cover
Contact Name
Nurul Wakia
Contact Email
hisabuna@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6282196614501
Journal Mail Official
hisabuna@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jl. H.M. Yasin Limpo No. 36 Samata, Kampus 2
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak
ISSN : 27467082     EISSN : 27467090     DOI : 10.24252/hisabuna
This journal is to develop academic insights in the field of phalactic science that integrates religion and science as well as related sciences in order to advance science. The scope of the journal is as follows: - Beginning of the Kamariah Month - Prayer Time - Qibla Direction - Eclipse - Astronomy
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2021): Maret 2021" : 5 Documents clear
Eksistensi Ilmu Falak Dalam Penentuan Arah Kiblat dan Awal Waktu Salat Nur Khalifah
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 2 No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v2i1.17809

Abstract

AbstrakDalam melaksanakan ibadah salat, ada dua hal penting yang harus diketahui, yakni mengenai arah kiblat dan awal waktu salat. Kiblat merupakan arah penting dimana kita menghadapkan diri saat hendak melaksanakan ibadah salat. Sedangkan salat sendiri merupakan ibadah yang mengandung ucapan dan perbuatan, diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam, yang memuat rukun dan syarat-syarat tertentu. Salat terikat pada waktu-waktu tertentu dan tidak dapat dilaksanakan pada sembarang waktu, tetapi harus berpedoman pada al-Qur’an maupun hadis. Setiap daerah memiliki arah kiblat dan waktu salat yang berbeda, hal ini terjadi karena letak lintang dan bujur setiap daerah juga berbeda. Untuk itu, sangat penting untuk mempelajari lebih mendalam mengenai penentuan arah kiblat dan awal waktu salat, baik itu pada daerah yang letaknya dekat dengan garis khatulistiwa maupun pada daerah yang jauh dari garis khatulistiwa.Kata Kunci : Eksistensi Ilmu Falak, Arah Kiblat, Awal Waktu Salat.
Akurasi arah kiblat masjid desa pallantikang di kecamatan Bangkala kabupaten Jeneponto Nurnilla Wati
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 2 No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v2i1.18808

Abstract

AbstrakArah kiblat merupakan suatu arah yang sangat penting dalam menjalankan ibadah salat. Salat adalah salah satu perintah Allah Swt. yang wajib hukumnya dilaksanakan oleh seluruh umat islam. Ulama telah sepakat bahwa salah satu syarat sahnya salat yaitu menghadap kearah kiblat, sehingga ketika arah kiblatnya salah atau tidak tepat maka salatnya tidak sah. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana akurasi arah kiblat masjid Desa Pallanitkang Di Keacamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto? Pokok masalah tersebut kemudian di bagi kedalam beberapa rumusan masalah yaitu: 1) bagaimana akuras arah kiblat masjid desa pallantikang di kecamatan bangkala kabupaten jeneponto?, 2) bagiamana metode penentuan arah kiblat masjid desa pallantikang di kecamatan bangkala kabupaten jeneponto ?Untuk menjawab pokok masalah tersebut, penelitian ini merupakan penelitian field research dengan metode kulitatif. Serta peneliti menggunakan pendekatan syar’i dan astronomi, selanjutnya metode pengumpulan data yan digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi, observasi dan wawancara, dalam pengelolaan data penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu: peringkasan data, penyajian data, penyimpulan data, dan kesimpulan akhir. Dalam penelitian tingkat keakurasian arah kiblat masjid Desa Pallantikang Di Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto, dari 10 mesjid yang dilakukan uji akurasi, terdapat 2 masjid yang memiliki posisi arah kiblat yang akurat yakni: Masjid Syuhada 45 dan Masjid Jami’ Hidayatul Haq, selain itu terdapat 8 masjid yang posisi arah kiblatnya tidak akurat atau tidak tepat yakni: Masjid Babul Yaqin, Masjid Babul Khair, Masjid Nurul Amin, Masjid Babussyuhada, Masjid Jami’ Nurul Hidayah, Masjid Jabal Nur, dan Masjid Babul Khair.Adapun implikasi pada penelitian ini diharapkan kepada pemerintah setempat khususnya kementrian agama kabupaten jeneponto untuk melalakukan uji akurasi masjid. Dan mmeberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya memahami metode penentuan arah kiblat. Diharapkan kepada prkatisi dan akademisi yang memiliki pengetahuan dibidang Ilmu Falak agar membrikan pemahaman kepada masyarakat terkait pengukuran arah kiblat. Diharapkan kepada pengurus masjid dan masyarakat agar lebih peka terhadap arah kiblat masjid.Kata kunci: Akurasi Arah Kiblat dan Metode Penentuan Arah Kiblat AbstractQibla direction is a very important direction in carrying out orayers. Salat is the prayer of one commandment of Allah Swt. which must be carried out by all muslims. The scolars have agreed that one pf the conditionsfor the qibla. So that when the direction of the qibla is wrong or riht then the prayer is invalid.The main problem in this research is how is the accuracy of the pallantikang village mosque in the bangkala of jeneponto regency? The main problem is then divided into several problem formulations, namely: 1) how accurate is the pallantikang village mosque in the bangkala sub-district, jeneponto district ?.The answer the main problem, this study is a field research study with a qualitative method. As well as researchers using syar’I and astronomical approaches, then the data collection methods used in this study are documentation, obserbation and interviews, in data management this research was carried out in several stages, namely: simmarizing data, data conclusion, and final conclusions.In a study of the accuracy of the pallantikang village mosque in bangkala district, jeneponto regency, of the ten mosques that were tested for accuracy, there were two mosques that had an accurate qibla direction, namely: Mosque Syuhada 45 and Mosque Jami Hidayatul Haq, besides that there are eight mosques. The position of the qibla direction is inaccurate or inaccurate, namely: Mosque Babul Yakin, Mosque babul Khair, Mosque Nurul Amin, Mosque Babussyuhada, Mosque Jami’ Nurul Hidayah, Mosque Jabal Nur and Mosque Babul Khair.The implications of this research are axpected to the local government, aspecially the ministry of religion of jeneponto regency, to conduct a mosque accuracy test. And give understanding to the public regarding the importance of understanding the method of determining the direction of the qibla. It is hoped that practitioners and academics who have knowledge in the field of falak science can provide understanding to the public regarding measuring the derection of the qibla. It is hoped that mosque administrators and the community will be more sensitive to the direction of the mosque’s qibla.Keywords: Accuracy Of Qibla Direction And Method Of Determining Qibla Direction
Posisi Arah Kiblat Pemakaman Wahdah Islamiyah Desa Moncongloe Lappara Kabupaten Maros Perspektif Ilmu Falak zaqila nurul ramadani
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 2 No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v2i1.18911

Abstract

Menghadap kearah kiblat adalah suatu kewajiban bagi umat Islam yang merupakan salah satu syarat sah dalam melaksanakan ṣalat dan tak hanya itu, proses pemakaman jenazah juga harus menghadap ke kearah kiblat. Dalam penentuan arah kiblat pemakaman kebanyakan hanya mengikuti arah pemakaman yang sudah ada sebelumnya dengan menghadap kearah Barat. Hal ini, berakibat banyaknya pemakaman yang arah kiblatnya berbeda dengan pemakaman yang lain seperti pemakaman Wahdah Islamiyah dan pemakaman umum yang berada dalam satu lahan lokasi di Desa Moncongloe Lappara Kabupaten Maros. Wahdah Islamiyah memahami bahwa menghadap kiblat bagi jenazah yang dimakamkan adalah suatu kewajiban, namun jika arah kiblat yang telah diukur tidak sesuai dengan arah kiblat sebenarnya itu bukan berarti pengukuran tidak sah, hanya saja mungkin saat ini terjadi pergeseran pada lahan pemakaman.Berdasarkan metode pengukuran penentuan arah kiblat yang dilakukan secara langsung di lapangan dengan menggunakan berbagai macam alat seperti tongkat istiwa’, qiblat tracker, metode hisab dan Google Earth. Sehingga ditemukan bahwa pemakaman Wahdah Islmiyah arah kiblatnya bergeser kearah 305° mengarah ke Utara dengan rata-rata kemelencengan sekitar 13° dengan posisi pemakaman mengarah ke Suriah bagaian utara bangunan Kā’bah yang di dapatkan dengan menggunakan citra satelit Google Earth.
Akurasi arah kiblat Masjid Nur Balangnipa Kecamatan Sinjai utara Kabupaten Sinjai Hasriati sri
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 2 No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v2i1.19465

Abstract

AbstrakArah kiblat merupakan arah yang menjadi patokan umat islam dalam menjalankan ibadah khususnya salat. Yaitu menghadap kearah ka’bah yang ada di Masjidil haram. Sebelum Rasulullah saw hijrah ke Madinah, belum ada ketentuan Allah tentang kewajiban menghadap kiblat bagi orang yang sedang salat. Menghadap kiblat adalah suatu kewajiban umat Islam, maka dari itu bagi setiap orang setidaknya dapat mengetahui tata cara menentukan arah kiblat agar ketika seseorang dalam perjalanan menuju ke suatu tempat, tidak lagi bingung ke mana seharusnya menghadap ketika melaksanakan ibadah khususnya salat.Di Kabupaten Sinjai, terdapat sebuah masjid yang bernama Masjid Nur Balangnipa yang didirikan pada tahun 1660 M, beralamat di Jl.KH Muhammad Tahir Kelurahan Balangnipa Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan. Masjid Nur memiliki luas tanah 47 x 64m2, luas bangunan 25 x 45m2 dengan status tanah wakaf. Dengan jumlah jamaah 350 orang dan daya tampung maksimal 2.000 jamaah. masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di Sinjai. Maka dari itu dalam penulisan ini peneliti memfokuskan penelitan terhadap akurasi arah kiblat Masjid Nur Balangnipa.
Ikhtiar Akademis Abbas Padil dalam Pengembangan Ilmu Falak di Sulawesi Selatan Nurul Wasilah Wahidin
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 2 No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v2i1.20105

Abstract

Ilmu falak merupakan ilmu yang tergolong langkah di Indonesia, peran ahli falak sangat dibutuhkan untuk menjawab diskursus ilmu falak di masyarakat sebagai bentuk ijtihad, memberikan penjelasan ilmiah dan hukum kepada masyarakat dan pemberi kebijakan dalam upaya memperkuat peribadatan umat Islam, namun nyatanya keberadaan tokoh-tokoh di bidang astronomi masih minim, khususnya di Sulawesi Selatan. Salah satu tokoh Ilmu Falak di Sulawesi Selatan yakni Abbas Padil yang hingga saat ini berkiprah dalam menyalurkan ilmu falak di perguruan tinggi dan berupaya menjawab persoalan ilmu falak yang terjadi pada masyarakat Sulawesi Selatan sebagai wujud ikhtiar akademis yang dilakukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep-konsep pemikiran Abbas Padil tentang ilmu falak dan kontribusi Abbas Padil dalam pengembangan ilmu falak di Sulawesi Selatan. Penelitian ini tergolong dalam penelitian kepustakaan (Library Research) yang dikaji secara sistematis dan relevan dengan objek yang menjadi pokok permasalahan. Dalam menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan Multidisipliner, yaitu pendekatan normatif syar’i, pendekatan sosiologis, dan pendekatan astronomis.Kata kunci: Ilmu Falak, Abbas Padil, Sulawesi Selatan. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5