cover
Contact Name
Adhi Kusmantoro
Contact Email
elektro@upgris.ac.id
Phone
+6224-8316377
Journal Mail Official
elektro@upgris.ac.id
Editorial Address
https://journal2.upgris.ac.id/index.php/jeti/about/editorialTeam
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi
ISSN : -     EISSN : 29622093     DOI : 10.26877/jeti
Core Subject : Engineering,
scope of this journal is electrical and computer engineering, information systems, telecommunication, control, electronics and related field
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2023): OKTOBER" : 5 Documents clear
Modifikasi Arsitektur Single Shoot Mulibox Detector Untuk Deteksi Penggunaan Masker Bayu Krisna Mukti
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 2 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jeti.v2i2.156

Abstract

Abstrak— berakhirnya pandemi covid-19 berimbas pada monitoring penggunan masker yang semakin diabaikan, meskipun memakai masker dapat mengurangi resiko penularan. Memanfaatkan Artificial Intelegence untuk melakukan object detection menjadi salah satu solusi agar monitoring tetap dapat dilaksanakan, salah satunya dengan metode Single Shoot Multibox Detector (SSD) [1]. Arsitektur SSD memiliki 3 layer utama yaitu, base network, extra convolutional feature layers, dan convolutional predictor layer. Convolutional predictor layer menghasilkan 8732 deteksi untuk tiap kelas, dari hasil kombinasi base network dan extra convolutional feature layer dengan default boxes. Pada penilitian ini, arsitektur SSD dilakukan modifikasi (SSD v2) pada convolutional predictor layer yang hanya mendapat input dari extra convolutional feature layers, sehingga deteksi yang dihasilkan berkurang menjadi 790 deteksi. Dari hasil training dan testing dalam melakukan deteksi masker, SSD v2 mempunyai mAP sebesar 87,23%, sedangkan SSD mempunyai mAP sebesar 92,79%. Akan tetapi, SSD v2 memiliki nilai loss yang lebih kecil yaitu sebesar 1,03, sedangkan SSD v2 memiliki nilai loss 1,39. Kata kunci: Masker; Artificial Intelegence; Object detection; SSD
The Sistem Informasi Penjualan Air Galon Berbasis Web: Sistem Informasi Penjualan Air Galon Berbasis Web Tsalisa Ahmad Salaf Syukron Suripah
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 2 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jeti.v2i2.243

Abstract

Abstract- This research discusses the development of a web-based Gallon Water Sales Information System using the waterfall researchmethod. The main focus of this research lies in the planning and maintenance stages of the system in order to achieve responsiveness,efficiency and user satisfaction. At the planning stage, identification of user needs and system objectives is carried out in detail, with carefulneeds analysis to ensure that user and business owner expectations are met. The design phase involves designing the system architecture,user interface, and database structure, providing a holistic view of the system's operations and interactions with users. System implementationis carried out in accordance with predetermined specifications, ensuring that the program code is implemented properly and in accordancewith previous designs. Thorough system testing is carried out to ensure functions are running properly. The test results show that thepercentage of usefulness, ease of use and user interface is 91.6%, making the use of this system very feasible. Expert validators demonstrateda 100% success rate, with a 0% failure rate, confirming that the system performs according to functionality and expectations. The systemmaintenance stage is carried out to ensure operational continuity and adapt to changes in the business and technological environment. Inconclusion, the waterfall method provides a clear and organized structure in the development of this web-based Gallon Water SalesInformation System, with the main advantages of strong planning and documentation. The implementation of this method succeeded inproducing a system that is responsive, efficient, and in line with user expectations.
ANALISIS PERBANDINGAN DESAIN PEMBANGKIT TEGANGAN SYSTEM DC TO DC CONVERTER DAN KONVENSIONAL: Muhammad Amir Maruf, Muh Amirudin, Margono Muhammad Amir Maruf; Muh Amirudin; Margono Margono
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 2 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jeti.v2i2.310

Abstract

Terkait perkembanganya terdapat dua system yang digunakan sebagai pembangkit listrik DC yaitu system konvensional dan DC to DC converter, dari permasalah tersebut yang menjadi latar belakang dibuatnya analisis perbandingan desain pembangkit tegangan antara kedua system. Pengujian dilakukan pada Output keluaran masing-masing system pada tegangan 200 Volt DC, dengan pengujian beban 200 Ohm hingga 10 kOhm, system DC to DC converter mengunakan inverter dengan output 20KHz, dan system konvensional mengunakan transformator daya. Kesimpulan dari study kasus didapatkan bahwa system DC to DC converter memiliki efisiensi lebih bagus 59% dengan ripple tak tampak sedangkan konvensional memiliki efisiensi 31% dengan ripple tegangan 0,8%.
PERANCANGAN PEMBANGKIT LISTRIK HIBRYD ( PLNPLTS-GENSET ) PADA TOSERBA YOGYA PEKALONGAN ahmad khudori ahmad
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 2 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jeti.v2i2.314

Abstract

Abstrak— Energi terbarukan secara umum diketahui memiliki levelized cost of energi (CoE) yanglebih tinggi dibandingkan energi konvensional. HOMER atau model optimasi hibrida energi terbarukandirancang untuk mengoptimalkan sistem pembangkit listrik yang terdiri dari PV surya, mikrohidro, baterai, dankombinasi beban listrik dan termal lainnya. CoE adalah biaya pembangkitan listrik per kWh danumumnya digunakan untuk menilai apakah pemasangan suatu sistem pembangkit listrik akanmembawa manfaat atau sebaliknya. YOGYA Department Store Pekalongan telah memasang dua sistempembangkit listrik: PLN dan genset. Kedua pembangkit listrik ini membutuhkan produksi energi terbarukanyaitu pembangkit listrik tenaga surya. Net present cost (NPC) adalah total biaya pembangunan suatu komponen,baik untuk pemasangan maupun pengoperasian proyek. Break Event Point (BEP) membandingkan total hargakomponen dalam proyek dengan harga jual di PLN dikalikan dengan jumlah produksi energi yang dihasilkandalam setahun.kata kunci :hibryd, HOMER, Cost of Energy(CoE), NetPresent Cost(NPC), Break event Point(BEP).
PLTS MODULE DESIGN USING BATTERY MANAGEMENT SYSTEM ON LI-ION BATTERY Muhamad Muhamad Syariful Wafa; Adhi Kusmantoro; Margono Margono
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 2 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jeti.v2i2.317

Abstract

Abstrak— Energi listrik saat ini masih menggunakan bahan bakar fosil. Indonesia merupakan negara tropis sehingga mempunyai kelebihan sinar matahari. Pemanfaatan sinar matahari dapat digunakan untuk pembangkit listrik tenaga surya, pembangkit listrik tenaga surya merupakan salah satu energi terbarukan dimana pemanfaatan cahaya matahari bisa diubah menjadi energi listrik. Intensitas cahaya matahari dan keadaan cuaca dapat mempengaruhi tegangan dan arus listrik yang dihasilkan dari panel surya.. Alat yang digunakan disini adalah sel surya, karena dapat mengkonversikan langsung radiasi sinar matahari menjadi energi listrik (proses photovoltaic). Agar energi surya dapat digunakan pada malam hari, maka pada siang hari energi listrik yang dihasilkan disimpan terlebih dahulu ke baterai yang dikontrol oleh SCC. Berkembangnya kebutuhan akan penyimpanan energi menyebabkan kebutuhan baterai semakin meningkat misalnya pada penggunaan baterai litium hal tersebut dikarenakan baterai litium ion memiliki banyak kelebihan mulai dari kerapatan energi yang tinggi hingga perawatanya yang mudah. Baterai lithium ion yang dihubungkan secara seri memberikan masalah teknis berupa ketidak seimbangan tegangan yang terjadi pada battery pack. Pada penelitian ini dibuat sistem penyeimbangan tegangan sel baterai dengan menggunakan topologi flyback converter arsitektur pack to cell, dimana energi pada pack yang memiliki tegangan paling tinggi akan ditransfer ke sel untuk menyeimbangkan tegangan antar sel. Battery pack yang digunakan memiliki konfigurasi 3S 5P, pada BMS yang dirancang memiliki tiga fitur utama yaitu monitoring, balancing, dan proteksi. Hasil pengujian menunjukan performa BMS untuk monitoring nilai tegangan dan nilai arus memiliki akurasi sebesar 99,99% dan 91,7%. Pada fitur balancing lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan penyeimbangan tegangan baterai bergantung pada besarnya perbedaan tegangan antar baterai dan banyaknya baterai yang memiliki nilai tegangan yang berbeda. Pada fitur proteksi dapat melakukan kinerja yang baik saat mengatasi masalah overcharge. Kata kunci : Panel Surya, Photovoltaic, PLTS, BMS, Baterai Pack Li - ion

Page 1 of 1 | Total Record : 5