cover
Contact Name
Ludovikus Bomans Wadu
Contact Email
actualinsight21@gmail.com
Phone
+6281233597270
Journal Mail Official
jurnalantropocene@gmail.com
Editorial Address
Jalan Abdurahman Saleeh Blok GJ2 Kedungkandang Kota Malang Jawa Timur, Malang, Provinsi Jawa Timur, 65148
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora
Published by Actual Insight
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora adalah jurnal penelitian yang menyediakan wadah bagi dosen, akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk menyampaikan dan berbagi ilmu berupa artikel penelitian empiris dan teoritis, studi kasus, dan kajian pustaka. Jurnal ini mengundang para profesional di dunia pendidikan, penelitian, dan kewirausahaan untuk berpartisipasi dalam menyebarluaskan ide, konsep, teori baru, atau perkembangan ilmu-ilmu kemanusiaan, dengan cakupan di bidang antropologi, budaya lisan dan budaya tulisan, bahasa, seni klasik dan kontemporer.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2024): Januari" : 5 Documents clear
Manusia: Makhluk Berpikir dan Berilmu yang Luar Biasa dalam Menghadapi Tantangan Fiadi, Amadea Zulfaa
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v4i1.2437

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi posisi manusia sebagai makhluk yang berpikir dan berilmu dalam perspektif humanisme yang integral, holistik, dan universal. Manusia, sebagai entitas yang relasional dan multidimensional, memiliki kemampuan unik dalam penalaran dan berpikir yang memungkinkan pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi. Filsafat menempatkan manusia sebagai makhluk bernalar, yang melalui akal budi dan kecerdasannya, mampu menciptakan serta merealisasikan ide-ide yang berdampak signifikan terhadap kehidupan sosial dan budaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk memberikan gambaran yang mendalam mengenai fenomena ini, dengan fokus pada bagaimana kemampuan berpikir manusia membentuk ilmu pengetahuan dan memengaruhi kehidupan sehari-hari. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya pemanfaatan kemampuan berpikir dan bernalar manusia untuk kemajuan peradaban, serta tanggung jawab moral dalam menerapkan ilmu pengetahuan secara etis dan berkelanjutan. Hasil ini menunjukkan bahwa manusia memiliki peran sentral dalam menciptakan dunia yang lebih baik melalui kekuatan pikirannya yang reflektif dan inovatif.
Peran Pancasila dalam Menguatkan Nasionalisme Generasi Muda di Era Globalisasi Annury, Itsaar; Pratama, Bagas Adhi
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v4i1.2438

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran Pancasila dalam membangkitkan nasionalisme dan patriotisme di kalangan generasi muda Indonesia di era globalisasi. Arus budaya asing yang kuat telah menggerus identitas nasional, menyebabkan generasi muda lebih cenderung mengadopsi nilai-nilai asing dibandingkan budaya lokal. Pancasila, sebagai dasar negara, berfungsi sebagai filter yang mampu menyaring pengaruh asing sekaligus mempertahankan keutuhan budaya nasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui studi literatur dari berbagai sumber yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan pemahaman Pancasila melalui pendidikan formal, peran keluarga, dan media sosial sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran nasionalisme pada generasi muda. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, pendidik, dan masyarakat diperlukan untuk mengembangkan strategi edukasi yang lebih kreatif dan efektif. Temuan ini menegaskan pentingnya implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai fondasi untuk membentuk karakter generasi muda yang berintegritas, sehingga mampu menghadapi tantangan globalisasi dengan bijaksana.
Analisis Filsafat Ilmu Terhadap Fenomena Bunuh Diri: Faktor, Klasifikasi, dan Upaya Preventif Putri, Reqyan Salsabilla
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v4i1.2439

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena bunuh diri dari perspektif filsafat ilmu, dengan fokus pada faktor-faktor, klasifikasi, dan upaya preventif. Metode yang digunakan adalah pendekatan berbasis studi literatur dengan conceptual approach untuk menganalisis bunuh diri sebagai fenomena eksistensial yang melibatkan otonomi individu dalam pengambilan keputusan, tanpa mengaitkannya secara langsung dengan nilai-nilai etis atau religius. Berdasarkan teori Emile Durkheim, bunuh diri diklasifikasikan menjadi empat kategori: egoistic suicide, altruistic suicide, anomic suicide, dan fatalistic suicide. Penelitian ini juga mengidentifikasi upaya preventif yang dapat dilakukan dari dua perspektif: pertama, perspektif individu yang mengalami pemikiran bunuh diri, dengan mempertimbangkan nilai-nilai maqasid syariah dan ancaman siksa bagi pelaku bunuh diri sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran; kedua, perspektif eksternal yang menekankan pentingnya perlindungan terhadap martabat manusia serta kontrol sosial yang efektif terhadap aspek-aspek kehidupan yang dapat memicu tekanan psikologis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bunuh diri, yang sering kali dipahami sebagai tindakan mistis, dapat dianalisis secara ilmiah dan filosofis untuk memahami kondisi jiwa manusia serta menemukan solusi preventif yang lebih efektif.
Dampak Globalisasi terhadap Nilai-Nilai Pancasila dan Nasionalisme di Era Digital Pramudita, Oktavia
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v4i1.2440

Abstract

Penelitian ini menganalisis dampak globalisasi terhadap nilai-nilai Pancasila dan nasionalisme di Indonesia, khususnya di era digital. Globalisasi membawa dampak positif seperti kemajuan teknologi dan komunikasi, namun juga memicu degradasi nilai-nilai Pancasila, yang tercermin dalam menurunnya rasa nasionalisme dan patriotisme di kalangan generasi muda. Budaya asing yang masuk melalui media digital seringkali menggerus identitas lokal dan memengaruhi perilaku masyarakat, seperti meningkatnya individualisme dan konsumerisme. Selain itu, keterpaparan yang tinggi terhadap konten global telah mengubah cara pandang generasi muda terhadap budaya dan tradisi lokal. Hal ini menimbulkan tantangan baru bagi upaya pelestarian nilai-nilai budaya bangsa di tengah derasnya arus globalisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis deskriptif, mengkaji fenomena sosial melalui tinjauan literatur dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sangat diperlukan untuk menjaga keutuhan bangsa di tengah arus globalisasi. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa peran aktif dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, pendidik, dan masyarakat, sangat penting dalam upaya revitalisasi ini. Kesimpulan ini menggarisbawahi pentingnya pendidikan nilai-nilai Pancasila yang berkelanjutan bagi generasi muda guna menghadapi tantangan globalisasi dan menjaga integritas nasional.
Relasi Kebenaran Umum, Kebenaran Ilmiah, dan Kebenaran Agama dalam Perspektif Filsafat Marpaung, Esther Mutialita
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v4i1.2441

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara kebenaran umum (common sense), kebenaran ilmiah, dan kebenaran agama dalam perspektif filsafat ilmu. Menggunakan metode studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis konsep kebenaran dalam ketiga dimensi tersebut serta implikasinya dalam kehidupan manusia. Temuan utama menunjukkan bahwa kebenaran umum sering kali digunakan dalam konteks praktis sehari-hari, sementara kebenaran ilmiah menawarkan validasi melalui metode empiris yang ketat, dan kebenaran agama memberikan kerangka moral dan etis yang kuat. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa ketiga bentuk kebenaran ini saling melengkapi dalam membantu manusia mencapai pemahaman yang lebih luas dan mendalam tentang realitas. Keterbatasan penelitian ini termasuk kurangnya bukti empiris, namun penelitian ini memberikan rekomendasi untuk integrasi perspektif agama dalam pendidikan ilmiah dan filosofis guna menciptakan pemahaman yang lebih holistik. Hasil penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya pendekatan interdisipliner dalam studi kebenaran. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk menguji hubungan ini melalui pendekatan empiris yang lebih mendalam. Integrasi berbagai bentuk kebenaran diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan etika masyarakat.

Page 1 of 1 | Total Record : 5