritma Double Data Encryption Standard Untuk Pengamanan File Citra Digital Laia, Feronika
Jurnal Ilmu Komputer, Teknologi Dan Informasi Vol 2 No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : CV. Graha Mitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62866/jurikti.v2i2.158

Abstract

Keamanan merupakan suatu hal yang sangat penting, karena berkaitan dengan kerahasiaan atau privasi. Jika suatu data hilang atau diubah oleh pihak yang tidak bertanggungjawab maka dapat merugikan pemilik data tersebut. Saat ini dimana masih banyak orang menngunakan file penting yang sebenarnya tidak boleh diketahui oleh orang lain,tetapi masih masih saja ada orang yang melakukan pencurian data atau file tersebut untuk kepentingan pribadinya, sehingga menimbulkan masalah pada file atau data tersebut. Seiring dengan berkembangnya teknologi yang semakin canggih maka faktor untuk menjaga kerahasiaan file atau data menjadi hal yang penting bagi orang yang tidak berkepentingan agar tdak dapat mengakses file atau data tersebut. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengamankan sebuah data atau file adalah dengan menggunakan algoritma double data encryption standard, penggunaan algoritma ini data atau file akan dikuncigandakan dengan melakukan proses enkripsi dan deskripsi. Algoritma ini dapat mengenkripsi file, data, audio,video dan lain-lain. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan mengenai pengamanan file citra menggunakan algoritma double data encryption standard ini, maka file ataupun data yang dimiliki akan sulit utuk diketahui dan untuk proses enkripsi dan deskripsi file yang besar akan memerlukan waktu yang lama , karena pada file citra dan data tersebut telah dilakukan penyandian sehingga tidak akan mudah terjadi penyadapan atau penyerangan pada file atau data tersebut sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5