Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

POLA ASUH IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KELURAHAN SEKUPANG KOTA BATAM Tobing, Mastiur Lumban; Pane, Masdalina; Harianja, Ester
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v5i1.1630

Abstract

Stunting merupakan bentuk dari proses pertumbuhan yang terhambat, dan merupakan salah satu masalah gizi yang perlu mendapat perhatian serius. Pola asuh ibu yang kurang khususnya dalam pemberian asupan makanan pada anak merupakan salah satu penyebab terjadinya stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh ibu dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Sekupang Kota Batam Tahun 2020. Jenis penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Informan penelitian berjumlah 7 orang yang terdiri dari 5 orang ibu yang mempunyai anak usia 24-59 bulan yang mengalami stunting, 1 orang petugas gizi dan 1 orang petugas posyandu di wilayah kerja Puskesmas Sekupang. Hasil penelitian diperoleh bahwa pola asuh ibu berdasarkan asuhan pemberian makanan, mayoritas ibu tidak memberikan ASI ekslusif, anak sudah diberikan makan dan minum di bawah umur 6 bulan, ibu memberikan sarapan pagi tetapi anak sulit makan dan lebih memilih jajan di warung, mayoritas ibu menyiapkan makanan anak dan mayoritas ibu memberikan hanya bubur nasi saja. Pola asuh berdasarkan asuhan perawatan dasar anak bahwa mayoritas ibu bekerja sehingga yang mengasuh anak adalah suami atau anggota keluarga lainnya, imunisasi dasar pada anak sebelum usia 1 tahun tidak lengkap. Pola asuh ibu berdasarkan asuhan hygiene dan sanitasi bahwa mayoritas ibu menyimpan makanan di tempat tertutup dan bersih dalam lemari, anak mandi dua kali sehari, anak potong kuku seminggu sekali, baju anak diganti apabila kotor, ibu membersihkan bagian dalam dan luar rumah serta menggunakan air galon isi ulang untuk memenuhi kebutuhan air minum keluarga. Disarankan kepada orang tua terutama para ibu yang mempunyai anak dengan kejadian stunting supaya lebih memperhatikan pola asuh anak khususnya pola pemberian makanan sesuai menu gizi seimbang dan imunisasi lengkap pada anak.
ANALISIS FAKTOR RESIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEKUPANG KOTA BATAM TAHUN 2025 Tobing, Mastiur Lumban
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i4.3562

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan fisik yang ditandai dengan penurunan kecepatan pertumbuhan dan merupakan dampak dari ketidakseimbangan gizi (Losong dan Andriani 2022). Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sekupang Kota Batam 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan diwilayah kerja Puskesmas Sekupang Kota Batam dengan jumlah sampel yaitu 279 responden. Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji Chi Squer diperoleh nilai P value = 0,001 < 0,05 hal ini menunjukkan bahwa adanya Hubungan Pengetahuan dengan Stunting pada balita, nilai P value = 0,003 < 0,05 ada Hubungan Sikap dengan Stunting pada Balita, P value = 0,002 < 0,05 hal ini menunjukkan bahwa adanya Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Stunting pada Balita, P value = 0,026 < 0,05 ada Hubungan Pekerjaan Ibu dengan Stunting pada Balita, P value = 0,000 < 0,05 ada Hubungan Tingkat Pendapatan dengan Stunting pada Balita, nilai P value = 0,001 < 0,05 ada Hubungan Akses Sarana Kesehatan dengan Stunting pada Balita, dan nilai P value = 0,012 < 0,05 hal ini menunjukkan bahwa adanya Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Stunting pada Balita. Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat menambah pengetahuan ibu balita yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Sekupang Kota Batam tentang faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya stunting pada balita.
TRANSFORMASI PELAYANAN PRIMA (SERVICE EXCELLENCE) DAN DIGITALISASI SISTEM INFORMASI DALAM UPAYA PENINGKATAN MUTU DAN INDEKS KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS SEKUPANG Tobing, Mastiur Lumban
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 1 (2026): Februari
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i1.3566

Abstract

Puskesmas Sekupang sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama di Kota Batam menghadapi tantangan besar dalam memenuhi ekspektasi masyarakat urban yang tinggi terhadap mutu pelayanan. Permasalahan utama yang diidentifikasi meliputi waktu tunggu yang lama, komunikasi petugas yang kurang proaktif, dan mekanisme evaluasi kepuasan yang masih konvensional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan dan indeks kepuasan pasien melalui transformasi kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan digitalisasi sistem umpan balik. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang meliputi tahap observasi, workshop service excellence, implementasi sistem feedback berbasis QR-Code, serta pendampingan intensif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan signifikan pada perilaku petugas dalam memberikan layanan yang lebih empatik dan informatif. Secara kuantitatif, terjadi peningkatan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 15-20% pasca-intervensi, terutama pada dimensi responsiveness dan empathy. Implementasi teknologi digital terbukti mampu menciptakan sistem evaluasi yang lebih transparan dan akuntabel. Kesimpulannya, integrasi antara penguatan soft skills petugas dan pemanfaatan teknologi informasi menjadi kunci utama dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang prima dan berkelanjutan di Puskesmas Sekupang