cover
Contact Name
Amalia Eka Rakhmania
Contact Email
amaliaeka.rakhmania@polinema.ac.id
Phone
+6282134134594
Journal Mail Official
eltek@polinema.ac.id
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Malang Graha Polinema Lantai 3 Jl. Sukarno Hatta No. 9, Malang, Indonesia, 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal ELTEK
ISSN : 16934024     EISSN : 23550740     DOI : doi.org/10.33795/eltek
Jurnal ELTEK merupakan media yang diterbitkan oleh Politeknik Negeri Malang sebagai sarana diseminasi dan publikasi artikel hasil penelitian dan artikel konseptual yang dilakukan oleh para peneliti, akademisi, praktisi dan industri di bidang Teknik Elektro. Artikel yang diajukan untuk diterbitkan pada jurnal ELTEK merupakan naskah asli dan belum pernah dipublikasikan secara tertulis pada majalah atau jurnal ilmiah dimanapun Jurnal ELTEK memuat artikel hasil penelitian dan konseptual dalam cakupan bidang ilmu Teknik Elektro yang meliputi: Ketenagalistrikan, Teknik Kendali, Kecerdasan Buatan, Teknik Komputer, Teknik Telekomunikasi, Teknik informatika, Teknik Biomedik, Elektronika Daya, Energi Terbarukan, Sistem Embedded, Jaringan Komputer, Sistem Operasi, Manajemen Data dan Sistem informasi, dan lain-lain. Jurnal ELTEK terbit dua kali dalam setahun masing-masing pada bulan April dan Oktober. Redaksi mengundang penulis dan peneliti untuk menyumbangkan artikel penelitian atau artikel konseptual kepada Editor Jurnal ELTEK. Editor menentukan apakah suatu artikel akan dimuat atau tidak dan memiliki hak untuk mengubah atau mengoreksi teks sejauh tidak mengganggu maksud atau kontennya.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 22 No. 1 (2024): April 2024" : 5 Documents clear
Perancangan dan implementasi antena mikrostrip hardware komunikasi wireless MISO 2x1 dengan frekuensi kerja 2,4 GHz Dan 5 GHz untuk access point Hadiwiyatno, Hadiwiyatno; Wirayoga, Septriandi; Imamuddien, Azam Muzakhim
JURNAL ELTEK Vol. 22 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v22i1.4015

Abstract

WiFi adalah teknologi nirkabel yang sangat digunakan dalam jaringan komunikasi modern. Namun, salah satu kelemahannya adalah redaman atau penghalang yang dapat mengurangi kualitas transmisi sinyal. Oleh karena itu, diperlukan pemanfaatan sistem Mutiple Input Multiple Output (MISO) amplifier untuk meningkatkan kekuatan sinyal, memperluas jangkauan jaringan, dan meningkatkan daya transmisi melalui antena. Penelitian ini bertujuan menciptakan hardware komunikasi MIMO dan access point yang meningkatkan pengiriman dan penerimaan sinyal. Fokusnya adalah membandingkan pengaruh antena mikrostrip dan amplifier pada sistem access point serta menilai performansinya. Antena mikrostrip mampu bekerja pada frekuensi dual band: 2,4 GHz (2415.215 MHz) dan 5 GHz (5781.78 MHz). Untuk band 2,4 GHz memiliki gain sebesar 16,48 dB. Sedangkan untuk band 5 GHz memiliki gain sebesar 12,39 dB. Amplifier memiliki rata-rata gain 4,36 dB untuk 2,4 GHz dan 19,93 dB untuk 5 GHz. ABSTRACTWiFi is a wireless technology that is often used in modern communication networks such as between telephone or computer devices. However, one of the disadvantages of this technology is the quality of the signal strength of WiFi communication which can reduce the quality of data transmission. Therefore, it is necessary to utilise an antenna communication system to increase the beam power. Mutiple Input Multiple Output (MISO) is a model of installing signal transmitters to increase signal strength, expand network coverage, and increase transmission power through antennas. This research aims to create a MISO communication hardware connected access point that enhances the signal for sending and receiving data. The focus is on comparing the effect of microstrip antennas and amplifiers on the access point system and assessing their performance. The microstrip antenna is capable of working at dual band frequencies: 2.4 GHz (2415.215 MHz) and 5 GHz (5781.78 MHz). The 2.4 GHz band has a gain of 16.48 dB. The 5 GHz band has a gain of 12.39 dB. The amplifier has an average gain of 4.36 dB for 2.4 GHz and 19.93 dB for 5 GHz.
Performansi server VoIP (Voice Over Internet Protocol) sebagai sarana pembelajaran hibrid Kusumawardani, Mila; Suharto, Nugroho; Dali, Sri Wahyuni; Widjajanti, Kristina; Putri, Atika Yulia Sari; Widyantari, Nabila
JURNAL ELTEK Vol. 22 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v22i1.4506

Abstract

Media pembelajaran merupakan salah satu aspek yang menetukan kualitas pendidikan. Bagi daerah perkotaan, media pembelajaran digital mudah dijangkau dan beragam. Namun, bagi daerah yang masih terbelakang, hal ini cukup sulit untuk diakses. Metode pembelajaran hibrid dapat menjadi salah satu pilihan bagi sekolah saat ini dikarenakan dapat memberikan pengaruh positif yaitu siswa dapat terlatih belajar secara mandiri namun juga tetap mendapat pelajaran secara luring. Namun, untuk daerah yang belum terjangkau internet, pembelajaran hibrid masih terbilang sulit untuk diterapkan, maka dari itu diperlukan jaringan intranet yang dapat diakses siswa maupun guru tanpa adanya jaringan internet. Tujuan dari penelitian ini yaitu membuat server pembelajaran dengan memanfaatkan sistem Voice over Internet Protocol (VoIP) berbasis Web Server. Konten yang disajikan dalam website ini dikemas dalam bentuk video dan latihan soal, serta antar siswa dengan guru dapat berkomunikasi menggunakan fitur komentar yang disediakan. Perancangan sistem menggunakan metode penelitian pengembangan dan pembuatan. Pengujian performa layanan dilaksanakan dengan menguji Quality of Service (QoS) meliputi Delay, Jitter, Throughput, dan Packet Loss. Analisa performa jaringan ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan website dalam mengirim dan menerima data kepada pengguna saat diakses. ABSTRACT Learning media is one aspect that determines the quality of education. For urban areas, digital learning media is easy to reach and diverse. However, for underdeveloped areas, this is quite difficult to access. The hybrid learning method can be an option for schools at this time because it can have a positive influence, namely that students can be trained to learn independently but also still receive lessons offline. However, for areas that do not have internet access, hybrid learning is still difficult to implement, therefore an intranet network is needed that can be accessed by students and teachers without an internet network. The aim of this research is to create a learning server by utilizing a Web Server-based Voice over Internet Protocol (VoIP) system. The content presented on this website is packaged in the form of videos and practice questions, and students and teachers can communicate using the comments feature provided. System design uses development and manufacturing research methods. Service performance testing is carried out by testing Quality of Service (QoS) including Delay, Jitter, Throughput and Packet Loss. This network performance analysis aims to determine the website's ability to send and receive data to users when accessed.
Perancangan aplikasi multi layanan berbasis super app Hardiyanto, Muhammad Fernanda; Andarwati, Mardiana
JURNAL ELTEK Vol. 22 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v22i1.5053

Abstract

Proses manual mengacu pada pekerjaan yang dilakukan oleh manusia, seperti mengisi formulir secara manual. Sedangkan proses otomatisasi mengacu pada pekerjaan yang dilakukan oleh mesin atau perangkat lunak, seperti program pembayaran semester genap dan ganjil. Tujuan penelitian ini adalah Mendalami dan menganalisis kebutuhan pengguna dalam sebuah aplikasi multi layanan guna menciptakan pengalaman pengguna yang terfokus dan memenuhi kebutuhan individu serta kelompok pengguna secara efektif. Mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengintegrasikan fitur-fitur yang diperlukan dalam rangka menciptakan pengalaman pengguna yang terintegrasi dan komprehensif pada berbagai platform aplikasi. Merancang antarmuka pengguna yang intuitif dengan fokus pada penyediaan akses dan navigasi yang mudah dalam aplikasi. Metode yang digunakan yaitu metode Rapid Application Development (RAD). Metode RAD menggunakan metode berulang dalam pengembangan sistem. Aplikasi memberikan kemudahan pengguna dalam mengirim saldo ke rekening bank dengan fleksibilitas nominal, tanpa memerlukan kunjungan ke ATM atau bank. Fitur utama aplikasi memastikan transaksi finansial diselesaikan dengan cepat dan efisien, meningkatkan kenyamanan pengguna dalam menjalankan operasional keuangan mereka ABSTRACTManual processes refer to work performed by humans, such as manually filling out forms. On the other hand, automation processes refer to work performed by machines or software, such as semester tuition payment programs. The objective of this research is to delve into and analyze user needs within a multi-service application to create a user experience that is focused and effectively meets the needs of individual users and user groups. This includes identifying, evaluating, and integrating necessary features to create an integrated and comprehensive user experience across various application platforms. The research also involves designing an intuitive user interface with a focus on providing easy access and navigation within the application. The method used is Rapid Application Development (RAD). RAD methodology employs iterative methods in system development. The outcome of this research is an application that provides users with convenience in transferring balances to bank accounts with flexible amounts, without requiring visits to ATMs or banks. The application's key features ensure that financial transactions are completed quickly and efficiently, enhancing user comfort in managing their financial operations.
Kontrol tegangan pada terminal generator menggunakan AVR berbasis neural network Sartika, Linda; Prasetia, Abdul Muis; Ramadhan Sudirman, Fitri
JURNAL ELTEK Vol. 22 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v22i1.4693

Abstract

Generator sinkron mempunyai permasalahan yaitu Ketidak stabilan tegangan pada generator sinkron menyebabkan sistem secara keseluruhan terutama kualitas sistem, kemampuan transfer daya dari pembangkit ke konsumen, kondisi terparah terjadinya mekanisme pelepasan beban dengan demikian maka diperlukan peralatan yang dapat mengendalikan kestabilan tegangan generator sinkron yaitu Automatic Voltage Regulator (AVR).  AVR adalah suatu perangkat yang dipasang pada generator yang dapat bekerja secara otomatis mengatur tegangan yang dihasilkan oleh generator agar tetap stabil. Penelitian ini mengontrol tegangan generator agar stabil menggunakan metode Neural Network (NN). Data penelitian NN diambil dari input dan output kendali PID dengan Sistem AVR yang sama. AVR sederhana dengan respon delay time  rise time , peak time  settling time , max overshoot dan untuk error steady state . AVR sederhana respon tidak terdapat overshoot dan respon waktunya lebih lambat 5,039s, konvensional terdapat overshoot yang tinggi dan lebih cepat 0,715s, NN respon yang didapatkan overshoot pada waktu 2,456s dan adanya usaha perbaikan respon tegangan kembali ke Vref   ABSTRACT Synchronous generators have problems with the instability of the voltage, causing the system as a whole, especially the quality of the system and the ability to transfer power from the generator to the consumer, the worst condition is load shedding. Therefore, equipment is required to control the voltage stability of the synchronous generator with the automatic voltage regulator (AVR). AVR is installed on a generator to work automatically to regulate the voltage so that is remains stable. The generator voltage can be stably controlled using the neural network (NN) method. NN training data is obtained from the input and output of PID control with the exact AVR system. Simple AVR with response delay time  rise time , peak time  settling time  max overshoot and error steady state . Simple AVR response has no overshoot, and the response time is slower at 5,039s, conventional has a high overshoot and is faster at 0,715s. NN response obtains overshoot at 2,456s, and there is an effort to improve the voltage response to Vref.
Pengaruh waktu ton SPWM terhadap tegangan inverter sinusoida Luqman, Mohammad; Rifa'i, Muhamad; Radianto, Donny
JURNAL ELTEK Vol. 22 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v22i1.4911

Abstract

Kendaraan listrik selain membutuhkan daya berbentuk sinusoida dengan daya besar dan frekuensi variable, juga membutuhkan pengaturan tegangan atau tegangan yang stabil. Alat untuk mengubah daya dc menjadi daya ac disebut dengan inverter. Penelitian ini merupakan kelanjutan dari penelitian yang terdahulu, Pada penelitan ini dicoba untuk mencari hubungan antara panjang waktu t-on pada sinyal SPWM dengan besaran tegangan sinusoida yang dihasilkan, yang akan digunakan untuk membuat rangkaian kontrol agar tegangan relatif stabil pada nilai tertentu pada rentang daya yang lebih lebar. Cara yang dilakukan adalah dengan menambah lebar pulsa pada sinyal SPWM, artinya memperpanjang waktu ON pulsa PWM (t-on) sebagai fungsi luaran tegangan inverter. Jika tegangan inverter menurun maka sistem akan maenambah waktu t-on sebagai fungsi sudut sinyal sinusoida. Penambahan besaran sudut adalah sebesar 0o sampai dengan 10o untuk rentang tegangan 220V sampai 190V. Hasil yang diperoleh adalah pengaturan tegangan inverter akan akan meningkat sebesar 6% dibandingkan jika tanpa menggunakan sistem ini.   ABSTRACT Electric vehicles require stable voltage or voltage regulation, as apart from requiring sinusoidal power with large power and variable frequency.  A device for converting DC power into AC power is called an inverter. This research is a continuation of previous research. In this research, an attempt is made to find a relationship between the length of the t-on time on the SPWM signal and the magnitude of the resulting sinusoidal voltage, which will be used to create a control circuit so that the voltage is relatively stable at a certain value in the specified power range wider. The method used is to increase the pulse width of the SPWM signal, which means extending the ON time of the PWM pulse (t-on) as a function of the inverter voltage output. If the inverter voltage decreases, the system will increase the t-on time as a function of the sinusoidal signal angle. The additional angle magnitude is 0o to 10o for the voltage range 220V to 190V. The results obtained are that the inverter voltage setting will increase by 6% compared to without using this system.

Page 1 of 1 | Total Record : 5