cover
Contact Name
Nanang Dwi Ardi
Contact Email
wahanafisika@gmail.com
Phone
+62222004548
Journal Mail Official
wahanafisika@gmail.com
Editorial Address
Program Studi FISIKA FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Wahana Fisika : Jurnal Fisika dan Terapannya
ISSN : -     EISSN : 25491989     DOI : https://doi.org/10.17509/wafi
- Material physics - Instrumentation physics - Geophysics - Astronomy - Computational physics - Biophysics - Theoritical physics - another applied physics
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2017): Desember" : 7 Documents clear
Analisis Pola Waktu Mula Anomali Polarisasi Sinyal Sebelum Gempa Bumi Di Wilayah Aceh Dan Sumatera Utara Fitria Dwi Andriani; Mimin Iryanti; Indriana Lucky Sari
Wahana Fisika Vol 2, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v2i2.9372

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pola waktu mula anomali polarisasi sinyal geomagnet yang dapat dijadikan sebagai parameter dalam menentukan tanda atau gejala sebelum gempa bumi dengan menggunakan data komponen magnetik yang diperoleh dari pengamatan geomagnetik di Obsevatorim Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika Tungtungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola waktu mula anomali polarisasi sebelum gempa bumi di wilayah Aceh dan Sumatera Utara terjadi. Gempa bumi yang di invertigasi merupakan gempa bumi yang terjadi di Sumatera Utara dan Aceh pada periode 2012-2015 dan memiliki magnitude 5 SR. Polariasi dilakukan dengan membandingkan data geomagnet komponen H dan Z. Transformasi fourier diperlukan untuk merubah sinyal menjadi domain frekuensi. Kemudian dilakukan penapisan frekuensi sinyal pada spektrum 0,05-0,02 Hz.  Spektrum ini dipilih karena berkaitan dengan aktivitas sebelum gempa. Hasil polarisasi sinyal dibandingkan dengan data Indeks Dst untuk menentukan waktu mula anomali yang berasal dari aktivitas gempa. Selanjutnya dilakukan analisis pola waktu tehadap magnitudo gempa. Berdasarkan pola yang telah dihasilkan menggambarkan bahwa pola waktu mula anomali yang semakin lama akan menghaslkan magnitudo gempa yang lebih besar.  Kata kunci: Anomali Polarisasi, Sinyal Geomagnet, Gempa Bumi, Indeks Dst Research on the time pattern of anomaly polarization of geomagnetic signals can be used as a parameter in determining the signs or symptons before the earthquake using magnetic component data obtained from geomagnetic observation in Observatorium Meteorology Climatology Geophysics Tungtungan. The purpose of this reseach is to know the time pattern of polarization anomaly before earthquake in Aceh and North Sumatera region. The investigated earthquake is an earthquake in the period 2012-2015. Polarization is done by comparing geomagnetic data of H and Z components. Fourier transform are needed to convert signals into frequency domains. Then performed signal frequency filtering on spectrum 0,05-0,02 Hz. this spectrum was chosen because it is related to activity before the earthquake. The result of the signal polarization is compared with the Dst Index data to determine the starting time of the anomaly derivedfrom the earthquake activity. Furthermore, the time pattern analysis was made to the anomaly starting time pattern that will prolog the magnitude of the larger earthquake.  Keywords : Polarization Anomaly, Geomagnet Signal, Earthquake, Index Dst
Studi Geofisika Untuk Menentukan Batas Formasi Jampang dan Formasi Ciletuh di Kawasan Geopark Ciletuh Cece Solihin; Arizal Taufik; Firman Hadi Muhamad; Rena Denya
Wahana Fisika Vol 2, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v2i2.9373

Abstract

Kawasan Ciletuh memiliki struktur geologi yang khas dan unik serta memiliki  aneka ragam batuan yang tersebar.  Pandangan umum dari ilmu kebumian kawasan ini sangat menarik untuk dipelajari  karena geologi kawasan ini terbentuk  tidak  lepas dari aktivitas tektonik regional Jawa Barat. Studi geofisika sangat berguna dalam menganalisa struktur geologi bawah permukaan tanah  di kawasan Ciletuh. Metode geofisika yang digunakan bertujuan untuk mengamati dan menganalisis struktur geologi batuan permukaan. Serta, tujuan utama dari penelitian ini untuk menentukan batas formasi Jampang dengan formasi Ciletuh. Penelitian ini digunakan pengambilan data dengan metode Geolistrik, Magnetik dan Ground Penetrating Radar (GPR) di daerah Tamanjaya, kawasan Ciletuh dengan lintasan yang berbeda. Berdasarkan interpretasi geolistrik pada software Res2Dinv 2D diperoleh struktur bawah permukaan berupa lapisan batuan pasir. Pada hasil interpretasi metode GPR pola perambatan serta kecepatan rambat gelombang elektromagnetik untuk  dua lintasan  GPR  memiliki perbedaan struktur batuan yaitu  batuan pasir kasar, kerikil dan endapan. Sedangkan hasil interpretasi magnetik mengindikasi perbedaan struktur  batuan dalam bawah  permukaan berdasarkan anomali magnetik. Berdasarkan geologi regional formasi Jampang bawah didominasi oleh batuan  pasir halus. Sedangkan formasi Ciletuh didominasi oleh batuan  pasir kasar yang berumur lebih tua. Sehingga  batas formasi Jampang  dengan  batas formasi Ciletuh dapat diperkirakan pada lintasan GPR dan Magnetik.      Kata Kunci   :  Formasi Jampang; Formasi Ciletuh; Geolistrik; GPR dan MagnetikThe Ciletuh region has a distinctive and unique geological structure and also has a various of rocks scattered. The general view of the geography of this region is very interesting to learn because the geology of this region formed can not be sparated from the regional tectonic activity of west java. Geophysical studies are very useful in analyzing the subsurface geological structures in the Ciletuh region. The geophysical methods used aims to observe and analyze the geological structure of surface rocks. As well, the main purpose of this research is to determine the boundary of Jampang formation with Ciletuh formation. This research used data retrieval using Geoelectric, Magnetic and Ground Penetrating Radar (GPR) methods in Tamanjaya area, Ciletuh area with a different trajectory. Based on the geoelectric interpretation from Res2Dinv of software, there is obtained a subsurface structure in the form of sandstone layer. The results of the interpretation of GPR methods, propagation patterns and electromagnetic wave velocity for 2 trajectories have structural abnormalities, ie sandstone rock, gravel and sediment. Whereas the results of magnetic interpretation indicate difference in surface rocks structure based on magnetic anomlies. Base on the regional geology of the lower Jampang formation is dominated by fine sand rock while the formation of Ciletuh is dominated by  Rugged Sandstone rocks that was older. So the boundary of formation Jampang with baoundary formations Ciletuh can be estimate at GPR and Magnetic trajectory.Keywords  :  Jampang Formations; Ciletuh Formations; Geoeletric; GPR; and Magnetic
Analisis Spektral Daya dan Koherensi EEG Pada Anak Penderita Autism Spectrum Disorders (ASD) Nita Handayani; Sra Harke Pratama; Siti Nurul Khotimah; Idam Arif; Freddy Haryanto
Wahana Fisika Vol 2, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v2i2.9374

Abstract

Autism Spectrum Disorders (ASD) adalah kondisi neurodevelopmental yang berkaitan dengan defisit dalam fungsi eksekutif, emosi, bahasa, dan komunikasi sosial. Beberapa teknik neuroimaging dan neurofisiologi digunakan untuk memahami hubungan antara fungsionalitas otak dan perilaku autis. Quantitative Electroencephalography (QEEG) adalah sebuah teknik non-invasif yang dapat digunakan untuk memberikan gambaran fungsionalitas otak melalui beberapa besaran fisis yang dikaji. Pada paper ini akan dibahas tentang karakteristik sinyal listrik otak pada penderita austis berdasarkan analisis QEEG.  Perekaman sinyal otak menggunakan Emotiv Epoc 14 channel (AF3, F7, F3, FC5, T7, P7, O1, O2, P8, T7, FC6, F4, F8, AF4) dan 2 channel referensi (CMS dan DRL). Jumlah subjek uji dalam penelitian sebanyak 6 anak penderita autis dan 5 anak sehat sebagai kontrol dengan rentang usia antara 10-15 tahun. Perekaman otak dilakukan pada kondisi rileks dan mata terutup selama 15 menit. Metode analisis data meliputi pre-processing data EEG untuk menghilangkan noise dan artefak, perhitungan spektral daya menggunakan periodogram Welch, dan analisis konektivitas fungsional otak dengan menghitung besarnya koherensi intra-hemisphere dan inter-hemisphere. Dari hasil studi diperoleh bahwa pada anak autis terjadi peningkatan spektral daya pada pita delta dan penurunan spektral daya pada pita alpha dibandingkan dengan subjek kontrol. Analisis konektivitas fungsional otak pada anak autis menunjukkan nilai koherensi intra-hemisphere dan inter-hemisphere yang lebih rendah pada pita delta dan theta, khususnya pada area frontal. QEEG dapat digunakan untuk karakterisasi sinyal otak pada penderita autis dan membedakannya dari subjek normal.      Kata Kunci   :  Retardasi Mental; Spektral Daya; Koherensi; EEG;  Sinyal Otak Autism Spectrum disorder (ASD) is a neurodevelopmental disorder associated with deficits in executive function, emotions, language, and social communication. Several neuroimaging and neurophysiology techniques are used to understand the relationship between brain functionality and autistic behavior. Quantitative Electroencephalography (QEEG) is a non-invasive technique that can be used to illustrate the functionality of the brain through the analysis of several physical quantities. This paper will discuss about the characteristics of electrical brain signals in austistic children based on QEEG analysis. Recording of brain signals using  Emotiv Epoc 14-channels (AF3, F7, F1, O2, P8, T7, FC6, F4, F8, AF4) and 2 reference channels (CMS and DRL). The number of test subjects in the study were 6 autistic children and 5 healthy children as controls with an age range between 10-15 years old. Brain recording performed on resting state and eyes closed for 15 minutes. The methods of analysis data includes pre-processing EEGs data to remove noise and artifacts, power spectral analysis using Welch Periodogram, and brain functional connectivity analysis by calculating the magnitude of intra-hemisphere and inter-hemisphere coherences. The results of the study found that an increased of power spectral in the delta band and a decreased of power spectral in the alpha band in autistic children compared to control subjects. Analysis of functional connectivity of the brain in autistic children shows lower intra-hemisphere and inter-hemisphere coherences in the delta and theta bands, particularly in the frontal area. QEEG can be used to characterized brain signals in autistic children and differentiated them from the normal subjects.          Keywords  : Mental Retardation; Power Spectral; Coherence; EEG; Brain Signal
Prototipe Sistem Peringatan Dini Kebakaran Hutan Berbasis Parameter Cuaca Hapsoro Agung Nugroho; Chinthya Margaretta S
Wahana Fisika Vol 2, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v2i2.9375

Abstract

Sistem peringatan dini kebakaran hutan memiliki peranan penting untuk mengendalikan secara dini kerusakan hutan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mempunyai tugas pokok, salah satunya yaitu memberikan peringatan dini kebakaran hutan menggunakan metode Fire Danger Rating System (FDRS) dimana data parameter cuaca sebagai masukan, masih terbatas pada lokasi tertentu. Penelitian ini merancang dan membangun prototipe yang menghasilkan skala Fine Fuel Moisture Code (FFMC) sebagai tingkat kemudahan terjadinya kebakaran di suatu lokasi. Perancangan prototipe ini menggunakan mikrokontroler ATMega328, sensor suhu dan kelembaban udara DHT22, penakar hujan jenis tipping bucket, sensor arah dan kecepatan angin JL_FS2, dan micro SD Card sebagai penyimpan data. Hasil kalibrasi sensor menunjukkan adanya selisih nilai sensor yang telah memenuhi nilai toleransi dari World Meteorological Organization (WMO). Pengujian setiap sensor menghasilkan nilai standar deviasi kurang dari 2.5 dengan rata- rata selisih pada sensor suhu +0.5oC, kelembaban relatif +6%, dan kecepatan angin +2 m/s. Setiap data yang diolah dapat ditampilkan dan disimpan secara otomatis oleh sistem. Sistem menampilkan secara realtime dan memberikan informasi peringatan dini kebakaran hutan. Kata Kunci   :  Kebakaran Hutan; FDRS; FFMC; Tipping BucketForest fire early warning system has an important role for the control of early damage to the forest. Indonesia Agency of Meteorology Climatology and Geophysics had a duty, one that is giving early warning forest fires using the method of Fire Danger Rating System (FDRS) where weather data as the input parameters, are still limited on site certain. The study design and build a prototype that generates scale Fine Fuel Moisture Code (FFMC) as the level of ease the onset of fire in any given location. This prototype design using the ATMega328 microcontroller, sensor temperature and humidity DHT22, tipping bucket type of rain gauge, direction and wind speed sensor JL_FS2, and micro SD Card as the data storage. The results showed a difference in sensor calibration value of sensor meets the tolerance values of the World Meteorological Organization (WMO). Test each sensor shows a value less than 2.5 standard deviation by the average difference in temperature sensors + 0.5 oC, + 6% relative humidity, and wind speed + 2 m/s. Data can be displayed and stored automatically by the system. The system displays in realtime and provide early warning information forest fires.           Keywords  :  Forest Fire; FDRS; FFMC; Tipping Bucket
Identifikasi Potensi Pergerakan Tanah Pada Lereng Yang Dipicu Gempabumi Berdasarkan Pengukuran Mikrotremor Urip Nurwijayanto Prabowo; Ayu Fitri Amalia; Ferdinandus Edwin Wiranata
Wahana Fisika Vol 2, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v2i2.8550

Abstract

Tanah longsor merupakan bencana yang disebabkan oleh beberapa faktor antara lain kondisi lapisan sedimen permukaan yang lunak, adanya getaran dan kodisi topografi (kemiringan lereng). Pada penelitian ini potensi gerakan tanah pada lerang yang dipicu gempabumi diidentifikasikan menggunakan pendekatan nilai ground shear strain dan pergerakan partikel yang diperoleh dari hasil analisis mikrotremor. Lokasi penelitian berada di Samigaluh, Kulon Progo yang merupakan daerah yang memiliki kerawanan tinggi mengalami tanah longsor. Data pengukuran mikrotremor sebanyak 15 titik diolah menggunakan software Geopsy.  Hasil nilai ground shear strain bernilai antara 0,00045 – 0,00167 sehingga daerah penelitian rawan mengalami tanah longsor dengan potensi pergerakan tanah pada arah timur laut-barat daya.
Karakteristik Madden-Julian Oscillation (MJO) Ketika El-Nino Southern Oscillation (ENSO) Fadhlil Rizki Muhammad; Yudha Kristanto; Imam Wahyu Amanullah
Wahana Fisika Vol 2, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v2i2.9376

Abstract

Perkembangan peristiwa El-Nino Southern Oscillation (ENSO) menunjukkan peran penting bagi Madden-Julian Oscillation (MJO). Variasi angin permukaan (UWND) dan konveksi (OLR) intramusiman yang merupakan komponen dari variabilitas MJO sangat berinteraksi dengan komponen ENSO dalam skala waktu dan ruang. Penelitian ini menggunakan Diagram Hovmueller untuk melihat perambatan konveksi, analisis spektral untuk melihat frekuensi MJO, analisis spektral bilangan gelombang-frekuensi untuk melihat perambatan dan bilangan gelombang zonal, serta analisis spektral silang untuk melihat koherensi serta fase dari konveksi dan angin zonal dengan band-pass filter 20-100 hari. Secara keseluruhan, hasil analisis spektral menunjukkan MJO memiliki frekuensi 30-60 harian. Hasil analisis diagram Hovmueller ketika peristiwa El-Nino lemah (tahun 2004-2005) menjelaskan bahwa ada perambatan konveksi ke timur tetapi hanya terjadi pada awal tahun sangat cepat atau tidak beraturan dan kemudian hilang. Konveksi menunjukkan bilangan gelombang zonal 1 ketika bulan Mei-Okt dan bilangan zonal 1-4 ketika bulan Nov-Apr. Spektrum silang menunjukkan angin zonal mendahului konveksi 1/8 putaran yang berarti ada hubungan fisis antara UWND dan OLR dengan koherensi 0.65 di bilangan zonal 1-2. Ketika peristiwa El-Nino sangat kuat (tahun 1997-1998), diagram Hovmueller menunjukkan tidak adanya perambatan konveksi dari Samudera Hindia ke Pasifik bagian barat. Anomali dan perambatan konveksi sangat kuat pada awal tahun 1997 ketika fase normal dan melemah pada bulan Juli hingga hilang sama sekali seiring meningkatnya El-Nino. konveksi menunjukkan bulan Nov-Apr memiliki nilai spektral yang lebih kuat daripada bulan Mei-Okt. Koherensi menjukkan nilai yang tinggi pada bilangan zonal 1-2 dengan range 0.35-0.65, begitupula angin zonal juga mendahului konveksi sebesar 1/8 putaran. Perubahan signifikan pada MJO terlihat pada perambatan konveksi yang menghilang ketika semakin kuatnya El-Nino. melemahnya MJO, dan frekuensi dari MJO yang menjadi lebih tinggi. Kata Kunci  :  band-pass filter; Diagram Hovmueller; konveksi; spektrum silang; angin zonal The development of ENSO (El-Nino Southern Oscillation) events hows an important role for MJO (Madden Julian Oscillation). Variation of intraseasonal zonal wind and convection (OLR) are important components of MJO variability which interact with ENSO components in space-time scale. Before processing, data are filtered with Lanczos bandpass filter 20-100 days. This research using Hovmueller diagram to see the propagation of convection and zonal wind, spectral analysis to see MJO frequency, wavenumber-frequency spectra to see  propagation of MJO and its zonal wavenumber, and cross-spectrum analysis to see coherence and phase lag between convection and zonal wind. Spectral analysis have shown that MJO have frequency of 30-60 days. During weak El-Nino event (1991-1992), Hovmueller diagram have  discovered that there is eastward propagation of convection in the early years but occurs very quickly or irregularly and than dissipated. Convection have zonal wavenumber of 1 when May-Oct and zonal wavenumber of 1-4 when Nov-Apr. Cross-spectrum shows that zonal wind leads convection by 1/8 cycle with coherence 0.65 in zonal wavenumber 1-2. Hovmueller diagram have shown that there are no eastward propagation from Indian Ocean to Western Pacific during strong El-Nino event (1997-1998). Convection and propagation were very strong in early 1997 then weakened in July to disappear altogether as El-Nino strenghtened. Wavenumber-frequency spectra have shown that Nov-Apr convection has weaker value than May-Oct convection. Cross-spectrum shows large coherence in zonal wavenumber 1-2 with range of 0.35-0.65 and zonal wind leads convection by 1/8 cycle. Significant changes in MJO are seen in the disappearance of propagation of convection, weakening of MJO, and higher observed frecuency of MJO as El-Nino activity strengthened. Keywords  : band-pass filter; Hovmueller diagram; convection; cross-spectrum; zonal wind
Analisis Percepatan Tanah Maksimum, Intensitas Maksimum Dan Periode Ulang Gempa Untuk Menentukan Tingkat Kerentanan Seismik Di Jawa Barat (Periode Data Gempa Tahun 1974-2016) Elza Anisa Suwandi; Indriana Lucky Sari; Waslaluddin Waslaluddin
Wahana Fisika Vol 2, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v2i2.9371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kerentanan seismik di Jawa Barat berdasarkan data gempa bumi periode tahun 1974 – 2016 dengan  Ms≥4.0 SR yang diperoleh dari katalog gempa NEIC-USGS pada batasan wilayah 5°36’18’’ LS - 8°58’30’’ LS dan 106°9’ BT – 109°59’2.4’’ BT menggunakan Metode Donovan dan Metode Matuschka. Penelitian ini dilakukan terhadap 1543 titik pengamatan. Sedangkan untuk menentukan periode ulang gempa, sebelumnya dilakukan pembagian wilayah menjadi 5 wilayah dan menentukan b value juga indeks seismisitas terlebih dahulu menggunakan Metode Likelihood. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa percepatan tanah maksimum Metode Donovan berkisar antara 27.76 Gal – 110.01 Gal dan intensitas gempa maksimumnya  VII MMI – VIII MMI. Sedangkan, percepatan tanah maksimum Metode Matuschka berkisar antara 69.16 Gal – 229.55 Gal dan intensitas gempa maksimumnya VI MMI – VIII MMI. Berdasarkan hasil kedua metode tersebut dapat dikorelasikan dengan frekuensi gempa dan event gempa yang merusak di Jawa Barat dari rentang 42 tahun, didapat metode yang sesuai dengan wilayah keadaan Jawa Barat yaitu Metode Matuschka. Selain itu diperoleh periode ulang gempa berdasarkan b value yang  berkisar antara 0.40 – 0.79 dan indeks seismisitas yang berkisar antara 0.21 – 0.85 yaitu 33 – 125 tahun. Tingkat kerentanan seismik tertinggi di Jawa Barat berada di daerah Cianjur, kecamatan Cidaun tepatnya pada koordinat 7°28’39.047’’ LS dan 107°16’44.213’’ BT. Tingginya kerentanan seismik diakibatkan oleh tingginya nilai percepatan tanah maksimum  This research aims to determine the level of seismic vulnerability in West Java based on earthquake data period 1974 - 2016 with Ms≥4.0 SR Obtained from the NEIC-USGS earthquake catalog on the territorial boundaries 5°36’18’’ LS - 8°58’30’’ LS dan 106°9’ BT – 109°59’2.4’’ BT using the Donovan Method and the Matuschka Method. The study was conducted on 1543 observation points. Meanwhile, to determine the return period of the earthquake, previously done division into 5 areas and determine the b value also seismicity index first using Likelihood Method. From the analysis results show that the maximum land acceleration Donovan Method ranged between 27.76 Gal – 110.01 Gal and maximum earthquake intensity VII MMI – VIII MMI. Meanwhile, the maximum ground acceleration Matuschka method ranges between 69.16 Gal - 229.55 Gal and maximum earthquake intensity VI MMI - VIII MMI. Based on the results of both methods can be correlated with the frequency of earthquakes and destructive earthquake events in West Java from the span of 42 years, the method obtained in accordance with the region of West Java circumstances is Matuschka method. In addition, the earthquake return period based on b values ranging from 0.40 to 0.79 and seismicity index ranging from 0.21 to 0.85 is 33 – 125 years. The highest level of seismic vulnerability in West Java is located in Cianjur area, Cidaun sub-district precisely in coordinates 7°28’39.047’’ LS dan 107°16’44.213’’ BT. The high seismic vulnerability is due to the high maximum land acceleration rate, maximum intensity of the earthquake and short period of earthquake repetition in the area. : Seismic Vulnerability Level, Peak Ground Acceleration, Maximum Intensity of Earthquake, Earthquake Re-Period

Page 1 of 1 | Total Record : 7