cover
Contact Name
Purbianto
Contact Email
jmp@poltekkesbanten.ac.id
Phone
+6285821466172
Journal Mail Official
jmp@poltekkesbanten.ac.id
Editorial Address
Poltekkes Kemenkes Banten JL. SYEH NAWAWI ALBANTANI NO.12, Serang, Banten 42121
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Menara Pengabmas
ISSN : -     EISSN : 29875870     DOI : https://doi.org/10.36743/jmp
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Menara pengabmas (JMP) diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Poltekkes Kemenkes Banten sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini merupakan peer-reviewed journal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian kepada masyarakat dan penelitian terapan lainnya. Artikel-artikel yang dipublikasikan di Jurnal Menara Pengabmas (JMP) meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli, artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru, atau kegiatan pengabdian masyarakat. Jurnal Menara Pengabmas (JMP) menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang riset terapan dan hilirisasi hasil penelitian ilmiah kuantitatif maupun kualitatif berbasis komunitas kedalam format pengabdian masyarakat yang mencakup bidang keilmuan yang relevan mencakup Sosial,Keperawatan,Sains,Kesehatan,Kebidanan, Teknik Laboratorium Medis
Articles 25 Documents
PELATIHAN PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH MANDIRI DAN KEGIATAN SENAM HIPERTENSI DI KOMPLEK PENGAYOMAN KOTA TANGERANG trisna, citra
Jurnal Menara Pengabmas Vol. 2 No. 2 (2024): Vol 2 No 2 (2024) : Jurnal Menara Pengabmas
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BANTEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jmp.v2i2.866

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang saat ini baik prevalensi dan insiden mengalami peningkatan terutama pada kelompok lanjut usia serta dikenal dengan penyakit silent killer. Salah satu upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi adalah dengan rutin memeriksa tekanan darah dan olahraga yang dilakukan secara bertahap dan tidak berlebihan, seperti senam hipertensi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pemberian edukasi terkait hipertensi, pemeriksaan tensi, pelatihan pengukuran tensi serta melakukan aktivitas fisik berupa senam cerdik. Hasil hasil pretest dan postest menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan seputar hipertensi. Kemudian berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah pada peserta, didapatan cukup banyak peserta yang mengalami hipertensi (tekanan darah > 140/90 mmHg) yaitu sebesar 45%, selebihnya sebanyak 55% memiliki tekanan darah normal (<140/90 mmHg). Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini berjalan lancar terlihat dari meningkatnya pengetahuan tentang hipertensi dan keterampilan peserta dalam pemeriksaan tensi secara mandiri
PENDAMPINGAN KADER DAN MASYARAKAT TENTANG MANAJEMEN SELF CARE UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PENDERITA GAGAL JANTUNG DI KELURAHAN TANAH TINGGI KOTA TANGERANG TAHUN 2024 wasliyah, siti wasliyah
Jurnal Menara Pengabmas Vol. 2 No. 2 (2024): Vol 2 No 2 (2024) : Jurnal Menara Pengabmas
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BANTEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jmp.v2i2.867

Abstract

Kasus Penyakit Gagal jantung atau Penyakit Jantung Koroner/PJK di kelurahan Tanah Tinggi yang berada di Kecamatan Tangerang Kota Tangerang menempati 10 kasus tertinggi, serta memiliki angka yang cukup bermakna di tahun 2022 yaitu sebanyak 145 kasus. Berkaitan dengan hal itu, petugas Puskesmas melakukan edukasi kepada penderita PJK yang datang untuk melakukan pengobatan dikarenakan adanya keluhan. Edukasi yang diberikan hanya sebatas keluhan yang dirasakan penderita saja. Kader kesehatan juga belum pernah mengikuti kegiatan khusus terutama kegiatan untuk melakukan pencegahan terjadinya resiko mengalami kekambuhan. Resiko terjadinya kekambuhan pada PJK sebagian besar dikarenakan pasien tidak dapat melaksanakan perawatan mandiri misalnya tidak mengenali gejala kekambuhan, tidak memahami aktivitas fisik yang berlebihan, melanggar pembatasan diet, serta tidak melaksanakan terapi pengobatan yang tepat. Masalah yang ditemukan kader kesehatan dan masyarakat yaitu masih kurangnya pemahaman mengenai manajemen self care pasien gagal jantung di Puskesmas Tanah Tinggi dikarenakan edukasi yang selama ini diberikan hanya sebatas konsultasi gejala saat pasien datang berobat serta memberikan obat saja. Pelayanan Posbindu juga belum ada mengenai edukasi manajemen self care pasien PJK. Hasil dari kegiatan ini Rerata nilai pengetahuan peserta mengenai manajemen self care PJK mengalami peningkatan. Sebagian besar peserta dapat melakukan BHD dengan benar serta penanggung jawab PTM dan kader kesehatan berperan aktif dalam pendampingan dan pelatihan manajemen self Care PJK.
PENDAMPINGAN SANTRI DALAM PENDETEKSIAN RESIKO PENULARAN COVID 19 DI PANTI ASUHAN NURUL JADID KABUPATEN TANGERANG Lindawati, Lindawati
Jurnal Menara Pengabmas Vol. 2 No. 2 (2024): Vol 2 No 2 (2024) : Jurnal Menara Pengabmas
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BANTEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deteksi dini penularan Covid-19 merupakan upaya dalam menekan penyebaran Covid-19. Kemendikbud, (2021) terjadinya penularan infeksi covid 19 sekarang adalah anak sekolah, pelajar yang tinggal di asrama atau panti asuhan sehingga timbul klaster baru penularan covid akibat tidak melaksanakan protocol kesehatan dengan disiplin. Selain itu, kurang pengetahuan yang benar tentang bahaya covid 19 , pencegahan dan kemampuan untuk mendeteksi terinfeksi atau resiko terpapar covid 19. Salah satu kelompok yang sangat beresiko terinfeksi covid 19 ini adalah anak panti Asuhan Nurul Jadid, untuk itu diperlukan pendampingan dalam pendeteksian dini resiko penularan Covid-19 untuk menekan penyebaran Covid-19 di lingkungan sekitar. Tujuan Pengabdian masyarakat ini adalah Meningkatnya pengetahuan dan kemampuan anak dan pengurus panti dalam mendeteksi gejala terinfeksi dan resiko terinfeksi covid 19. Metode pengabdian yaitu memberikan penyuluhan tentang Covid-19 dan deteksi resiko penularan Covid-19.. Hasil yang diperoleh adalah terjadi peningkatan pengetahuan bagi 15 santri yang menghadiri kegiatan tersebut dan santri mampu melakukan deteksi dini resiko penularan Covid-19. Kata Kunci : Santri, Pengetahuan, Deteksi Resiko Penularan, Covid-19
PENGARUH PENERAPAN TIME TABLE PADA IBU HAMIL DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA KADUAGUNG TIMUR PUSKESMAS MANDALA TAHUN 2024 yuningsih, nani yuningsih
Jurnal Menara Pengabmas Vol. 2 No. 2 (2024): Vol 2 No 2 (2024) : Jurnal Menara Pengabmas
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BANTEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jmp.v2i2.869

Abstract

Strategi dalam upaya meningkatkan sumberdaya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Dimulai dari kualitas anak, perempuan dan pemuda. Cegah stunting dapat dilakukan dalam siklus ini. ibu hamil masih ada yang mengalami KEK ( Kekurangan Energi Kronik), sekitar 17,5%. ibu hamil KEK dapat melahirkan bayi yang berpotensi stunting,. Berdasarkan SK Bupati no273 tahun2023 Puskesmas Mandala desa Kaduagung Timur masuk lokasi khusus stunting untuk tahun 2024. Hasil laporan bulanan program gizi di PKM mandala ada sekitar 42 ibu hamil KEK, yang tersebar di enam desa, termasuk desa kaduagung timur. Solusi, perizinan kesbangpol, kegiatan pengabdian masyarakat skema PKM bersinergi dengan program di Puskesmas Mandala dan Dinas kesehatan melalui kelas ibu hamil di Posyandu desa kaduagung timur, pertama edukasi tentang gizi seimbang dilakukan pengukuran penegathuan pretest dan posttest ibu hamil berjumlah 15 orang, hasil skor pengetahuan 3-7 meningkat menjadi 6-7, ada perubahan pengetahuan dari tidak tahu menjadi tahu, memantau perkembangan kehamilan yang sehat melalui pemantauan gizi ibu hamil, diberikan booklet gizi seimbang dengan mencantumkan jadwal time table selama 3 minggu ibu hamil dipantau setiap hari, dilaporkan makanannya dicatat pemantauan melalui media sosial WhatsApp melibatkan 3 orang kader dan pembina desa untuk memantau. Diakhir minggu ke-3 direkap dengan hasil sebagian besar ibu hamil yang mengikuti ada 13 orang yang sesuai menjalankan pola makan mengikuti menu time table dan masih ada 2 orang belum sesuai. Monitoring dan tindaklanjut diteruskan dengan puskesmas dan dinas kesehatan melalui program rutin kelas ibu hamil diposyandu dengan kader dan Pembina desa serta pemegang program gizi. Sebagai luaran wajib adanya artikel pengabdian masyarakat dan luaran tambahannya adanya HKI Booklet time table dijadikan sebagai alat untuk memantau asupan gizi pada ibu hamil dan bisa melibatkan keluarga, kader dan tenaga kesehatan.
Community empowerment in acculturating PHBS and family food gardens in Tambakbaya Village, Lebak Regency ahmad, ahmad
Jurnal Menara Pengabmas Vol. 2 No. 1 (2024): Vol 2 No 1 (2024) : Jurnal Menara Pengabmas
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BANTEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jmp.v2i1.758

Abstract

Healthy and Clean-Living Behavior (PHBS) is a social engineering that aims to make as many community members as possible as agents of change in order to improve the quality of daily behavior with the aim of living clean and healthy. The household environment is one of the settings where PHBS can be practiced. PHBS in Households is an effort to empower household members to know, want and be able to practice clean and healthy living behaviors and play an active role in the health movement in the community. Health cemter data and information from the Tambakbaya village midwife show that there are several health problems in the village, including poor environmental health, community behavior that is detrimental to their health such as the discovery of adolescents who smoke, there are still many young women who have early marriages and the occurrence of anemia in adolescents and the discovery of 131 cases of stunting in 2022. This number is the highest case of 9 villages in the Mandala Health Center working area. The high number of stunting cases encourages us to try to understand the causes and look for handling and control efforts that can be carried out by the community. Community service carried out with the Partner Village Development Program (PPDM) scheme through community empowerment activities in practicing PHBS in households and making "Family Food Gardens" as an effort to meet family food needs to prevent and control the incidence of stunting in the community. The targets of the activity are village health supervisors, village officials, health cadres, and community groups in Tambakbaya Village, Cibadak District, Lebak Regency. Community service activities carried out in the form of training health cadres and families with stunting cases who have the readiness to build "Family Food Gardens" as a model in optimizing home yard land, to support the fulfillment of their family's vegetable needs. The results of community service activities are increasing the knowledge of the Tambakbaya village community about Clean and Healthy Living Behavior, and stunting, the construction of a hand washing station at the Tambakbaya village office as a model in forming a culture of clean and healthy living in the community and the construction of 15 pilot models of stunting family food garden development by utilizing the home environment of stunting families.

Page 3 of 3 | Total Record : 25