cover
Contact Name
La Ode Agus Salim
Contact Email
sciencetech.group23@gmail.com
Phone
+6289508163057
Journal Mail Official
sciencetech.group23@gmail.com
Editorial Address
Jl. Findayani Indah, Kec. Baruga, Kel. Wundudopi, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Sains Modern
Published by CV. Science Tech Group
ISSN : -     EISSN : 30627966     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Sains Modern merupakan publikasi ilmiah yang berkomitmen untuk menyebarluaskan penelitian inovatif dan perkembangan terbaru dalam berbagai disiplin ilmu teknologi dan sains. Fokus jurnal ini mencakup berbagai bidang, mulai dari ilmu pendidikan hingga kajian teoritis dan terapan, dengan tujuan menyediakan platform yang berharga bagi peneliti, akademisi, dan profesional. Sebagai wadah publikasi yang bereputasi, Jurnal Teknologi dan Sains Modern mendorong kontribusi dari para ahli yang berkeinginan untuk berbagi temuan penelitian terkini, ide-ide inovatif, dan perkembangan mutakhir. Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini diharapkan tidak hanya memperkaya wawasan ilmiah tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kemajuan teknologi dan sains modern. Jurnal ini juga berperan penting dalam memperkuat kolaborasi antarilmuwan dan memfasilitasi pertukaran pengetahuan yang esensial untuk kemajuan global.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 6 (2025): November-Desember" : 5 Documents clear
Integrasi Internet of Things (IoT) dan Kecerdasan Buatan (AI) dalam Mendukung Pertanian Presisi: Tinjauan Literatur Atnang, Muhammad; Mustamin, Syaiful Bachri; Purnama Sari, Eka
Jurnal Teknologi dan Sains Modern Vol. 2 No. 6 (2025): November-Desember
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jtsm.v2i6.665

Abstract

Pertanian presisi yang mengintegrasikan Internet of Things (IoT) dan Kecerdasan Buatan (AI) telah menjadi solusi yang menjanjikan untuk mengatasi tantangan global seperti perubahan iklim, keterbatasan sumber daya, dan kebutuhan untuk meningkatkan hasil pertanian. Artikel ini bertujuan untuk meninjau penerapan teknologi IoT dan AI dalam meningkatkan efisiensi pertanian dan keberlanjutannya, dengan fokus pada tantangan, manfaat, serta peluang yang ada dalam penerapan teknologi ini. Tinjauan ini dilakukan dengan mengkaji berbagai penelitian yang relevan yang membahas penggunaan sensor IoT untuk pemantauan real-time dan algoritma AI untuk analisis data dan pengambilan keputusan. Hasil dari literatur menunjukkan bahwa meskipun penerapan IoT dan AI dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan mengurangi penggunaan sumber daya, tantangan utama yang dihadapi adalah biaya implementasi yang tinggi, keterbatasan infrastruktur, dan rendahnya literasi teknologi di kalangan petani. Kesimpulan dari tinjauan ini menunjukkan bahwa untuk memperluas adopsi teknologi ini, diperlukan pengembangan teknologi yang lebih terjangkau, pelatihan untuk petani, dan penelitian lebih lanjut mengenai keberlanjutan pertanian berbasis IoT dan AI, terutama dalam mengatasi hambatan infrastruktur dan biaya.
Peran Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam Pengembangan Produk Ramah Lingkungan Al Hayyan, Mutiara; Nuryana, Tri; Azzam, Abdul Zagi; Prayoga, Yordan; Sahuli, Arbi Muzakki; Tobing, Fitriani
Jurnal Teknologi dan Sains Modern Vol. 2 No. 6 (2025): November-Desember
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jtsm.v2i6.683

Abstract

Perubahan iklim dan degradasi lingkungan menuntut industri untuk beralih menuju keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pengembangan produk hijau (green product). Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan literature review terhadap artikel-artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memainkan peran krusial dalam berbagai aspek pengembangan produk hijau: mulai dari peningkatan efisiensi manufaktur, inovasi material ramah lingkungan, optimalisasi sektor pertanian dan energi, hingga strategi pemasaran hijau. AI tidak hanya meningkatkan produktivitas faktor total hijau, tetapi juga memengaruhi niat beli konsumen dan kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan. Namun, penerapan AI juga menghadapi tantangan seperti risiko privasi dan potensi penyalahgunaan dalam praktik greenwashing. Kesimpulannya, integrasi AI dan green innovation merupakan sinergi strategis untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.
Analisis Penerapan Metode Agile Scrum dan Design Thinking pada Pengembangan Learning Management System Tahir, Zulqifli; Mustarum Musaruddin; Hasmina Tari Mokui
Jurnal Teknologi dan Sains Modern Vol. 2 No. 6 (2025): November-Desember
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jtsm.v2i6.686

Abstract

Pemanfaatan teknologi informasi dalam dunia pendidikan mendorong kebutuhan akan Learning Management System (LMS) yang adaptif dan berorientasi pada pengguna. Namun, pendekatan pengembangan perangkat lunak konvensional sering kali kurang mampu mengakomodasi perubahan kebutuhan pengguna yang dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Agile Scrum yang dipadukan dengan Design Thinking dalam pengembangan Learning Management System di SMK Negeri 3 Kendari, dengan fokus pada efektivitas, efisiensi, dan kualitas sistem. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan penerapan tahapan Design Thinking dan siklus Agile Scrum. Evaluasi sistem dilakukan melalui User Acceptance Testing (UAT), Usability Testing, serta analisis Goal Question Metric (GQM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh fitur sistem memenuhi kebutuhan fungsional pengguna dengan tingkat keberhasilan UAT sebesar 100%. Pengujian usability menghasilkan nilai sebesar 84,42% yang menunjukkan sistem dapat diterima dengan baik oleh pengguna. Selain itu, analisis GQM membuktikan adanya peningkatan produktivitas tim, kualitas kode, kolaborasi, kecepatan penyelesaian proyek, serta kepuasan pemangku kepentingan. Dengan demikian, kombinasi metode Agile Scrum dan Design Thinking terbukti efektif dan efisien dalam pengembangan LMS berbasis kebutuhan pengguna.
Literature Review: Tantangan Implmentasi E-Hospital dalam Perspektif Sumber Daya Manusia Andi Faisal; Muhammad Atnang
Jurnal Teknologi dan Sains Modern Vol. 2 No. 6 (2025): November-Desember
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jtsm.v2i6.578

Abstract

Transformasi digital melalui implementasi e-hospital menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan efisiensi operasional rumah sakit, namun keberhasilannya sangat ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia (SDM). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tantangan SDM dalam implementasi e-hospital berdasarkan tinjauan literatur terkini. Metode yang digunakan adalah literature review kualitatif dengan menelaah sepuluh artikel ilmiah terbitan tahun 2020-2025 yang relevan dengan isu kompetensi digital, kesiapan tenaga kesehatan, beban kerja, dan dukungan organisasi dalam transformasi digital rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama implementasi e-hospital meliputi rendahnya literasi digital, kurangnya pelatihan berkelanjutan, tingginya beban kerja, resistensi terhadap perubahan, keterbatasan tenaga terampil, serta lemahnya koordinasi antara unit klinis dan teknologi informasi. Selain itu, isu etika, keamanan data, dan kualitas pencatatan klinis turut menjadi tantangan krusial yang berdampak pada efektivitas sistem digital. Studi ini juga menemukan bahwa dukungan regulasi pemerintah seperti UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, PP No. 28 Tahun 2024, serta ekosistem SATUSEHAT berperan penting dalam memperkuat kapasitas SDM dan tata kelola digital di fasilitas kesehatan. Kesimpulannya, implementasi e-hospital hanya dapat optimal apabila penguatan teknologi diimbangi dengan kesiapan SDM melalui pelatihan berkelanjutan, manajemen perubahan, dukungan organisasi, serta kebijakan nasional yang mendukung transformasi digital secara menyeluruh.
Kendala Sumber Daya Manusia dalam Implementasi Telemedicine: Tinjauan dari Perspektif Kesiapan, Kompetensi, dan Penerimaan Tenaga Kesehatan Monapa Pradesia Tombili
Jurnal Teknologi dan Sains Modern Vol. 2 No. 6 (2025): November-Desember
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jtsm.v2i6.601

Abstract

Implementasi telemedicine telah berkembang pesat seiring kebutuhan layanan kesehatan jarak jauh, namun penerapannya masih menghadapi berbagai kendala terutama terkait sumber daya manusia (SDM). Penelitian ini bertujuan untuk meninjau hambatan utama SDM dalam implementasi telemedicine, khususnya terkait kesiapan tenaga kesehatan, kompetensi teknologi, dan tingkat penerimaan terhadap inovasi digital. Metode yang digunakan adalah tinjauan naratif terhadap tiga studi empiris terbaru yang membahas kesiapan SDM, faktor penerimaan teknologi, serta hambatan implementasi telemedicine pada berbagai konteks layanan kesehatan. Analisis dilakukan dengan membandingkan temuan utama mengenai sikap, keterampilan teknologi, pengetahuan, akses perangkat, serta dukungan organisasi yang memengaruhi keberhasilan adopsi telemedicine. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa sebagian besar tenaga kesehatan memiliki potensi untuk menggunakan telemedicine, namun masih terdapat tantangan signifikan seperti keterbatasan literasi digital, kurangnya pelatihan teknologi informasi, beban kerja yang tinggi, persepsi risiko, minimnya dukungan infrastruktur, dan resistensi terhadap perubahan. Selain itu, kesiapan organisasi dan lingkungan kerja terbukti berperan penting dalam meningkatkan kepercayaan dan efikasi diri tenaga kesehatan dalam penggunaan telemedicine. Kesimpulannya, implementasi telemedicine membutuhkan penguatan kapasitas SDM melalui pelatihan berkelanjutan, penyediaan fasilitas teknologi yang memadai, serta pendekatan manajerial yang mampu meningkatkan penerimaan dan kesiapan tenaga kesehatan. Upaya tersebut diperlukan agar telemedicine dapat diadopsi secara optimal dan berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan kesehatan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5