cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Desain Komunikasi Visual
ISSN : -     EISSN : 30481481     DOI : https://doi.org/10.47134/dkv
Core Subject : Education, Social,
Journal of Desain Komunikasi Visual ISSN 3048-1481 is a scholarly, published by Indonesian Journal Publisher. Jurnal DKV publishes four issues annually in the months of February, Mei, Agustus and November. This journal only accepts original scientific research works (not a review) that have not been published by other media. The focus and scope of Jounal Desain Komunikasi Visual include articles concerned with graphic design, typography, illustration and photography, branding and visual identity, digital media in design, cultural influences and social context, applied research in Visual Communication design, and ethics design. Authors are invited to electronically submit through Journal Website no more than 15 pages of a full paper.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2026): February" : 7 Documents clear
Analisis Poster Kampanye Digital #Pantangplastik oleh Greenpeace Indonesia Sebagai Alat Komunikasi Sosial Azzahra, Intan; Saputra, Anggo
Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol. 3 No. 1 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/dkv.v3i1.5337

Abstract

Manusia sang Studi kasus ini menganalisis konten kampanye #PantangPlastik yang diunggah oleh akun Instagram @greenpeaceid untuk melihat bagaimana Instagram berfungsi sebagai platform digital untuk meningkatkan kesadaran lingkungan. Penelitian ini menggunakan analisis visual dan studi kasus. Fokus penelitian adalah poster kampanye digital yang berbicara tentang pengurangan sampah plastik. Fokus penelitian adalah elemen desain komunikasi visual, yang mencakup standar desain, tipografi, warna, dan ilustrasi, serta seberapa efektif pesan visual sebagai alat komunikasi sosial. Data diperoleh dengan melihat unggahan Instagram yang relevan dan didukung oleh penelitian sebelumnya tentang desain komunikasi visual dan kampanye digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram adalah platform yang efektif untuk kampanye online pelestarian lingkungan. Konten visual yang disediakan oleh @greenpeaceid memiliki kemampuan untuk menarik perhatian audiens dan mendorong keterlibatan publik, seperti yang ditunjukkan oleh banyak tanda suka dan komentar. Hasilnya menunjukkan bahwa poster kampanye digital dengan strategi visual yang tepat dapat berfungsi sebagai alat komunikasi sosial yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap masalah lingkungan. Ini terutama berkaitan dengan upaya untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Optimasi Brand Engagement Flower Advisor melalui Desain Komunikasi Visual di Instagram Latumakulita, Joshua N Diva L
Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol. 3 No. 1 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/dkv.v3i1.4997

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan brand engagement Flower Advisor (FA) melalui perancangan strategi komunikasi visual di platform Instagram. Metode yang digunakan adalah mixed-method dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Secara kualitatif, dilakukan wawancara dengan tim manajemen serta observasi visual untuk memetakan elemen identitas merek dan gaya desain yang representatif. Secara kuantitatif, penelitian mengukur engagement rate dan melakukan survei persepsi audiens terhadap rancangan baru berdasarkan aspek daya tarik visual, keterbacaan, dan kesesuaian pesan. Proses desain berlandaskan teori Visual Communication Design, model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action), serta analisis semiotik (ikon, indeks, simbol) guna mengungkap makna visual pada elemen seperti hati, bunga, dan bouquet sebagai representasi emosi kasih dan apresiasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan engagement rate sebesar 38,5% dan persepsi positif dari 84% responden terhadap desain baru yang dinilai lebih hangat, estetik, serta mudah diingat. Temuan ini menegaskan bahwa strategi komunikasi visual berbasis semiotika dan estetika digital mampu memperkuat kedekatan emosional antara merek dan audiens, sekaligus meningkatkan efektivitas promosi FA di media sosial.
Perancangan Identitas Visual Sarihon Ban untuk Memperkuat Kepercayaan Merek dan Daya Saing Nara Nata, Naka; Edy Chandra
Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol. 3 No. 1 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/dkv.v3i1.5417

Abstract

This study aims to design a new visual identity system for "Sarihon Ban," a local tire shop in Ciledug that has been operating since 2001, to strengthen brand trust and competitiveness amidst the dominance of modern automotive retail in the digital era. Despite having a strong historical reputation and customer loyalty, Sarihon Ban faces challenges in attracting new customers due to the lack of a professional and integrated visual identity. The research method employed is qualitative with a creative design approach, including data collection techniques such as field observation, documentation studies, and in-depth interviews with the business owner. Data were analyzed using Kapferer’s Brand Identity Prism framework to transform traditional values into a visual strategy relevant to the modern market. The design results established the concept of "Dynamic Professionalism," realized through an integrated wordmark logo. Key visual elements include a stylized letter ‘S’ forming an aerodynamic sports car silhouette, the letter ‘o’ representing a tire, the use of Speeday typography symbolizing speed, and a color palette of yellow and navy blue to create high visibility and a professional impression. This research concludes that consistent visual identity transformation across physical and digital media is a vital strategic intervention for traditional MSMEs to revitalize their brand image and ensure business sustainability in an increasingly competitive automotive market.
Konstruksi Identitas dan Kemewahan Digital di Instagram melalui Hermes Birkin sebagai False Commodity Resmisari, Ganis
Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol. 3 No. 1 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/dkv.v3i1.5454

Abstract

Penelitian ini mengkaji konstruksi identitas dan kemewahan digital yang ditampilkan di Instagram melalui representasi Hermes Birkin sebagai false commodity. Di era digital, objek mode tidak lagi berfungsi sebagai produk material akan tetapi sebagai tanda simbolik yang memediasi pembentukan identitas, status sosial dan juga gaya hidup. Tujuan penelitian untuk menganalisis bagaimana representasi visual objek tas Hermes Birkin di Instagram beroperasi sebagai sistem yang mengkonstruksi identitas dan kemewahan digital melalui logika komodifikasi simbolik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis visual budaya terhadap konten Instagram yang menampilkan Hermes Birkin. Data dikumpulkan secara purposif dari unggahan publik figur Indonesia dengan mempertimbangkan tingkat engagement, konteks visual dan representasi gaya hidup mewah. Kerangka teoretis menggabungkan konsep false commodity dalam konsumsi simbolik, teori hiperrealitas  Jean Baudrillard, fetisisme komoditas Karl Marx, serta teori representasi visual dalam budaya digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tas Birkin direpresentasikan sebagai simbol kemewahan yang tidak bergantung pada kepemilikan objek secara langsung akan tetapi pada kemampuan citra visual membentuk persepsi status, eksklusivitas dan pengakuan sosial. Estetika visual, performativitas sosial dan self-presentation bekerja membentuk nilai kemewahan tersebut. Representasi tersebut membentuk Birkin sebagai false commodity, dimana nilai simbolik lebih dominan dibanding nilai fungsinya. Hermes Birkin berfungsi sebagai objek simbolik yang membentuk identitas sosial dan kemewahan digital melalui logika visualitas, performativitas, dan visibilitas di ruang media sosial. Temuan diharapkan  berkontribusi pada kajian budaya visual dan desain komunikasi visual dengan menunjukkan bagaimana citra digital mengorganisasi makna kemewahan, konsumsi simbolik, dan praktik representasi diri kontemporer di Indonesia. Temuan memperluas pemahaman tentang visualitas, konsumsi, dan budaya digital kontemporer
Analisis Pengaruh Desain Video Berformat Pendek terhadap Attention Span Nazar Gibran Kamaludinata; Sri Retnoningsih
Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol. 3 No. 1 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/dkv.v3i1.5518

Abstract

Fenomena video berformat pendek seperti TikTok, YouTube Shorts, dan Instagram Reels telah bertransformasi menjadi media hiburan dan informasi yang paling dominan di masyarakat modern karena desainnya yang sangat adaptif terhadap penggunaan gawai. Namun, dominasi masif ini mulai memicu kekhawatiran serius terkait perubahan pola hidup dan penurunan fungsi kognitif masyarakat, khususnya pada penurunan attention span atau kemampuan untuk mempertahankan fokus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana elemen-elemen desain dalam video berformat pendek berdampak terhadap penurunan attention span sekaligus menyebabkan kecanduan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran dengan kerangka KWHL (Know, Want, How, Learn), melalui observasi di masyarakat, observasi reflektif penulis, wawancara dengan ahli psikologi, studi literatur, serta penyebaran kuesioner kepada masyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa orientasi vertikal, durasi singkat di bawah satu menit, serta desain antarmuka (UI/UX) yang dioptimalkan untuk navigasi menggunakan jempol sangat efektif dalam mengikat perhatian pengguna. Stimulasi visual dan audio yang dirancang agresif dengan ritme cepat terbukti mampu memicu pelepasan dopamin secara instan yang mendorong perilaku adiktif. Data kuesioner mengonfirmasi bahwa 47,58% responden merasakan penurunan attention span meskipun merasa tingkat konsumsinya masih terkontrol. Observasi di masyarakat dan secara reflektif juga memperlihatkan perubahan perilaku serta kebiasaan, terutama dalam mempertahankan attention span pada aktivitas sehari-hari. Video berformat pendek sengaja dirancang secara adiktif demi meningkatkan keuntungan platform, namun pada akhirnya berdampak buruk terhadap pengendalian diri dan stabilitas emosional audiens. Penelitian ini menegaskan pentingnya tanggung jawab desainer untuk menciptakan rancangan yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat.
Perancangan Video Iklan Pada Media Sosial Sebagai Penguat Citra Merek Silamas Semar Permatasari, Syakhila Putri; Wicaksono, Arif Ranu
Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol. 3 No. 1 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/dkv.v3i1.5603

Abstract

Citra merek memiliki peran penting dalam membangun kesadaran konsumen, memengaruhi keputusan pembelian, serta memperkuat loyalitas terhadap suatu produk. Silamas Semar merupakan perusahaan rintisan agribisnis yang mengusung konsep ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah pertanian berupa tebon jagung sebagai silase pakan ternak serta pengolahan urine sapi menjadi pupuk organik cair. Meskipun memiliki konsep bisnis yang inovatif dan berkelanjutan, citra merek Silamas Semar belum terbentuk secara optimal di kalangan target audiens karena media promosi yang digunakan masih bersifat informatif dan kurang mampu membangun keterikatan emosional. Penelitian ini bertujuan merancang video iklan pada media sosial sebagai strategi komunikasi visual untuk memperkuat citra merek Silamas Semar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan pihak internal perusahaan, serta penyebaran kuesioner kepada target audiens. Proses perancangan video iklan menggunakan pendekatan EPIC Model yang meliputi empat dimensi utama, yaitu Empathy, Persuasion, Impact, dan Communication. Hasil perancangan menghasilkan video iklan dengan konsep komedi fiktif yang menampilkan permasalahan peternak serta solusi melalui produk Silamas Semar. Hasil kuesioner terhadap 68 responden menunjukkan bahwa 73,5% responden menilai visual komedi menarik, 64,7% menyatakan pesan humor mudah dipahami, dan 75% responden menilai video layak digunakan sebagai media promosi. Dengan demikian, video iklan pada media sosial terbukti efektif sebagai media komunikasi visual dalam meningkatkan brand awareness dan memperkuat citra merek Silamas Semar.
Tupperware: Sebuah Kajian Terhadap Declining Brand Besar Hatta Firdaus; Wiwi Isnaini
Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol. 3 No. 1 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/dkv.v3i1.5031

Abstract

Using a comparative approach to the case of the decline of the Nokia brand, this study aims to examine the phenomenon of the decline of the Tupperware brand. It identifies the factors influencing the decline in brand performance, including internal changes within the company and external changes such as consumer behavior and market dynamics. This study employs a qualitative approach with comparative analysis. Data was obtained through documentary and literature research, as well as analysis of other publications and secondary sources such as scientific journals, industry reports, and relevant publications. Furthermore, descriptive analysis was conducted to identify patterns of similarities and differences between the two situations. The research findings indicate that Tupperware’s brand decline is similar to Nokia’s, particularly regarding the inability to adapt to innovation and shifting market trends. While the market shifted toward e-commerce and digital platforms, Tupperware continued to rely on traditional marketing strategies such as direct sales. Additionally, the emergence of competitors offering more diverse designs and lower prices also led to a decline in customer interest. Changes in customer preferences, which increasingly prioritize practicality, price, and product accessibility, were identified as an additional factor. This comparative analysis indicates that one of the primary causes of the brand’s decline is the company’s failure to adapt to the business environment swiftly and effectively. Amid intensifying competition, these findings are expected to assist the company in ensuring the brand’s sustainability.

Page 1 of 1 | Total Record : 7