cover
Contact Name
Fadil Abdillah Arifin
Contact Email
fadilabdillaharifin@umi.ac.id
Phone
+628123036161
Journal Mail Official
jpmkg.fokgii@gmail.com
Editorial Address
Jl. Brawijaya, Geblakan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55183
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII
ISSN : -     EISSN : 30479762     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) merupakan portal jurnal yang mempublikasi artikel ilmiah pada kegiatan pengabdian masyarakat di bidang kesehatan gigi. Dibentuk oleh Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia (FOKGII) pada tahun 2024. Jurnal ini dapat diikuti oleh dokter gigi, terapis gigi, tekniker gigi, dan seluruh civitas kesehatan gigi di Indonesia.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2025): Februari 2025" : 7 Documents clear
Peran Guru pada Kegiatan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) Menuju Indonesia Bebas Karies 2030 Umniyati, Helwiah; Ardinansyah, Agus; Atmaji, Moch; Hatta, Ridhayani; Sari, Wening
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 2 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018 prevalensi karies usia 5-9 tahun sangat tinggi yakni 92,6%, sehingga memerlukan perhatian dan upaya pencegahan secara baik dan benar. Kegiatan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) yang sudah dicanangkan sejak tahun 1951 tidak berjalan dengan efektif, banyak sekolah yang tidak melaksanakan kegiatan ini karena kurangnya tenaga kesehatan. Perlunya peran guru dalam pelaksanaan UKGS sebagai motor pendidikan untuk merubah tingkah laku anak dalam menjaga kesehatan gigi dan mulutnya. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat kami adalah menyiapkan guru dengan melakukan pelatihan dan pendampingan pada kegiatan UKGS. Sebanyak 33 guru dari 30 sekolah dasar di Kecamatan Ciseeng dilatih dengan materi PHBS dan khususnya materi kesehatan gigi dan mulut, pada tanggal20 Desember 2021 dengan melakukan sikat gigi yang baik dan benar dengan mengaplikasikan cairan disclosing solution sebagai marker adanya plak gigi. Kegiatan pendampingan di 30 sekolah dasar dilaksanakan dengan mengaplikasikan kegiatan ini pada siswa. Hasil setelah pelatihan terdapat peningkatan yang signifikan tingkat pengetahuan guru mengenai kesehatan gigi dan mulut sebesar 23,2 % (p=0,000). Guru diharapkan dapat melakukan kegiatan UKGS secara rutin pada siswa untuk menurunkan prevalensi karies dalam rangka mencapai tujuan Indonesia bebas karies 2030.
Tingkat Pengetahuan Orang Tua Siswa Pra Sekolah Mengenai Picky Eater serta Pencegahan Rampant Caries dan Maloklusi Parmasari, Wahyuni Dyah; Dewi, Putu Agung Narendra Indria; Cahyani, Nafansya Regita; Willianti, Enny; Theodora, Theodora
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 2 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada usia pra-sekolah, yaitu antara usia 3-6 tahun merupakan usia yang memerlukan nutrisi yang baik sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG). Perilaku picky-eater adalah salah satu penghambat kualitas asupan anak tidak ideal sesuai AKG. Jika picky-eater anak lebih memilih makanan yang kariogenik, cenderung manis dan pekat maka kemungkinan terjadinya rampant cariesmeningkat. Karies yang tidak segera dirawat akan mengakibatkan gigi sulung tanggal prematur sehingga dapat menimbulkan maloklusi pada usia sekolah. Kunci dalam pengendalian nutrisi anak, adanya peran orang tua yang mendampingi pemberian makanan gizi seimbang. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan dasar mengenai perilaku picky-eater dan akibatnya terhadap insidensi rampant caries dan maloklusi. Penelitian ini sebanyak 160 responden diantaranya 80 orang siswa dan 80 orang tua siswa yang dilaksanakan di TK Darut Taqwa Surabaya. Metode dengan memberikan kuisioner pre-test dan post-testsebanyak 20 pertanyaan kepada 80 orang tua siswa TK. Diantara test diberikan penyuluhan yang dilaksanakan tim pengabdi dan mahasiswa. Hasil didapatkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan orang tua siswa TK Darut Taqwa Surabaya sebanyak 30% dari 3 topik yaitu picky-eater, rampant caries dan maloklusi.
Rehabilitasi Fonetik dengan Gigi Tiruan Lepasan untuk Ketepatan Pembacaan Huruf Hijaiyah Chotimah, Chusnul; Setiawati, Nur; Amiruddin, Maqhfirah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 2 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kesehatan rongga mulut cukup besar memengaruhi orang di seluruh dunia, kehilangan gigi adalah kondisi paling umum ke 36 di seluruh dunia. Resiko kehilangan gigi akan semakin besar sehingga kebutuhan gigi tiruan akan meningkat. Perawatan dengan gigi tiruan bertujuan untuk mencegah dan merehabilitasi gangguan fungsi akibat kehilangan gigi. Gangguan fungsi fonetik merupakan salah satu akibat kehilangan gigi hal inidapat memengaruhi kehidupan seseorang. Hal ini akan terlihat pada pola berbicara. Pada Umat Islam untuk membaca atau melafalkan huruf – huruf hijaiyah sesuai kaidah tajwid yang benar. Beberapa huruf hijaiyah cara pengucapan yang benar memerlukan koordinasi antar bibir, susunan gigi dan lidah. Pada orang dengan kehilangan beberapa gigi terutama gigi anterior akan kesulitan untuk mengucapkan huruf hijaiyah tertentu. Tujuan program pengabdian ini adalah mengembalikan fungsi fonetik yang tidak sempurna pada anggota majelis taklim Nur aziza untuk pembacaan huruf-huruf hijaiyah karena kehilangan gigi anterior rahang atas. Beberapa huruf hijaiyah cara membacanya adalah dengan cara menempelkan ujung lidah pada gigi insisivus rahang atas bagian insisal. Pada seseorang yang tidak bergigi akan menghasilkan bunyi yang tidak benar. Pada pengabdian ini kita lakukan perawatan pada peserta majelis taklim yang kehilangam gigi anterior rahang dengan klasifikasi Kennedy klas IV. Kemudian dilakukan perawatan dengan penggunaan gigi tiruan lepasan berbahan akrylik.Setelah dilakukan pemasangan gigi tiruan  diberikan pelatihan pengucapan huruf hijaiyah yang benar . Dengan menggunakan gigi tiruan lepasan pada bagian anterior rahang atas seseorang dapat mengucapkan huruf hijaiyah dengan lebih sempurna dibandingkan tanpa menggunakan gigi tiruan.
Edukasi Pemanfaatan dan Pencegahan Dampak Negatif Radiasi pada Masyarakat di Kota Makassar Yunus, Barunawaty; Tenrilili, Andi Nurul Azizah; Hidayat, Muhammad Fadil; Prawira, Ade; Arnawansah, Rakhmat Putra Guru; Sugianto, Irfan; Yunus, Muliaty; Rahman, Fadhlil Ulum A; Wulansari, Dwi Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 2 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan teknologi radiologi dalam kedokteran gigi telah meningkatkan akurasi diagnosis dan keberhasilan perawatan secara signifikan. Namun, penggunaan radiasi pengion secara tidak bijak dapat menimbulkan risiko kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat Kota Makassar terkait pemanfaatan radiologi dalam kedokteran gigi serta pencegahan dampak negatif radiasi. Melalui penyuluhan langsung, media interaktif, dan layanan kesehatan gratis yang diselenggarakan di area Car Free Day, kegiatan ini berhasil menjangkau 200 peserta dari berbagai kalangan usia. Materi yang disampaikan meliputi manfaat radiologi dalam diagnosis dan perawatan gigi, protokol keselamatan radiasi, serta cara mencegah risiko paparan radiasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai topik tersebut. Antusiasme peserta yang tinggi dalam mengikuti sesi tanya jawab dan memanfaatkan layanan kesehatan gratis mengindikasikan keberhasilan kegiatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta keselamatan radiasi. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukasi yang berbasis komunitas dan partisipatif dapat menjadi model yang efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.
Upaya Promosi Kesehatan Gigi dan Mulut dalam Perubahan Perilaku Lansia di Puskesmas Karangdoro Andri Fajriyanto; Hidha Rahma Sintya Dewi; Anita Novia Tripermata; Farah Kanza Nabila; Novita Hayatun Nufus; Hayyu Failasufa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 2 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan perilaku adalah perubahan yang terjadi pada sisi kebiasaan manusia yang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu internal dan eksternal, faktor internal meliputi dorongan dalam diri berupa keinginan dan kebutuhan dan faktor eksternal meliputi dorongan dari luar. Perilaku secara umum dapat diartikan sebagai tindakan atau aktivitas dari seseorang sebagai bentuk respon terhadap lingkungan sekitarnya. Perilaku pemeliharaan kebersihan gigi lansia akan sangat mempengaruhi keberhasilan suatu kesehatan gigi dan mulut lansia. Lansia atau lanjut usia merupakan seseorang yang berusia 60 tahun keatas. Tujuan penyuluhan memberikan edukasi untuk meningkatkan perilaku menjaga kesehatan gigi dan mulut pada lansia di wilayah Puskesmas Karangdoro. Metode pelaksanaan penyuluhan meliputi identifikasi masalah, pre-test, penyuluhan, posttest untuk mengukur peningkatan perilaku. Tingkat perubahan perilaku dari hasil pre-test sebanyak 20 responden (66,7%) dan meningkat pada hasil post-test sebanyak 28 responden (93,3%). Berdasarkan uji T-test berpasangan terdapat pengaruh meningkatnya perubahan perilaku dengan nilai p <0,05 kegiatan ini meningkatkan kesadaran dan perilaku lansia mengenai pengaruh menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Skrining Kesehatan Gigi dan Mulut pada Remaja di Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu Sholekhah, Nur Khamilatusy; Wahyu Nur Zaini; Rini Sulistyowati; Qonitah Nur Aslamiyah; Judan Alfithra Izzulhaq; Anis Fikriya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 2 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menjaga kesehatan gigi dan mulut sangat berguna untuk kelangsungan hidup di masa yang akan datang. Cara awal menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah dengan mengatasi permasalahan kesehatan gigi dan mulut. Permasalahan kesehatan gigi dan mulut sering dialami oleh anak usia remaja, salah satunya adalah karies gigi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan gambaran tingkat kerusakan gigi dan memberikan motivasi untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan kesehatan gigi dan mulut secara berkala sebagai upaya untuk pencegahan gigi berlubang. Metode pengabdian masyarakat ini diawali dengan tahapan persiapan yaitu perizinan, dan menyusun program kerja. Selanjutnya tahapan pelaksanaan kegiatan diawali dengan screening status kesehatan gigi menggunakan indeks DMF-T. Sasaran penelitian adalah seluruh remaja yang ada di Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu sejumlah 559 responden. Teknik sampling yang digunakan yaitu proportioned stratified random sampling dan didapatkan sampel sebanyak 103 responden. Indeks DMF-T diperoleh hasil mayoritas responden memiliki artinya tingkat keparahan karies berada pada kategori sedang (moderate) yaitu sebanyak 39 responden (37,9%).
Upaya Pencegahan Early Childhood Caries sebagai Salah Satu Faktor Penyebab Stunting dengan Edukasi Perilaku Makan dan Pelatihan Teknik Menyikat Gigi di Desa Paddinging Kecamatan Febriany, Mila; Puspitasari, Yustisia; Pamewa, Kurniaty; Salim, Yulita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 2 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian makan merupakan salah satu faktor predisposisi perkembangan Early Childhood Caries yang umumnya terjadi pada usia anak prasekolah. Masa perkembangan anak mengalami peningkatan yang pesat pada usia 0-5 tahun, yang disebut fase “Golden Age”. Pada masa ini, kita dapat mendeteksi adanya kelainan tumbuh kembang anak yang meliputi aspek fisik, psikologi, dan sosial. Makanan memberikan nutrisi serta energi yang penting untuk kesehatan manusia. Korelasi antara zat gizi, makanan, dan pola makan memiliki implikasi terhadap pencegahan dan perkembangan penyakit kronis. Salah satu aspek psikologi yang dapat dipantau oleh orang tua adalah adanya gangguan perilaku makan. Diet dan nutrisi yang diberikan orang tua berpengaruh pada cara dan sikap orang tua terhadap pemberian makanan. Kesadaran tentang perilaku makan anak bermanifestasi pada karies anak usia dini dapat menjadi faktor penyebab gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak di kemudian hari. Selain pola makan, teknik dan pembiasaan menyikat gigi turut berkontribusi dalam perkembangan karies anak. Metode pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dengan tehnik penyuluhan langsung tentang perilaku makan menggunakan LCD diikuti pelatihan tehnik menyikat gigi. Kesimpulan pengabdian ini yakni pentingnya edukasi perilaku makan dan pelatihan teknik menyikat gigi yang berkasinambungan untuk ibu dan anak. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan perilaku makan pada ibu, peningkatan pengetahuan mengenai teknik menyikat gigi pada balita dan anak-anak, pencegahan terjadinya ECC pada anak-anak dengan pemberian topical application fluor, bantuan sikat dan pasta gigi pada masyarakat, serta penyerahan media penyuluhan di kantor Desa Paddinging. Kata kunci: early childhood caries, topical application fluor, stunting, diet, perilaku makan Feeding behaviour during growing stage of children is one of the predisposing factors for the development of early childhood caries which generally occurs in preschool children. The period of child development experiences a rapid increase at the age of 0-5 years, which is called the "Golden Age" phase. At this time, we can detect abnormalities in children's growth and development which include physical, psychological and social aspects. Food provides nutrients and energy that are important for human health. The correlation between nutrients, food, and diet has implications for the prevention and development of chronic disease. One psychological aspect that parents can monitor is the presence of eating disorders. The diet and nutrition provided by parents influences the way and attitudes of parents towards providing food. Awareness of children's eating behavior manifested in early childhood caries can be a factor causing disruption to children's growth and development later in life. Apart from diet, toothbrushing techniques and habits also contribute to the development of children's caries. Dental Health Education (DHE) was performed regarding the role of feeding behaviour in children and demonstrating several toothbrusing technique for different stage of children’s age. Tooth brushing technique were also implemented by the mothers of the kids. The preschooler children were also received dental examination and topical application fluor. The conclusion of this service is the importance of education on eating behavior and training in sustainable tooth brushing techniques for mothers and children. Keyword: early childhood caries, topical application fluor, stunting, feeding behaviour, diet

Page 1 of 1 | Total Record : 7