cover
Contact Name
Ahmad Rustam
Contact Email
ahmad.rustam1988@gmail.com
Phone
+6285399507330
Journal Mail Official
ahmad.rustam1988@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bandara Haluoleo, Ambaipua, Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ARUS JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI
Published by Arden Jaya Publisher
ISSN : -     EISSN : 30263603     DOI : 10.57250
Arus Jurnal Sains dan Teknologi (AJST) merupakan jurnal yang menerbitkan artikel-artikel hasil-hasil penelitian dan kajian pustaka. Jurnal ini menerbitkan artikel yang berkaitan dengan sains, teknologi, komputer, matematika, ipa, pertanian, peternakan, tambang, sipil, dan rekayasa, ilmu kesehatan, serta artikel yang berkorelasi dengan sains dan teknologi. Kami menerbitkan artikel dalam setahun sebanyak 2 nomor pada setiap bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1: April (2024)" : 26 Documents clear
Rancang Bangun Modul Perbaikan Faktor Daya Menggunakan Instrumen KWS-AC301 Ibrahim; Hatta, Abd Halim; Antarissubhi; Hafid, Abdul
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 2 No 1: April (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v2i1.368

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji modul perbaikan faktor daya menggunakan instrumen KWS-AC301 pada instalasi listrik tegangan rendah 1 fasa 220 V. Fokus utama penelitian adalah mengidentifikasi metode koreksi faktor daya pada beban induktif serta mengevaluasi performa instrumen KWS-AC301 dalam mengubah faktor daya menggunakan kapasitor. Modul ini terdiri dari berbagai komponen seperti box instrumen, stop kontak, kabel, steker listrik, saklar, dan kapasitor, yang semuanya dirancang untuk mengoptimalkan penempatan dan fungsi instrumen KWS-AC301. Pengujian dilakukan dengan beban resistif, induktif, dan kapasitif untuk mengevaluasi akurasi dan efektivitas koreksi faktor daya. Hasil pengukuran awal menunjukkan faktor daya beban induktif pada kipas angin sebesar 0.5 lagging. Setelah menghitung nilai kapasitor yang diperlukan dan melakukan koreksi, faktor daya meningkat secara signifikan sesuai dengan target yang diinginkan. Analisis menunjukkan bahwa instrumen KWS-AC301 berfungsi dengan baik dalam mengukur dan mengkoreksi faktor daya, serta nilai kapasitor yang dihitung konsisten dengan hasil pengamatan.
Analisis Overcurrent Relay dan Ground Fault Relay terhadap Jenis Relay yang di Gunakan Antara Gardu Induk Lai, Muh Kamil Burhan; Akbar, Muh
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 2 No 1: April (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v2i1.370

Abstract

Tiga bagian garis besar daya listrik diketahui bahwa kehidupan, transmisi dan transportasi. Sumber Listrik Daya Uap (PLTU) merupakan salah satu jenis sumber daya listrik. Salah satu variabel yang dapat mempengaruhi seberapa baik kinerja unit Sumber Listrik Daya Uap (PLTU) dalam memenuhi kebutuhan pasokan listrik diketahui bahwa ketersediaan batubara. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui dan melihat harga-harga yang timbul akibat umur sumber listrik berbahan bakar batubara pada PLTU Barru di Kabupaten Barru serta dampak beban tambahan terhadap penggunaan batubara secara jelas, laju panas, pergantian massa batubara , kecepatan dan efisiensi. Dari hasil perbincangan mengenai cara paling ideal untuk menentukan kecukupan penggunaan bahan bakar pada PLTU dengan memanfaatkan teknik kuadrat terkecil khususnya pada Sumber Listrik Daya Uap, semakin tinggi stack\daya yang dibuat maka penggunaan batubara akan semakin sedikit. menjadi. Scor rata-rata dihitung menggunakan hasil estimasi (SFC 0,59 kg\kWh dan kuadrat terkecil 0,59 kg\kWh). Hal ini berarti semakin besar kekuatan yang dihasilkan, maka semakin rendah pula tingkat kekuatannya. Hasil estimasi menunjukkan scor rata-rata ( HR Gross 2,667.50 kCal \kWh dan kuadrat terkecil 2,667.50 kCal \kWh), (Net HR 2,886 kCal \kWh dan kuadrat terkecil 2,872.81 kCal \kWh) dengan laju aliran massa batubara biasa dari satu bulan hingga lainnya sebesar 117,939 ton\jam dan kuadrat terkecil 117,939 ton\jam. Jadi kapasitas besar yang dihasilkan diketahui bahwa 350 MW, harga pokok pembuatan batu bara diketahui bahwa Rp 397.996 per kWh dan Rp 30,15 miliar per periode. Misalnya saja dengan sumber listrik puncak sebesar 350 MW, diketahui harga SFC B sebesar 0,58 kg\kWh dan harga batu bara sebesar Rp686,20, sehingga harga penghasil pokok sebesar Rp397.996\kWh.
Analisis Pemilihan Faktor Daya terhadap Kecepatan Putar pada Generator Turbin Air Muliadi; Latif, Abdul; Nirwana, Hafsah; Duyo, Rizal A
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 2 No 1: April (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v2i1.371

Abstract

Adapun tujuan dari pada penelitian ini adalah Menganalisis terhadap. pemilihan faktor daya pada kecepatan putar pada generator turbin air Menganalisa kapasitas daya listrik yang akan dibangkitkan berdasarkan sumber daya air dan kapasitas yang tersedia. Memilih generator dan jenis turbin yang sesuai. Metode yang dipergunakan pada penelitiann ini adalah mengadakan penelitian dan pengambilan data di Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa Propinsi Sulawesi Selatan. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah. Faktor daya yang dipilih untuk dipergunakan antara 0,85-0,90 dan untuk faktor daya beban yang baik adalah 0,95. bagi generator turbin air yang sedikit jumlah kutubnya peninggian factor daya dilihat dari segi ekonomisnya lebih baik, sehingga kecepatan putar dari generator turbin air adalah merupakan kecepatan nominal dari turbin air. Sedangkan kecepatan maksimum dari generator juga merupakan kecepatan maksimum dari turbin air.Dengan penyediaan air sebagai sumber utama pembangkit daya listrik yang sifatnya berupa bendungan kemudian ditampung pada sebuah waduk, maka PLTA Bili-Bili ini akan bekerja optimal pada daya listrik maksimal 20 MW.Kecepatan masing-masing turbin adalah : Turbin I = 600 Rpm. Turbin II - 375 RpmMakin besar debit air dan tinggi jatuh efektif yang didapatkan, maka daya yang dapat dibangkitkan untuk tiap-tiap unit turbin dan generator adalah : Turbin I = 5,6 MW. Turbin II = 13,2MW. Generator I = 5,046 MW. Generator II = 11,887 MW Kapasitas Generator yang digunakan adalah : Generator I = 5600 KVA. Generator II = 14000 KVA.
Optimalisasi Sistem Keamanan SSH dari Serangan Brute Force Mengunakan Intrusion Prevention System pada Mikrotik Usman, Ansharullah Patiroi; Bakti, Rizki Yusliana; Hayat, Muhyiddin Am
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 2 No 1: April (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v2i1.380

Abstract

Dalam era digital yang semakin berkembang, keamanan informasi dan jaringan menjadi hal yang sangat penting. Dalah satunya kompunen kunci dalam infrastruktur jaringan adlah protokol securel shell (SSh), yang digunakan untuk mengamankan komunikasi dan akses jarak jauh ke sistem. Meskipun SSh dirancang dengan lapisan yang sangat kuat, serangan Brute force tetap menjadi ancaman yang signifikan. Tujuan dari penelitian ini untuk membangun sistem keamanan dari srrangan Brute Force menggunakan metode Intrusion Prevention System. Tujuan utama dari perencanaan sistem ini adalah untuk mengurangi risiko serangan brute force terhadap layanan SSH. Dengan merancang langkah-langkah keamanan yang efektif, seperti pembatasan IP, sistem akan dapat mendeteksi dan mencegah percobaan masuk yang mencurigakan.
Aplikasi SWMM untuk Identifikasi Titik Luapan Saluran Sekunder Drainase: (Studi Kasus Perumahan Cluster Pelangi, Makassar) Nanda, Abd. Rakhim; Indriyanti; Fauzi, Ahmad; Adrian
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 2 No 1: April (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v2i1.390

Abstract

Kota Makassar, sebagai kota metropolitan yang berkembang pesat, menghadapi tantangan serius terkait banjir akibat ketidakmampuan sistem drainase perkotaan, termasuk Perumahan Cluster Pelangi di Kecamatan Tamalanrea. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi titik-titik luapan banjir signifikan di Perumahan Cluster Pelangi menggunakan Software Storm Water Management Model (SWMM) dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan luapan banjir. Hasil analisis hidrologi periode ulang 5 tahun dan simulasi SWMM 5.2 untuk kondisi awal menunjukkan bahwa titik luapan terdapat di Blok P1B dengan volume 8,652 × 106 liter dengan lama luapan 1,45 jam dan kondisi eksisting juga berada di Blok P1B dengan volume 8,711 × 106 liter dengan lama luapan 1,62 jam. Faktor utama luapan banjir adalah elevasi saluran yang semakin tinggi menuju hilir, sedimentasi di dasar saluran dan pengaruh limpasan dari saluran di luar kompleks perumahan.
Analisis Kapasitas Saluran Drainase menggunakan Proram SWMM 5.2: (Studi Kasus Perumahan Gowa Lestari Kabupaten Gowa) Latief, Fausiah; Virlayani, Asnita; Ramadhan, Muhammad Dzaki; Irawadi, Fandi Putra
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 2 No 1: April (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v2i1.394

Abstract

Seiring dengan pembangunan yang semakin pesat dan diiringi dengan pertumbuhan penduduk yang meningkat, maka kebutuhan akan lahan baik untuk pemukiman maupun kegiatan perekonomian semakin meningkat. Hal ini dikhawatirkan akan terjadi limpasan dari air hujan yang akan menyebabkan banjir. Salah satu alternatif untuk mencegah banjir adalah melalui saluran drainase. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan saluran drainase awal dengan dan tanpa sedimen dalam menampung curah hujan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan program software Storm Water Management Model 5.2. Hasil yang diperoleh adalah kondisi awal (termasuk sedimen) maupun awal (tanpa sedimen) saluran drainase di perumahan Gowa Lestari tidak dapat menampung curah hujan. Dimana pada dimensi awal (termasuk sedimen) terdapat 10 titik yang mengalami luapan yaitu pada titik F.HILIR-2, E.HULU-2, C.HULU-2, C.HILIR-2, M.HULU-2, K.HULU-1, I.HULU-2, H.HULU-2, N.HULU-2, N.HILIR-2. Sedangkan untuk dimensi awal (tanpa sedimen) terdapat 3 titik yang mengalami luapan yaitu pada titik C.HILIR-2, C.HULU-2, M.HULU-1. Hal ini disebabkan oleh banyaknya sedimen yang tertumpuk, kurangnya gorong – gorong, serta masyarakat yang kurang bertanggung jawab dengan membuang sampah sembarangan yang berakibat air menggenang dan terjadilah banjir.
Proses Abrasi Akibat Karakteristik Gelombang di Pantai Ujung Batu Kabupaten Barru Mappatoba, Andi; Fajar, Muh; Imran, Hamzah Al; Syamsuri, Andi Makbul
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 2 No 1: April (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v2i1.402

Abstract

Abrasi di daerah Pantai Ujung Batu sudah meresahkan masyarakat seperti hilangnya lahan perkebunan kelapa dan halaman rumah masyarakat. Abrasi yang terjadi di Pantai Ujung Batu disebabkan oleh faktor gelombang, laju kecepatan abrasi juga sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik pantai dan lingkungannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik gelombang yang mempengaruhi abrasi dan pemodelan perubahan garis pantai hasil abrasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptik analitik untuk mendeskripsikan subjek penelitian dengan data yang dikumpulkan, mengelola data pasang surut menggunakan metode admiralty, dan melakukan pemodelan perubahan garis pantai menggunakan Google Earth dan ArcGIS dengan perangkat lunak Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah proses abrasi yang terjadi di Pantai Ujung Batu disebabkan oleh refraksi gelombang yang terjadi akibat perubahan kedalaman air saat mendekati pantai. Refraksi gelombang memfokuskan energi pada bagian tertentu khususnya Pantai Ujung Batu yang termasuk jenis pantai berpasir (Sandy Beach) sehingga mempercepat proses abrasi. Proses abrasi juga dipengaruhi oleh pasang surut campuran condong harian ganda yang mengalami dua kali pasang dan dua kali surut dalam satu hari. Serta, perubahan garis pantai dengan panjang ±840 m, dalam jangka waktu 2013-2020 didapatkan luas abrasi 256.87 m2
Analisis Efisiensi Pemberian Air Menggunakan Irigasi Tetes Hidayat, M. Taufik; Fajar H, Muh; Mahmuddin; Zainuddin, Muh. Amir
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 2 No 1: April (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v2i1.410

Abstract

irigasi dapat diartikan sebagai suatu usaha yang dilakukan untuk mendatangkan air dan sumbernya guna keperluan pertanian dengan cara mengalirkan dan membagikan atau mendistribusikan secara teratur dan setelah digunakan selanjutnya dapat diartikan sebagai usaha pemanfaatan air pada umumnya, dalam hal ini termasuk pula irigasi di dalamnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pemberian air pada irigasi tetes ditinjau dari efesiensi pemerian air. Penelitian di laksanakan di desa Saludewata kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang provinsi Enrekang Sulawesi Selatan. Selama satu bulan yaitu pada bulan September 2023 dengan tujuan Efisiensi pemberian air pada irigasi tetes . Model yang di gunakan dalam penelitian ini adalah menganalisa data yang diambil langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa irigasi tetes ditinjau dari efektivitas pemberian air setelah melakukan analisa data yaitu sebesar 51,714%. Perubahan dipengaruhi oleh kehilangan energy akibat penyempitan pada sambungan pipa sekunder ke pipa lateral. Disamping itu kehilangan energy terjadi adanya perubahan arah air dari pipa satu ke pipa yang lain.
Korelasi antara Debit Aliran dan Analisis Sedimen di Sungai Bila Kabupaten Sidrap Virlayani, Asnita; Kuba, Muhammad Syafa’at S; Irfan, Ade; Hasanuddin, Novianingsih
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 2 No 1: April (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v2i1.414

Abstract

Pengelolaan sungai seringkali menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara debit aliran dan sedimen. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang hubungan antara debit aliran sungai dan sedimen sangat penting untuk pengelolaan sungai yang berkelanjutan. Proses hidrologi yang terjadi di DAS berkaitan dengan proses erosi,transportasi sedimen dan hilirendapan. Perubahan penggunaan lahan dan daerah aliran sungai praktek pengelolaan juga akan mempengaruhi erosi dan sedimentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan besarnya debit aliran, dan korelasi debit sedimen dandebit aliran di Sungai Bila. Mengukur sungai karakteristiknya dilakukan dengan mengukur sungai aliran air dan kemiringan sungai. Analisis laboratorium dilakukan dengan menghitung jumlah debit aliran, konsentrasi sedimen, dan pembuangan sedimen. Hasilnya menunjukkan jumlah rata-rata debit aliran  sebesar 2.74 m3/s. Korelasi antar aliran debit dan debit sedimen menggunakan diagram scatter menunjukkan bahwa nilai determinasi R2 adalah 1 dengan persamaan y = 0.0587x + 0. 5829 Debit Sedimen (Qs) dan y = 0.1785x + 00257 Debit Aliran (Qw). Dalam hal ini menunjukkan korelasi yang kuat, sebab nilai determinasi (R) mendekati angka +1. Artinya semakin besar debit aliran, maka nilai debit sedimen juga  semakin besar. Demikian sebaliknya, semakin kecil nilai debit aliran, maka nilai debit sedimen juga ikut kecil.
Analisis Tingkat Sedimentasi pada Bangunan Bendung: (Studi Kasus Bendung Kelara di Sungai Kelara Kab. Jeneponto) Lantara, Andi Bintang; Amrullah; Nenny; Kuba, Muhammad Syafa’at S
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 2 No 1: April (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v2i1.415

Abstract

Sedimentasi pada bendung dapat memiliki konsekuensi yang merugikan, termasuk penurunan kapasitas tampungan air, kemungkinan banjir, dan kerusakan ekosistem perairan dan lingkungan sekitarnya karena perubahan aliran air dan pengendapan bahan organik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik sedimen dan laju sedimentasi pada Bendung Kelara di Sungai Kelara Kabupaten Jeneponto. Berdasarkan data hasil uji sampel sedimen di laboratorium diperoleh analisa karakteristik sedimen, dimana karakteristik sedimen berdasarkan analisa saringan yaitu kerikil (21,5%), pasir (71,5%) dan lanau/lempung (7,0%). Sedangkan karakteristik sedimen berdasarkan hasil berat jenis yaitu Sedimen jenis humus soil. Analisa perhitungan laju sedimen diperoleh hasil untuk laju sedimen melayang pada hasil perhitungan di lapangan sebanyak 0,150 ton/hari dan dalam 10 tahun 547,5 ton. Sedangkan perhitungan dengan menggunakan metode USBR (United State Beureu Reclamation) sebanyak 0,453 ton/hari, dan dalam 10 tahun 1653,45 ton. Untuk laju sedimen dasar (Bed Load) pada hasil perhitungan di lapangan sebanyak 0,091 ton/hari dan dalam 10 tahun 332,15 ton. Untuk metode pendekatan digunakan dengan metode Mayer-Peter dan metode Einstein, yang mendekati hasil dari perhitungan di lapangan yaitu menggunakan metode Einstein sebanyak 0,064 ton/hari, dan dalam 10 tahun 233,6 ton.

Page 2 of 3 | Total Record : 26