cover
Contact Name
Nurul Wakia
Contact Email
hisabuna@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6282196614501
Journal Mail Official
hisabuna@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jl. H.M. Yasin Limpo No. 36 Samata, Kampus 2
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak
ISSN : 27467082     EISSN : 27467090     DOI : 10.24252/hisabuna
This journal is to develop academic insights in the field of phalactic science that integrates religion and science as well as related sciences in order to advance science. The scope of the journal is as follows: - Beginning of the Kamariah Month - Prayer Time - Qibla Direction - Eclipse - Astronomy
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2021): Juni 2021" : 5 Documents clear
PENENTUAN HARI RAYA ISLAM DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERSATUAN UMAT siska wati ningsi
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 2 No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v2i2.15974

Abstract

 Skripsi ini berjudul Penentuan Hari Raya Islam dan Implikasinya Terhadap Persatuan Umat. Perbedaan waktu dalam pelaksanaan awal bulan Ramadan dan hari raya umat islam mewarnai umat muslim di Indonesia. Dan perbedaan sering terjadi dari tahun ke tahun, berbedaan tersebut bukan hanya terjadi penentuan pemerintah, melelui dua ormas besar yang ada di Indonesia seperti NU dan Muhammadiyah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menyatukan pendapat pemerintah dan para ormas dalam penentuan hari raya islam baik hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha agar tidak terjadi perpecahan dan saling menyalahkan antara umat muslim. Dan untuk itu pemerintah harus mengumpulkan dua organisasi tersebut, serta mengikutkan para kolompok-kolompok yang ahli dalam hisab dan rukyah. Selanjutnya pendapat-pendapat di satukan dan di sepakati oleh pemerintah untuk mengumumkan pada sidang isbat   yang dilaksanakan oleh kementrian agama.Pada penelitian ini ada beberapa kesimpulan yang ada pertama, terjadinya berbedaan pemahaman dan metode yang digunakan dua ormas yang ada di Indonesia. Kedua metode yang di gunakan untuk penentuan hari raya islam adalah metode hisab dan rukyah, dan pemerintah bisa menggabukan kedua metode tersebut yang di namakan imkanur rukyah. Ketiga, umat muslim harus saling menghargai walaupun ada perbedaan pada penentuan hari raya islam. Implikasi dari penelitian ini adalah, pertama, diharapkan kepada masyarakat agar tetap mengikuti penetapan pemerintah tentang hari raya umat Islam. Dan saling menghargai satu berbadaan pendapat tentang pelaksanaan hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Kedua, pemerintah sangat berperang penting dalam hal penetapan hari raya umat Islam agar masyarakat tidak lagi mengalami perpecahan masalah penetapan di laksanakannya hari raya umat Islam. 
Akurasi Kompas Digital pada Smartphone Android dalam Penentuan Arah Kiblat Gunawan Usman
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 2 No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v2i2.17177

Abstract

AbstrakInstrumen yang digunakan dalam pengukuran arah kiblat beragam jenisnya, mulai dari yang klasik atau manual (rubu’ mujayyab, tongkat istiwa’, kiblat tracker dan kompas), sampai yang menggunakan teknologi canggih (aplikasi kompas dan kompas kiblat pada smartphone, theodolite, dan google earth). Kompas dan aplikasi kompas digital pada smartphone merupakan salah satu alat yang sering digunakan untuk navigasi dan pengukuran arah kiblat. Karena seringnya penggunaan aplikasi kompas pada smartphone, maka perlu dilakukan penelitian tentang akurasi aplikasi kompas tersebut dengan melakukan beberapa pengujian, yakni: (1) Membandingkan hasil pengukuran dengan kompas daiko, (2) Menguji sensitifitas sensor magnet dengan mendekatkan magnet dan besi di dekat smartphone, (3) Menguji sinyal GPS pada tempat terbuka dan ruangan tertutup, (4) membendingkan hasil pengukuran arah kiblat menggunakan aplikasi kompas digital dengan arah kiblat masjid kampus 2 (dua) UIN Alauddin Makassar.Kata kunci: akurasi, aplikasi kompas digital, kompas, Arah kiblat, smartphone.Abstrak There are various types of instruments used in measuring the Qibla direction, ranging from classical or manual (rubu 'mujayyab, istiwa stick', Qibla tracker and compass), to those using advanced technology (compass application and qibla compass on smartphones, theodolite, and google earth. ). Compass and digital compass applications on smartphones are tools that are often used for navigation and measuring the Qibla direction. Due to the frequent use of the compass application on smartphones, it is necessary to conduct research on the accuracy of the compass application by conducting several tests, namely: (1) Comparing the measurement results with the Daiko compass, (2) Testing the sensitivity of the magnetic sensor by bringing magnets and iron near the smartphone, (3) Testing the GPS signal in open spaces and closed rooms, (4) bending the results of measuring the Qibla direction using a digital compass application with the Qibla direction of the campus mosque 2 (two) UIN Alauddin Makassar.
Persepsi Masyarakat Terhadap Arah Kiblat Masjid Di Desa Mario Kecamatan Libureng Kabupaten Bone Nurainun Nisa Baharuddin
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 2 No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v2i2.17190

Abstract

Abstrak Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana persepsi masyarakat terhadap arah kiblat masjid di desa Mario Kecamatan Libureng Kabupaten Bone. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori trigonometri bola (trigonometri bola). Jenis dari penelitian ini adalah penelitian lapangan penelitian lapangan kualitatif. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan syar'i dan sosiologis. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari sumber primer dan sekunder. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah terdapat dua pendapat yaitu yang pertama masyarakat / agama yang menganggap bahwa arah kiblat tidak cukup hanya dengan mengarah ke barat, melainkan harus menghadap ke arahkiblat yang sebenarnya pada saat melaksanakan shalat sedangkan yang kedua masyarakat / tokoh agama yang menganggap bahwa arah kiblat hanya merupakan sebuah keyakinan bukan sebuah hal yang terlalu penting dan hanya merupakan masalah arah atau keyakinan. Kata Kunci: Persepsi, Masyarakat, Arah KiblatAbstrak Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana persepsi masyarakat tentang arah kiblat masjid di desa Mario Kecamatan Libureng Kabupaten Bone. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori trigonometri bola. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan kualitatif. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan syariah dan sosiologis. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari sumber primer dan sekunder . Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini ada dua pendapat yaitu pertama dari masyarakat / pemuka agama yang menganggap bahwa arah kiblat tidak cukup hanya dengan menuju ke barat tetapi harus menghadap ke arah kiblat yang sebenarnya pada saat shalat.Tokoh masyarakat / agama kedua yang menganggap bahwa arah kiblat hanya berupa keyakinan bukanlah hal yang penting dan hanya masalah arah atau keyakinan. Kata Kunci: Persepsi, Masyarakat, Arah Kiblat
STUDI KOMPARATI HISAB KONTEMPORER EPHEMERIS DAN ALGORITMA Asrini Bahar
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 2 No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v2i2.18650

Abstract

Penentuan awal  bulan Qamariyah erat kaitannya dengan penentuan hari besar islam seperti bulan Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah, hal demikian merupakan bagian yang sangat penting bagi umat Islam. Kemajuan Astronomi saat ini telah memasuki era modern yang memungkinkan kemampuan seseorang dalam menentukan posisi benda langit dengan ketelitian yang tinggi. Dewasa ini, metode hisab telah menggunakan komputer dengan tingkat presisi dan akurasi yang tinggi. Untuk data ephemeris sendiri sangat erat kaitannya dalam hisab kontemporer karena memuat data bulan dan matahari yang kemudian digunakan dalam penentuan awal bulan, waktu shalat, arah qiblat, dan penentuan terjadinya gerhana. Dari penelitian yang peneliti lakukan menunjukkan bahwa data yang diperoleh dengan menggunakan dua metode, yakni metode manual berdasarkan ephemeris dan metode dengan aplikasi berbasis algoritma yaitu accurate times memiliki perbedaan dalam hal data yang disajikan maupun diperoleh. Perbedaan nilai dari data yang disajikan oleh kedua metode tersebut cukup signifikan dikarenakan perbedaan pandangan dan satuan serta perhitungan yang berbeda. Namun, hal demikian dapat diabaikan karena perbedaannya hanya berkisar satu derajat. Hal ini membuktikan bahwa kedua metode yang digunakan memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing, terbukti dengan adanya beberapa data yang dihasilkan pada metode ephemeris namun tidak dihasilkan apabila menggunakan aplikasi berbasis algoritma. Kata kunci :Hisab Kontemporer, Ephemeris, Algoritma
MENYIBAK MISTERI ALAM RAYA MELALUI AYAT-AYAT SEMESTA Nurul Wakia; Sabriadi HR
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 2 No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v2i2.21272

Abstract

Abstract This paper reveals the secrets of the universe through the verses of the universe. The data is obtained through library research. The results show that the planet Earth and humans have the ability to vary the order of the universe. In the universe, humans see the existence of various organizations of matter in the form of various luminous objects such as moons, planets, stars, nebulae, star clusters, galaxies, and galaxy clusters.This magnificent material figure of the universe, whether it is successful or not successfully captured by the human senses, is controlled by "supernatural powers" which are called the force. Through the character of style, the human mind explores its wanderings in the world of science and uses that knowledge to create works of technology and art. Muslims acquire this knowledge through the Quran.The arrival of Allah's revelation to mankind is a methodology for developing knowledge about human life and the universe. An "existence of truth" that cannot be achieved only by scientific methodology. Al Quran is an "existence of truth" that is conveyed to humans in a reliable, communicative, and preserved way.Knowing the existence of the truth of the Quran can only be achieved through a system of faith. The existence of the universe is positioned to awaken various human intelligences, including spiritual intelligence which is guided by the verses of the Quran so that it leads to the level of human faith, a measure of the level of human closeness to the Creator. Keywords: reveal, mystery of nature, universe verses Abstrak Tulisan ini mengungkap rahasia alam raya melalui ayat-ayat sesmesta. Data diperoleh melalui penelitian kepustakaan (library research. Hasil penelitian menunjukkan planit bumi, manusia, memiliki kemampuan dengan berbagai keteraturan alam semesta. Di alam semesta manusia melihat eksistensi keragaman organisasi materi dalam bentuk berbagai benda yang bercahaya seperti bulan, planit, bintang, nebula, gugus bintang, galaksi, dan gugus galaksi. Sosok materi alam semesta yang megah ini baik yang berhasi latau belum/tidak berhasil diindera manusia dikendalikan oleh “tangan-tangan ghaib” yang disebut dengan gaya. Melalui karakter gaya itu akal manusia menjelajah pengembaraannya dalam dunia ilmu pengetahuan dan menggunakan pengetahuan itu untuk membuat karya teknologi dan seni. Umat Islam memperoleh pengetahuan itu melalui al Qur’an. Sampainya wahyu Allah ini kepada umat manusia merupakan sebuah metodologi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan tentang kehidupan manusia dan alam semesta. Suatu “eksistensi kebenaran” yang tak dapat dicapai hanya dengan metodologi sains. Al Qur’an merupakan suatu “eksistensi kebenaran” yang disampaikan kepada manusia melalui cara terpercaya, komunikatif, dan terjaga. Mengenal eksistensi kebenaran al Qur’an hanya dapat dicapai melalui system keimanan. Keberadaan alam semesta diposisikan untuk membangkitkan berbagai kecerdasan manusia, diantaranya adalah kecerdasan spiritual yang dituntun oleh ayat-ayat al Qur’an sehingga berujung pada tingkat keimanaan manusia, sebuah ukuran tingkatan kedekatan manusia kepada sang Pencipta. Kata Kunci: Menyibak, misteri alam, ayat-ayat semesta

Page 1 of 1 | Total Record : 5