cover
Contact Name
Riva’atul Adaniah Wahab
Contact Email
redaksi.bpostel@kominfo.go.id
Phone
+6285255022751
Journal Mail Official
redaksi.bpostel@kominfo.go.id
Editorial Address
Building B Floor IV, Medan Merdeka Barat Street No. 9, Jakarta Pusat - 10110 Phone. (021) 3483 3640 Fax. (021) 34833640
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Buletin Pos dan Telekomunikasi
ISSN : 16930991     EISSN : 24431524     DOI : https://doi.org/10.17933/bpostel
Scientific work/Manuscript that can be published in the Buletin Pos dan Telekomunikasi is in the form of academic papers, research reports, surveys, research briefings, and degree theses, analysis of secondary data, thoughts, theoretical/conceptual/methodological reviews in the field of: Post: including policy, technology and standardization of postal equipments and services. Telecommunications: including policy, standardization, market, resources, security, infrastructure and technology either wireless or wired telecommunications, both voice and data communications.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 2 (2012): June 2012" : 6 Documents clear
Analisis Kesiapan Penyelenggara Jaringan Internet di Indonesia dalam Migrasi ke IPv6 Riza Azmi
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol. 10 No. 2 (2012): June 2012
Publisher : Centre for Research and Development on Resources, Equipment, and Operations of Posts and I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17933/bpostel.2012.100201

Abstract

Internet Protocol merupakan sumberdaya pengalamatan jaringan yang sifatnya terbatas. Sejak dikembangkankan konsep TCP/IP, sumberdaya pengalamatan jaringan dan internet berbasiskan pada Internet Protokol versi 4 (IPv4) yang memiliki 4 miliar alamat unik. Data dari potaroo.net pada 18 maret 2011, diperkirakan alokasi IPv4 berakhir pada bulan May 2011. Dalam menghadapi keterbatasan IPv4 tersebut, dibuatlah konsep pengalamatan baru IPv6 yang memiliki jumlah alamat 6,5 x 1038 alamat unik. Di Indonesia sendiri dalam rangka mengantisipasi habisnya penggunaan IPv4 tersebut, stakeholder internet di Indonesia yang dikomandoi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika cq. Ditjen Postel membentuk Indonesia IPv6 Task Force (ID-IPv6TF). ID-IPv6TF merumuskan peta jalan / roadmap migrasi ke IPv6 versi 2 yang berakhir pada 2012. Studi ini melakukan evaluasi formatif sejauhmana kesiapan migrasi dari IPv4 ke IPv6 di Indonesia pada tingkat Penyelenggara Jaringan Internet  dengan melihat dari dimensi kesiapan aplikasi, strategi migrasi dan kesiapan infrastruktur. Kesiapan migrasi tersebut dikategorkan menjadi 5 level yaitu IPv6 Agnostic, IPv6 Aware,. Hasil studi menunjukkan bahwa Indonesia berada pada level IPv6 Savvy dengan distribusi level yang beragam.
Kesiapan Operator Seluler dalam Mengimplementasikan Teknologi Long Term Evolution (LTE) Sri Ariyanti
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol. 10 No. 2 (2012): June 2012
Publisher : Centre for Research and Development on Resources, Equipment, and Operations of Posts and I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17933/bpostel.2012.100202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kesiapan operator seluler dalam mengimplementasikan teknologi Long Term Evolution (LTE). Model penelitian dengan menggunakan mengadopsi teknik Net Readiness Framwork. Adapun kriteria pengukurannya terdiri dari Leadership, Governance, Competencies dan Technology. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada operator seluler di Indonesia dan melakukan wawancara kepada regulator. Kajian ini menggunakan teknik analisis data kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Axis, PT. HCPT dan PT. Telkomsel mempunyai tingkat kesiapan LTE Visionary yang berarti perusahaan sangat antusias dalam perubahan dan lebih dahulu mengambil resiko untuk mengimplementasikan LTE dalam organisasinya yang merupakan bagian yang tak terpisahkan proses bisnis perusahaan. PT. Indosat dan PT. XL mempunyai nilai kesiapan LTE leader  yang berarti perusahaan mampu mengadaptasi perubahan dan menginspirasi organsiasi lain dalam penerapan LTE. PT. Smartfren pada tingkat kesiapan LTE savvy yang berarti operator seluler memahami sebab dan efek dari perubahan dari munculnya LTE terhadap organisasi, namun belum melakukan adaptasi.
Kesiapan Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Mendukung WiMAX Awangga Febian Surya A.
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol. 10 No. 2 (2012): June 2012
Publisher : Centre for Research and Development on Resources, Equipment, and Operations of Posts and I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17933/bpostel.2012.100203

Abstract

Studi ini membahas tentang kesiapan industri perangkat TIK  dalam negeri dalam mendukung teknologi WiMAX. Dari sisi industri TIK, keberadaan teknologi 4G memberi peluang usaha baru dalam mengembangkan perangkat yang mendukung teknologi 4G dalam hal ini  WiMAX, sehingga perlu dilihat bagaimana kesiapan industri TIK tersebut. Hal ini berkaitan dengan kepopuleran teknologi tersebut dalam masyarakat yang memicu industri TIK untuk bersaing dalam pengembangan perangkat teknologi WiMAX. Industri TIK memiliki tempat strategis dalam kelangsungan teknologi baru dalam hal ini teknologi WiMAX. Oleh karena itu dalam studi ini akan dilihat kesiapan industri TIK dalam mendukung teknologi 4G WiMAX dengan cara pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada sampel industri perangkat TIK dalam negeri. Dalam studi ini dihasilkan index kesiapan diantara sampel industri TIK dalam hal kesiapan dalam mendukung teknologi WiMAX selain itu terlihatnya kendala-kendala dalam siklus produksi. Dari beberapa sampel tersebut beberapa perusahaan TIK lokal telah memiliki kesiapan dalam memproduksi perangkat WiMAX secara kontinu.
Proteksi Short Message Service (SMS) Pada Smart Device Menggunakan Algoritma Rijndael I Gusti Agung Gede Arya Kadyanan
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol. 10 No. 2 (2012): June 2012
Publisher : Centre for Research and Development on Resources, Equipment, and Operations of Posts and I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17933/bpostel.2012.100204

Abstract

Pesan singkat atau SMS adalah aplikasi data yang paling banyak digunakan di dunia teknologi informasi abad ini. Selain murah, kecepatan pengiriman juga menjadi alasan dikembangkannya berbagai aplikasi komunikasi berbasis sms. Dengan demikian komunikasi berbasis sms menjadi hal yang sangat penting terlebih lagi dengan pesatnya perkembangan perangkat mobile atau mobile device seperti Smart device dan mobile phone. Pertukaran informasi via sms dapat juga disamakan dengan transaksi jual beli, yang di dalamnya mempunyai banyak sekali informasi yang bersifat rahasia antara pengirim dengan penerima. Tentunya sangat berbahaya apabila sms tersebut jatuh ke tangan orang yang salah atau tidak bertanggung jawab seperti misalnya cracker.  Maka diperlukan enkripsi untuk menjaga kerahasiaan pesan yang dikirim lewat perangkat mobile tersebut. Berbicara mengenai enkripsi tentunya tidak akan terlepas dari standard yang digunakan dalam enkripsi data.  Saat ini banyak bermunculan algoritma-algoritma enkripsi yang cukup populer. Sebut saja DES yang sangat terkenal sampai algoritma terbaru Rijndael (standar AES) yang dibahas pada makalah ini. Algoritma tersebut menentukan kekuatan dalam melindungi kerahasiaan suatu data. Untuk menegaskan kekuatan enkripsi ini maka digabungkan dengan sebuah metode. Metode tersebut adalah menggabungkan key pada algoritma Rijndael dengan serialisasi XML dan Device ID sebagai kuncinya untuk mendapatkan enkripsi yang sangat kuat dan aman sehingga sangat sulit untuk dibongkar.
Minat masyarakat terhadap layanan Near Field Communication (NFC) komersial di Indonesia Kasmad Ariansyah
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol. 10 No. 2 (2012): June 2012
Publisher : Centre for Research and Development on Resources, Equipment, and Operations of Posts and I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17933/bpostel.2012.100205

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan diberbagai aspek, tak terkecuali dalam metode pembayaran, yaitu dengan munculnya sistem pembayaran uang elektronik. Keberadaan uang elektronik ini sejalan dengan program kerja Bank Indonesia untuk menciptakan Less Cash Society (LCS). Untuk mewujudkan LCS, Bank Indonesia bekerjasama dengan Kementerian komunikasi dan informatika. yang memiliki peran dan kewajiban untuk menetapkan standar TIK yang digunakan dalam penggunaan uang elektronik, mengkoordinasikan seluruh kegiatan pengembangan transaksi dengan menggunakan elektronik serta melakukan monitoring, sosialisasi, pembinaan dan evaluasi penggunaan uang elektronik. Layanan NFC komersial hadir sebagai alternatif bagi penyelenggaraan sistem uang elektronik. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai minat masyarakat dan variabel-variabel yang mempengaruhi minat terhadap layanan NFC komersial tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90% responden berminat terhadap layanan ini. Inovativeness dan relative advantage memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap minat, sedangkan variabel image dan compatibility memiliki korelasi positif terhadap minat, tetapi pengaruhnya tidak signifikan.
Studi Pengembangan Model Pengukuran Kinerja UPT Bidang Monitor Spektrum Frekuensi Radio Iman Sanjaya
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol. 10 No. 2 (2012): June 2012
Publisher : Centre for Research and Development on Resources, Equipment, and Operations of Posts and I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17933/bpostel.2012.100206

Abstract

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bidang Monitor Spektrum Frekuensi Radio adalah satuan kerja yang bersifat mandiri di lingkungan Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Direktur Jenderal SDPPI yang mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pengendalian di bidang penggunaan spektrum frekuensi radio. Tujuan dari penelitian ini adalah menyusun model pengukuran kinerja UPT bidang monitor spektrum frekuensi radio (melalui uji coba pengukuran kinerja yang didapatkan pada UPT yang menjadi obyek penelitian) dengan metode Integrated Performance Measurement System (IPMS). Hasil penelitian mengidentifikasi 15 KPI (Key Performance Indicators) yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja dari UPT bidang monitor spektrum frekuensi yang dikelompokkan lagi kedalam 6 kriteria, yaitu monitoring, penanganan gangguan, penegakan hukum, billing and licensing, SDM dan sarana/prasarana. Metode IPMS yang dimodifikasi dengan Objectives Matrix dan Traffic Light System ini juga mampu mengukur kinerja UPT Balai Monitor Kelas II Makassar tahun 2011 sebesar 7,65 yang termasuk dalam warna kuning, sehingga termasuk kategori cukup memuaskan dan perlu ditingkatkan lagi. Terdapat 5 KPI yang memerlukan perbaikan karena belum mencapai target yang diharapkan yaitu observasi/monitoring, pengukuran parameter teknis, jumlah pengendali frekuensi, penertiban dan gelar perkara.

Page 1 of 1 | Total Record : 6