cover
Contact Name
Yusmaniarti
Contact Email
yusmaniarti8@gmail.com
Phone
+6281368411554
Journal Mail Official
jurnaljophs@gmail.com
Editorial Address
Perum Taman Asri 1 Blok C2 RT 31 RW 06 Palembang South Sumatra 30149
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Journal of Public Health Science (JoPHS)
ISSN : -     EISSN : 30473632     DOI : https://doi.org/10.59407/jophs.v1i1.596
Core Subject : Health,
Journal of Public Health Science (JoPHS) is a national journal for scientific research on public health practices, epidemiology, health promotion, health service effectiveness, disease prevention, and public health evaluation. nutrition, family health, infectious diseases, research health services, gerontology, child health, adolescent health, behavioral medicine, rural health, chronic disease, promotion Health evaluation and intervention, health policies and management of public health, health economics, occupational health and environmental health, environmental health, health and safety at work, health administration and policy, nutrition science, biostatistics, reproductive health, hospital management, and health information systems
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 4 (2025): Desember" : 22 Documents clear
ANALISIS FAKTOR RESIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEKUPANG KOTA BATAM TAHUN 2025 Tobing, Mastiur Lumban
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i4.3562

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan fisik yang ditandai dengan penurunan kecepatan pertumbuhan dan merupakan dampak dari ketidakseimbangan gizi (Losong dan Andriani 2022). Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sekupang Kota Batam 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan diwilayah kerja Puskesmas Sekupang Kota Batam dengan jumlah sampel yaitu 279 responden. Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji Chi Squer diperoleh nilai P value = 0,001 < 0,05 hal ini menunjukkan bahwa adanya Hubungan Pengetahuan dengan Stunting pada balita, nilai P value = 0,003 < 0,05 ada Hubungan Sikap dengan Stunting pada Balita, P value = 0,002 < 0,05 hal ini menunjukkan bahwa adanya Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Stunting pada Balita, P value = 0,026 < 0,05 ada Hubungan Pekerjaan Ibu dengan Stunting pada Balita, P value = 0,000 < 0,05 ada Hubungan Tingkat Pendapatan dengan Stunting pada Balita, nilai P value = 0,001 < 0,05 ada Hubungan Akses Sarana Kesehatan dengan Stunting pada Balita, dan nilai P value = 0,012 < 0,05 hal ini menunjukkan bahwa adanya Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Stunting pada Balita. Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat menambah pengetahuan ibu balita yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Sekupang Kota Batam tentang faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya stunting pada balita.
PENGARUH POSISI MENERAN DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM IBU BERSALIN DI KLINIK PRATAMA MASROHANI PULUNGAN TANJUNG MORAWA KABUPATEN DELISERDANG TAHUN 2025 Simbolon, Marlina; Sinaga, Plora Novita; Noni, Emma Dosriamaya; Sari, Eka Purnama; Tarigan, Rismalia; Putri, Ninsah Mandala; Situmorang, Khairunisa
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i4.3574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh posisi meneran dengan kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin di Klinik Pratama Masrohani Pulungan Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin normal selama periode penelitian dengan teknik total sampling sebanyak 38 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung menggunakan lembar checklist untuk mencatat posisi meneran (litotomi/telentang, setengah duduk, miring, jongkok) dan kejadian ruptur perineum. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu bersalin yang meneran dengan posisi litotomi/telentang lebih banyak mengalami ruptur perineum dibandingkan dengan ibu yang meneran dengan posisi setengah duduk atau posisi lainnya yang lebih fisiologis, serta terdapat hubungan yang signifikan antara posisi meneran dengan kejadian ruptur perineum (p < 0,05). Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan antara posisi meneran dengan kejadian ruptur perineum, sehingga penerapan posisi meneran yang tepat pada kala II persalinan dapat menjadi upaya untuk menurunkan risiko terjadinya ruptur perineum pada ibu bersalin.

Page 3 of 3 | Total Record : 22