ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Jurnal yang diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal ini adalah jurnal studi ilmu-ilmu Sosial humaniora dan pendidikan yang bersifat peer-review dan terbuka. Bidang kajian dalam jurnal ini termasuk linguistik, sastra, filsafat, psikologi, hukum, pendidikan, sosial, administrasi dan studi budaya. ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora dan Pendidikan menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Articles
63 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus"
:
63 Documents
clear
Etika Asesmen Dalam Bimbingan dan Konseling: Pilar Profesionalisme Konselor
Amalina Diananda
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/arima.v3i1.4867
Artikel ini membahas secara komprehensif mengenai pentingnya penerapan etika dalam asesmen pada layanan bimbingan dan konseling, khususnya dalam konteks pendidikan. Asesmen merupakan bagian integral dalam proses konseling yang bertujuan untuk memperoleh gambaran menyeluruh tentang kondisi konseli. Namun demikian, pelaksanaannya harus dilandasi oleh prinsip-prinsip etis seperti kerahasiaan, keadilan, keamanan alat tes, serta akurasi interpretasi hasil. Artikel ini menyoroti peran etika dalam memperkuat profesionalisme konselor, pentingnya menjaga kerahasiaan konseli, serta tantangan dalam menjaga objektivitas asesmen. Selain itu, dibahas pula potensi dampak negatif yang ditimbulkan akibat pelanggaran etika asesmen, seperti hilangnya kepercayaan konseli dan rusaknya citra profesi konselor. Dengan pendekatan deskriptif-analitis, tulisan ini menegaskan bahwa konselor tidak hanya dituntut kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas moral dalam menjalankan tugasnya, agar layanan konseling berjalan secara efektif, adil, dan bermartabat.Top of Form
ETIKA DALAM ASESMEN PSIKOLOGI : MENJAGA OBJEKTIVITAS DAN KERAHASIAAN
Aisya Briliana Putri Kartika
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/arima.v3i1.4873
Asesmen psikologi diperuntukkan untuk mengetahui informasi terhadap diri seseorang yang meliputi kepribadiaan,minat,bakat,dan lain sebagi hal tentang informasi seseorang.Nantinya akan menjadi untuk mengetahui lebih lanjut terhadap kondisi individu,pemahaman diri individu.Dalam pelaksanaan asesmen dibutuhkan sebuah etika pelaksanaan..Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran etika dalam asesmen psikologi untuk menjaga kerahasiaan dan objektivitas dan mengetahui etika yang diperlukan seorang konselor dalam profesi tersebut.Penelitiaan ini menggunakan analisis dengan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan kepustakaa.Hasil penelitian ini mampu mengetahui pentingnyaadanya etika yang dimiliki seorang konselor terutama peran etika dalam asesmen psikologi.Terkait bagaimana menjaga objektivitas dan kerahasiaan hingga batasan-batasan dalam penerapan kerahasiaan sebagai etika yang dimiliki konselor dalam menjalani profesinya.
Etika Konselor Profesional dalam Asesmen Psikologi untuk Bimbingan dan Konseling
Aulia Syandana, Nasywa
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/arima.v3i1.4875
Asesmen psikologi merupakan salah satu komponen penting dalam proses bimbingan dan konseling yang bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang kondisi psikologis klien. Namun, dalam pelaksanaannya, asesmen tidak dapat dilepaskan dari prinsip-prinsip etika profesional yang harus dijunjung tinggi oleh konselor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya penerapan etika dalam asesmen psikologi serta tantangan dan solusi yang dihadapi konselor dalam menjaga objektivitas dan integritas hasil asesmen. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis tinjauan literatur dari berbagai jurnal akademik relevan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa prinsip-prinsip etika seperti kerahasiaan, informed consent, kompetensi, objektivitas, dan keadilan merupakan dasar dalam pelaksanaan asesmen yang bermartabat dan profesional. Tantangan utama yang diidentifikasi meliputi rendahnya literasi etika, tekanan institusional, bias dalam interpretasi hasil, serta lemahnya sistem supervisi. Solusi yang ditawarkan meliputi peningkatan pelatihan etika bagi konselor, penguatan kode etik profesi, supervisi berkelanjutan, serta penggunaan instrumen asesmen yang valid dan sesuai konteks budaya. Kesimpulannya, etika dalam asesmen psikologi adalah fondasi yang tidak dapat dinegosiasikan dalam upaya memberikan layanan konseling yang berkualitas, adil, dan berpihak pada kesejahteraan klien.
Etika Profesional dalam Menjaga Kerahasiaan dan Objektivitas Asesmen Psikologi pada Layanan Bimbingan dan Konseling
Nasywa Ramadhanty Tiaranita
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/arima.v3i1.4897
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prinsip-prinsip etika profesional dalam asesmen psikologi, serta membahas tantangan dan solusi dalam menjaga kerahasiaan dan objektivitas. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa konselor sering menghadapi dilema etis seperti tekanan eksternal, keterbatasan instrumen, dan potensi bias pribadi. Solusi yang ditawarkan antara lain adalah pelatihan etika secara berkelanjutan, penggunaan instrumen asesmen yang valid dan reliabel, serta pelaksanaan supervisi dan diskusi reflektif. Penerapan prinsip etika yang kuat menjadi landasan penting dalam menjaga integritas profesi serta menjamin perlindungan dan kesejahteraan psikologis klien.
POTENSI KECERDASAN ANAK YANG TERPENDAM MENGGUNAKAN TES INTELGENSI
Najwa Jihan Fauha Syakilah
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/arima.v3i1.4899
Penelitian ini mengkaji peran tes inteligensi dalam bimbingan dan konseling untuk mengungkap potensi terpendam anak usia 5-12 tahun, dengan fokus pada keterbatasannya dalam menilai aspek non-akademik. Tujuannya adalah mengevaluasi kelebihan, kekurangan, dan efektivitas tes inteligensi melalui studi kasus di SD Surabaya, di mana seorang anak dengan skor verbal tinggi tetapi spasial rendah dikembangkan melalui pendekatan multimetode (tes WISC, observasi, kolaborasi guru-orang tua). Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan verbal dan spasial setelah 6 bulan, membuktikan bahwa integrasi tes dengan asesmen holistik lebih efektif. Implikasinya, konselor perlu memadukan tes standar dengan metode lain serta mempertimbangkan konteks budaya untuk pengembangan potensi anak secara menyeluruh. Studi ini mempertanyakan relevansi tes inteligensi berbasis Barat dalam konteks lokal dan mendorong pengembangan instrumen yang lebih sensitif budaya.
PERAN ASESMEN PSIKOLOGI BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PENDIDIKAN
Tata Desvita Anggraeni Dawud Putri
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/arima.v3i1.4904
Dalam era perkembangan teknologi dan modern, pendidikan tidak lagi menjadi satu-satunya faktor penentu kesuksesan individu, karena kompleksitas kehidupan dan pesatnya perkembangan di dunia teknologi menghadirkan tantangan baru untuk peserta didik. Oleh sebab itu, layanan bimbingan dan konseling mempunyai peran krusial dalam menangani dan memberikan bantuan kepada peserta didik untuk dapat meningkatkan kompetensi hidup secara produktif dan efektif. Asesmen menjadi dasar dalam penyusunan program bimbingan dan konseling, memungkinkan konselor atau guru BK untuk bisa menganalisis kebutuhan siswa secara sistematis dan juga tepat. Layanan ini bukan hanya sekedar berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mencakup dukungan psikoedukasi yang memiliki tujuan membentuk seseorang atau individu yang mandiri, berdaya, dan mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab. Dengan pendekatan yang objektif, logis, berkelanjutan, serta kolaboratif, bimbingan dan konseling menjadi bagian integral dalam dunia pendidikan, membantu siswa atau peserta didik mencapai kesejahteraan serta kesuksesan dalam kehidupan mereka.
Etika dalam Asesmen Psikologi di Bidang Bimbingan Konseling
Crisfatika Yulianti
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/arima.v3i1.4905
Asesmen psikologi merupakan bentuk pengumpulan data yang mampu membantu konselor dalam proses bimbingan untuk perkembangan diri siswa. Dalam program Bimbingan dan Konseling, asesmen psikologi dapat enjadi salah satu cara penilaian untuk mengidentifikasi kebutuhan siswa dalam perancangan program oleh lembaga pendidikan. Etika dalam melakukan asesmen psikologi menjadi aspek terpenting yang mendasar dalam diri konseli untuk mencapai hasil terbaik dari asesmen yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur (library research) atau kepustakaan yakni teknik pengumpulan data yang fokus utamanya menggunakan buku-buku atau literatur-literatur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman konsep rtika dalam melakukan asesmen psikologi di bidang Bimbingan dan Konseling yang meliputi, definisi asesmen psikologi, tujuan dan manfaat dalam asesmen psikologi dalam Bimbingan dan Konseling, makna etika dalam asesmen psikologi di bidang Bimbingan dan Konseling, peran konselor memberikan asesmen psikologi, upaya menjaga kerahasiaan hasil asesmen, tantangan dalam menjalankan etika dalam asesmen, dan Solusi dalam menjaga objektivitas dalam asesmen.
Analisis Perbandingan Tes Kepribadian Proyektif Dan Objektif Dalam Layanan Bimbingan Dan Konseling
Kirana Ula Muzhaffarah
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/arima.v3i1.4906
Penelitian ini membahas tentang jenis tes kepribadian dalam layanan bimbingan dan konseling sebagai alat untuk lebih mengenal dan memahami kondisi individu secara mendalam. Tes kepribadian adalah salah satu jenis tes psikologi yang berfungsi mengungkap karakteristik dan pola perilaku seseorang. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai sumber tertulis terkait definisi, jenis, kelebihan dan kekurangan serta waktu penggunaan jenis tes kepribadian. Hasil kajian menunjukkan bahwa tes kepribadian terbagi menjadi dua jenis yaitu tes proyektif dan tes objektif. Masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan jadi penggunaannya bisa disesuaikan dengan tujuan tes nya masing-masing. Tes proyektif lebih cocok jika tujuannya menggali aspek bawah sadar menggunakan aspek stimulus ambigu sedangkan tes objektif bisa digunakan untuk organisasi resmi karena jawaban lebih terstruktur dan hasilnya akurat karena sudah terstandarisasi. Pemahaman tentang perbandingan kedua jenis tes kepribadian ini penting untuk meningkatkan efektivitas layanan bimbingan dan konseling.
KOMUNIKASI ADAT DAN PESAN SPIRITUAL DALAM TRADISI SEDEKAH ADAT “DEKAH PIARO” (STUDI ETNOGRAFI)
Fadli, Ibnu;
Adli;
Riko Fardiansyah
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/arima.v3i1.4910
Penelitian ini membahas tentang komunikasi adat dan pesan spiritual dalam tradisi sesedekah adat sedekah piaro (studi etnografi). Penelitian ini merupakan studi kasus mahasiswa ilmu komunikasi Universitas Sumatera Selatan angkatan 2021. Rumusan masalah dalam penelitian ini ialah bagaimana komunikasi adat dan pesan spiritual dalam tradisi sesedekah adat sedekah piaro (studi etnografi). Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui komunikasi adat dan pesan spiritual dalam tradisi sesedekah adat sedekah piaro (studi etnografi). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi adat dan pesan spiritual dalam tradisi sedekah piaro sangat penting dan terkait dengan kehidupan spiritual masyarakat Desa Senuro. Dalam perspektif komunikasi adat, tradisi ini menjadi media penting untuk menyampaikan pesan-pesan spiritual, kebersamaan, dan rasa syukur kepada Tuhan serta penghormatan terhadap leluhur.
Asesmen Psikologi: Kunci Menuju Konseling yang Efektif
Siti Nur Halizah
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/arima.v3i1.4923
Asesmen psikologis merupakan komponen penting dalam bimbingan dan konseling untuk memahami sepenuhnya karakteristik, kebutuhan, dan masalah klien. Artikel ini memastikan analisis kuantitatif dan kualitatif untuk mendukung pengembangan intervensi yang tepat dan efektif. Sementara teknik kualitatif meliputi observasi, wawancara, dan survei, teknik kuantitatif menggunakan instrumen standar seperti bakat, minat, dan tes kecerdasan. Menggabungkan kedua teknik ini memberikan informasi yang komprehensif tentang kondisi psikologis, sosial, dan lingkungan klien. Selain itu, artikel ini menyoroti pentingnya kepekaan budaya dalam memilih dan mengevaluasi alat asesmen untuk memastikan bahwa hasilnya dapat diandalkan dan tidak memihak, terutama dalam konteks masyarakat multikultural Indonesia. Asesmen yang sistematis dan menyeluruh dapat meningkatkan efektivitas layanan konseling dan memperkuat hubungan klien-penyedia untuk mendorong perubahan positif.